DARI HATI

DARI HATI
EPISODE 29


__ADS_3

Nanda terbaring kaku di ruang UGD belum juga sadarkan diri dokter sudah menyerah menanganinya kami semua hanya bisa pasrah, bayinya terus menangis tanpa henti bahkan Rendi ayahnya sendiri juga tidak bisa menenangkannya tapi entah kenapa bayi itu tenang saat pertama kali aku menggendongnya.



"Bayinya berhenti menangis, Ren." Ucap mama.



"Kamu hebat Clara." Rendi memujiku.



"Ini hal yang wajar tidak perlu dipuji Ren." Aku tidak mau terbawa perasaan lagi dengan Rendi sudah cukup dia menyakiti dan membohongiku selama bertahun-tahun.



Beberapa jam kemudian dokter keluar dari ruang UGD.



"Pasien saudari Nanda sudah sadar, dia ingin bertemu saudari Clara dan saudara Rendi." Ucap dokter.



"Saya Clara dok! Saya Rendi dok!" Kami menjawab bersamaan.



"Silakan! Kalian berdua boleh masuk."



Aku dan Rendi bersama bayi Nanda masuk menemuinya. Sungguh aku sangat kasihan pada Nanda dia begitu lemah, yang paling membuatku sedih adalah nasib bayinya.



"Clara aku sudah tidak kuat... aku titip Audira berjanjilah padaku rawat dan besarkanlah dia seperti anakmu sendiri."



"Aku janji akan menjadikan Audira seperti anak kandungku, tapi kamu jangan bicara seperti itu, kamu dan Rendi yang akan menjaganya, bertahanlah Nanda demi bayimu, kamu harus melihatnya tumbuh besar."


__ADS_1


"Walau aku tidak melihatnya tumbuh dewasa tapi aku yakin kamu bisa menjaga Audira itu sudah lebih membuatku bahagia dan membuatku tenang."



"Rendi, Clara... Kalian jangan berpisah, kalian harus bersama untuk Audira kalianlah keluarga sesungguhnya untuk Audira."



"Nanda, aku tidak bisa melakukan itu, aku tidak bisa."



Tiba-tiba nafas Nanda berhenti Rendi memeriksa denyut nadinya dan benar Nanda meninggal dunia. Aku sangat syok menghadapi situasi ini, mengapa disaat aku merelakan Rendi dan memutuskan untuk berpisah darinya sahabatku meninggal dunia sedangkan bayinya masih kecil yang seharusnya memerlukan dirinya tapi mau bagaimana lagi kehendak yang maha kuasa tidak ada satu orang pun yang bisa menghalanginya.



"Rendi, kamu harus kuat demi anakmu." Aku berusaha menenangkan Rendi yang sangat sedih setelah kematian Nanda.



"Nanda sudah meninggalkanku!" Ucapnya.



"Dia meninggalkan kita semua Ren, aku juga sangat sedih dengan kepergiaannya."




Rendi seolah tak berdaya menghadapi tiga masalah sekaligus, pertama aku ingin berpisah dengannya, kedua Nanda meninggal, ketiga perusahaannya hampir bangkrut sehingga dia harus menjual beberapa sahamnya.



Aku mendekati Rendi yang tertegun disofa dengan kepala tertunduk.



"Ren, kamu harus kuat aku harap kamu tidak prustasi dengan masalah yang sedang terjadi."



"Mengapa masalah datang bertubi-tubi disaat seperti ini??? Aku tidak kuat Clara." Rendi sangat sedih dia seakan tidak sanggup menghadapi masalahnya.

__ADS_1



"Sabar Ren." Aku merangkul Rendi membuatnya menyender dibahuku.



"Kamu lihat Audira, dia begitu manis dan cantik dia masih kecil tapi ibunya sudah tiada, sekarang dia hanya memiliki kamu Ren, kamu harus kuat demi masa depan Audira."



"Kenapa harus aku, bukankah kita akan bersama-sama menjaganya."



"Apa kamu akan meninggalkan aku juga? Jawab Clara!!!"



Sesaat perkataan Rendi membuatku dilema jika aku mengatakan aku tetap melanjutkan perceraian disaat seperti ini maka Rendi semakin prustasi.



"Aku tidak tau, sekarang lebih baik kita urus pemakaman Nanda dulu." Jawabku aku berusaha menguatkan diriku, aku tidak tega melihat bayi Nanda sehingga membuatku berpikir keras mencari jalan terbaik untuk keluar dari masalah ini.



"Kamu mau kemana?" Rendi menahan tanganku.



"Aku ingin keluar mencari udara segar." Aku melepaskan tangan Rendi dan meninggalkannya.



Sekarang persaanku bercampuraduk, bingung, sedih, kecewa membuatku dilema. Dipikiranku hanya teringat dengan bayi Nanda, aku bersedia menerima bayinya tapi aku tidak ingin kembali pada Rendi dia laki-laki yang telah membuatku kecewa, luka dihatiku sangatlah mendalam bagaimana aku bisa bertahan dengannya sekalipun aku masih mencintainya. Aku berharap kepergian Nanda tidak akan membawa pengaruh untuk berpisah dengan Rendi.





Clara dilema???🤔

__ADS_1




__ADS_2