
“Tidak, aku tidak mendengarnya dengan jelas. Memangnya jika aku tidak mendengarnya, kau akan memberitahuku?” William melirik kan matanya yang dingin kepada Evelyne.
Sedangkan Evelyne hanya terkekeh aneh dengan sekilas lalu memandang ke arah luar jendela. “Tidak, karena akan lebih baik jika kamu tidak mendengarnya.”
“....” William terdiam, memang untuk berhadapan dengan wanita yang saat ini sedang bersamanya William harus lebih banyak mencari tahu tentangnya dibandingkan dengan menunggunya untuk berbicara. Karena akan sangat tidak mungkin baginya untuk membicarakan masalahnya yang begitu besar dan banyak kepada orang sepertinya.
Jadi untuk sekarang, William hanya lebih memilih untuk diam dan membiarkan wanita gila ini melakukan apapun yang dia inginkan. Dan William akan bertindak saat Evelyne mendapatkan kesulitan saja, tapi...William rasa Evelyne tidak membutuhkan bantuannya disaat ia bisa melakukan semuanya seorang diri.
Kelemahan yang terkadang di tunjukkan oleh Evelyne kepadanya hanyalah suatu keinginan untuk mendapatkan kasih sayang, dan itu hal wajar bagi seseorang yang telah di mati karena hatinya yang membeku. “Besok aku ada acara pertemuan klien di cafe dekat kantor kamu. Datanglah jika memiliki waktu senggang!”
“Jam berapa acara itu di mulai? Aku mungkin akan datang di akhir acara saja” sahut Evelyne dengan menolehkan kepalanya ke arah William.
William mengeluarkan HP nya, lalu memberikannya kepada Evelyne karena ia tidak sanggup membukanya karena sedang dalam keadaan menyetir. “Buka saja “Buka saja HP ku, disana ada data acara yang akan aku datangi besok.”
“Eum??” Evelyne kebingungan “Apa tidak masalah jika aku membukanya? Kenapa tidak tunggu sampai rumah saja, baru kau tunjukan itu padaku”
William terkekeh “Kenapa harus sampai rumah dulu baru aku tunjukkan itu padamu? Lebih baik kamu melihatnya sendiri sekarang. Lagipula tidak ada yang melarangmu untuk membuka HP ku”
“.....” Mendengar perkataan William yang seperti itu pun, membuat Evelyne sedikit mengukirkan senyuman tipis di wajahnya yang kini menunduk akibat merasa senang atas apa yang di katakan oleh William kepadanya. Karena baginya, kepercayaan yang di berikan oleh lelaki itu kepadanya terlihat begitu mudah untuk di ucapkan.
Berbeda dengan Evelyne yang sampai sekarang ini masih belum bisa memberikan kepercayaannya kepada William, karena dari pengalaman yang ia alami selama ini. Manusia akan berubah pada waktunya, dan kita tidak bisa mempercayai orang lain seperti kita mempercayai diri sendiri.
“Baiklah, aku izin membukanya.”
__ADS_1
...--🥀🕊—
...
Keesokan harinya.
Evelyne pergi bekerja seperti biasanya, namun hari ini cukup berbeda karena Evelyne dan William berangkat di jam yang berbeda. Mungkin karena William akan melakukan meeting di pagi hari, hal itu membuat William harus berangkat ke perusahaannya lebih pagi dari biasanya. “Sayang, aku akan berangkat sekarang. Apa kamu benar-benar tidak ingin berangkat bersamaku?”
“Eum...tidak” Geleng Evelyne dengan senyumannya “Jam segini kantor belum buka, jadi tidak masalah untuk hari ini kita berangkat sendiri-sendiri. Lagipula nanti kita akan bertemu lagi setelah kamu selesai dengan meeting di jam siang.”
William terdiam karena melihat Evelyne saat ini cukup tidak memiliki semangat seperti biasanya, membuat William kembali mengingat apa yang terjadi semalam di belakang gedung. Kejadiannya memang terlihat sekilas, namun itu sangat mengganggu William hingga membuatnya tidak bisa tidur dengan nyenyak di malam ini.
“Baiklah, aku akan pergi lebih dulu. Kamu jika sudah siap dan ingin berangkat, maka bilanglah kepada sopir yang ada di bawah untuk mengantarkanmu ke kantor. Jangan naik taksi online sendiri!” Ucap William di sela-sela ia mengancingi lengan kemejanya.
Evelyne bukan tidak suka mendengar apa yang di khawatirkan oleh William kepadanya, tetapi dia hanya sedikit merasa heran karena sikap William akhir-akhir Ini tampak begitu cerewet dari sebelumnya. Bahkan Evelyne sendiri sampai menganggap bahwa William akan menjelma dirinya sendiri menjadi seorang ibu bagi dirinya.
“Baiklah, aku pergi. Jaga dirimu baik-baik!” William mengecup kening Evelyne dengan lembut membuat suatu rona memerah terlihat di pipi mulus Evelyne.
Hal itu memang terkadang sering terjadi, jika William memberikan sedikit kehangatannya untuk Evelyne yang kini sedang bimbang dalam hidupnya. Karena William sendiri pernah merasakan bagaimana hidup yang penuh dengan keraguan serta pertanyaan yang tidak masuk akal.
Setelah keberangkatan William, Evelyne kembali menidurkan tubuhnya diatas kasur sebelum ia mengambil HP nya di atas lemari kecil. Awalnya hanya sekedar melihat berita baru yang beredar di sosial media, tetapi karena terpaku dengan suatu masalah yang tercantum dalam berita tersebut membuat Evelyne sedikit tertarik untuk membacanya.
Di tambah lagi, isi dari berita tersebut adalah informasi ketenaran yang melonjak untuk keluarga Kim yang kini telah masuk papan peringkat keluarga terpandang no 7. Walau itu jaraknya lumayan jauh dengan peringkat yang dimiliki oleh keluarga maxime, tetapi Evelyne penasaran dengan keluarga kim itu. Seperti tidak asing baginya, namun terasa asing bagi mereka.
__ADS_1
Evelyne yang melihat jam sudah menunjukkan pukul 06.30 pun membuat dirinya langsung beranjak dari kasurnya untuk pergi ke kamar mandi, dan ia berkata “Sial! Aku sudah terlambat.”
...--🥀🕊—
...
Di kantor perusahaan.
William yang kini sedang duduk di tempat kerjanya pun seketika memincingkan matanya saat melihat Nathan tengah membawa seorang wanita cantik masuk ke dalam ruangannya. Hal itu tentu saja membuat William sedikit kesal, namun hanya terdiam sampai ia tahu apa yang dilakukan oleh Nathan.
“Selamat pagi tuan, maaf atas waktunya yang terganggu.” Nathan sedikit menundukkan kepalanya “Saya datang kesini untuk memperkenalkan Nona kim yang kini sudah membantu kinerja perusahaan menjadi sangat kuat karenanya, dan Nona kim secara pribadi ingin melakukan komunikasi dengan anda”
William mengerutkan keningnya “Aku tahu, tapi sekarang aku sedang sibuk. Jadi bisakah tinggalkan aku sejenak?”
“B-baik tuan, maafkan saya.” Sahut Nathan yang menyadari kesalahannya.
Berbeda dengan seorang wanita yang kini berada di samping Nathan mulai membuka suaranya walau sudah tahu bahwa William tidak memiliki waktu untuk berbicara dengannya. “Anda tampak sibuk akhir-akhir ini, tuan. Apakah anda benar-benar tidak memiliki waktu untuk berbicara dengan saya?”
“Kenapa tidak, lagipula pertemuan kita di lakukan siang hari. Kenapa kamu datang keruangan saya dengan perantara tuan Nathan? Apa kau pikir dengan menggunakannya bisa membuat saya meluangkan waktu untukmu?” William menatap dingin kearah wanita itu.
Wanita itu tersenyum “Kurasa begitu. Tapi...kedatanganku kesini hanya ingin membicarakan kerjasama yang akan kita lakukan dengan perusahaan park, tuan. Apakah anda tidak ingin mendengar rencana yang saya miliki ini?”
"Aku tidak tertarik, sekarang keluarlah!" ucap William dengan tegas.
__ADS_1