
Riko sudah menanda tangani sertifikat agar bisa segera membawa mayat Bryan pulang karna harus segera di makamkan.
Sedangkan Clara dia masih shock sekarang sudah waktunya shalat subuh. Papa dan mama mengajak Clara untuk shalat agar hatinya bisa tenang menerima kenyataan. Clara pun ikut melaksanakan ibadah shalat subuh di musolah rumah sakit.
Di Sisi Lain
Bryan berhasil keluar dari kamar mayat tapi dia tidak mungkin menampakkan diri di hadapan semua orang yang hanya akan membuat orang-orang ketakutan.
Dengan hati-hati Bryan berusaha menghindari dari keramaian dan diam-diam Bryan menyusup ke toilet.
"Aku harus menemukan baju salinan tidak mungkin aku keluar dengan bertelanjang dada seperti ini." gumam Bryan sambil berusaha mencari cara.
Bryan membuka pintu toilet pria secara kebetulan sepertinya situasi memang mendukung keadaan Bryan. Bryan menemukan seragam perawat pria dan 1 buah masker.
"Ini punya siapa, apa aku harus memakai baju ini?" gumam Bryan ragu-ragu.
"Aku tidak punya pilihan, demi bisa bertemu Clara dan agar orang-orang tidak takut melihatku aku harus memakainya."
Sekarang Bryan sudah memakai bajunya lengkap dengan masker penutup wajah.
Bryan pun dengan hati-hati mulai berjalan-jalan dirumah sakit, orang-orang menatapnya dengan aneh karna Bryan memakai baju perawat tapi berjalan dengan kepala tertunduk dan menutup wajahnya sangat mencurigakan.
"Dimana ruang Clara dipindahkan?" batin Bryan sambil berjalan.
Selesai shalat Clara diantar kembali ke ruang inapnya sekarang Clara merasa lebih tenang, dia sudah memutuskan untuk mengikhlaskan kepergian Bryan agar arwah Bryan bisa tenang. Clara pun menyadari semua yang bernyawa pasti akan kembali pada-Nya sedangkan yang masih diberi kesempatan hidup harus melanjutkan hidupnya.
"Nona, saya sudah mengurus administrasinya dan besok pagi kita sudah boleh membawa Tuan pulang untuk memakamkannya." Ucap Riko.
"Iya Rik, kamu urus semuanya sampai pemakamannya, saya tidak bisa ikut ke pemakaman saya tidak kuat Rik." Ucap Clara kembali menangis ternyata Bryan benar-benar sudah meninggalkannya.
"Nona, saya mau memberikan ini pada Nona." Riko memberikan kotak kecil terbuat dari kaca yang dari luar pun sudah kelihatan ada cincin di dalamnnya.
"Ini untukku Rik?" Clara tidak yakin.
__ADS_1
"Dokter menemukannya di dalam saku Tuan Bryan, saya yakin cincin itu untuk nona." jelas Riko.
Clara perlahan-lahan membuka kotak cincinnya dan menangis menatapnya.
"Malam itu kamu memintaku untuk semangat, tapi malam ini kamu sudah menghancurkan semangat hidupku, Sir." Ucap Clara sambil menangis.
"Kenapa kamu harus merahasiakan penyakit yang kamu derita Sir, kenapa kamu tidak mau jujur? aku marah padamu Sir. Sekarang semuanya sudah terlambat kamu meninggalkanku dan juga Audira."
"Apa dengan kamu meninggalkanku kamu bisa membuatku menangis, tidak Sir aku tidak akan menangis lagi, lihatlah sekarang aku tidak akan menangisi kepergianmu, kamu jahat padaku Sir." lirih Clara kenyataannya dia semakin menangis.
"Kasihan nona, disaat dia mengharapkan Tuan tapi Tuan malah pergi meninggalkannya, Ya Allah berilah nona Clara kekuatan agar dia bisa ikhlas." batin Riko semakin tidak tega melihat kondisi Clara.
"Rik, lihatlah cincinnya indah bukan? ini sangat pas dijariku Rik." Ucap Clara sambil tersenyum memperlihatkan cincin yang dipakainya kearah Riko.
"Nona sangat pantas memakainya." jawab Riko matanya mulai berkaca-kaca tidak sanggup melihat nonanya masih bisa tersenyum meski dalam kesedihan.
Tiba-tiba Clara melepas cincin kembali.
"Kenapa dilepas nona?"
Pagi Hari
2 perawat yang membawa jenazah Bryan ke kamar mayat kini akan mengambilnya karna Riko harus segera membawanya pulang.
Namun 2 perawat itu terkejut saat melihat jenazah Bryan tidak ada.
"Dokter, jenazah atas nama Bryan Adipati Mirza tidak ada dikamar mayat." ujar seorang perawat memeberitahu dokter.
Riko kaget mendengarnya dan tidak habis pikir bagaimana jenazah bisa hilang, siapa yang mau menculik jenazah.
Sekarang dirumah sakit terjadi kegaduhan setelah jenazah Bryan inyatakan hilang karna diculik.
"Bagaimana itu bisa terjadi Rik, siapa yang membawa kabur jenazah Bryan?" tanya Clara semakin shock.
__ADS_1
"Nak Riko, bagaimana kejadiannya, semalam kita melihat jenazah masih ada, sekaranh kenapa bisa menghilang?" tanya Adinda.
"Itulah yang sekarang pihak rumah sakit coba cari tau tante."
Clara menangis dipelukkan ibu kandungnya, Clara merasa hampir stress Bryan meninggal sekarang nambah lagi satu masalah jenazah Bryan menghilang.
Bryan yang masih belum menemukan ruangan Clara mendengar pembicaraan orang-orang sedang membicarakan dirinya yang dinyatakan hilang. Padahal sekarang Bryan berada ditengah-tengah mereka dan masih hidup.
"Situasi seperti apa ini? Mereka berpikir aku sudah tiada, ini tidak bisa dibiarkan aku harus menemukan Clara dan memberitahu pada semua orang bahwa aku masih hidup." gumam Bryan melanjutkan pencariannya untuk menemukan Clara.
Saat Bryan berlari tiba-tiba dia bertabrakan dengan Riko. Riko merasa tidak asing saat melihat mata pria yang menabraknnya sedangkan Bryan berusaha memalingkan wajahnya dan melanjutkan langkah kakinya tapi Riko manarik bajunya tangan Riko dengan cepat membuka masker yang menutupi wajah Bryan.
"Mr. Bryan?" Riko membelalakkan matanya seakan tak percaya melihat bayangan Bryan yang bisa disentuh.
Bryan tidak bisa mengelak lagi dia sudah tertangkap basah oleh Riko.
"Aku bermimpi atau ini sungguhan? Sir, aku bisa menyentuhmu." Ucap Riko tersenyum bahagia namun masih tidak percaya.
"Sir ini sungguhan kan kamu masih hidup? Kami semua sangat sedih Sir meninggal dan jenazah Sir dinyatakan hilang, terutama nona Clara kondisinya sangat memprihatinkan." Riko mengguncang badan Bryan namun Bryan hanya diam saja, Bryan diam karna dia tidak mau orang-orang melihatnya.
"Katakan padaku Sir! ini nyatakan kamu masih hidup Sir?"
"Aku masih hidup Rik, ini benar kamu tidak sedang bermimpi, Tuhan memberiku kesempatan kedua untuk bisa melihat dunia ini." Ucap Bryan dan Riko langsung memeluknya.
"Sir, aku sangat senang mendengarnya, tapi bagaimana Sir bisa memakai seragam perawat seperti ini dari mana Sir mendapatkannya?"
"Panjang ceritanya Rik, yang jelas aku memakai ini karna aku tau kalian semua berpikir bahwa aku sudah tiada dan agar kalian tidak takut aku memakai pakaian ini dan menutupi wajahku dengan masker." jelas Bryan.
"Yang terpenting Sir masih hidup."
"Iya Rik, kita harus pergi dari sini sebelum orang-orang melihatku, dimana Clara Rik?"
"Iya Sir kita pergi dari sini, ayo ikut aku Sir aku akan mengantarmu."
__ADS_1
Bryan pun memasang masker untuk menutupi wajahnya dan mengikuti Riko yang akan mempertemukannya dengan Clara.