DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 87 "Clara Mengetahui Status Bryan"


__ADS_3

"Clara, aku lapar." Ucap Bryan lagi kali ini dia memegang perutnya karna Bryan memang benar-benar lapar sedangkan Clara malah berpikir yang aneh-aneh.


"Ka-kamu beneran lapar?" tanya Clara.


"Iya Clara aku sangat lapar."


Brukkk... brukkk


Suara perut Bryan dan Clara malah tertawa mendengarnya.


"Kamu dengarkan???" Ucap Bryan.


"A-aku pikir kamu bukan lapar yang itu." Ucap Clara tanpa melanjutkan kalimatnya.


"Oh! Jadi sekarang kamu pikir aku akan menyantapmu, dasar tidak waras! Aku bukan kanibal yang mau menyantap sesama." gerutu Bryan.


"I-iya, ta-tapi bukan kanibal maksudku." lanjut Clara lagi.


"Jadi maksudmu aku ini akan menyantap tubuhmu juga." Ucap Bryan langsung menggeser duduknya mendekati Clara, Clara terperanjat dan repleks langsung berdiri.


"Tidak! Tidak juga seperti itu, ka-kamu jangan negative thinking." Clara beberapa kali menggelengkan kepalanya tanpa berani melihat Bryan.


"A-aku ambilkan makan dulu." Sambung Clara langsung berlari keluar dengan wajahnya yang masih merona sedangkan Bryan tersenyum kecil menatap Clara yang sudah berlalu.


Ah... Awww...


Rengek Bryan sambil memegang bahunya yang tiba-tiba terasa sakit.


"Bahuku sakit sekali, padahal kejadian itu sudah lama sekali tapi luka dibahuku masih terasa sakit." Ucap Bryan sambil menahan rasa sakit apalagi tadi dia beberapa kali jatuh sambil menahan tubuh Clara yang berada diatasnya yang membuat bahu Bryan semakin sakit.


"Semoga tidak apa-apa." batin Bryan berharap luka tembak yang tidak sembuh-sembuh dan sudah sangat lama itu tidak berbahaya.


Beberapa Menit Kemudian


"Makanan datang." Ucap Clara begitu bersemangat sambil membawa beberapa makanan ditangannya dan Bryan langsung melepaskan tangannya yang memegang bahunya agar Clara tidak melihatnya kesakitan.


"Tuan Bryan, pesanan nasi goreng kimchi dan seafoodmu." Clara menaruh makanannya diatas meja kemudian Clara duduk disamping Bryan, Clara melihat Bryan hanya diam dengan tatapan tertuju kelantai.


"Ada apa?" tanya Clara menampar bahu Bryan yang sakit wajah Bryan berubah seketika menahan sakit.

__ADS_1


"Bryan, maaf apa kamu kesakitan?" tanya Clara menyadarinya karna terlihat jelas dari raut wajah Bryan namun dengan cepat Bryan langsung tersenyum menutupi rasa sakitnya.


"Aku baik-baik saja, aku hanya sedang berpikir apakah seafood buatanmu ini enak atau tidak." Ujar Bryan langsung mengambil seafood yang dibuat oleh Clara dan mencicipinya.


"Wah... Sungguh ini sangat lezat." Sambung Bryan lagi setelah mencicipinya tapi Clara merasa Bryan terlihat sedang menyembunyikan sesuatu sehingga Clara tidak berhenti menatap Bryan yang berusaha terlihat kuat namun raut wajahnya tidak bisa berbohong kalau dia sedang merasakan sakit yang luar biasa.


"Heh! Sekarang kenapa malah kamu yang melamun?" Ucap Bryan.


"Ah! A-aku hanya senang melihat kamu makan." Jawab Clara.


"Emh... Aneh."


"Sungguh! Sudah lama sekali aku tidak menemani kamu makan seperti ini." Ujar Clara.


"Kamu masih mengingatnya?"


"Cepatlah habiskan makananmu ini sudah jam 9 malam waktunya aku menutup restoran." Jawab Clara tanpa menjawab Bryan dan Bryan pun segera menghabiskan makanannya.


Sementara menunggu Bryan menghabiskan makanannya, Clara pun membereskan barang-barangnya dan membantu para pegawainya merapikan meja dan tempat duduk.


"Nona, saya pamit pulang dulu." Ucap salah satu pegawainya setelah selesai beres-beres.


Satu persatu pegawai Clara sudah pulang dan Bryan pun selesai menyantap makanannya. Bryan menghampiri Audira sementara menunggu Clara ternyata Audira sudah tidur dengan mainannya yang berserakkan. Bryan pun merapikan mainan Audira dan menempatkannya kembali kedalam kotak mainan agar Clara tidak perlu membereskannya lagi.


Clara tidak langsung masuk dia tertegun sambil tersenyum dibalik pintu melihat Bryan membereskan mainan Audira.


"Clara, kenapa berdiri disitu, masuklah!" Bryan menyadari kehadiran Clara dan Clara pun masuk.


"Tuan Bryan, kamu tidak perlu repot-repot berkemas seperti itu, aku bisa mengemaskannya."


"Aku tau kamu sangat lelah seharian bekerja sambil mengurus Audira itu tidak mudahkan, tidak semua orang bisa bekerja sambil mengurus anak, jadi anggap saja sekarang aku sedang membantumu."


"Kamu tidak perlu seperti ini Tuan, sekarang kamu pulanglah istrimu pasti sudah menunggu dirumah, jika dia tau kamu berada dengan wanita lain disini maka aku bisa jadi bencana untuk rumah tangga kalian." Ujar Clara sambil tertunduk karna tidak kuat mengatakan semua itu, tapi Clara berusaha sadar sekarang Bryan adalah suami orang.


Bryan bangkit kebetulan juga sudah selesai membereskan mainannya kemudian dia mendekati Clara dan mengangkat kepala Clara yang tertunduk.


"Lihat aku Clara! Tatap mataku!" Ucap Bryan sembari mengangkat kepala Clara agar Clara melihatnya, mata Clara mulai berkaca-kaca.


"Apa menurutmu aku terlihat seperti pria yang sudah beristri?" lanjut Bryan, Clara hanya diam bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


"Aku tidak tau!" Clara melepaskan tangan Bryan yang memegang wajahnya dan mundur selangkah menjauh dari Bryan.


"Sekarang aku ingin tau, ya walau sebenarnya ini tidak pantas aku tanyakan tapi justru hal ini yang selalu menggangguku." Ucap Bryan.


"Apa yang ingin kamu tanyakan?"


"Tentangmu."


"Ada apa denganku?"


"Kenapa kamu tidak jujur saja bahwa kamu sudah menikah? kenapa kamu selalu menuduhku bahwa aku lah yang sudah menikah? kenapa seperti itu Clara?"


"A-apa maksudmu?"


"Bukankah kamu sudah menikah dengan Rendi, kenapa kamu tidak mau jujur? kenapa kamu membiarkan aku memelukmu? seharusnya kamu menolakkan bukan membiarkanku memelukmu, aku tidak bisa seperti ini Clara, tolong jangan membuatku bingung!"


"I-itu, ka-karna aku tidak yakin kamu sudah menikah atau tidak." jawab Clara mundur selangkah lagi dari Bryan.


"Lalu kenapa kamu selalu menuduhku? padahal kamu sudah tau aku belum menikah sampai detik ini."


"Ka-karna aku tidak mau dianggap wanita yang suka mengganggu suami orang."


"Lalu bagaimana denganku Clara? aku juga tidak ingin dianggap pria yang suka menganggu istri orang, kenapa kamu tidak melarangku mendekatimu dan mengatakan bahwa kamu sudah menikah, apa kamu ingin mempermainkan perasaanku?"


"Apa maksudmu? Aku, aku sama sekali tidak mempermainkan perasaanmu."


"Dengan menutupi statusmu padaku itu sama saja kamu sudah mempermainkanku, kamu memberi harapan padaku yang tidak akan mungkin bisa ku dapatkan, Clara kenapa kamu tega melakukan ini padaku? apa kesalahan yang sudah ku lakukan padamu? "


"A-aku, aku tidak mengerti apa maksudmu Tuan?"


Bryan merendahkan tubuhnya dan duduk dilantai tanpa menjawab Clara sedangkan Clara terlihat kebingungan menatap Bryan yang sepertinya sangat lemah.


"Apakah kamu benar-benar tidak mengerti Clara? Apa kamu tidak bisa merasakannya sesuatu telah terjadi setiap kali kita bertemu? Kamu benar-benar mengerti atau sengaja berpura-pura tidak tau, agar kamu bisa mempermainkanku, begitukan Clara?" lanjut Bryan lagi setelah merasa sedikit lebih tenang.


Sebenarnya Clara sudah mengerti sedari tadi apa yang Bryan maksud karna Clara juga merasakan perasaan yang sama seperti yang Bryan rasakan, hanya saja karna selisih paham yang terjadi diantara mereka membuat mereka tidak bisa jujur satu sama lain, sekarang Clara sudah tau bahwa Bryan belum menikah dan Clara pun ingin mengatakan hal yang sama.


Clara mendekati Bryan yang duduk di samping Audira, dan saat Clara berusaha menyentuh bahu Bryan tiba-tiba saja Audira bangun.


"Mommy." Ucap Audira sambil menggeliat dan Bryan langsung melihat Audira sedangkan Clara menarik ulur tangannya dan mengurungkan niatnya untuk mengatakan perasaannya pada Bryan, Bryan merasakan tadi tangan Clara hampir menyentuh bahunya tapi terhenti saat Audira bangun.

__ADS_1


"Dira, sudah bangun nak." Clara langsung pindah posisi mendekati Audira dan menggendongnya.


"Clara, aku akan mengantar kalian." Ujar Bryan dan dibalas anggukan oleh Clara pertanda dia mau Bryan mengantarnya karna sekarang Clara sudah tau bahwa Bryan belum menikah.


__ADS_2