Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 9 : Perubahan yang membuat orang terheran


__ADS_3

“Nyonya sendiri ingin pergi kemana dengan pakaian serapih ini?” Tanya Dessy yang mengalihkan pembicaraan. Sementara Evelyne langsung terdiam lalu berpikir sejenak. “Eum... sepertinya aku ingin berkeliling kota sebentar, karna banyak hal yang aku lupakan setelah keluar dari rumah sakit” Dessy mengerutkan keningnya, raut wajah yang santai, kini berubah menjadi khawatir. “Biar saya temani nyonya”


Evelyne menggeleng, “Ahh...tidak perlu, aku bisa sendiri kok.”


Setelah mengucapkan kata-kata itu, Evelyne pun langsung berjalan keluar dari rumah dan berhenti tepat di halaman kediaman saat melihat sebuah mobil Ferrari 250.GT0 terparkir disana. “Hah...Dess mobil milik siapa itu?” tanya Evelyne saat menyadari Dessy dengan mengikutinya dari belakang. “Itu mobil milik tuan besar nyonya” jawab Dessy yang melihat Evelyne seketika raut wajahnya menjadi senang.


“Bisakah aku meminjamnya sebentar untuk berkeliling?” tanya Evelyne sembari berbalik badan dan menatap Dessy dengan penuh harap. Sementara Dessy hanya terdiam kebingungan, karna ia tidak tahu harus bicara apa untuk menolaknya. Mobil Ferrari 250.GTO ini termasuk dari salah satu mobil kesayangan milik William, jadi kalau terjadi apa-apa dengan mobil itu, maka ia dan seluruh pekerja yang ada disana akan tamat.


Evelyne yang melihat Dessy terdiam pun melambaikan tangan didepan wajah wanita itu, “Dessy, ada apa denganmu? Apakah aku tidak boleh meminjamnya sebentar?” Dessy tersadar lalu kembali menatap kearah Evelyne. “Nyonya, kau kan memiliki mobil sendiri. Kenapa kau tiba-tiba ingin meminjam milik tuan? Apakah nyonya tidak takut, jika tuan akan marah denganmu?”


Evelyne terdiam, raut wajah senangnya menghilang dan berganti menjadi raut wajah yang kebingungan. “Aku memiliki mobil sendiri? Sejak kapan? Kenapa aku tidak mengingatnya?”


Deg!


Dessy terkejut dalam diam, ia benar-benar dibuat kaget oleh setiap perubahan dan sikap Evelyne saat ia terbangun dari rumah sakit. “Apa kau serius, nyonya? Apa kau tidak mengingat sedikitpun tentang mobil milikmu?” tanya Dessy dengan raut wajah yang berubah menjadi serius. Evelyne hanya menggeleng, namun manik matanya kembali tertuju kearah mobil Ferrari tadi.

__ADS_1


“Dessy, bisakah aku pinjam sebentar yang itu?” Evelyne dengan sikap kekanakannya, mulai menunjukkan jarinya pada mobil tersebut.


Dessy yang sudah tidak tahan dengan itu pun hanya bisa mengangguk pasrah, dan hal itu tentu saja membuat raut wajah dari Evelyne kembali terlukis disana. “Terimakasih dess, aku berjanji akan berhati-hati saat memakainya. Aku pergi dulu!” kata Evelyne dengan girang dan berlari pergi menuju mobil itu.


‘Nona Yoona Jiang tidak pernah tersenyum seperti itu, dan ini adalah pertama kalinya ia tersenyum segirang itu? Rasanya sangat berbeda, apakah dia benar-benar Nona Yoona yang aku kenal dulu?’


...__🥀🕊️__


...


“Tuan bagaimana dengan kerjasama kali ini, apakah mereka dapat dipercaya dengan baik?” tanya salah satu sekertaris. Mendengar hal itu, lelaki itu melirikkan matanya yang tajam. Membuat sekertaris itu seketika terpaku di tempat dan mulutnya juga terbungkam dengan spontan. “Yakin atau tidak, aku akan melihat hasilnya. Lagipula, jika aku kehilangan kerjasama sekecil itu, tidak akan membuatku jatuh miskin”


Sekertaris itu terdiam, tidak melanjutkan kembali pertanyaannya. Sementara manik mata lelaki itu seketika dibuat tertuju saat melihat seorang wanita tengah berdiri disamping mobil Ferrari 250.GTO dengan raut wajah yang kebingungan. Lelaki itu mengerutkan keningnya, menatap wanita itu dengan lebih jelas lagi.


Dan benar saja, saat lelaki itu melihat wanita disana dengan jelas. Lelaki itu langsung berjalan menghampiri wanita yang sedang kebingungan memandang mobil yang terparkir tak jauh darinya.

__ADS_1


“Sedang apa kau disini?”


Lelaki itu berhenti tepat dibelakang wanita yang tengah kebingungan tadi, sementara wanita itu hanya terkekeh kecil sambil menggaruk kepalanya karna malu. Namun posisi wanita itu masih membelakangi lelaki yang baru saja datang. “Hehehe... Tidak apa-apa. Maaf, apakah aku sudah menghalangi jalanmu?”


Wanita itu berkata sembari membalikkan tubuhnya menghadap kearah lelaki tadi, raut wajah yang terkekeh kecil kini berubah menjadi terkejut saat melihat lelaki yang tengah berdiri didepannya ini. Wajah yang dingin, mata yang tajam serta aura yang mengerikan kini memberikan suatu peringatan pada Nasib wanita itu.


“T-tuan William?”


Lelaki itu mengunci tatapan tajam kearah wanita yang tengah menyebutkan namanya tadi. “Hehehe...tuan, bagaimana bisa kau ada disini?” tanya Evelyne yang tersadar akan ekspresi terkejutnya. “Sedang apa kau disini?” bukannya menjawab pertanyaan Evelyne, lelaki ini malah mengulang pertanyaan kembali.


Hal itu tentu saja membuat Evelyne sedikit menunjukan raut wajah yang cemberut. “Hah...Lagi jalan-jalan saja untuk mencari angin. Bosan dirumah tua itu Mulu” William terdiam saat mendengar eluhan Evelyne secara langsung padanya. Sebelumnya Yoona itu tidak pernah berkata jujur soal perasaan yang dialaminya, jadi itu yang membuat William dan Yoona merasa tidak cocok.


Ditambah lagi, pernikahan mereka hanya karna perjodohan antara kontrak pekerjaan saja. Evelyne yang melihat William terdiam tak menjawab perkataannya pun, membuat wanita itu kembali berkata “Oh ya, aku juga mau bilang. Maaf sudah meminjam mobilmu, tanpa izin. Soalnya saat ingin keluar, aku hanya menemukan mobilmu yang terparkir dihalaman.”


Evelyne menjelaskan semuanya seperti anak kecil yang jujur, dan hal itu tentu saja membuat William kembali menatap Evelyne dengan diam. ‘Apa katanya? Dia meminjam mobilku? Bukankah, dia memiliki mobil sendiri dan sebelumnya juga, ia tidak pernah melakukan hal seperti Ini.’ William menatap Evelyne dengan tatapan dinginnya, sementara Evelyne yang dipandang lelaki itu hanya mengukirkan senyuman manisnya hingga membuat William semakin terheran.

__ADS_1


__ADS_2