Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 80 : Rumor Evelyne sebagai wanita perusak hubungan.


__ADS_3

2 hari setelah William pergi keluar kota, Evelyne menjadi lebih fokus menjalankan pekerjaannya tanpa harus memikirkan lelaki itu. Karna setiap jam istirahat makan siang ataupun jam pulang kerja William selalu menyempatkan waktunya untuk mengobrol dengan Evelyne walaupun itu hanya beberapa menit saja.


Tetapi dengan waktu yang sebentar, William dan Evelyne tampak terlihat begitu dekat. Bahkan keduanya tidak lagi berperang dingin saat mereka sedang melakukan suatu perbincangan, entah itu dalam persoalan bisnis ataupun hal yang lain. Evelyne juga merasakan bahwa ini adalah rasa kesenangan yang benar-benar murni tanpa adanya pemaksaan.


Bahkan kebahagiaannya bersama dengan Dion, tidak membuatnya sebahagia seperti sekarang. Karna sejujurnya, dalam hubungan Evelyne dan Dion hanyalah kekasih **** yang terjebak di dalam perangkap yang sama. Itulah kenapa Evelyne selalu membenci William yang tiba-tiba bertindak aneh dengannya.


Entah itu dari ciuman ataupun sentuhan-sentuhan lain yang membuatnya kembali mengingat kejadian dimana ia awalnya di perlakuan seperti ratu dan akhirnya di perlakuan seperti pelacur. Entah akan seperti apa jadinya, jika tahu bahwa yang sekarang ini memiliki hubungan dengannya adalah Evelyne, si wanita pelacur.


Bukan Yoona yang awalnya hanya di kenal sebagai wanita kejam saja. ‘Mungkin ia akan membunuhku, jika ia tahu bahwa Aku telah membohonginya' batin Evelyne dengan senyuman kecil di wajahnya.


Evelyne yang tengah menikmati jalan-jalannya di koridor kantor pun seketika tertegun saat mendapatkan sebuah tamparan keras yang dilayangkan oleh wanita di depannya ini. Evelyne juga menajamkan matanya saat melihat seorang wanita dengan pakaiannya yang sedikit terbuka tengah berdiri di depannya.


“Apa yang kau lakukan?!” Tanya Evelyne dengan nada dinginnya.


Ia membenci setiap orang yang lalu menggunakan tangannya untuk melakukan sesuatu kekerasan seperti ini. Apalagi mereka sedang berada di tempat umum. “Dimana kak William?!” Tanya Wanita itu dengan suara yang keras. Ia benar-benar terlihat sangat marah, namun Evelyne tidak tahu apa yang membuat Wanita ini begitu, bahkan ia juga Memplampiaskan emosinya kepadanya


“Apa yang kau Bicarakan? Datang-datang menamparku, lalu menanyakan seseorang yang seharusnya tidak kau tanyakan” ucap Evelyne dengan nada dinginnya.


Ia terlalu malas untuk menghadapi Clara, tapi ia juga penasaran dengan trik apalagi yang akan di lakukan oleh wanita ini nantinya. “Jangan berpura-pura bodoh ya!! Aku bertanya dimana kak William? Kenapa aku sejak kemarin tidak dapat menghubunginya? Bahkan saat mencoba untuk menemuinya, dia selalu tidak ada di kantor. Dimana dia sekarang??” Tanya Clara dengan suara yang keras membuat mereka menjadi pusat perhatian para pekerja disana.


“Apa aku harus menjawab setiap pertanyaanmu itu? Aku kan sudah bilang, kau tidak seharusnya bertanya tentang apa yang seharusnya tidak kau tanyakan. Apa kau tidak mengerti maksudku?” ucap Evelyne dengan memandang Clara tanpa rasa takut.


Clara mengerutkan keningnya, ia berharap Evelyne mau menjawab pertanyaannya. Tapi siapa yang menyangka bahwa wanita ini malah menganggapnya dengan remeh. “Aku sedang tidak ingin membuang-buang waktuku untuk berurusan dengan mu. Sekarang jawab aku!! Dimana William sekarang?”


“....” Evelyne terdiam. Melihat tampang konyol yang di lakukan oleh Clara di tempat umum membuatnya sedikit merasa bahwa itu sangat menjengkelkan. “Dia sedang pergi! Kau tidak perlu tahu dimana dia sekarang. Karna dia juga tidak memiliki waktu untuk berbicara denganmu”


Mendengar perkataan itu, Clara pun langsung memunculkan sebuah ide dimana ia akan menjalankannya di belakang William. “Katakan padaku, dimana dia? Aku ingin bertemu dengannya. Aku ingin berbicara dengannya, beritahu Aku dimana dia!?” Clara menampilkan raut wajah yang menyedihkan membuat suatu kesan buruk dari para karyawan disana kepada Evelyne.


“Hey, apa yang dilakukan anak baru itu?”


“Entahlah! Seberapa besar nyalinya, sampai-sampai ia memisahkan Clara dengan kekasihnya”


“Apa wanita itu gila? Kenapa dia melakukan hal itu?”


“Aku kira dia anak yang baik-baik, tapi ternyata suka menghancurkan hubungan orang lain ya!”


“Kita ketipu dengan wajahnya yang polos! Kukira baik ternyata orang jahat yang selalu menghancurkan hubungan orang lain. Apa dia iri dengan hubungan mereka?”


Semua pertanyaan dan umpatan yang terus terdengar di telinga Evelyne. Clara yang berhasil membuat semuanya berjalan sesuai dengan rencananya pun semakin membuat dirinya terlihat menyedihkan di mata semua karyawan yang ada disana. “Yoona, dimana kak William. Katakan padaku! Kau tidak bisa menyembunyikan keberadaannya disaat aku adalah kekasihnya?”


Evelyne tertawa keras. Memandang Clara dengan tatapan yang begitu menghina hingga membuat Clara merasa kesal dengan tatapannya itu. “kau, kekasihnya? Apa kau bercanda?” Tanya Evelyne dengan tawa yang mencibir “Aku lihat ini sudah pagi lho. Apa kau akan terus bermimpi dengan sesuatu yang tidak bisa kau capai?”


“A-apa maksudmu? Aku tidak bermimpi! Aku disini bertanya, dimana kak William? Kenapa kau terus mengalihkan pembicaraan seolah-olah kau tidak ingin memberitahu dimana kekasihku!” ucap Clara yang semakin pintar dalam memainkan drama.

__ADS_1


Evelyne membuang wajahnya kearah para karyawan yang kini sedang berkumpul seraya membicarakan hal buruk tentangnya. Tidak hanya itu, mereka juga membuat kesan yang lebih buruk daripada kenyataannya. Karna sebagian dari mereka, ada yang tidak menyukai keberadaan dirinya di perusahaan itu.


“Waw, boleh juga permainanmu ini! Apa aku boleh menambahkannya sedikit bagian agar terlihat menarik?” Tanya Evelyne yang senyuman menyeringai di wajahnya yang gelap.


Clara yang melihat aura dari tubuh Evelyne seketika berubah pun membuat dirinya tanpa sadar melangkah mundur untuk mewaspadai apa yang akan di lakukan oleh wanita itu secara tiba-tiba. “Yoona, jika kau berani macam-macam denganku maka kau tidak akan pernah lepas dari tahanan keluarga WU.”


“Tidak akan pernah lepas?” gumam Evelyne dengan mengembalikan ekspresi jahatnya menjadi dingin. “Penjaga bawah tanah saja tidak bisa membuatku takut, apalagi penjaga tahanan dari keluarga anak manja seperti mu? Kau ini benar-benar sedang bercanda ya?”


Clara berteriak kencang, “Tidak! Keluargaku tidak seperti itu!! Apa yang kau bicarakan? Kenapa kau bicara seolah-olah keluargaku hanyalah sampah dimatamu? Apa kau pikirkan yoona?”


“Shit! Kau terus menambah-nambahkannya ya!” Evelyne berdecih kesal saat melihat permainan Clara begitu membosankan.


Sudah cukup dengan permainannya, Evelyne pun berbalik badan untuk pergi dari sana. Namun Karna penjaga yang dibawa Clara terlalu banyak, membuat ia harus memaksakan dirinya untuk bertarung sebelum keluar dari perusahaan ini. Penjaga yang kini bertarung dengan Evelyne berjumlah 20 orang, dan ditambah oleh para karyawan lelaki yang ikut membantunya hingga menjadi 60 orang.


Evelyne yang mulai kewalahan Karna tidak bisa menyimbangi jumlah mereka pun membuat ia harus menggunakan teknik dimana ia harus mundur beberapa langkah untuk mengukur waktu. Lalu dengan cepat, ia akan memukul seluruh penjaga dibagian vitalnya. Setelah semua penjaga itu terkapar di lantai, Evelyne akan memanfaatkan waktu itu untuk memadamkan lampu di bagian lorong tersebut.


Dan disitulah Evelyne kembali menunjukan dirinya pada Clara dengan manik mata merahnya yang bercahaya. “Permainan hari ini cukup baik. Tolong jaga tubuhmu untuk kita bermain lagi besok!” ucap Evelyne sebelum ia pergi menghilang di kegelapan.


Sementara Clara yang mendengar perkataan evelyne pun merasakan aneh, dan benar saja. Baru ia melangkahkan kakinya entah kemana, Clara langsung mendapatkan suatu sengatan yang tinggi dari suatu benda yang menancap pada kakinya. Rasa sakit yang membuat clara berpikir, ia akan mati karna sengatan itu.


“Tidak! Itu sangat menyakitkan!! Jauhkan, jauhkan dariku!!?” teriak Clara yang membuat semua orang disana merasakan khawatir dengan keadaannya.


...--🥀🕊—


...


Clara yang sudah terbaring dengan lemah diatas kasur sepanjang hari, membuat dirinya terlihat begitu menyedihkan. Beberapa orang yang tengah menemani Clara di sana ikut merasakan perasaan yang bersalah karna mereka tidak dapat menjaga atau melindungi Clara dari wanita gila itu.


“Lihatlah anak baru itu! Dia benar-benar keterlaluan. Sudah merusak hubungan mereka, dia juga mencelakai Nona Clara sampai masuk ke dalam rumah sakit!”


“Iya, benar-benar wanita kejam! Aku sampai tidak menyangka, dibalik wajahnya yang manis ternyata ada hati yang jahat”


“Wanita sekejam dia, kenapa bisa masuk ke dalam perusahaan kita? Dan kenapa dia bisa menjadi karyawan wanita keputusan CEO?”


“Huh...kinerjanya saja, masih tidak bisa di katakan luar biasa.”


“Mungkin ia terpilih karna suatu keberuntungan. Tapi...dia bisa saja melakukan hal kotor untuk mendapatkan semua itu!”


“Benar juga, dia saja memiliki keberanian untuk menggoda dan merebut tuan besar dari nona Clara. Pasti dia juga tidak akan memikirkan hal itu dua kali!”


Mendengar semua perkataan yang di lontarkan oleh beberapa orang tersebut, membuat Clara yang ada disana sedikit merasakan kepuasan di hatinya. Walaupun ia gagal membuat Evelyne memberitahu dimana William sekarang, tapi ia berhasil membuat semua orang berpikir bahwa dialah yang telah merusak hubungannya.


Tidak hanya itu, Clara juga ingin membuat Evelyne dikenal sebagai wanita perusak hubungan orang lain di sosial media. Jika semua terjadi sesuai dengan keinginannya, maka Clara bisa lebih mudah memisahkan William dan Yoona dalam pernikahan terlarang itu.

__ADS_1


“Kalian tidak boleh bicara seperti itu! Aku yakin dia memiliki alasan untuk melakukan semua ini padaku. Jadi tolong, jangan bicarakan dia lagi!” ucap Clara dengan nada lembutnya.


Salah seorang dari mereka menghela nafasnya “Nona, kau sudah terluka beberapa kali olehnya. Entah dari hubunganmu, atau fisikmu. Dia sudah melukai semuanya, apakah anda akan terus memberikannya hati?”


“Aku tahu dia melakukan semua itu padaku, tapi aku juga tidak ingin kalian memperbesar masalah sekarang. Jadi biarkan semua kejadian hari ini terlupakan! Aku tidak suka memperbesar masalah, tapi aku juga tidak akan diam saja jika dia terus melakukan hal ini kepadaku!’ Clara berbicara dengan mulut beracunnya.


“Nona Clara! Kau terlalu baik dengannya, hingga wanita tidak tahu berterimakasih seperti dia selalu memanfaatkan kebaikanmu!” bantah yang lain dengan suara yang pelan, namun di hatinya terdapat sebuah kebencian terhadap Evelyne.


Clara menggeleng, lalu dengan perlahan ia mengayunkan tangannya di udara “Aku sudah baik-baik saja sekarang. Kalian boleh pergi ke tempat kalian bekerja lagi, atau tidak boss kalian akan marah jika tahu kalau kalian sedang berada di rumah sakit hanya menungguku saja”


“Tapi Nona, apa kau benar-benar sudah baik-baik saja?” lelaki yang tengah mengkhawatirkan Clara pun membuat suatu kesana menjijikan dari dalam batin Clara.


Clara mengangguk “Aku sungguh baik-baik saja. Kau tidak perlu mengkhawatirkanku! Aku ini kan wanita kuat, jadi luka seperti ini tidak akan membuatku mati kan?”


“A-ah ya, tapi...bagaimana jika kau membutuhkan seseorang untuk menemanimu disini? Aku juga tidak keberatan kok untuk menemanimu lebih lama lagi” ucap lelaki itu dengan senang hati, ia menawarkan diri untuk menemani Clara.


Clara menggeleng cepat “Tidak, tidak perlu kau melakukan hal seperti itu. Aku sudah menghubungi beberapa teman keluargaku untuk kesini, jadi kau tidak perlu melakukan hal itu.”


“Benarkah? Kalau begitu, baiklah! Aku akan ikut yang kembali ke kantor. Kamu jagalah dirimu baik-baik, soal Yoona...aku pastikan dia akan membayarnya semuanya” Lelaki itu berkat sebelum berjalan pergi meninggalkan Clara yang masih terdiam di atas kasur dengan salah sakit kakinya yang dibaluti oleh beberapa perban.


30 menit kemudian.


Clara yang tengah beristirahat dengan tenang di atas kasur rumah sakit pun mendengar suara langkah kaki yang berlarian di Koridor rumah sakit hingga membuat suatu kekacauan di depan membuat Clara bisa menebak siapa yang akan memasuki kamarnya dalam hitungan beberapa detik saja.


Dan benar saja, pintu kamar milik Clara terbuka begitu lebar saat menampilkan seorang wanita dengan nafasnya yang terengah-engah sedang berdiri di depan pintu kamarnya. Raut wajah yang di ekspresikan oleh wanita itu juga sangat mudah diartikan bahwa dia sudah setengah mati terkejut saat mendengar kabar dari Clara secara langsung.


Clara yang melihat wanita itu tengah berjalan menghampirinya dengan wajah yang terlihat sangat merah, membuatnya tidak mengatakan apapun kepadanya. Bahkan Clara juga berniat untuk menunggu wanita itu menyelesaikan rasa kekhawatirannya saat ini.


“K-kak Clara, a-apa yang terjadi padamu? Kenapa kau bisa berakhir seperti ini?” tanya wanita itu dengan nada yang keras “Katakan! Katakan kepadaku, siapa yang melakukan semua ini padamu?”


Clara menghela nafasnya “Kau pikir, siapa lagi yang melakukan semua ini kecuali dia?”


“Dia? Dia siapa yang kau maksud?” tanya wanita itu dengan pikiran yang menurutnya tidak masuk akal. “J-jangan bilang, kalau ini adalah ulah Yoona? Si wanita ****** itu?!”


Clara mengangguk “Ya, seperti apa yang kau tebak. Dia berbeda dari sebelumnya! Karna sekejam-kejamnya dia, dia tidak akan pernah melakukan fisik denganku. Tapi kau lihatlah sekarang! Bagaimana kondisiku yang memburuk karna ulahnya, Apa kau pikir ini adalah Seorang Yoona yang kau kenal sejak dulu?”


“....” Wanita itu terdiam. Sementara Clara kembali berkata “Aku benar-benar tidak menyangka , kalau aku akan mendapatkan semua ini. Padahal aku sudah selalu berbuat baik dengannya, tapi kenapa aku malah seperti dihianati oleh perbuatan baikku ini?”


Wanita itu menggeleng, lalu dengan lembut ia menyentuh tangan Clara yang berada di pangkuannya. “kak Clara tidak salah! Tidak ada yang mengkhianati kebaikanmu selama ini, jadi jangan bersedih. Karna jika aku melihatmu seperti ini, maka aku tidak bisa mengendalikan diriku untuk membunuh wanita itu sekarang juga”


“Kau ingin membunuh wanita itu, apa kau tidak takut jika kak William akan membencimu nantinya?” tanya Clara dengan menatap wanita itu dengan tatapan yang menyedihkan.


Wanita itu menggeleng “Aku tidak takut, karna tujuanku melakukan ini untuk membuatmu bisa bersama kak William. Dan bukan membuatmu menderita seperti ini!”

__ADS_1


__ADS_2