Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 93 : Apakah Yoona yang sekarang bersamanya adalah Evelyne?


__ADS_3

“Tidak apa-apa, lagipula aku juga membelikannya untuk Yoona kok” William melangkahkan kakinya panjangnya untuk berjalan menghampiri Evelyne yang masih duduk diam di atas ranjang rumah sakit. “Saat di jalan pulang aku tidak sengaja mampir sebentar di toko terdekat ini untuk membeli sesuatu yang aku lupakan. Karna mengingat kamu sudah dengan cemilan pedas dan manisan, membuat aku membelinya beberapa untukmu.”


Evelyne menolehkan kepalanya saat William duduk di tepi ranjang seraya memberikan 2 tas bingkisan kepadanya. “Liam, aku rasa ini sedikit berlebihan.”


“Berlebihan? Kenapa? Apa kau merasa kurang dengan yang aku berikan? Tidak masalah, jika kau ingin aku membelikan..” Evelyne menutup mulut William dengan kedua tangannya “Ssttt...tidak! Bukan itu. Aku hanya berpikir kau sedikit berlebihan jika membeli makanan sebanyak ini hanya untukku! Lalu sekarang, barang apa yang kau beli untukmu sendiri?”


Evelyne melihat ke sisi kanan dan kiri William yang tampak kosong setelah ia memberikan beberapa bingkisan untuknya dan Liliana, jadi Evelyne merasa bahwa William saat ini berkata 80% memberikan kebenaran dan 20% hanya untuk mengada-ngada Karna takut terjadi seperti halnya di kantin rumah sakit. “Tidak ada, milikku ada di dalam mobil. Aku sengaja tidak membawanya Karna itu juga tidak Aku gunakan disini.” William membenarkan.


“iya kah? Apa kau dapat membuatku mempercayai hal itu dengan mudah?” Evelyne menyipitkan matanya saat melihat William dengan penuh keraguan.


William terkekeh lembut “Bagaimana jika aku membelikanmu beberapa makanan lagi? Tetapi ini kamu sendiri yang akan memilihnya”


“Cckk...itu terdengar seperti sogokan kecil” cibir Evelyne dengan memalingkan wajahnya kearah lain.


Liliana yang melihat kedekatan mereka seperti ini membuatnya sedikit senang, namun ia juga merasa sedih Karna merasa bahwa hubungan dan kedekatan mereka pasti memiliki salah satu unsur menyerahkan hatinya padahal ia tidak mencintainya. Liliana terdiam, lalu dengan baik-baik ia memperhatikan cara pandangan mereka saat memandang satu sama yang lain.


Kring...


Hp Liliana berbunyi dengan nada notifikasi yang pelan hingga membuat kedua pasangan yang sedang adu mulut di atas ranjang rumah sakit tidak mendengarnya sama sekali. Dan setelah Liliana menerimanya, ekspresi yang diam kini berganti menjadi ekspresi yang terkejut lalu berganti kembali menjadi diam.


Ekspresi itu berubah secara cepat, hingga tidak ada yang menyadarinya sedikitpun. “Yoona, ibu akan pulang sekarang” ucapnya menghentikan pertengkaran kecil yang di lakukan oleh William dengan Evelyne.


Evelyne menoleh “Lho, kenapa bu? Bukankah kau bilang akan menemaniku sampai esok hari, kenapa tiba-tiba mau pulang? Apa terjadi sesuatu padamu?” semenjak kejadian dimana keluarga jiang melakukan tindakan yang tidak baik pada Liliana, membuat suatu kekhawatiran pada Evelyne jika melihat sikap Liliana yang seketika berubah tanpa adanya sebab yang jelas.


“Tidak ada, sayang. Ibu hanya ingin pulang Karna ada sesuatu buang belum ibu kerjakan di rumah. Maaf, jika harus menarik kembali kata-kataku sebelumnya.” Liliana dengan lembut mengelus kepala Evelyne “Lagipula disini ada Tuan besar, jadi aku rasa...aku tidak perlu mengkhawatirkanmu lagi Yoona.”


Evelyne mengerutkan bibirnya “Tapi, bu...”


“Yoona, berhenti merengek dan cepat pulihkan kesembuhanmu itu sebelum kau berpikir untuk tinggal bersamaku sejenak” pinta Liliana dengan nada yang tegas namun masih terdengar lembut.


Melihat Evelyne masih mempertahankan Liliana pun membuat William yang terdiam disana langsung membuka suaranya seraya memeluk Evelyne tanpa aba-aba sedikitpun. “Ya, kau benar bu. Aku sudah berada di sini, disampingnya. Jadi Aku rasa, kau tidak perlu mengkhawatirkan sesuatu yang akan terjadi lagi padanya nanti”


“Terimakasih Tuan besar, maaf sudah merepotkanmu untuk menjaga Putriku yang satu ini.” Liliana mengukirkan senyuman hangat di wajahnya yang sedikit keriput “Yoona, jadilah anak baik jika kau ingin aku mewujudkan permintaanmu itu”


Evelyne mengangguk dengan malas, sementara William hanya terdiam saat menyadari bahwa Liliana dan Evelyne baru saja membicarakan sesuatu penting di belakangnya “Baik, baik...aku akan menjadi anak yang baik! Ibu, kau pergilah berhati-hati. Jangan sampai terluka lagi”

__ADS_1


“Iya sayang, ibu mengerti.” Angguk Liliana dan pergi.


Setelah keberadaan Liliana telah menghilang dari ruangan itu pun membuat Evelyne langsung melepaskan pelukannya lalu dengan perlahan ia menolehkan kepalanya kearah William dengan manik matanya merahnya yang indah. “Kau darimana saja? Bukankah kau berjanji akan kembali sebelum malam tiba? Tapi kenapa sudah larut begini kau baru pulang, apa masalah di kantor cukup besar hingga menghambat kepergianmu?”


“Tidak terjadi apapun di kantor, hanya sedikit masalah yang aku harus selesaikan di luar kantor. Maaf jika sudah membuatmu menunggu lama” William tersenyum kecil saat menatap mata indah itu.


Evelyne menggeleng “Aku tidak menunggumu, tapi ibuku lah yang menunggumu. Lain kali jika kau ingin datang dan meminta ibuku menjagaku bergantian, maka kau harus pergi setelah ibuku sampai di rumah sakit”


“Baiklah, maafkan aku.” William mengecup kening Evelyne sekilas “Kau sekarang beristirahatlah! Ini sudah larut malam, aku tidak ingin tubuhmu kembali melemah hanya karna tidak mengatur tidurmu dengan baik”


Evelyne mengerutkan keningnya “Kau terlalu berlebihan! Bagaimana bisa tubuh akan menjadi lemah hanya karna kurang tidur?”


Mendengar sesuatu yang di lontarkan oleh Evelyne pun membuat William seketika terdiam untuk beberapa saat, karna perkataan itu telah membenarkan sebagian kecil penjelasan yang dijelaskan oleh Han jua padanya sebelum ia kembali ke rumah sakit. “Baik, baik...sekarang tidurlah untuk mengistirahatkan tubuhmu! Aku akan tunggu di sofa sambil mengerjakan beberapa pekerjaanku dulu, kau bisa memanggilku jika kau membutuhkan sesuatu. Oke?”


“B-baiklah, kalau begitu” Evelyne yang melihat sikap aneh William sejak ia datang pun merasa bahwa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh lelaki ini kepadanya. Bahkan ia juga merasa bahwa suatu peringatan kecil di hatinya mulai berbunyi.


Karna tidak ingin memikirkan sesuatu yang lebih jauh, Evelyne pun hanya mengangguk seraya menidurkan tubuhnya diatas ranjang. Sementara William turun dari ranjang untuk pergi menuju sofa tunggu yang letaknya ada di samping ruangan. “Liam”


“hn?” William menoleh saat mendengar Evelyne memanggilnya dengan suara yang pelan. “Jangan tidur terlalu malam, tubuhmu juga membutuhkan istirahat yang cukup! Jika kau mau, simpangkan sejenak pekerjaanmu, dan tidurlah sebentar untuk memberikan sedikit tenaga pada tubuhmu” Evelyne berkata sebelum William mematikan mati kamarnya untuk memberikan suatu kenyamanan untuknya.


“Ya, tidak masalah!” Evelyne berbalik badan untuk membelakangi William yang tengah memposisikan tubuhnya tidur di samping Evelyne.


Keduanya tidur terlelap dalam waktu yang dekat, tubuh yang begitu lelah kini dapat beristirahat sejenak untuk malam yang singkat ini.


Ditengah malam yang masih terasa panjang, William seketika membuka matanya yang tajam untuk melihat keseluruh ruangan yang tampak begitu gelap dan sunyi. Hanya ada suara yang keluar dari mesin pendingin ruangan yang membuat ruangan itu terasa begitu canggung.


Tuut..


Suara pesan masuk dari Hp William berbunyi, membuat tangan panjang darinya terenggang untuk mengambil hp nya atas lemari kecil di samping ranjang rumah sakit. William menatap layar itu dengan dingin, lalu membaca pesan yang dikirimkan oleh Nathan kepadanya di tengah malam seperti ini.


Nathan : Semua prosesnya sudah selesai, apa anda akan melakukan suatu pencarian latar belakang tentang masalah ini?


William : Ya, temui aku di resto xxx siang ini!


William mematikan hp nya saat ia selesai membalas chat yang di kirimkan oleh Nathan kepadanya. Sebenarnya Nathan juga mengirimkan beberapa dokumen kepadanya, namun karna William terlalu sulit untuk melakukan suatu gerakkan maka ia memutuskan untuk melihatnya nanti.

__ADS_1


-Wanita dengan rambut seputih perak dan mata yang berwarna merah terang seperti bulan purnama itu adalah Evelyne, Evelyne Hyung! Wanita yang sudah lama meninggal 5 bulan yang lalu, tapi...kenapa aku bertemu dengannya lagi sekarang?-


Eughh...William mengerutkan keningnya saat pikiran itu terus menghantuinya setiap saat, bahkan seperti tidak membiarkannya beristirahat dengan tenang. “Evelyne? Yoona?” William bergumam saat pandangannya mulai turun untuk melihat seorang wanita tengah tertidur pulas di dalam pelukannya. Bahkan bisa dilihat dengan jelas bahwa ini adalah istri sahnya, Yoona jiang!


...--🥀🕊—p


...


“Tuan besar, kenapa anda malah diam saja saat tn. Han jua mengatakan bahwa nona Yoona adalah wanita gila yang dia maksud? Bukankah seharusnya anda menyangkal itu? Bagaimana jika seluruh dunia perbisnisan dunia gelap mendengarnya? Bisa-bisa mereka akan menangkap Nona Yoona sebagai pembalasannya”


Nathan merasa kebingungan saat melihat William terus terdiam seperti ini selama proses tanya jawab mereka berlangsung, bahkan saat mereka sudah menyelesaikannya William masih saja bersikap seperti ini tanpa diketahui apa yang sedang ia pikirkan saat ini. “Nathan, apa pendapatmu tentang Yoona yang sekarang dengan yang dulu?”


“Eum...tuan, kenapa anda menanyakan hal itu?” Tanya Nathan yang merasa kebingungan, karna setelah sekian lama William terdiam, kini ia sudah membuka mulutnya untuk bersuara. Namun kata-kata yang pertama kali ia keluarkan adalah tentang bagaimana pendapatnya kepada Yoona. “Jawab saja apa yang aku tanyakan padamu! Tidak perlu tahu alasannya apa” ucap William dengan nada tegasnya.


Mendengar William dalam kondisi hati yang buruk pun membuatnya sedikit mudah dalam terpancing emosi, dan kini ia bisa dengan mudah mengeluarkan amarahnya saat melihat sikap naif Nathan di depannya. “Maafkan saya tuan, tapi menurut saya untuk perubahan Nona Yoona yang dulu dan yang sekarang jauh lebih baik dari apa yang saya harapkan.” Jawab Nathan dengan gugup.


“Apa maksudmu?” William melirikkan matanya yang tajam pada Nathan.


Nathan yang di pandang oleh mata yang tajam itu pun membuat dirinya dengan sontak terkejut serta membuka mulutnya secara perlahan agar ia tidak salah bicara tentang menjelaskan perubahan Evelyne saat ini.


“Untuk penilaian saya, Nona Yoona yang dulu memiliki sikap sombong serta kecemburuan yang tinggi jika di dekatmu. Bahkan ia selalu menggagalkan kerjasama antar proyek hanya karna ia mengira kalau kau sedang berselingkuh dengan para klien. Ia tidak pernah akur dengan para karyawan di kantor, dan ia juga tidak memiliki hubungan baik di dunia masyarakat.


Berbeda dengan Nona Yoona yang sekarang. Walau dia sedikit terlihat ceroboh, tapi dalam keterampilan dan kerja kerasnya membuatku sedikit mengakuinya. Ia juga tidak terlalu mengurusi duniamu, hingga kerja sama antar proyek beberapa bulan ini berjalan lancar walau dia ada di sini. Nona Yoona yang sekarang bukanlah orang yang sombong, ia memiliki kepribadian yang suka tersenyum di depan orang. Ia suka berbuat baik hingga membuat hubungannya menjadi nyaman jika di dunia masyarakat.


Walau Nona Yoona memiliki perbedaan yang jauh dalam segi yang mudah dilihat, tapi ia masih seperti yang dulu dalam segi mencari suatu masalah yang seharusnya ia tidak mencari masalah tersebut. Contohnya seperti keras kepala serta nekat dalam mengerjakan sesuatu hal tanpa memikirkan bagaimana nantinya. Jadi kesimpulanku, Nona Yoona yang sekarang jauh lebih baik dari yang sebelumnya”


William mengangguk “Lalu, apa kau pernah berpikir dia seperti orang asing saat menerima perubahan itu?”


“Eum...ya sedikit, aku pernah berpikir bahwa ada sesuatu yang salah terjadi pada otak Nona Yoona. Tapi jika dilihat-lihat bukan otaknya yang bermasalah, melainkan seperti jiwa yang berganti dengan lain yang memiliki sikap kebalikan darinya” jawab Nathan dengan berpikir bahwa bergantinya jiwa tidak akan pernah ada di dunia ini.


William terdiam, lalu dengan sejenak ia memikirkan bagaimana sikap Evelyne nyang terus menerus berubah dari yang biasanya ia lakukan padanya dulu. Dari mulai berhubungan dengan Edgar, sekarang Yoona tidak lagi melakukannya. Bahkan ia juga menganggap bahwa mereka hanya memiliki hubungan saudara ipar saja dan tidak lebih.


Yoona yang sekarang juga terlihat lebih kuat dalam hal fisik dibandingkan dengan otaknya yang licik, karna Yoona yang dulu ia kenal akan selalu memikirkan sesuatu terlebih dahulu bukan melakukannya sesuatu tanpa berpikir seperti sekarang.


-Jika diingat-ingat, sikapnya yang sekarang sama seperti sikap yang dijelaskan oleh Han jua tentang Evelyne kepadanya. Jadi... Apakah Yoona yang sekarang bersamanya adalah Evelyne?-

__ADS_1


__ADS_2