Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 10 : Tragedi ditengah kota yang damai


__ADS_3

“Pakai dengan baik, dan jangan sampai ada yang rusak sedikit pun!” William berbalik badan membelakangi Evelyne “Aku akan kembali bekerja, kamu bersenang-senanglah!”


Evelyne mengangguk dengan cepat, sementara William kembali berjalan menjauh darinya untuk kembali ke tempatnya semula. Evelyne melihat William pergi dengan tubuh yang tegak dan tinggi membuat dirinya seketika melihat sekilas bayangan Dion Bruce, dan hal itu membuat raut wajah Evelyne seketika berubah dengan drastis.


Tatapan matanya yang cantik dengan penuh keceriaan kini tergantikan oleh tatapan dingin dan tajam seperti tengah ingin menghabisi seseorang yang berada didepannya, aura dalam tubuhnya juga seketika berubah menjadi mengerikan hingga membuat beberapa orang yang berada disekitarnya langsung bergidik merinding.


“Dion Bruce!”


Evelyne mengucapkan nama lengkap dari lelaki yang baru saja muncul dari ingatannya, ia ingin sekali menyiksa dan membunuh lelaki itu. Ia ingin melihat bagaimana wajah yang penuh dengan kepasrahan dan menangis seperti orang yang paling menderita di dunia, ia ingin melihat semua orang yang dimasa lalunya merasakan apa yang ia lakukan dulu.


“Tinggal tunggu waktu, aku pasti akan membunuh semuanya!”


Evelyne berbalik badan, masuk kedalam mobil lalu menarik nafasnya sejenak. Mencoba menenangkan dirinya agar tidak terlarut dalam emosinya, karna ia tahu bahwa **** bukanlah waktu yang tepat untuk melakukannya. Setelah tenang, semua ekspresi dan aura yang gelap sudah tertutupi oleh ekspresi yang penuh dengan keceriaan.


Disepanjang jalan, Evelyne selalu dibuat kagum oleh pemandangan kota Seoul yang begitu menakjubkan. Bahkan pemandangan di tempat ia sebelumnya benar-benar tidak bisa dibandingkan dengan kota ini. Terlihat dipinggir jalan begitu ramai dengan orang yang sedang berjalan keluar masuk dari toko-toko yang berbaris rapi disana, Evelyne yang melihat begitu damai lingkungan disana membuat dirinya sekarang tersenyum manis.

__ADS_1


Namun senyuman itu tidak bertahan lama karna ia melihat disebuah gang yang sempit dan gelap terdapat seorang lelaki dewasa tengah bersama anak kecil yang menangis. Hal itu tentu saja membuat Evelyne dengan spontan menghentikan mobilnya, lalu keluar dari mobil untuk berjalan mengikuti lelaki dan anak kecil itu.


Saat masuk kedalam, Evelyne sama sekali tidak memiliki kesulitan saat mencari jalan di dalam gang tersebut. Sampai tibanya disebuah ruangan yang tertutup, Evelyne dapat melihat di perbelokkan gang, ada seorang lelaki tua dengan pakaian yang rapih tengah memarahi dan membentak keras anak kecil itu hingga menangis.


Ditambah Evelyne baru menyadari bahwa disana juga terdapat seorang wanita lusuh tengah berlutut dikaki lelaki itu dengan tubuhnya yang lemah. Wanita itu menangis seperti memohon ampun, tetapi karna sudah terbawa emosi lelaki itu hanya bisa menghiraukan tangisan dari wanita itu dan terus membentak anak kecilnya.


“Tuan, aku mohon hentikan meneriaki anakku seperti itu. Dia masih terlalu kecil untuk mendapatkan itu.” Kata wanita itu sambil menangis. Sementara lelaki itu memandang wanita yang berada dibawah kakinya dengan tatapan menjijikan, “Jika dia masih kecil memangnya kenapa? Apa kau akan memanjakannya seperti itu?”


Wanita itu menggeleng, “Tidak, bukan itu maksudku.”


“Dia itu sudah menghancurkan hpku!! Apa kau tidak tahu seberapa mahal hp yang sudah dihancurkan oleh anakmu itu?!!” Kata lelaki itu saat melihat wanita tadi sudah berjarak jauh dengannya, sementara anak kecil yang tadinya menangis didekat lelaki itu, kini ia berada disamping wanita dengan air mata yang terus menetes.


Hal itu tentu saja membuat lelaki tadi merasa pusing dengan tangisan anak kecil yang begitu keras, bahkan lelaki itu harus menutup telinganya untuk menghampiri mereka. “Tidak bisakah kau berhenti menangis?!!!” lelaki itu meraih kearah baju dari anak kecil itu, lalu mencengkram nya begitu erat. “Tuan, aku mohon ampunilah anakku! Ia hanya menangis karna takut, tolong jangan bertindak kasar padanya.” Kata wanita itu sambil menahan tangan besar lelaki tadi


Merasa kesal dengan wanita itu karna terlalu ikut campur pun membuat lelaki itu bangkit dari duduknya lalu melempar tubuh wanita lemah itu ke dinding.

__ADS_1


Bugh!!


Wanita itu terkapar lemah di sana dengan tubuh yang sudah terasa sangat sakit. “Berapa kali aku harus bilang padamu, untuk tidak ikut campur?!!” suara yang menggelegar kini terdengar ditelinga Evelyne, hingga hatinya ikut terasa amat sakit. “B-bagaimana b-bisa a-aku tidak ikut campur, jika kau meneriaki anak ku seperti itu?” sahut wanita itu dengan tubuh yang ingin bangun dari sana namun tidak bisa karna rasa sakit pada punggungnya.


“Ibuu!!”


Tangis anak itu saat melihat ibunya tengah dalam kondisi kesakitan. Ingin menghampiri tapi lelaki tadi malah menghalangi jalannya dan malah mengambil posisinya. Evelyne dapat melihat begitu jelas, bahwa lelaki itu tengah berjalan menghampiri wanita yang masih terkapar ditanah. Wanita itu terus menangis karna harus menahan rasa sakit yang amat pedih dibagian punggungnya, hingga ia tidak sadar bahwa lelaki itu sudah berada didepannya.


“Hey!” panggil lelaki itu yang membuat wanita tadi mengangkat kepalanya itu melihat lelaki itu tengah berjongkok didepannya. “Aku mungkin tidak akan mempermasalahkan masalah tadi....tapi dengan syarat....kau harus menemaniku setiap malam”


Wanita itu tertegun saat mendengar kata demi kata yang terlontar dari mulut lelaki itu, bahkan Evelyne yang tengah bersembunyi melihat itu ikut dibuat terkejut saat mengerti maksud dari lelaki itu.


“T-tidak!! A-aku tidak bisa! A-aku sudah menikah, b-bagaimana bisa aku melakukan hal itu padamu?” wanita itu menggeleng dengan ketakutan, sementara lelaki tadi hanya tersenyum mesum saat manik matanya sudah mengarah kearah tubuh wanita itu. “T-tidak! T-tidak! Kau tidak bisa melakukan hal itu padaku!!” wanita itu meringkuk untuk menutupi semua bagian tubuhnya yang sedikit terbuka. sementara lelaki itu terlihat seperti seperti babi yang ingin menyantap makanannya dengan rakus.


“Melihat wanita dengan matamu yang menjijikan, benar-benar membuatku muak!”

__ADS_1


__ADS_2