
"Clara, apa dihatimu sudah tidak ada sedikit tempat untukku, apa kamu benar-benar tidak mencintaiku lagi, 5 tahun kita bersama semudah itukah kamu melupakan kenangan manis kita hanya karna aku melakukan satu kesalahan kamu meninggalkanku." gumam Rendi menatap Clara yang sudah berlalu pergi.
Rendi pun mengikuti mobil Clara sampai akhirnya Clara berhenti di depan mansion dan keluarlah seorang pria tampan dari dalamnya menghampiri Clara.
Rendi menjatuhkan air mata saat melihat senyum yang terpancar di wajah Clara saat Bryan memeluknya.
"Kamu yakin sudah merasa baikkan?" ucap Clara.
"Aku sudah sangat baik, hari ini kita akan memilih gaun pernikahan aku tidak akan mensia-siakannya." ucap Bryan merangkul Clara.
"Apa kamu bahagia menikah denganku?" tanya Bryan tiba-tiba.
"Kenapa bertanya seperti itu, apa kamu tidak yakin?"
"Jawab saja Clara?"
"Aku sangat bahagia, tidak ada kebahagian lain yang membuatku sebahagia ini." jawab Clara tersenyum
Cup.....
satu kecupan mendarat di pipi mulus Bryan.
"Berani sekarang ya." ujar Bryan mencubit pipi Clara.
"Kamu tidak tau Clara, di sana ada Rendi yang mengikutimu, aku takut kamu meninggalkanku Clara." batin Bryan sambil memandang sedih melihat Clara namun Clara tidak menyadarinya, ternyata Bryan menyadari kehadiran Rendi yang sedang mengawasi mereka dari kejauhan.
__ADS_1
Bryan mengulurkan tangannya meraih tangan Clara dengan lembut dan perlahan mereka pun menuruni anak tangga.
"Silakan masuk tuan putri..." Ujar Bryan sembari membuka pintu mobil.
"Terima kasih my perfect husband." Clara memegang wajah Bryan sebelum akhinya dia masuk ke dalam mobil dan Bryan pun masuk duduk disamping Clara.
"Seharusnya aku bahagia di detik-detik pernikahanku dengan wanita yang paling ku cinta, tapi kenapa sekarang aku merasa bersalah, Ya Allah apakah aku jahat, apa aku sudah merebut Clara dari Rendi?" batin Bryan.
Clara melihat wajah Bryan, Clara bingung gerangan apa yang membuat Bryan sedih.
"Apa yang kamu pikirkan?" tanya Clara seketika Bryan mengalihkan pandangannya lalu merangkul Clara dalam pelukkannya.
"Aku bahagia sayang."
"Katakan padaku apa yang kamu pikirkan?"
"Tidak ada sayang."
"Beritahu aku, aku tau kamu bersedih."
"Ara, aku melihatnya mengikutimu dan sampai sekarang dia pun mengikuti."
"Maksudmu, siapa yang mengikuti kita?"
"Lihatlah dibelakang mobil kita."
__ADS_1
Clara mendongakkan kepalanya kebelakang melihat dari kaca jendela dan terlihatlah bahwa Rendi sedang mengikuti mereka.
"Dia masih saja mengikutiku, aku tidak mau membuat Bryan sedih." batin Clara.
Clara mendongak kebelakang lagi untuk memastikan apakah Rendi masih mengikuti mereka dan ternyata mobil Rendi sudah tidak terlihat.
"Ara, apakah aku sudah merebut kebahagian Rendi?"
"Apa maksudmu bicara seperti itu?"
"Aku tau hanya kamu kebahagiaannya, aku takut jika aku merebut kebahagiaan orang lain kelak kebahagiaanku juga akan di rampas."
"Sir, kamu sama sekali tidak merebutku darinya, kami sudah berpisah sebelum kamu datang."
"Aku benar-benar takut kehilangan kamu Clara."
"Tolong jangan bicara seperti itu Sir, ucapan adalah doa tidak baik seperti itu."
"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu, kecuali maut yang memisahkan kita maka kita tidak akan bisa menghindarinya."
"Sir, kamu tau aku adalah salah satu wanita beruntung aku bisa mendapatkan kamu yang punya segalanya dan dengan senang hati menerima anak yang bahkan tidak terlahir dari rahimku."
Bryan mengencangkan pelukkannya dia bahagia dimiliki wanita seperti Clara.
"Sekarang aku hanya punya kamu dan sweety, ibu, ayah, paman dan bibiku mereka semua telah tiada, aku akan selalu menjaga kalian dan berusaha membuat kalian bahagia."
__ADS_1