Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 72 : Buktikan perasaan sayang!


__ADS_3

Kring!!


Suara telpon dari hp William berbunyi dengan keras. Membangunkan pemilik hp itu yang sedang tertidur di kursi kantornya dengan tubuh yang di sandar oleh seorang wanita yang juga tengah tertidur diatas pangkuannya. “Apa aku tertidur?” gumam William dengan menggerakkan sedikit tubuhnya hingga membuat suatu gumaman pelan dari wanita itu, karna terganggu.


“Ahh...maafkan aku! Kau bisa kembali tidur, aku akan mengangkat telponnya sebentar” kata William dengan suara lembutnya, ia menenangkan wanita itu agar kembali tertidur. Evelyne yang mendengar suara itu hanya mengangguk pelan saat kepalanya masih menempel pada dada bidang milik William.


William tersenyum hangat, lalu dengan perlahan ia mulai mengangkat teleponnya seraya mendekatkan hp tersebut pada salah satu telinganya. Lelaki itu terdiam sejenak saat menunggu suara dari telpon itu terdengar dari hp nya. “Hallo master! Selamat malam, maaf sudah mengganggu waktu istirahatmu.” Suara laki-laki terdengar dari hp William, yang membuat lelaki itu dengan sontak merubah ekspresi wajahnya menjadi dingin. Bahkan aura yang di keluarkan juga sangat gelap, namun untuk di dekat Evelyne. William hanya mengeluarkan suara penenang, agar ia tidak terganggu dengan aura kegelapan tersebut.


“Ada apa?” tanya singkat William dengan nada dinginnya.


“Tuan, semua informasi yang Anda minta sudah selesai kamu kumpulkan. Apa anda memiliki waktu untuk melihatnya sejenak?” suara itu dengan tegas menawarkan tempat pada William untuk melakukan pertemuan di malam ini.


William terdiam sejenak, pandangan lelaki itu secara tidak sengaja turun ke bawah untuk melihat Evelyne yang masih terlihat nyaman saat tertidur di dalam pelukannya, ia juga tidak tega untuk meninggalkan wanita ini lagi hanya untuk pertemuan yang menurutnya penting tetapi sulit untuk menjelaskannya pada Evelyne.


“Kau simpan saja semuanya di atas meja milikku! Aku akan melihatnya jika aku memiliki waktu untuk melihatnya kesana.” William dengan nada dinginnya berkata pada suara itu, namun tangan besarnya mengelus lembut kepala Evelyne yang kini tersus bersandar di dadanya. “sekarang kau hida beristirahat kembali ke tempatmu! Aku akan mentransfer sisanya kepadamu”


Suara itu berdehem. “Baik tuan, terimakasih untuk bonus yang anda berikan'


William mengangguk, lalu tanpa bicara ia mematikan telponnya. Meletakkan kembali hp nya diatas meja, sementara tubuhnya kembali bersandar untuk memberikan suatu kenyamanan pada seorang wanita yang ada di dalam pelukannya ini. “Ayo kembali tidur dan lupakan semuanya!” kata William dengan perlahan ia mengangkat tubuh Evelyne saat ia beranjak bangun dari duduknya.


“Eumm..” Protes Evelyne dalam tidurnya membuat William merasa gemas dengan wanita ini disaat ia tertidur. “Tunggu sebentar! Kita akan pindah ke kamar, aku tidak ingin tubuhmu sakit jika terlalu lama tidur di pangkuanku” William berbisik lembut di telinga Evelyne.


Evelyne mengangguk pelan saat ia mendengar perkataan William, sementara lelaki itu terus berjalan menuju kamar peristirahatan untuk meletakkan Evelyne di atas kasur. Setelah diletakkan disana, William hendak pergi ke sofa untuk melanjutkan tidurnya disana, namun saat ia ingin berbalik. Tiba-tiba tangan Evelyne menahan pergelangan tangan William yang tengah pergi meninggalkannya sendirian disana.


“Ada apa, Yoona?” tanya William seraya menurunkan tubuhnya untuk melihat Evelyne tengah tertidur dalam posisi miring namun tangannya terus menahan pergelangan tangan William. “Apa kau ingin tidur bersama di malam ini?” William mengoceh sendiri walaupun tidak mendapatkan jawaban dari Evelyne.


William mengangguk “Oke, kalau kau ingin tidur bersama. Tapi tolong jangan marah denganku, jika saat kau bangun. Kau melihatku tidur di sampingmu” William dengan perlahan merangkak naik ke atas kasur dengan perlahan. Berusaha tidak membuat pergerakan yang terlalu berisik hingga membuat Evelyne merasa terganggu dengan itu.


Setelah sudah, William langsung berbaring di sebelah Evelyne. Sedangkan Evelyne langsung berbalik badan mengarah ke arah William, lalu menyeret tubuhnya masuk kedalam pelukan lelaki itu. William tertawa lembut saat melihat tingkah lucu Evelyne saat tertidur, tapi disaat yang sama ia juga mengingat bagaimana Evelyne saat bersikap dingin terhadapnya di siang hari.

__ADS_1


“Kau ini terlihat berbeda ya! Padahal kau hanya satu orang, tapi kenapa seperti memiliki kepribadian ganda?” Tanya William dengan memandang wajah cantik Evelyne yang tengah tertidur. “Kau juga seperti bukan Yoona yang aku kenal. Karna yoona yang aku kenal itu sangat membenci diriku dan bahkan ia juga hanya memanfaatkan kekayaanku untuk mencukupi kehidupannya. Tapi kamu? Kamu siapa? Kenapa kau tampak membenciku, tapi kebencian itu bukan ada pada diriku. Tapi di perilaku kasarku terhadapmu dulu. Kau juga tidak membutuhkan kekayaanku untuk mencukupi kebutuhanmu. Kau ini siapa? Kenapa kau bisa berada di tubuh Yoona, wanita tidak tahu malu ini?”


William yang terlalu banyak bicara pun langsung memejamkan matanya setelah ia selesai berbicara. Sementara Evelyne yang tidak mendengar semua perkataan William, hanya tertidur dengan nyenyak di dalam pelukan lelaki yang sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengannya.


-Terlalu lama kau disampingnya, maka kau akan menjebak dirimu sendiri kedalam percintaan yang pernah kau alami sebelumnya-


...--🥀🕊—


...


Di kediaman Maxime.


Kakek yang sudah terlalu lama menunggu Evelyne pulang pun membuat dirinya merasa kesal Karna waktu sudah begitu larut malam. Tetapi wanita itu sama sekali tidak memiliki kabar bahkan tanda-tanda kedatangannya malam ini. “Tuan, sepertinya Nona Yoona mendapatkan shift malam di pekerjaannya. Dan mungkin ia tidak pulang malam ini” kata kepala asisten yang tengah berdiri di belakang kakek.


“Tapi bukankah seharusnya ia memberi kabar padaku terlebih dulu, agar Aku juga tidak merasa khawatir dengannya” ucap kakek dengan raut wajah yang sedih.


Dessy yang melihat itu pun hanya menggelengkan kepalanya seraya berjalan menghampiri kakek yang tengah bertingkah seperti anak kecil. “Berhenti memainkan drama! Ini sudah malam, apa kau tidak akan tidur hanya Karna wanita itu tidak pulang?”


Dessy menghela nafasnya “Aku sudah kembali tadi, tapi Karna mendengar ocehanmu. Aku kembali lagi kesini untuk membawamu pergi ke kamar”


“Tidak perlu! Aku bisa sendiri. Apa kau pikir, kau bisa terus memperlakukan diriku seperti anak kecil?” Ketus kakek dengan kesal.


Dessy terkekeh “Kalau kau bukan anak kecil, maka bertingkahlah layaknya orang dewasa. Karna kau...kita harus menghadapi wanita aneh seperti Yoona”


...--🥀🕊--...


Keesokan paginya, Evelyne terbangun dengan tubuhnya yang terasa segar di atas kasur yang empuk. Ia juga menghirup udara yang segar saat melihat jendela besar tengah terbuka lebar hingga membuat cahaya matahari masuk kedalamnya, bukan hanya itu. Angin sepoi-sepoi pagi ini juga tidak kalah sejuknya dengan pendingin ruangan.


Sedang asik menikmati keindahan pagi, Pintu kamar tiba-tiba terbuka dari luar dan menampilkan seorang lelaki yang tengah bersandar di pintu dengan tangan yang memegang sesuatu. Lelaki itu tampak sudah sangat rapih, bahkan tubuhnya juga sangat wangi hingga membuat Evelyne yang berjarak agak jauh dengannya dapat mencium aroma parfum dari lelaki itu.

__ADS_1


“Sudah bangun?” Tanya William dengan senyuman kecil di wajah tampannya.


Evelyne terdiam sejenak, lalu dengan malu Ia menatap lelaki itu tengah berjalan menghampirinya. “Aku bawa beberapa makanan untuk sarapan. Kau makanlah lebih dulu! Setelah sudah, maka bersiap-siaplah untuk kembali bekerja. Baju gantimu yang baru ada di dalam lemari, pilih saja yang menurutmu kau suka” William berkata saat ia duduk di tepi ranjang untuk memberikan makanan itu kepada Evelyne.


“Kau membawakan Aku makanan, apa kau sendiri sudah makan?” Tanya Evelyne dengan menatap William yang tengah menyusun makanan itu di atas kasur.


William menggeleng “Aku tidak suka sarapan saat pagi. Jadi...kau makanlah sendiri. Aku harus pergi untuk menyelesaikan beberapa pekerjaanku dulu disana” William yang selesai menyusun makanan pun hendak pergi dari sana, namun Evelyne lagi-lagi menahan tangannya untuk tetap diam di sampingnya.


“Siapa yang menyuruhmu untuk pergi?” Tanya Evelyne dengan nada datarnya “Makan beberapa makanan ini lebih dulu, jika kau memang benar-benar ingin pergi. Karna Aku tidak akan membiarkan kah bekerja dengan perut kosong”


William tertegun sejenak saat mendengar perkataan yang sebelumnya tidak pernah di ucapkan oleh Yoona sebelumnya. “Aku tidak lapar. Kau makanlah! Aku membeli ini semua untukmu”


“Tidak!!” tolak evelyne dengan membuka salah satu makanan, lalu mengambil sumpit untuk mencapit beberapa makanan untuk ia memberikannya pada William. “Buka mulutmu, dan makanlah dengan benar!”


William tersenyum, lalu dengan membuka mulutnya. Ia meraup semua yang di suapkan oleh Evelyne untuknya. Dan tak terasa, semua makanan telah habis tak menyisa. William merasa bahwa perutnya terisi penuh dan itu membuat tenaganya sedikit bertambah kuat untuk menjalankan beberapa pekerjaan hari ini.


“Terimakasih, sayang atas makanannya” ucap William dengan mengecup kilas kening Evelyne yang tadinya sedang membersihkan beberapa tempat makann yang ada di atas kasur.


Evelyne terpaku, lalu dengan wajahnya yang memerah Ia menatap William dengan tatapan tajamnya. “Bisakah kau berhenti melakukan itu? Dan apa-apaan dengan sebutan sayang tadi?”


“Kenapa? Apa kau tidak menyukainya?” tanya William yang merasa bahwa Evelyne membenci kata-kata itu.


Evelyne mengangguk lalu dengan tangan yang membawa beberapa tempat makanan Ia berjalan pergi meninggalkan William yang masih terdiam di tempat. “Sayang itu dibuktikan, bukan hanya dikatakan! Karna Aku sangat membenci lelaki yang hanya modal dengan perkataan bullshitnya saja, tapi soal membuktikan, Ia tidak bisa.”


“....” William terdiam.


Ia merasa bahwa Evelyne pernah mengalami itu hingga membuat Ia bisa mengatakan bahwa ia membenci orang yang seperti itu. Tapi dengan siapa Ia melakukannya? Apa dengan Edgar? Tapi dilihat dari sikap Evelyne terhadap Edgar saja, sudah terlihat bahwa ia sangat membenci lelaki itu. Jadi...siapa yang membuat Evelyne bisa mengatakan hal yang seperti itu?


William dengan raut wajahnya yang gelap pun langsung menghampiri Evelyne yang tengah membuang beberapa tempat makan yang baru saja mereka gunakan. Tak lupa, Evelyne mencuci tangannya terlebih dahulu setelah membereskan beberapa makanan disana.

__ADS_1


“Jika kau menginginkan bukti, maka jangan salahkan Aku jika Aku bisa membuat dirimu percaya dengan perkataanku!” ucap William dengan mendekatkan dirinya pada Evelyne.


__ADS_2