Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 88 : Memutuskan hubungan dngan Clara serta memblokir jalan untuk jessica


__ADS_3

“Bukankah aku sudah peringatkan kamu untuk tidak mencari masalah lagi dengan Yoona?! Apa penjelasan ku sebelum pada Jessica belum tersampaikan padamu?” Tanya William dengan nada dinginnya.


Clara dan Jessica benar-benar dibuat terkejut dengan kedatangan William hanya untuk memberikan Clara tamparan yang memalukan di tempat umum. “Kak William? Apa yang kau bicarakan? Aku tidak mencari masalah dengan Yoona, bahkan Aku juga tidak bertemu dengannya beberapa hari yang lalu. Kenapa kau bisa menuduhku seperti ini?” ucap Clara dengan suara lembutnya, ia mencoba untuk menenangkan William, agar mereka bisa membicarakan semuanya dengan baik-baik.


“Aku menuduh mu, tapi perkataanku ini benar-benar fakta!” bantah William dengan melangkahkan kakinya mundur untuk berjaga jarak pada Clara. “kau pikir, kau bisa membohongi semua karyawanku maka kau juga bisa membohongiku dengan cara yang sama? Apa kau pikir aku orang bodoh yang mudah ditipu olehmu?”


Clara menggeleng “T-tidak! Aku tidak mengerti apa yang kau maksud, kak William. Bisakah kau bicarakan ini di dalam? Aku merasa tidak enak dengan yang lain jika mereka mendengar pembicaraannya”


“Tidak perlu, Aku sedang terburu-buru. Aku kesini hanya ingin memberikan satu kesempatan lagi padamu, Clara!” ucap William dengan membalikkan tubuhnya membelakangi Clara. “Kau memang teman yang tumbuh bersamaku sejak kecil! Kita selalu bersama di sekolahan yang sama, dan bahkan perkuliahan kita juga sama. Kita selalu melakukan banyak hal dengan bersama-sama sejak kecil. Tapi...aku katakan sekali lagi padamu, kalau itu hanyalah masa lalu!”


Clara tertegun, sementara William kembali melanjutkan perkataannya “Aku sudah lama menikah! Tapi kenapa kau masih beranggapan bahwa kita masih sama dengan kita yang dulu? Kita sekarang berbeda, kita memiliki kehidupan yang masing-masing sekarang.”


“Tidak! Kita masih sama seperti yang dulu, William!” tolak Clara dengan memandang William yang penuh harap.


Clara selalu menunggu dan menunggu, ia ingin sekali William menjadi miliknya walau sebentar. Tapi dalam kenyataan yang pahit ini, William hanyalah seorang teman yang tumbuh bersama dengannya tanpa memiliki perasaan sedikitpun saat menjalin hubungan dengannya. Itu sangat menyakitkan bukan?


“kakak tertua, apa yang kau bicarakan pada Kak Clara? Kenapa kau mengatakan hal yang kejam seperti itu? Apa kakak tidak tahu bagaimana rasanya menunggu perasaan kakak muncul untuknya? Apa kakak tidak tahu seberapa besar kak Clara mencoba untuk bertahan pada kakak tertua hingga kau mau melihatnya sebagai seseorang yang kau cintai?” kata jessica dengan menyela pembicaraan mereka, karna menurutnya William sudah terlalu kejam terhadap Clara untuk saat ini.


William melirikkan matanya yang tajam, “Lalu, apa kau tidak merasa kejam karna selalu menghasut ku untuk membenci kakak iparmu sendiri tanpa alasan? Apa kau tidak pernah berpikir, bahwa kau selama ini melakukan kejahatan yang bahkan kakak iparmu sendiri tidak pernah membalasnya padamu? Apa kau pikir hanya Aku yang kejam dalam peran ini?”


“....” Jessica terdiam.


Clara yang melihat jessica terdiam pun langsung menyela pembicaraan mereka untuk kembali ke topik utamanya. “Will, sudah! Jessica tidak memiliki kaitannya dengan apapun dalam hubungan ini, apa kau tidak bisa berhenti melakukan pemojokan terhadapnya? Dia adikmu sendiri lho!”


“Hah? Adik?” cibir William dengan nada yang meremehkan. “Jika dia adikku, lalu kenapa dia seperti orang tuaku yang selalu mengatur kebahagiaanku di dunia ini? Entah dari yang harus menikah dengannya, menghargainya, berbuat baik padanya walau Aku sudah menikah. Apa kau akan terus membuatku selalu menjalin hubungan dekat dengannya tanpa harus mempedulikan istri yang sudah bersamaku sekarang?!”

__ADS_1


Jessica berteriak “Aku melakukan ini karna Aku tahu bahwa kakak tertua tidak pernah setuju dengan pernikahan ini!!! Jadi apa salahnya Aku menjodohkan kalian berdua, disaat kalian berdua saling mencintai.”


Kriing!!


Suara ponsel William berdering hingga menghentikan pembicaraan mereka semua dalam sekejap. William mengambil hp tersebut dari balik jas hitamnya, lalu melihat bahwa surya lah yang sedang menghubungi menghubunginya. Tanpa pikir panjang, William pun langsung mengangkatnya serta menempelkan hp tersebut di dekat telinganya.


“Hallo kakak pertama, kamu dimana?” suara pertama kali muncul di dalam pembicaraan mereka adalah suara panik dari Surya. Hal tersebut yang di dengar oleh William pun membuat suatu kesan tidak enak dalam hati William untuk saat ini yang sedang mengkhawatirkan keadaan Evelyne. “Apa yang terjadi? Apa ada masalah disana?”


“Ya sedikit!” jawab surya dengan cepat “Bisakah kau datang kesini segera! Aku ingin kau melihat apa yang terjadi padanya!?”


William mengerutkan keningnya “Apa maksudmu? Apa yang terjadi padanya?!”


“Datanglah kesini segera!! Aku tidak bisa menjelaskannya padamu karna Aku sedang mengurusnya sekarang!” ucap surya dengan teriakkan.


“Will, ada apa? Apa yang terjadi?” tanya Clara dengan melangkahkan kakinya untuk memeriksa apa yang sedang di cemaskan oleh William disaat ia masih ada di depannya.


William melirikkan matanya saat ia kembali menyimpan Hp nya di dalam saku jas hitamnya. Mata yang gelap dan tajam, kini tengah memusatkan Clara untuk berhenti mendekatinya. “Dimasa depan, mari kita buat jarak sejauh mungkin hingga kenangan yang dulu pernah kita lakukan tidak akan pernah terjadi lagi!”


“.....” Clara terpaku di tempat saat ia mendengar perkataan William yang kini menyuruhnya untuk tidak menemuinya lagi di masa depan. William yang melihat Clara terdiam tanpa menjawab perkataannya, membuat lelaki itu langsung berbalik berbalik badan untuk pergi meninggalkan kantor WU. “William, tunggu!!” teriak Clara seraya berlari menghampiri William yang kini menghentikan langkahnya karna teriakan tersebut.


“k-kau, kau tidak bisa bicara seperti itu padaku William!” Clara memegang lengan panjang william untuk berusaha membuat lelaki itu bisa memandangnya walaupun hanya sedikit. “Kita sudah lama tumbuh bersama sejak kecil, apa kau akan semudah itu memutuskan hubungan kita hanya karna kesalahpahaman ini?”


William mengerutkan keningnya “Kesalahpahaman? Dimana letak kesalahpahaman itu? Apa kau selama ini tidak sadar dengan perbuatan yang kau lakukan untuk membuat Humor dimana aku dan kau adalah sepasang kekasih?!”


“A-apa? T-tapi kan, A-aku tidak pernah bilang ke mereka semua kalau aku dan kau adalah sepasang kekasih will!” Clara terkejut serta gugup saat menjadi pertanyaan itu.

__ADS_1


William tertawa remeh “Heh...kau tidak pernah mengatakannya? Apa kau serius? Apa may benar-benar yakin dengan apa yang kau bicarakan?!!”


“Y-ya...tentu saja! Kenapa tidak?” Sahutnya dengan cepat untuk menghindari suatu kecurigaan.


William menepis tangan Clara dari lengannya, lalu berbalik badan untuk menghadap kearah Clara yang sedang memang salah satu tangannya karna merasakan sakit saat tangannya tertepis kasar oleh William. “Lalu, bagaimana kau akan menjelaskan semua kejadian yang terjadi di kantor selama beberapa hari yang lalu? Atau lebih tepatnya, dimana aku sedang tidak ada di kantor untuk beberapa hari. Apa yang kau lakukan disana? Membuat keributan? Membuat isu yang tidak masuk akal hingga semua orang mengira bahwa Yoona adalah wanita yang tidak baik?!!”


“H-hah? W-will, A-apa yang kau katakan?” Clara terkejut, benar-benar sangat terkejut. Karna ia tidak akan menyangka bahwa William bisa mengetahui itu semua dengan cepat. Bahkan ia juga sudah tahu semuanya, tapi...sejak kapan?


Jessica menggertak “Kakak tertua! Apa yang kau katakan? Kenapa kau tega menuduh kak Clara yang melakukan semua perbuatan keji itu?” William terdiam saat melihat jessica kembali membuka suaranya untuk membuat keadaan disana menjadi lebih suram “Aku tahu, kakak sedang marah dengan kak Clara. Tapi tidak bisakah kau memberikan sedikit hatimu padanya? Kenapa kau sampai berbicara hal yang kejam seperti ini sih?!”


“Lalu, kalau bukan dia...siapa lagi? Apa itu kamu?” tanya William dengan nada dinginnya. “Menurutku, kau ini terlalu itu campur dengan masalah apapun yang terjadi di depanku. Entah masalahku dengan Yoona ataupun Clara, kenapa kau selalu membuat keributan ini semakin panas dengan memihak salah satunya. Apa kau pikir semua ini akan membuat ku mempercayai perkataan mu lagi?”


Jessica terdiam sejenak, lalu ia kembali membuka suaranya untuk menjawab perkataan William tadi. “Tidak! Aku tidak seperti itu!” tolaknya dengan keras “Aku melakukan semua ini karna aku tidak kakak tertua bertengkar terus dengan kak Clara. Kakak tertua, kau tidak tahu kenapa aku melakukan ini untukmu”


“....” William terdiam. Ia benar-benar tidak memiliki waktu lagi untuk meladeni mereka berdua. Karna hari dan pikirannya masih terasa tidak nyaman karena mendapatkan kabar buruk dari surya tentang sesuatu hal yang terjadi di rumah sakit. “Aku memiliki banyak urusan, tidak bisa menghabiskan waktu ku lebih lama lagi untuk meladenimu, jess!”


Jessica terdiam, sementara William kembali melirikkan matanya pada Clara buang kini sedang memasang ekspresi sedih di wajahnya yang cantik. “Renungkanlah kesalahanmu untuk beberapa hari, dan aku juga ingin kau tidak menemuiku lagi di masa depan. Berhenti mengalihkan perhatianku dengan membawa Yoona dalam permasalahan ini! Karena dia tidak memiliki sedikitpun kaitannya dengan kita!”


“T-tapi, Will....tidak bisakah kau menarik perkataanmu lagi? Apa kau benar-benar serius, menyuruhku untuk tidak pergi menemuimu?” Clara masih keberatan untuk menerimanya “Apa kau lupa dengan kakekku? Apa kau ingin kakekku merasa sedih jika dia sampai tahun bahwa kau telah memutuskan hubungan dekatmu padaku?”


William melipat kedua tangannya di depan dada, lalu dengan matanya yang menyipit. Ia mulak. Menampilkan sikap arogannya di depan Clara secara langsung. “Kau pikir aku peduli? Hubungan dekatku denganmu bukanlah urusannya. Jadi untuk apa aku mempedulikan perasaannya, jika dia sampai tahu kalau aku memutuskan hubungannya?”


“W-william, K-kamu!?” Clara tertegun.


William membalikkan tubuhnya kembali membelakangi Clara serata mengucapkan kata-kata terakhir sebelum ia pergi meninggalkan tempat itu dan tidak akan pernah kembali lagi. “Mari kita jalani hidup kita masing-masing secara dewasa di masa depan nanti. Aku tidak akan mengganggumu setelah kau menikah nanti, dan kau juga tidak bisa menggangguku disaat aku sudah menikah dengan seseorang” William melirikkan matanya untuk berbicara pada Jessica setelah ia selesai mengucapkan kata-kata itu pada Clara. “Dan untukmu...Aku tidak akan pernah memberikanmu izin lagi untuk memasuki kediaman maxime seenaknya lagi, karna kehadiranmu, edgar dan ibumu...tidak pernah sekalipun Aku menerimanya!”

__ADS_1


__ADS_2