
William yang baru saja terbangun dari tidurnya pun seketika terkejut saat melihat selimut lembut tengah berada di atas tubuhnya serta ruangan tangan hangat membuat tubuhnya jauh lebih baik daripada sebelumnya. Ruangan yang tadinya berantakan juga karnanya pun kini sudah menjadi bersih dan rapi. Musik serta pengharum ruangan membuat suasana disana benar-benar sangat menenangkan.
William penasaran dengan semua perubahan yang ada di dalam ruangannya, karna sebelum tidur ia benar-benar mengingat bagaimana kondisi ruangannya yang sangat berantakan. Tidak mungkin jika Nathan ataupun petugas kebersihan yang membersihkan ruangan ini saat ia sedang beristirahat, karna pada dasarnya mereka akan melakukan tugasnya saat William tidak berada di dalam ruangan.
Melihat sekeliling untuk mencari tahu siapa yang melakukan ini, membuat William sedikit penasaran karna di dalam ruangan itu tampak begitu sepi hingga menyatakan bahwa hanya dirinya seorang yang berada di dalam ruangan itu.
Kreek..
Pintu ruangan William terbuka dengan lebar saat menampilkan seorang wanita dengan pakaiannya yang rapih serta membawa sebuah nampan di tangannya dengan berisi beberapa mangkuk dan piring membuat William yang melihat itu sedikit tertegun dalam waktu yang sebentar. “Y-yoona?”
William tidak berpikir bawah Evelyne akan benar-benar ada disini, karna dirinya baru saja terbangun dari tidurnya. Mungkin hal itu membuatnya terus berhalusinasi tentang Evelyne yang kini sedang berada di perusahaannya yang lain karna sedang bekerja. “Eugh....maaf, sepertinya aku salah menyebutkan orang” ucapnya dengan memejamkan matanya serta memegang kepalanya yang masih terasa pusing.
“Kau tidak salah menyebutkan kok, lagipula aku benar-benar Yoona.” Sahutnya dengan nada lembut yang membuat William sedikit terkejut saat penglihatannya yang tadi benar.
William membuka matanya, melihat sosok Evelyne yang sudah berdiri di depannya dengan meletakkan sebuah nampan yang besar berisi makanan diatas meja. “Kudengar kau tidak makan dengan baik akhir-akhir ini ya? Melihat kondisi tubuhmu yang seperti itu membuatku berpikir bahwa kau telah membohongiku dalam beberapa hari yang lalu” Evelyne berkata dengan senyuman manis di wajahnya.
“A-aku...Y-yoona, tolong dengarkan penjelasanku dulu! Aku bukannya ingin membohongimu, tapi..” William dengan spontan berucap namun ia sendiri memotongnya karna ia tidak mau menjadi seseorang yang selalu melakukan pembelaan saat ia berbuat kesalahan. “Maafkan aku... Aku salah, seharusnya aku melakukan apa yang aku janjikan padamu.”
Evelyne menggeleng, ia tahu William memiliki banyak masalah yang tidak dapat ia ceritakan kepadanya. Dan hal itu tentu saja akan mengganggu pikiran serta nafsu makan William dalam beberapa hari yang lalu. Evelyne sangat ingin bertanya ada apa? Tapi... Rasanya sangat tidak sopan jika menanyakan sesuatu yang pribadi bagi orang seperti William.. “Kau tidak salah, aku juga tidak mempermasalahkan itu. Sekarang, kamu makanlah lebih dulu! Aku tidak ingin kau sakit karna terlalu banyak memikirkan hal yang seharusnya tidak membuatmu berpikir terlalu jauh”
“Aku tidak memikirkan apapun, aku hanya tidak memiliki nafsu makan karna banyak pekerjaan yang terus mendatangiku saat aku ingin beristirahat sejenak” William membenarkan perkataan Evelyne dengan sebuah kebohongan untuk menghilangkan rasa kekhawatiran Evelyne.
Evelyne tersenyum, lalu dengan salah satu tangannya ia mengambil salah satu mangkuk yang berisikan sup bening yang hangat untuk William. “Baiklah...mau itu pekerjaan atau bukan, kau seharusnya makan di waktu yang tepat. Apa kau ingin membuatku khawatir jika kau sampai jatuh sakit hanya karna ini?”
__ADS_1
“Tidak, maafkan aku...” ucapnya dengan nada pelan.
Melihat sikap William yang terlihat begitu patuh, Evelyne pun langsung menarik kursi yang ada di depannya sampai berada di samping William. Lalu ia mendudukinya tepat di samping William untuk membantu lelaki ini memakan makanan yang ia bawa tadi. “Makanlah! Ini baru saja dipanaskan oleh bibi kantin di perusahaanmu. Jadi akan sangat enak jika kau memakannya sskarang” Evelyne menyerahkan mangkok itu pada William.
“....” William terdiam seraya menatap mangkuk tersebut dengan tatapan kosongnya.
Evelyne mengerti apa yang di maksud oleh lelaki ini, jadi ia menarik kembali mangkuk tersebut dan di letakkannya diatas meja. Lalu Evelyne akan mengambil sup itu dengan sendok yang ia ambil diatas nampan. “Mau kuciupkan atau kau sendiri yang melakukannya?” Evelyne mengangkat pandangannya saat menanyakan hal itu kepada William.
“Kau tiupkan. Aku tidak memiliki tenaga untuk meniup makanan panas itu.” Ucapnya dengan cepat namun masih berhati-hati dalam berbicara karna William takut mengetahui bahwa Evelyne masih merasa marah dengannya karna ia telah membohonginya. Sementara Evelyne yang menerima jawaban William pun langsung mendekatkan sendok itu di depan mulutnya, lalu dengan perlahan Evelyne mulai meniupkan uap yang masih mengebul di antara sendok itu.
“Sudah lumayan tidak panas, kau bisa memakannya. Tapi tolong berhati-hatilah! Karna kuah dari sup itu masih sangat panas walau aku sudah meniupnya untuk beberapa kali” Evelyne menyodorkan sendok tersebut di depan mulut William, dan dengan cepat William meraup semua makanan yang ada di atas sendok itu dalam hitungan beberapa detik saja. “Hey! Apa kau tidak mendengarkanku? Aku kan sudah bilang padamu untuk memakannya secara perlahan!”
Evelyne yang khawatir pun langsung mengambil gelap yang berisi air putih kepada William untuk membersihkan tenggorokannya itu dari sisa makanan panas yang baru saja ia menelannya secara langsung. “Yoona, aku baik-baik saja. Tidak perlu khawatir!” William berkata setelah ia meminum air putih itu dari Evelyne.
William terkekeh lembut, lalu dengan tangannya yang terangkat menuju kepala Evelyne. Lalu membelainya dengan begitu lembut membuat suatu kehangatan tangan dari sentuhan mereka. “Aku senang jika kau memang benar-benar mengkhawatirkanku, dan aku juga merasa senang jika kau datang kesini untuk memarahiku saat aku melakukan kesalahan padamu”
“A-aku tidak akan pernah memarahimu, cukup untuk menasehati itu jauh lebih baik” Ucapnya dengan menatap pelan namun begitu yakin bahwa Evelyne tidak akan pernah melakukan hal itu kepada William.
...--🥀🕊—
...
Di Perusahaan Janie.
__ADS_1
Seorang wanita dengan jas putih panjangnya sedang berjalan melewati koridor dengan melangkahkan kakinya menuju suatu ruangan yang tertulis di papan depan sebagai ruangan direktur Yoona. Seseorang itu datang untuk menemui Evelyne, namun karna Evelyne sedang tidak berada di dalam ruangannya pun membuat Catrine yang melihat wanita itu langsung mencegahnya masuk kedalam ruangan milik Evelyne.
“ Nona Jane! Tunggu...” teriaknya dengan menghentikan.
Wanita yang di panggil oleh Catrine bernama Jane pun langsung menolehkan kepalanya kearah suara itu datang, dan ia juga langsung melihat seorang wanita tengah berlari menghampirinya dengan tergesa-gesa. “Nona Jane, apa anda disini mencari Nona Yoona?” tanya nya saat berhenti tepat di depan Jane.
“Ya, aku ingin membicarakan sesuatu kepadanya tentang permasalahan bisnis. Kau sendiri kenapa tiba-tiba memanggilku? Apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan?” Jane menatap Catrine yang sedang mengantar nafasnya untuk tenang. Sedangkan Catrine yang sudah begitu tenang pun langsung menggelengkan kepalanya. “Tidak Nona, maaf atas kesalahpahamannya. Saya disini hanya ingin memberitahumu kalau Nona Yoona sedang tidak ada di dalam ruangannya “
Jane mengerutkan keningnya, “Tidak ada? Memangnya dia kemana? Bukankah ini jam kerja, kenapa ia tidak ada di dalam ruangannya?”
“Kalau itu saya kurang tahu, Nona. Tapi seingat saya...pagi ini Nona Yoona mendapatkan tugas dari atasan untuk memperbaiki beberapa dokumen yang di berikan olehnya, setelah sudah Nona Yoona disuruh secara pribadi mengantarkannya ke perusahaan utama Maxime” jelas Catrine.
Mendengar kata-kata Perusahaan Maxime menerima kedatangan Evelyne yang hanya mengantarkan dokumen kepada mereka membuat dirinya sedikit merasa aneh, namun tidak akan heran jika Evelyne memiliki hubungan dekat dengan salah satu karyawan disana. Jane juga mengingat, bagaimana Evelyne dulu di antar-jemput oleh suatu mobil mewah yang tidak tampak asing baginya karna itu mobil yang cukup familiar di dalam siaran berita.
“Jadi...dia tidak ada disini?” Jane bertanya lagi untuk memastikan apa Evelyne sudah kembali atau belum, namun pertanyaan ini hanya di angguki oleh Catrine sebagai jawabannya. “Huh...baiklah, kau bisa kembali ke tempatmu! Jika Nona Yoona sudah kembali, tolong beritahu dia untuk datang ke ruangan ku nanti”
Catrine mengangguk, “Baik Nona.”
Setelah menyelesaikan pembicaraan mereka, Jane pun langsung memutarkan tubuhnya untuk berjalan melewati Catrine yang masih terdiam di tempat. Jane dan Evelyne memiliki pangkat yang sama dalam perusahaan ini, mereka menggunakan metode yang berbeda-beda saat menghadapi para klien dan mereka juga memiliki suatu perbedaan yang dapat di bedakan oleh karyawan kantor saat melihat keduanya jalan bersama.
Jane adalah Wanita yang baik, namun ia selalu memasang wajah datarnya saat di dalam kantor, namun ia akan menjadi ramah saat ia berada di luar kantor. Berbeda dengan Evelyne yang selalu tersenyum dan ramah kepada semua karyawan yang ada di kantor, namun kalian pasti tahu bagaimana Yoona di luar kantor saat memiliki masalah dengan orang lain.
-Huh...beruntung atau tidaknya Yoona, membuatku merasakan iri dengannya.-
__ADS_1