Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 24 : Andai kakak iparku adalah kau


__ADS_3

Evelyne mengangkat lengan kanannya, melihat luka itu sudah diobati dengan baik hingga bekasnya tidak terlalu terlihat oleh orang. ‘Apa semalam ada orang yang masuk ke dalam?’ batin Evelyne yang mencoba mengingat kembali kejadian semalam. ‘perasaan semalam tidak ada yang memasuki Kamar, bahkan pintunya saja dikunci oleh tuan saat ia masuk'


‘Tidak mungkin kan jika yang melakukan itu adalah tuan sendiri...dari tatapan matanya saja sudah menunjukan bahwa ia sangat membenci jika ada orang lain yang menyentuhnya, apalagi dia membantuku... Sangat tidak mungkin!’


Dessy yang melihat Evelyne tengah termenung pun mencoba untuk mengalihkan pikiran serta pembicaraan mereka, “Nyonya, jika anda ingin kembali melanjutkan istirahat maka beristirahatlah. Tetapi jika nyonya ingin makan maka aku akan menyiapkannya untukmu” Evelyne tersadar dan dengan cepat mengukirkan sebuah senyuman diwajahnya yang terlihat sedikit pucat. “Terimakasih Dessy, aku sudah cukup untuk beristirahat. Kau bisa pergi membersihkan kamarku setelah aku selesai membersihkan tubuh”


Dessy mengangguk, “Baik nyonya, kalau begitu saya izin undur diri untuk menyiapkan sarapan”


Setelah mengucapkan kata-kata itu, Dessy pun langsung berbalik arah dan berjalan menuruni tanga. Sementara evelyne kembali masuk ke dalam kamar, lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Selesai mandi, Evelyne langsung pergi ke ruang ganti untuk memilih baju yang cukup sederhana namun nyaman saat ia memakainya.


Yang tak lain, pakaian yang digunakan oleh Evelyne adalah kemeja putih berlengan panjang, rompi kotak-kotak, serta celana lejing berwarna hitam.


Style yang dipakai oleh Evelyne pagi ini membuat dirinya terlihat begitu muda. Karna tidak perlu berias seperti anak muda, hanya memakai baju yang lebih sederhana itu sudah lebih cukup. Evelyne juga tidak lupa untuk mengoleskan sedikit riasan di bibir tipisnya agar tidak terlalu pucat. Setelah semua selesai, Evelyne pun langsung berjalan keluar dari ruang ganti menuju pintu kamar.


Saat tangannya meraih dan membuka pintu tersebut, ia Dikagetkan oleh Dessy yang tengah berdiri di depan dengan tangan yang bersiap seperti ingin mengetuk pintu. “Nyonya?” kata Dessy seraya menurunkan tangannya di samping tubuhnya. “Aah... Maafkan aku, apa aku bersiap terlalu lama?” tanya Evelyne sembari melihat jam yang melingkar ditangannya.


Dessy menggeleng, “Tidak nyonya, saya kesini hanya ingin memberitahu bahwa sarapan anda sudah siap. Jadi nyonya ingin makan sekarang atau nanti?”

__ADS_1


“Aku sudah lapar, jadi aku akan makan sekarang. Terimakasih untuk sarapannya dessy.” Ucap evelyne sambil berjalan melewati Dessy yang masih terdiam di tempat.


Melihat wajahnya yang cantik dengan penuh senyuman, riasan yang tidak begitu tebal hingga tidak membuat orang merasa risih saat menatap kearah wajahnya. Parfum yang dikenakan olehnya juga begitu ringan hingga sangat cocok untuk wanita periang sepertinya. “Anda sudah berubah dalam segi penampilan, nyonya. Tapi jika dari segi sifat, aku tidak tahu apa kau masih dirimu yang dulu untuk berpura-pura baik. Atau kau memang berubah menjadi yang lebih baik?”


Disisi lain Evelyne yang turun ke lantai bawah, langsung menyapa setiap pelayanan yang tengah berjalan melewatinya. Walau hanya direspon dengan ekspresi dingin, evelyne sama sekali tidak mempermasalahkannya.


“Nyonya, ini adalah sarapanmu pagi ini”


Kepala asisten mempersilahkan Evelyne untuk duduk di kursi meja makan yang di depannya sudah terhidangkan beberapa makanan untuk sarapan evelyne. “Wah...banyak sekali lauknya, aku tidak mungkin bisa menghabiskan semuanya.” Kata Evelyne seraya duduk di kursi yang sudah disiapkan oleh kepala asisten untuknya.


“Jika tidak habis, maka tidak masalah nyonya. Karna Tuan besar menyuruh kami jika ada makanan yang masih tersisa, maka akan dibuang” jelas kepala asisten yang membuat raut wajah ceria Evelyne seketika berubah. “Sayang sekali jika membuang makanan dengan begitu mudah, padahal orang-orang diluar sangat bersusah payah mencari uang untuk makan dalam sehari saja.” Gumam Evelyne yang secara tidak langsung mencibir perkataan kepala asisten.


Evelyne yang mendengar kata-kata peraturan di kalimat kepala asisten pun seketika membuat dirinya hanya terdiam sembari mengambil bebeberapa lauk untuk ia makan.


...__🥀🕊__


...

__ADS_1


Disisi lain, Jessica dan Clara tengah berjalan-jalan di suatu mall yang besar dan juga terkenal di kota Seoul. Mereka berbelanja disana di dampingi oleh dua bodyguard milik Clara yang secara pribadi membantu mereka selama berbelanja disana. Tampak di salah satu tangan bodyguard itu sudah ada beberapa tas Paper bag yang besar berisi barang-barang yang mereka telah beli.


“Kak, kau akan membeli gaun apa nanti untuk di pesta Ulang tahun kak William hari ini?” tanya jessica dengan raut wajah yang semangat. Clara tertawa kecil, “Aku sudah memesan beberapa gaun di toko yang biasa aku beli disana. Dan mungkin hari ini sudah selesai, apa kau ingin melihatnya bersamaku?” tanya clara dengan suara lembutnya.


Jessica yang di ajak oleh wanita secantik Clara pun langsung mengangguk dengan cepat.


Sesampainya disana, Clara dan Jessica pun langsung di sambut oleh beberapa staff yang sedang berjalan di depan pintu masuk. “Halo nona, selamat datang di toko Fashion kami” kata salah seorang staff wanita dengan ramah. Sementara clara yang melihat itu hanya mengangguk tanpa menunjukkan senyumannya sedikitpun.


“Saya Clara Evania, putri tertua dari keluarga Nie. Saya datang ke sini untuk mengambil beberapa gaun yang sudah saya pesan oleh manajer kalian sendiri. Bisakah kalian membawakan dan memperlihatkannya padaku?” kata Clara dengan anggunnya hingga membuat semua orang yang ada di dalam toko tersebut memandangnya dengan terkagum.


Beberapa staff yang mendengar indetitas dari Clara pun langsung tersadar akan pelanggan VIP mereka. “Nona Clara, maaf saya sampai tidak mengenal anda karna penampilan anda yang begitu indah hari. Untuk beberapa gaun yang telah anda pesan, semuanya sudah siap di dalam. Apakah anda akan mengambilnya hari ini?”


Clara mengangguk, “Ya, bungkuskan salah satu baju di tempat yang berbeda karna aku akan memberinya pada temanku” kata Clara seraya memegang baju jessica sebagai tanpa memberitahu pada staff tersebut. “Oh baik nona, mohon ditunggu sebentar. Saya akan menyiapkannya untuk anda”


Staff wanita itu pun segera berlari masuk ke dalam untuk menyiapkan apa yang dipinta oleh Clara, sementara staff yang lainnya mengantarkan mereka ketempat VIP agar bisa menunggunya disana.


“kak, kenapa kau memberikan salah satu gaun mu padaku? Aku kan bisa memesannya sendiri” kata jessica saat berada di ruang tunggu khusus tamu VIP. “Tidak apa-apa, lagipula itu hanya sebuah gaun. Aku memberinya padamu, agar kita bisa menampilkan yang terbaik di pesta ulang tahun kak William” jawab Clara dengan senyuman diwajah cantiknya.

__ADS_1


Mendengar hal itu, jessica pun tersenyum. “Andai saja kakak iparku adalah kau, mungkin aku akan selalu bahagia seperti ini”


__ADS_2