
"Aku harus beritahu Clara disini terdapat namanya, dia harus tau jika dia punya kembaran."
Saat Bryan akan memberitahu Clara dia baru ingat kalau Clara sedang berada dirumah Rendi.
"Ya ampun! Dia kan sedang menemui Audira, nanti saja aku beritahu saat dia pulang."
Tiba-tiba Clara datang wajahnya terlihat kusut dan sedih, Bryan yang melihatnya langsung menghampiri Clara.
"Kenapa sudah pulang?" tanya Bryan.
"Aku merasa sedang tidak enak badan."
"Kamu sakit?"
"Tidak panas." Setelah mengecek kening Clara.
"Aku perhatikan matamu sembab, apa kamu habis menangis? apa dia menyakitimu?"
"Tidak! Aku hanya merasa tidak enak badan."
"Ya sudah, kamu istirahat dulu."
Bryan mengantar Clara ke kamarnya, Clara masih terlihat sedih tapi Bryan tidak tau apa yang terjadi pada Clara.
"Bagaimana aku bisa memberitahunya tentang bayi difoto itu?" batin Bryan.
"Mr. boleh aku meminta sesuatu darimu?"
__ADS_1
"Katakanlah!"
Clara merasa ragu untuk mengatakannya pada Bryan.
"A-aku ingin berhenti jadi sekretarismu." Ungkap Clara setelah lama bungkam membuat Bryan kaget dan sedih mendengar pernyataannya.
"Apa? Apa maksudmu? kenapa tiba-tiba bicara seperti itu? Apa aku punya salah? Aku minta maaf jika selama ini sikap maupun kata-kataku telah membuatmu merasa tidak nyaman, aku mohon jangan berhenti, aku janji akan memperbaiki semuanya asal kamu tidak berhenti menjadi sekretarisku."
"Tidak ada yang salah denganmu, kamu sangat baik dan peduli padaku, tapi aku merasa tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti itu, aku juga merasa tidak nyaman tinggal satu rumah bersama pria asing seperti ini."
"Selama ini kita tidak pernah melakukan hal-hal diluar batas kewajaran, walau kita tinggal satu rumah tapi kita tidak melanggar peraturan, aku juga tidak akan macam-macam padamu, apa kamu tidak percaya padaku?"
"Kamu tidak akan mengerti!"
"Katakan padaku! ada apa sebenarnya? tidak mungkin tidak ada masalah, kata-katamu itu banyak menimbulkan pertanyaan."
"Padahal aku baru saja ingin memberitahu satu kebenaran tapi kamu malah ingin meninggalkanku, jika kamu pergi bagaimana aku bisa memberitahumu kebenaran ini bahkan satupun belum ada kebenaran yang terungkap, apa harus secepat ini?" batin Bryan hanya memandang Clara yang diam tanpa memberitahu Bryan apa yang sedang terjadi padanya.
"Baiklah jika kamu tidak mau menjadi sekretarisku lagi akan aku turuti, tapi dengan satu syarat!"
"Syarat apa yang harus ku penuhi?"
"Tunggu sampai besok!"
"Baiklah! Tidak masalah."
Keesokkan Harinya
__ADS_1
Seperti biasa Clara masih terlihat datang ke kantor bersama Bryan, tapi hari ini menjadi hari terakhirnya bekerja.
Wulan mengajukan surat pengunduran dirinya. Clara kaget melihat Wulan mengundurkan diri.
"Clara, tolong maafkan aku!" Ujar Wulan tiba-tiba memeluk Clara, Clara merasakan tubuh Wulan gemetar seperti sedang ketakutan.
"Ada apa? Kenapa kamu minta maaf padaku? dan kenapa kamu mengajukan surat ini?" tanya Clara penasaran.
"Aku malu Clara, aku malu aku telah melakukan kesalahan."
"Malu kenapa? Apa yang terjadi?"
"Aku malu karna iri padamu!" ungkap Wulan.
"Iri?" Clara kaget dan tidak mengerti kenapa Wulan bisa iri padanya.
"Iya aku iri padamu Clara, karna kamu dengan mudahnya mendapatkan apa yang sudah sejak lama ingin aku dapatkan."
"Apa, mendapatkan apa, apa yang terjadi padamu?"
"Inilah kebodohanku, karna aku iri dan cemburu melihatmu bisa mendapatkan perhatian penuh dari Bryan, aku marah dan berusaha untuk mempermalukanmu dengan merusak gaunmu malam itu." ungkap Wulan mengakui semua kejahatannya. Clara tidak menyangka Wulan yang dikenalnya terlihat pendiam ternyata tega melakukan semua itu hanya karna merasa iri dan cemburu.
"Aku sudah memaafkanmu, Wulan, kamu tidak perlu mengundurkan diri seperti ini, tetaplah bekerja disini, lagi pula aku tidak punya hubungan apapun dengan Bryan, aku hanya sekretarisnya tidak lebih dari itu, jangan cemburu dan jangan iri lagi, hari ini juga hari terakhirku bekerja jadi aku mohon jangan mengundurkan diri dari perusahaan ini." jelas Clara dengan mudahnya memaafkan dan mempercayai Wulan.
"Terima kasih Clara, kamu benar-benar berhati baik, aku pikir setelah aku jujur padamu kamu akan marah dan membenciku tapi ternyata aku salah menilaimu, kamu sangat baik Clara."
"Aku yang salut padamu, kamu berani jujur untuk mengakui kesalahanmu, jarang ada orang yang mau mengakui kesalahannya tapi kamu sangat pemberani."
__ADS_1
BERSAMBUNG.....
Jangan lupa like komen dan vote guys😁