Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 73 : Kotak ini jauh lebih berharga dibandingkan denganku.


__ADS_3

William kembali bekerja hingga siang hari tiba, sementara Evelyne yang sudah menyelesaikan pekerjaan sebelum jam istirahat tiba. Ia datang kepada William untuk meminta izin pergi ke kantornya yang dulu, Karna ada beberapa barang yang Ia tinggalkan disana. Awalnya William menolak dan ingin mengantarkannya secara pribadi untuk Evelyne, namun Karna jam kerjanya begitu padat dan ia tidak bisa meninggalkannya, ia harus dengan terpaksa membiarkan Evelyne untuk pergi kesana seorang diri.


Evelyne juga tidak merasa keberatan mau diantar oleh William atau tidak, Karna tujuan ia pergi ke kantornya yang dulu hanya mengambil sesuatu yang ia lupakan bukan untuk memamerkan hubungannya dengan William di tempat umum.


“Halo, selamat pagi Nona Yoona. Senang bisa bertemu dengan anda disini” sapa salah satu penjaga wanita di depan aula pintu masuk perusahaan dengan senyuman ramahnya.


Evelyne mengangguk lalu dengan membalas senyumannya, ia berjalan menghampiri wanita itu. “Lena, senang bertemu denganmu. Aku tidak pernah menyangka kita akan bertemu disini dari sekian lamanya tidak bertemu”


“Haha...aku sendiri juga berpikir seperti itu!” sahutnya dengan tertawa kecil. “Oh ya, tumben sekali kamu datang kesini. Ada apa? Apa kau datang kesini, untuk menemui seseorang?”


Evelyne menggeleng “Tidak, aku kesini hanya ingin mengambil beberapa barangku yang tertinggal di loker. Jadi aku berinisiatif untuk mengambilnya sebelum jam istirahat datang.”


“Lho, kenapa? Apa kau akan langsung pergi setelah mengambil itu?” Wanita itu terheran, bahkan membuatnya harus memiringkan kepalanya.


Evelyne terkekeh melihat tingkah dari lena yang tidak pernah berubah. Karna sejujurnya, Evelyne dan lena sudah mengenal satu sama yang lain selama mereka bekerja di kantor yang sama. Awalnya Evelyne dan lena memiliki posisi yang sama di perusahaan, tapi karna Evelyne memiliki bakat yang lebih unggul dibandingkan dengan lena. Hal itu tentu saja membuatnya pergi ke posisi yang lebih tinggi, sedangkan lena harus menetap disana lebih lama lagi.


Walaupun pekerjaan membuat jarak diantara mereka, Evelyne dan lena masih berhubungan antar satu sama lain. Tidak ada rasa kebencian serta iri dengki yang membuat hubungan mereka menjadi berantakan.


“Oh barang-barangmu? Sepertinya Aku menyimpan itu di dalam lokerku. Apa kau ingin melihatnya lebih dulu?” kata lena dengan menatap Evelyne yang tampak cantik hari ini.


Evelyne mengangguk “Baiklah, aku akan memeriksanya terlebih dahulu. Maaf dan terimakasih sudah mau merepotkanmu untuk menyimpan barang-barang itu”


“Haha...apa yang kau bicarakan? Kita ini sudah teman dalam waktu yang lama, kenapa kau kasih memiliki sikap yang tidak enakkan denganku?” Ucapnya dengan menggandeng tangan Evelyne untuk pergi ke tempatnya bersama.


Evelyne terdiam sejenak, merasa bahwa ada sesuatu aneh yang terus mengganggu hatinya. Bahkan ia juga tidak pernah tahu, jika ia dapat merasakan itu sebelumnya. “Lena, apakah beberapa hari sebelumnya pernah terjadi sesuatu di tempat ini?”


“Hah?” lena tertegun sejenak “Bagaimana kau bisa tahu itu? Padahal disini tidak ada yang berani membicarakan hal itu kembali”


Evelyne memalingkan wajahnya ke arah lain, lalu dengan ragu ia berkata “Aku merasa bahwa ada sesuatu aneh di sekitar sini, jadi aku berpikir bahwa disini pernah terjadi sesuatu saat Aku sudah tidak ada”


“Eum...sepertinya kau cukup peka ya dengan lingkungan sekitarmu!” cibir Lena yang membuat Evelyne hanya terdiam saat melihat itu. “5 hari yang lalu, ada sebuah insedan di mana semua staf baru akan di kawal oleh staf lama untuk menyamarkan indetitasnya saat melakukan sebuah kerjasama dengan dunia gelap. Semua staf baru awalnya menolak untuk melakukan itu, Karna semua orang tahu bahwa dunia gelap akan melakukan sesuatu yang kejam saat proyek mereka tidak diterima oleh kami.”


Evelyne terdiam, lalu dengan perlahan ia bertanya “Sejak kapan perusahaan ini bekerja sama dengan dunia gelap? Bukankah seharusnya itu di larang?”


Dunia gelap : Dunia dimana semua pembisnisan melakukan berbagai banyak cara untuk mencapai tujuan mereka. Namun di dalam dunia gelap, mereka di kenal sebagai hiperseksual dalam melakukan suatu kontrak. Mereka akan melakukan sesuatu hubungan terlarang sebelum mereka melakukan suatu kontrak atau kerjasama yang diinginkan oleh kedua pihak.


“Sudah lama, apa kau tidak mengetahui itu?” Lena terheran saat Evelyne yang memiliki kemampuan luar biasa namun tidak mengetahui hal yang seperti itu.


Evelyne menggeleng “Tidak bukan seperti itu, Aku hanya terheran. Kenapa dunia gelap itu masih bisa bekerja dengan tenang dalam negara ini. Padahal jelas-jelas semua orang tahu bahwa konsekuensi dalam melakukan kerjasama dengan dunia gelap itu seperti apa”

__ADS_1


“Ya, Aku juga berpikir seperti itu. Bahkan Aku sempat berpikir, kenapa orang-orang seperti mereka dapat melakukan bisnis dengan cara yang kotor. Padahal di dunia ini, mereka bisa melakukannya dengan cara yang bersih kan” ucap Lena yang membuat Evelyne sedikit tertawa saat mendengarnya. “Apa yang kau tertawakan? Memangnya kau pikir, semua itu lucu?”


Evelyne menggeleng, ia tidak pernah sadar bahwa membicarakan hal yang seperti itu membuat mereka tidak sadar bahwa mereka sudah sampai di tempat pintu ruangan milik Lena. “Masuklah lebih dulu! Kita sudah terlalu banyak bicara di luar, Aku takut ada yang mendengarnya nanti”


Lena mengangguk, lalu dengan cepat ia membuka pintunya dan membiarkan Evelyne masuk terlebih dahulu sebelum mereka memulai pembicaraannya kembali. “Jadi, apa yang terjadi di sini?” Tanya Evelyne saat duduk di salah satu tempat duduk yang ada disana.


“Yah...aku tidak tahu apa yang terjadi awalnya, tapi yang aku lihat kemarin. Ada beberapa orang datang kesini untuk menemui salah satu karyawan yang dulunya memiliki kontrak dengan mereka. Tapi karna saat itu ia tidak datang ke kantor karna memiliki masalah di lampung halamannya, orang-orang itu sangat marah dan menyangka bahwa karyawan itu pergi melarikan diri sebelum kontrak mereka selesai.” Jelas Lena yang membuat Evelyne mengangguk paham. “Apa kau yakin, dia pulang karna memiliki masalah di kampung halamannya? Aku yang mendengar ceritamu saja berpikir bahwa dia pergi karna sudah lelah dengan sikap brengsek dari orang-orang dunia gelap itu”


Lena menghela nafasnya saat ia mengambil sebuah koran besar dari dalam lemarinya. “Aku tidak pernah berpikir seperti itu sih. Karna Aku juga tidak pernah tahu, apa syarat dan ketentuan dalam melakukan kerjasama dengan dunia gelap itu. Bahkan Aku juga tidak pernah berpikir untuk mencobanya, Karna Aku tahu jika orang yang melanggar kontrak dari dunia gelap maka ia akan sepenuhnya menghilang dari dunia atau bisa saja mereka jadikan anjing di dalam perusahaannya”


“....” Evelyne terdiam, sementara Lena meletakkan sebuah kotak besar diatas meja tepat di depan Evelyne. “Ini semua barang-barang ini milikmu? Aku menemukannya di dalam lokermu saat penjaga kebersihan menyuruh seseorang untuk membuang barang-barang bekas dari semua para pekerja yang sudah tidak bekerja disini”


Evelyne yang melihatnya pun langsung membuka kotak itu tanpa berucap sedikitpun, sementara Lena yang melihat Evelyne tengah memeriksa barang-barangnya dalam kotak pun membuat ia duduk di samping Evelyne seraya menunggu wanita itu dengan tenang.


Setelah memastikan semuanya benar, Evelyne pun langsung berterimakasih pada Lena yang sudah mau menjaga barang-barang ini ditempat. Bahkan evelyne juga meminta maaf kepadanya Karna ia tidak bisa terlalu lama disini. Lena mengerti, dan ia hanya mengangguki dengan kepala serta memeluk Evelyne untuk pergi meninggalkannya lagi.


“Yoona, Aku peringatkan sekali lagi padamu! Jangan pernah memasuki dunia gelap, apalagi memiliki hubungan dengan mereka. Kau paham itu?!”


“Ya, Aku paham!”


Evelyne berjalan pergi meninggalkan perusahaan lamanya untuk terakhirnya kalinya, bahkan ia juga membawa kotak itu bersamanya saat berjalan keluar.


Suara HP Evelyne berdering begitu kencang, membuat wanita itu yang sedang mengangkat kotak besar harus dengan terpaksa ia meletakkan di pinggir jalan saat ia mau mengambil hp nya di dalam saku celananya. Ia juga melihat, kalau William lah yang tengah menelponnya Karna Ia belum kembali sejak tadi siang. Dan ini sudah hampir memasuki sore hari.


“Hallo” ucap Evelyne saat telponnya sudah tersambung, dan ia juga mendengar suatu keributan dari dalam telpon. “Liam? Apa kau disana? Apa yang terjadi? Kenapa disana begitu berisik?”


“Tidak ada, hanya para anjing yang sedang membuat keributan kecil. Maaf, apa telponku mengganggu waktumu?” William berkata dengan suara pelan namun terdengar serak.


Evelyne menggeleng, lalu duduk di bangku yang ada di sekitarnya. “Tidak, Aku baru saja selesai mengambil beberapa barangku. Maaf, apa Aku terlalu lama mengambilnya?”


“Tidak, kau lakukanlah sesukamu. Aku tidak akan melarangnya, lagipula kau disana juga bertemu dengan Teman-temanmu. Bagaimana bisa aku membatasi waktumu untuk berkumpul” Ucap William yang membuat Evelyne sedikit merasa senang dengan rasa pengertian dari lelaki ini. “Jika kau sudah selesai, lalu dimana kau sekarang?”


Evelyne terdiam sejenak saat melihat sekitar untuk memberitahu gambarannya pada William. “Aku ada di taman dekat perusahaan. Tempat yang biasa kau parkir mobil saat menjemput atau mengantarku bekerja”


“Oh baiklah, tunggu disana. Aku akan sampai selama 20 menit lagi!” ucap William dengan bergegas.


Evelyne terkejut, ia tidak menyangka bahwa William menanyakan hal itu untuk menjemputnya secara pribadi. Padahal ia tahu bahwa Evelyne bisa menggunakan taksi saat ia kembali ke kantor. “Liam, tidak perlu! Aku bisa gunakan tak..”


Tut...tut...tut..

__ADS_1


Telpon itu terputus Karna William tidak ingin mendengar Evelyne menolaknya lagi untuk sekian banyaknya tindakannya yang selalu di tolak oleh wanita itu. Evelyne sendiri yang melihat telponnya sudah mati sebelum ia mengatakan sesuatu, membuatnya menghela nafas lelah di tempat itu.


“Dasar keras kepala!”


15 menit kemudian.


Evelyne melihat dari kejauhan mobil sport hitam milik William tengah melaju cepat kearahnya. Setelah mobil itu terparkir tepat di depan Evelyne, seorang lelaki dengan jas kantor berwarna hitamnya keluar dari mobil itu. Ketampanan serta aura yang tidak bisa dipalingkan membuat Evelyne sadar bahwa Yoona adalah wanita beruntung Karna Ia bisa memiliki dan menikahi lelaki sesempurna William.


“Hey, apa kau sudah lama menunggu?” tanya William saat berjalan menuju Evelyne yang sudah berdiri dari tempat duduknya. Lelaki itu berhenti tepat di depan Evelyne, dan ia juga mengelipkan beberapa rambut Evelyne yang kini tengah menghalangi sebagian wajah cantiknya.


“A-apa yang kau lakukan? Kita di tempat umum lho!” Kata Evelyne seraya menyingkirkan tangan William yang kini berada di belakang telinganya.


William tersenyum, lalu dengan jahil ia mendekatkan wajahnya dengan wajah Evelyne. “Memangnya kenapa jika di tempat umum? Apa kau takut, semua orang akan iri kepadamu Karna kau memiliki hubungan dengan orang yang terpenting di negara ini?”


“Diam!!” bentak Evelyne seraya menjauhkan wajah William dengan kedua tangannya. “Kau ini! Apa yang kau lakukan sih? Apa kau tidak cukup melakukannya di dalam ruangan saja?”


William menyeringai saat mendengar perkataan Evelyne, dan hal itu tentu saja membuat Evelyne merasa bahwa dirinya telah salah bicara. “A-apa yang kau senyumkan itu bodoh!! Aku tidak mengatakan bahwa kau boleh melakukan hal seperti itu di dalam ruangan ya!!”


“Hehe...aku tahu kok, lagipula kenapa kau berpikir aku akan melakukan itu? Apa justru kau sendiri yang menginginkan hal itu?” cibir William dengan ekspresi wajah yang menjengkelkan.


Buukk!!


Evelyne memukul lengan William dengan keras. Bahkan rasa sakit itu jauh lebih menyakitkan jika itu dilakukan oleh orang yang ia pandang sekarang. “H-hey, apa yang kau lakukan Yoona? Kenapa kau memukulku? Apa salahku?” protesnya dengan wajah yang memelas.


“Diam kau!! Sekali lagi kau bicara dan melakukan hal aneh di tempat umum, maka jangan salahkan aku jika aku melakukan sesuatu padamu!” Ancam Evelyne.


William mengangguk, lalu dengan tersenyum ia mengelus kepala Evelyne dengan lembut. “Sudahlah, tidak perlu memperpanjang masalah ini. Apa kau sudah selesai dengan barang-barangmu?” William melihat kearah kotak besar yang ada di bangku taman.


“Ya, itu sudah semua.” Angguk Evelyne seraya berbalik badan untuk pergi mengambil kotak tersebut. Namun dengan reaksi yang cepat, William yang lebih dulu mengambil kotak itu sebelum Evelyne meraihnya dengan kedua tangannya.


“Eits...biar Aku saja yang membawanya. Kau tidak perlu mengotori tanganmu lagi untuk membawa kotak besar ini!” ucap William dengan menunjukan beberapa otot besarnya yang ada di kedua tangan bagian atasnya.


Evelyne berdecih kesal, membuang wajahnya kearah lain untuk tidak melihat apa yang tidak ingin ia lihat. “Berhenti bermain-main! Sampai kau menjatuhkan kotak itu, maka Aku tidak akan pernah berbicara denganmu lagi!!”


“Shit! Kamu mengatakan itu seperti layaknya kotak ini jauh lebih berharga dibandingkan denganku” gumam William dengan wajah yang cemberut.


Evelyne disana hanya tertawa seraya mengajak William untuk masuk kedalam mobil, namun disana mereka tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sedang melihat kemesraan mereka di balik pohon untuk menyembunyikan dirinya. Bahkan seseorang itu menatap keduanya dengan tatapan yang penuh kebencian serta rasa iri yang besar.


“Berani sekali, mereka menunjukan kemesraan mereka di tempat umum seperti ini. Apa mereka berpikir akan mengumbarnya di publik?”

__ADS_1


__ADS_2