Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 98 : Aku akan membuatmu mencintaiku lagi


__ADS_3

Kring...


Suara telpon dari hp William berbunyi dengan keras, membuat kedua orang yang ada di sekitarnya langsung menolehkan kepalanya secara bersamaan, dan suara itu terus berbunyi karna William sendiri tidak mengangkatnya sejak tadi. Bahkan hanya terdiam dan menyuruh Evelyne untuk tetap menghiraukan suara itu. “Liam, apa tidak sebaiknya saja kau mengangkat telponnya? Aku takut itu telpon penting dari seseorang” Ucap Evelyne seraya menatap William dengan terheran


“Biarkan saja, mungkin hanya orang iseng!” Sahutnya dengan ketus.


Evelyne tidak pernah melihat William bertingkah seperti ini jika mendapatkan sebuah telpon dari seseorang. Ia selalu mengangkat telpon tersebut walau itu mengganggunya, tapi sekarang ia benar-benar tidak memiliki niatan untuk mengangkat ataupun melihat siapa yang tengah menghubunginya. “Baiklah, jika kau tidak ingin mengangkatnya maka tolong matikan saja hp mu. Itu sangat berisik hingga membuat telingaku terasa sakit!” Evelyne menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.


Sementara William langsung memeluk Evelyne dengan tangan yang mengalung di belakang kepala Evelyne untuk menutup salah satu telinganya dengan tangannya yang besar. “Maafkan aku...itu memang sangat mengganggu, biarkan aku mematikannya sebentar.” Ucapnya dengan tangan salah satu tangan yang lain terulur untuk meraih hp nya yang ada di atas meja.


Ia mengambilnya, lalu melihat secara sekilas kontak tersebut barulah ia mematikannya tanpa pikir panjang. Setelah sudah, William langsung meletakkan hpnya kembali di atas meja. Kemudian ia memeluk Evelyne nyang kini sedang duduk di atas pangkuannya secara menyadarkan tubuhnya di dekat dada bidang William yang kini di tutupi oleh kemeja hitamnya. “Sudah tidak berisik lagi, maafkan aku ya...”


“Eum...” Evelyne mengangguk “Kenapa kau tidak ingin mengangkat telponnya, Liam? Apa kau tidak ingin mengangkatnya karna ada aku disini?”


William kebingungan “Lho, kenapa begitu?”


“Kamu kan pernah melakukan itu padaku saat aku masih dirumah sakit, jadi...aku berpikir kamu tidak ingin mengangkatnya karna ada aku disini.” Jelasnya dengan menundukkan kepalanya.


William tersadar, ia memang pernah melakukan itu kepada Evelyne. Namun untuk sekarang William memang benar-benar tidak ingin mengangkatnya karna ia tidak memiliki urusan lagi dengan seseorang yang terus mencoba untuk menghubunginya. Karna ia sudah tahu, bahwa mereka pasti akan mengungkit kesepakatan yang pernah mereka lakukan di masa lalu. “Ahh...maafkan aku soal di rumah sakit itu, Yoona. Tapi kali ini, aku benar-benar tidak mengenali siapa yang menghubungiku sekarang. Bahkan mereka mungkin orang asing yang sedang mencoba menerorku”


Evelyne mengerutkan keningnya, menganggap semua perkataan William ini hanya alasannya untuk menutupi apa yang sedang ia alami sekarang. Karna Evelyne bisa tahu dari kondisi William yang terus memburuk seperti ini, bahkan Nathan sendiri yang kini memiliki status sebagai sekretaris utama William juga sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi dengan lelaki ini. Entah apa yang ia sembunyikan darinya, membuat Evelyne terus mengkhawatirkan kondisinya jika seperti ini terus.


“Liam...kau terlihat tidak begitu sehat, apa kau ingin aku meminta izin pada Nathan untuk membawamu pulang lebih awal?” Tanya Evelyne yang mengalihkan pembicaraan mereka.


William menggelengkan kepalanya, tangan besar dari lelaki itu mulai mengelus wajah Evelyne dengan lembut serta senyuman tipis di wajahnya membuat Evelyne sedikit tertegun saat melihat itu. “Aku sudah baik-baik saja. Terimakasih untuk makanan dan kerja kerasmu kali ini Yoona”


-Hm... Melihatnya tersenyum membuatku merasa senangnya, aku harap aku bisa melihat senyuman ini lebih sering lagi walau kita berada di publik nantinya.-

__ADS_1


“Aku hanya melakukan apa yang harus kulakukan saja, dan kau juga suamiku. Jadi untuk apa berterimakasih kepadaku tentang hal itu?” Evelyne mengukirkan senyuman manis diwajahnya. Sementara William menjentikkan jarinya ke kening Evelyne dengan perlahan. “Lihatlah dirimu! Kau semakin hari, semakin berani untuk mengungkapkan bahwa aku telah menjadi suamimu yang baik. Padahal dulunya, kau sangat ingin membunuhku...”


Evelyne mengerutkan bibirnya, ia juga menutupi bekas keningnya yang tadi di jentikkan oleh William dengan jari-jarinya yang besar. “Hey! Kau sebaiknya melihat dirimu juga, apa kau pikir kau tidak melakukan hal yang sama denganku? Kau bahkan sering mengancamku sampai sekarang, apa kau berpikir dengan semua ancamanmu bisa membuatku mengikuti arah yang kau tujukan?”


“Tidak, lagipula bukankah kamu lebih suka diancam daripada dibicarakan dengan baik-baik? Kau juga lebih suka melawan saat sedang bicara baik-baik namun kau akan menurut jika aku sedang mengancam dirimu!” William berkata yang mengingatkan dirinya pada Yoona yang dulu, bukan Evelyne.


Evelyne terkejut, ia tidak bisa mengelak dengan apapun lagi karna mulutnya akan berbicara sesuai dengan apa yang ia inginkan. Evelyne juga tidak tahu bagaimana sikap Yoona saat ia masih bersama dengan William di masa lalu, dan ia juga tidak tahu bagaimana tingkahnya hingga membuat William merasa muak dengan pernikahan yang mereka lakukan dulu.”A-ahh... T-tapi kan aku sudah berubah, jadi kenapa kau tidak mengubah cara perlakukanmu saja?”


“Hn...iya juga, tapi aku masih terheran denganmu. Kenapa kau tiba-tiba berubah seperti ini? Kau bukan hanya mengubah cara berpakaianmu, tapi kau juga merubah temperamen serta hati yang ada di dalam dirimu. Bisakah kamu berikan alasan yang jelas padaku?” Ucap William.


Degh!


Evelyne tertegun dalam waktu yang cukup lama, karna ia tahu bahwa pertanyaan ini akan terlontar di mulut William saat ia menyadari sebuah keanehan yang terdapat di tubuh istrinya. Namun, ia juga belum siap harus menjawab seperti apa. Ia tidak ingin membohongi William, tapi ia juga tidak bisa mengakui bahwa ia adalah Evelyne yang masuk kedalam tubuh Yoona setelah kematiannya itu.


William melihat reaksi yang di berikan oleh Evelyne cukup membuatnya mengakui bahwa ada sesuatu yang di sembunyikan olehnya membuat ia paham, ini bukan waktunya yang tepat mungkin William akan memberikan sedikit waktu kepada Evelyne agar ia mau memberitahunya sendiri. “Hey, ada apa dengan sikapmu ini? Aku hanya bertanya, kenapa kau terlihat kebingungan saat ingin menjawabnya?” ucapnya untuk mengalihkan.


William tertawa lembut, “Jadi...kau tidak memiliki alasan atas perubahan itu? Apa aku merasa bahwa kau mulai mencintaiku hingga kau merubah sikapku agar aku bisa memandangmu secara alami”


“Apa kau bercanda? Berhentilah bersikap terlalu percaya diri kepadaku! Itu hanya akan membuatku melihatmu seperti orang yang aneh” Evelyne beranjak bangun dari pangkuan William untuk turun dari sana. Karna Evelyne berlalu malas untuk menghadapi William saat menunjukkan sikapnya yang terlalu percaya diri ini.


Ting!


Sebuah pesan masuk ke dalam notifikasi hp nya, Evelyne terdiam saat melihat pesan itu dan secara tidak sadar ia menolehkan kepalanya kearah William yang tengah duduk di tempat kerjanya sembari menatapnya dengan raut wajah yang genit. “Ada apa, Yoona? Apa kau mengakui perkataanku tadi?” tanya nya dengan mengangkat salah satu alisnya.


Evelyne memutarkan bola matanya dengan malas, lelaki ini benar-benar tidak bisa di ajak serius untuk sekali saja. “Ck... Liam, aku sarankan sebaiknya kau membuat kaca yang besar di dalam ruanganmu nantinya.”


“Hah? Untuk apa? Apa kau menyuruhku untuk melihat bagaimana wajah tampan ini memuat wanita sepertimu menyukaiku?” ledeknya dengan senyuman menyeringai.

__ADS_1


Evelyne berdecak kesal “Aku akan pergi keluar sebentar! Jika aku terus berlama-lama disini, mungkin aku akan gila karna melihatmu!”


Melihat Evelyne berjalan keluar dari ruangannya pun membuat William yang masih terdiam di tempat kerjanya pun seketika mengeluarkan aura hitam dari tubuhnya begitu melihat pintu sudah menutup dengan rapat. Ia memang suka menjahili Evelyne dengan sikapnya ini, bahkan ia juga suka melihat Evelyne yang sedang marah dengannya namun tidak bisa melakukan apapun selain menahannya di dalam hatinya. Seperti tadi...


“Masih begitu banyak kesempatan untuk membuatmu mengakuiku, Yoona. Aku akan membuatmu mencintaiku lagi!”


...--🥀🕊—


...


Di aula utama perusahaan.


Evelyne yang hendak keluar dari perusahaan William pun seketika beberapa orang berbaju hitam ini langsung mengikutinya dari belakang, mereka memang tidak pernah membuka suaranya saat menjalankan tugas. Tetapi Evelyne yang diikuti oleh mereka sepanjang waktu membuatnya merasa risih jika ingin kemanapun. “Eum...maaf, bisakah kalian tidak mengikutiku kali ini? Aku memiliki janji dengan seorang teman, dan itu hanya sebentar.”


“Walau hanya sebentar, maaf ! Kami tidak bisa membiarkan Nona berada di luar seorang diri”


Evelyne menghela nafasnya, ia tahu bahwa William mengkhawatirkannya. Namun kalau begini jadinya, ia merasa bahwa William terlalu berlebihan jika memiliki niatan untuk menjaganya. “Aku tahu kalian sedang menjalankan perintah, tapi aku benar-benar ingin bertemu dengan temanku. Dan aku juga tidak ingin kalian mengikutiku, jadi aku mohon untuk kali ini saja!”


“Maaf...Nona, jika anda ingin terlepas dari penjagaan kami. Maka anda harus meminta izin terlebih dahulu kepada Master”


Evelyne mengerutkan keningnya, ia terdiam sejenak dengan melangkahkan kakinya menuju mobil. Namun saat di dekat mobil yang kini penuh dengan keramaian orang, membuat suatu kesempatan untuk Evelyne melarikan diri dari penjagaan para lelaki berbaju hitam ini. Dan benar saja, Semua para penjaga itu dengan sontak terkejut saat melihat Evelyne telah menghilang dari pandangan mereka.


“Kemana dia?! “


“Sial! Pasti dia kabur..”


“Eughh...Cari dia sampai dapat, atau master akan membunuh kita jika Nona berakhir dalam keadaan terluka “

__ADS_1


Semua bodyguard itu pun berlari memancar untuk mencari Evelyne di berbagai tempat. Tidak peduli seberapa banyak orang yang melihat mereka seperti penculik yang sedang mencari tawanannya, yang terpenting Evelyne bisa ditemukan dalam keadaan yang baik-baik saja. “Liam...maafkan aku!? “


__ADS_2