Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 96 : Mengharapkan seseorang yang sudah tidak bisa kau miliki.


__ADS_3

2 minggu setelah Evelyne keluar dari rumah sakit dan menjalani pemulihan di dalam kediaman selama 5 hari, kini membuat tubuhnya jauh lebih baik dari sebelumnya. Itu semua Karna penjagaan serta kasih sayang yang di berikan oleh William kepada Evelyne. Selama proses pemulihan itu berjalan, William sama sekali tidak pernah meninggalkannya pergi sendirian ataupun melalukan sesuatu yang mengancam kesehatannya.


William juga memblokir semua pintu masuk yang ada di kediaman tua untuk mencegah kedatangan orang yang berniat mengganggu proses pemulihan Evelyne. William selama 5 hari juga tidak pernah mendatangi kantor, dan ia selalu memberikan kehadirannya pada Nathan. William hanya mengerjakan beberapa pekerjaan di dalam ruang kerjanya saat Evelyne sudah tertidur, namun William akan menemani Evelyne disaat pagi hari Karna memang ia memiliki waktu luang yang banyak untuk bermain bersama dengannya.


Permintaan pencabutan status Evelyne di perusahaannya juga sudah William kerjakan, dan William juga menempatkan posisi Evelyne sebagai direktur di perusahaan lamanya. Karna William telah mengganti semua karyawan yang ada di seluruh perusahaannya dengan orang-orang kepercayaan kakek, terkecuali teman-teman dekat Evelyne serta orang yang tidak memiliki kaitannya dengan rumor tersebut.


Ini sudah memasuki minggu ke3 dalam bulan yang ke7, Evelyne sudah mulai bekerja di perusahaannya untuk mengatur beberapa pekerja yang baru saja memasuki tempat itu. Evelyne memang dikenal sebagai wanita yang tegas, namun dibalik ketegasannya. Evelyne adalah wanita yang mudah tersenyum dan memiliki pergaulan yang baik dengan setiap orang yang memperlakukannya dengan baik.


Semua kenyamanan yang ada di perusahaan tersebut, membuat semua karyawan yang ada disana merasa senang dan nyaman saat bekerja. Karna disana tidak memiliki sedikitpun konflik yang membuat suasana menjadi hancur.


“Nona Yoona...”


Seorang wanita yang kini bertugas menjadi sekretaris Evelyne tengah berlari dengan melambaikan tangannya di udara saat ia menyapa Evelyne layaknya seperti seorang teman. Evelyne yang melihat itu pun langsung melambaikan tangannya setinggi dada saat wanita itu sampai di depannya dengan membawa semua map berat di tangannya.


Wanita itu menundukkan kepalanya lalu mengangkat kembali saat ia mengucapkan salam pada Evelyne. “Selamat pagi Nona Yoona, anda datang terlalu pagi seperti biasanya ya” Evelyne terkekeh lembut saat melihat papan nama di dada bagian kiri wanita itu yang tertulis dengan nama Catrine. “Selamat pagi juga Catrine.” Angguk Evelyne dengan anggun.


“Nona, ada laporan dari atasan yang meminta anda untuk memeriksa dokumen ini dan jika anda sudah selesai memeriksa serta membenarkan kesalahan yang ada disana, anda disuruh menyerahkan laporan ini secara langsung kepada perusahaan utama” Catrine menjelaskan semuanya secara detail dan ia juga memberikan map tersebut kepada Evelyne yang dengan senang hati menerima semua itu.


Evelyne mengangguk dengan senyuman tipisnya. “Baiklah, terimakasih sudah menjelaskan semuanya padaku catrine. Kau bisa pergi ke tempatmu! Aku akan ke ruanganku untuk ini” Evelyne berjalan melewati Catrine dengan membawa map tersebut bersama dengannya, serta ekspresi wajah yang ramah kini berubah menjadi dingin karna mendengar suatu tempat yang menurutnya mengganggu.


-Kenapa harus aku secara pribadi yang menyerahkan ini? Apa staf lain tidak bisa melakukannya?-


Evelyne memasuki ruangannya dengan suasana hati yang buruk, namun saat ia menduduki kursi kerjanya untuk menenangkan dirinya sebelum mengerjakan dokumen tersebut. Evelyne beberapa kali menarik nafasnya yang dalam serta menghembuskannya secara pelan guna untuk merilekskan pikirannya, setelah sudah wanita itu terdiam sejenak untuk menatap map yang berada di atas meja kerjanya dengan waktu yang cukup lama..


Setelah melamun tak berguna, Evelyne pun langsung mengambil map tersebut lalu membukanya untuk memeriksanya pertama kali. ‘Huh...siapa yang membuat dokumen ini? Kenapa banyak sekali kesalahannya? Apa dia tidak memeriksanya terlebih dahulu sebelum memberikannya pada atasan?’ Evelyne mengambil salah satu pulpen di laci meja kerjanya.


Mulai memperbaiki kesalahannya dan membuat ulang dokumen tersebut dengan perbaikan yang sudah ia masukkan ke dalam dokumen tersebut.


30 menit kemudian.


Evelyne menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat, lalu menyuruh seseorang untuk mengeprintkannya untuk nya. “Tolong cetak dokumen yang sudah kukirimkan padamu di lantai 2, setelah sudah pisahkan dengan dokumen yang asli! Aku akan mengambilnya secara pribadi nanti” Evelyne berbicara dengan seseorang di balik telponnya.


“Baik Nona, apa ada lagi yang kau butuhkan?” Seseorang yang di balik telpon itu menanyakan kembali apa yang dibutuhkan oleh Evelyne, namun Evelyne hanya menggeleng karna hanya itu yang ia butuhkan sekarang. “Itu saja sudah cukup! Kau tidak perlu melakukan hal lain”


Setelah mengucapkan kata-kata itu, Evelyne langsung menutup telponnya. Baru saja ia meletakkan hp nya diatas meja, seketika hp itu berbunyi kembali dengan menampilkan sebuah nomor yang sedang menghubunginya di jam kerja. Evelyne yang melihat kontak yang tercantum di layar Hp nya pun membuat suatu senyuman kecil di wajahnya yang cantik.


“Hallo, Selamat siang tuan. Ada keperluan apa anda menghubungi saya di jam kerja seperti ini?”


“Ckk....apa yang kau bicarakan ini, Yoona? Apa begini sikap yang seharusnya kau lakukan jika suamimu menghubungimu di jam kerja?.... Huh.... Benar-benar istri yang tidak tahu perasaan!”


“Hehehe...Iya kah? Kalau aku adalah istri yang tidak tahu perasaan, lalu kenapa aku mengangkat telponmu? Bukankah seharusnya aku tidak mengangkarnya?”


“Ohh...Berani kamu tidak mengangkat telponku dan membuatku khawatir seperti dulu, maka jangan salahkan aku jika kau akan berakhir di ruangan tanpa cahaya sedikitpun!”


“Hahahaha....Kau sedang mengancamku, Liam? Bagaimana bisa dengan ancaman itu akan membuatku takut?”


“...” William terdiam.

__ADS_1


“Hah....Baiklah, maafkan aku sudah berbicara seperti itu padamu. Kau juga seharusnya tidak mengancamku seperti itu kan?”


“Kalau aku tidak mengancammu, apa kau sendiri bisa menghargai dan menghormatiku dimanapun dan kapanpun?!”


“Eum....Ya, tentu saja. Tidak ada alasan aku untuk tidak bersikap sopan padamu. Kau suamiku, dan kau berhak mendapatkan semua perlakukan itu bukan?”


“Hn.. Ya begitulah”


“Jadi, kau menghubungiku di jam kerja begini ada apa? Apa kau membutuhkan sesuatu?”


“Tidak,. Aku hanya ingin mengatakan padamu, jika kamu memiliki sesuatu yang ingin kau katakan padaku maka katakan saja!”


Evelyne tertegun sejenak, ia mendengar perkataan yang di lontarkan oleh William membuat dirinya seperti merasa bahwa rahasia tersebarnya terbongkar oleh lelaki ini. Dan ia juga merasa bahwa William yang sekarang sedang memancingnya untuk berbicara, walau semua yang ia sembunyikan selama ini telah terungkap.


“A-Apa maksudmu? Kenapa kau bicara seperti itu? B-bukankah aku selalu mengatakan kepadamu semua yang ku butuhkan?”


“Entahlah, aku juga tidak mengerti kenapa aku bisa mengatakan hal ini padamu.”


“T-tidak mungkin! Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu tanpa alasan yang jelas? Ada apa? Apa kau banyak melamun hari ini hingga membuat dirimu sedikit aneh kepadaku?”


“Hah...aku tidak tahu, lupakan saja perkataanku tadi! Maaf sudah membuatmu kebingungan.”


“Tidak apa. Ini sudah jam makan siang, apa kau sudah makan? “


“Belum, aku masih memiliki jam meeting di siang ini. Jadi...aku rasa, aku akan melewatkannya”


“Ya, kau juga jangan lupa memakan makanan siangmu!”


“Itu pasti”


Evelyne mengakhiri panggilan tersebut, lalu beranjak dari duduknya untuk pergi meninggalkan ruangan kerjanya. Evelyne pergi menuju lantai 2, dimana ia menyuruh seseorang untuk mencetakkan dokumen yang ia berikan kepadanya. .


Sesampainya di lantai 2, Evelyne langsung menghampiri lelaki yang sedang berdiri di dekat mesin cetak. “Apa kau sudah selesai mencetakkannya?” Evelyne berdiri di samping lelaki itu yang sedang merapihkan beberapa kertas yang ada di atas meja sebelah mesin cetak. “Oh... Tentu saja, Nona. Ini dokumen yang kau minta, dan ini dokumen aslinya” lelaki itu memberikan hasil cetakan serta dokumen asli kepada Evelyne.


“Terimakasih, maaf sudah merepotkanmu” Evelyne tersenyum sekilas lalu memberikan tepukan teman di bahu lelaki itu. “Kau bisa kembali ke tempatmu sekarang!”


Lelaki itu mengangguk “Baik Nona”


...--🥀🕊—


...


Di Perusahaan Utama Maxime.


William yang sedang duduk di atas kursi kerjanya dengan raut wajah yang kusam membuat penampilannya sedikit berantakan. Lelaki itu beberapa kali memijat keningnya sendiri yang terasa begitu pusing, dan ia juga sudah meminum beberapa gelas kopi untuk menenangkan pikirannya. “Huh... Tidak ada gunanya kita memiliki hubungan yang baik, jika kau masih menyembunyikan semua ini padaku!”


William merasa gelisah, dan ia juga merasa pusing karna memikirkan pekerjaan serta penyelidikan tentang kasus Evelyne yang memiliki hubungan dekat dengan organisasi dunia gelap dalam pikirannya di satu waktu. “Tuan besar, klien sudah datang dan menunggu anda di ruang meeting. Apa anda akan pergi kesana?” Nathan sedikit khawatir tentang kondisi tubuh William yang terlihat kurang sehat karna terlalu banyak memikirkan sesuatu yang seharusnya ia tidak pikirkan.

__ADS_1


“Aku akan kesana, bilang pada mereka untuk menungguku beberapa menit lagi!” William memegang kepalanya secara mengerutkan keningnya.


Nathan mengangguk ragu saat menerima perintah itu, “T-tapi tuan, apakah anda akan baik-baik untuk menjalankan meeting dengan kondisi anda yang seperti ini? Apa lebih baik saya saat yang secara pribadi mewakilkan kehadiran anda di dalam meeting kali ini? “


“Terserah padamu! Jika kau ingin aku yang mendatangi meeting itu, maka aku akan pergi. Tapi jika kau mau mewakilkannya, maka cepat pergi temui mereka!!!” William membentak Nathan yang menurutnya sangat mengganggu pikirkannya.


Nathan tersentak kaget saat mendengar hal itu, dan ia juga langsung melompat keluar dari ruangan William dalam beberapa langkah saja. William yang melihat Nathan telah pergi menghilang dari hadapannya pun membuatnya sedikit merasa lega saat ketenangan mulai menyelimuti pikiran dan hatinya. “Ahhh.... Sepertinya tidak akan masalah jika aku beristirahat sejenak” William mulai menutup matanya secara bersamaan saat punggungnya mulai bersandar di sandaran kursinya.


Sungguh menenangkan saat bisa beristirahat walau hanya sebentar di tempat kerja. William sudah bekerja keras untuk beberapa minggu terakhir, karna ia terlalu banyak mengambil absen dan memberikannya kepada Nathan membuat pekerjaan serta meeting dengan klien menumpuk di hari yang sama. Bahkan sekarang William baru bisa merasakannya walau itu hanya sebentar, karna ia juga perlu melakukan urusan di luar kantor bersama dengan keluarga NIU.


“Hei, apa kau tertidur? Bukankah kau mengatakan padaku kalau kau akan menghadiri meeting di siang ini?”


Suara berbisik dari telinganya yang lembut membuat William sedikit terganggu dengan suara itu, namun ia masih menutup matanya karna ia membutuhkan beberapa menit lagi untuk mengembalikan tenaganya. Ia juga memindahkan posisi kepalanya yang tadi menghadap kearah kanan, kini beralih kearah kiri untuk menghindari sesuatu yang sedang ada di depannya.


Karna tidak mendapatkan respon dari William pun, suara tertawa lembut pun terdengar di telinga William namun itu juga tidak membangunkannya karna suara itu tidak sama sekali mengganggu pikirannya melainkan menenangkan hati dan pikirannya yang sedang berantakan ini. “Y-yoona...” gumam William dalam tidurnya.


Seseorang yang berada di dekat William pun langsung menghampirinya secara menunjukkan senyuman manis di wajahnya yang misterius. Seseorang itu meletakkan tangannya di dahi William, lalu beralih ke pipi William yang kasar. “Kau bilang, tidak boleh terlalu memaksakan diri. Lalu bagaimana denganmu?”


“Y-yoona....Apa itu kau?” sekali lagi William bergumam dengan suara seraknya.


Seseorang itu terdiam, senyuman yang kini terukir di wajahnya pun seketika menghilang saat mendengar nama wanita lain terucap di mulut lelaki ini. “Ahh....Liam, sepertinya dunia terlalu kejam! Kau mengharapkan seseorang yang sudah tidak bisa kau miliki, bahkan menemuinya tidak mungkin.” Ucapnya seraya menjauhkan dirinya dari tubuh William. Lalu berjalan menuju sofa tunggu.


-Yang sekarang ini bersamamu adalah aku, Evelyne Hyung bukan Yoona. Dan kau juga pasti akan membenciku, jika kau tahu bahwa selama ini aku telah membohongimu-


...--🥀🕊--...


10 menit sebelumnya.


Nathan yang sedang berjalan menuju ruangan rapat pun seketika terkejut saat melihat Evelyne dengan penjaga yang di berikan oleh William until menjaga Evelyne tengah datang ke kantor di jam kerja begini. "N-nona Yoona?" Sapanya dengan profesional.


"Tuan Nathan, maaf mengagetkanmu. Ini dokumen yang tuan minta kepadaku untuk mengantarkannya secara pribadi, dokumen ini sudah saya perbaiki dari kesalahan-kesalahannya. anda bisa mengeceknya terlebih dahulu jika anda mau" Evelyne memberikan sebuah map kepada Nathan dan Nathan juga menerimanya tanpa pikir panjang.


Nathan mengangguk "Saya rasa tidak perlu, karna jika pemeriksaan sudah ada di tangan Nona maka saya rasa itu semua akan baik-baik saja. Oh ya, apa Nona akan segera kembali setelah ini?"


"Eum...kurasa begitu, tetapi aku akan mengantar makanan ini kepada tuan terlebih dahulu. Setelah itu aku akan pergi, karna aku tidak bisa berlama-lama disini." ucapnya dengan mengangkat salah satu tangannya yang kini sedang memegang beberapa bingkisan.


Nathan mengangguk paham, namun raut wajahnya seketika berubah menjadi suram saat mendengar kata makanan. "Nona, sebaiknya anda menetap di sisi Tuan besar untuk beberapa waktu. karna akhir-akhir ini tuan seperti sedang memiliki masalah dalam pikirannya dan itu menyebabkan tuan tidak memiliki nafsu makan yang teratur"


"Benarkah? lalu dimana dia? Dia bilang akan menghadiri meeting di siang ini, apa dia sudah makan sebelum pergi?" Tanya Evelyne dengan khawatir.


Nathan menggeleng "Tuan ada di ruangannya, dan dia belum makan sejak tadi pagi. Semua makannya ditolak saat kami memberikannya secara pribadi kepadanya."


"Eum...baiklah! terimakasih atas informasinya, aku akan pergi menemuinya." Angguk Evelyne seraya membalikan tubuhnya menghadap kearah penjaga yang kini sedang berdiri di belakangnya. "Kalian bisa pergi sibukkan diri, aku rasa sudah cukup mengikutiku sampai sini!"


...--🥀🕊--...


Evelyne meletakkan selimut di atas tubuh William, dan ia juga memberikan sebuah bantalan empuk tepat di kepalanya. Evelyne juga tidak lupa menyalakan alat penghangat ruangan untuk kondisi tubuh William yang kini sedang dalam suhu dingin.

__ADS_1


"Beristirahatlah dengan baik, pekerjaan memang penting namun kesehatan itu jauh lebih penting daripada apapun."


__ADS_2