
Evelyne dan William yang datang ke mall untuk membeli Hp pun malah menyasar di toko busana, karna Evelyne menemukan dress yang menurutnya sangat bagus. Dress itu limited edision, jadi hanya ada satu di dalam negara ini. Dress ini sangat sulit ditemukan di berbagai banyak toko busana yang cukup terkenal.
Banyak yang meminati dress itu karna memiliki motif yang indah, kualitas bahan yang lembut serta bentuk yang elegan membuat orang yang memakainya terlihat seperti putri dari bangsawan kelas atas. William tahu Evelyne tengah mengincar gaun itu saat mereka melewatinya, namun karna Evelyne terlalu malu untuk mengatakannya pun membuat wanita itu hanya terdiam seraya melewati toko busana tersebut.
“Sayang, apa kau tidak ingin mampir sebentar kesini?” tanya William dengan berhenti tepat di pintu masuk toko busana itu.
Evelyne menggeleng “Tidak, kita kesini hanya untuk membeli hp. Jadi berhentilah mengajakku tempat yang bukan menjadi tujuan kita datang ke sini!”
“Tapi, Apa masalahnya untuk melihat-lihat terlebih dahulu? Nanti kau juga akan menyukainya jika menemukan sesuatu yang menarik disana.” Ucap William seraya menggandeng tangan Evelyne untuk berjalan masuk kedalam Toko busana tersebut.
Evelyne ingin memberontak, tetapi karna disana cukup ramai dan Evelyne juga tidak ingin menjadi pusat perhatian banyak orang hanya terdiam dan menurut saat William membawa masuk ke dalam sana. “Kau tidak memberontak, sayang?” William mencibir Evelyne dengan senyuman menyeringai di wajahnya yang tampan.
“Disini terlalu banyak orang! Kau akan malu jika aku melakukannya nanti.” Ucap Evelyne dengan mengerutkan bibirnya.
William terkekeh lembut “Apa itu benar? Kurasa kau melakukan ini karna kau tidak mau menjadi pusat perhatian banyak orang dan kau mengatakan bahwa kau melakukannya demi aku. Sayang, siapa yang mengajarimu berbohong padaku seperti ini?”
“Liam, bisakah kamu berhenti memanggilku dengan kata itu? Apa kau pikir itu tidak memalukan untuk menggunakannya di umurmu yang sudah tua ini?” Evelyne mengerutkan keningnya serya menatap punggung William dengan raut wajahnya yang kesal.
William menghentikan langkahnya, membuat Evelyne yang sedang berjalan di belakang lelaki itu seketika terkejut hingga membuatnya menabrak lelaki itu dari belakang. “Aduuhh..Liam, Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tiba-tiba berhenti mendadak?” Evelyne mengelus keningnya yang sakit akibat menabrak tubuh William dengan lumayan keras.
“A-aahh...Maafkan aku, sayang.” William berbalik badan untuk menghadap Evelyne yang kini tengah mengelus keningnya dengan tampilannya yang menyedihkan “Apa kau baik-baik saja? Maafkan aku, aku tidak sengaja berhenti hingga membuatmu terkejut dan menabrakku. Apa keningmu terasa sakit?”
William meniupkan kening Evelyne serta mengelusnya dengan lembut, sementara Evelyne yang melihat sikap William yang secara terang-terangan melakukan ini di tempat umum sedikit membuatnya merasa malu. Bahkan Evelyne sampai tidak menyadari bahwa wajahnya kini telah memerah karna wajah William begitu dekat dengan wajahnya.
“L-lIam, h-hentikan! Tidak perlu melakukannya lagi...Aku baik-baik saja” Evelyne mendorong sedikit tubuh William menjauh darinya untuk membuat sedikit ruang kepadanya.
William tersenyum kekeh “Ada apa, sayang? Kenapa kau wajahmu begitu memerah?”
“H-hah? A-apa yang kau bicarakan ini bodoh?!! W-wajahku tidak memerah” Evelyne menundukkan kepalanya seraya mendorong William semakin menjauh darinya. “L-liam, berhenti melakukan hal bodoh di tempat umum seperti ini!”
William tertawa lembut “Jika aku tidak boleh melakukannya sekarang, apa aku boleh melakukannya di kamar sayang?”
__ADS_1
Buukk!!
Evelyne lagi-lagi memukul kepala Willliam dengan refleknya yang tidak sengaja, saat William sedikit menjauh darinya. Evelyne langsung melarikan diri dari sana seperti seekor kelinci yang kabur dari cengkraman harimau.
William yang melihat Evelyne melarikan diri begitu saja setelah ia memberikan serangan mendadak di kepalanya membuat William sedikit mengukirkan senyuman menyeringai saat tangannya sedikit mengelus kepalanya yang terasa sakit. “Kau mungkin bisa melarikan diri sekarang, tapi tidak akan kubiarkan pergi setelah aku menangkapmu nanti. Evelyne Hyung!”
“Liam...Kau, lelaki tidak tahu malu!!” teriak Evelyne dengan menutup wajahnya karna malu.
Sementara William yang melihat tingkah lucu Evelyne pun membuat dirinya sedikit terkekeh lembut, bahkan candaan yang mereka buat di toko itu membuat semua orang yang ada disana langsung menatap William dengan terheran. Namun pandangan banyak orang seketika terlempar keras saat melihat William dengan cepat merubah wajah nakalnya menjadi wajah yang dingin.
“Apa yang kalian semua lihat, huh?!!”
Satu kalimat yang membuat semua orang kembali melakukan aktivitas mereka disana, membuat William dengan cepat pergi meninggalkan tempat itu. Karna Evelyne benar-benar telah menghilang dari pandangannya. ‘Sial, cepat sekali dia menghilangnya!’
Disisi lain..
Evelyne yang tengah sibuk melihat beberapa gaun yang tergantung rapih di sebuah rak, membuatnya sedikit tertarik untuk membelinya. Semua gaun yang ada disana begitu elegan dan indah, bukan hanya tampilannya saja yang mewah. Melainkan gaun itu juga di buat dari bahan yang berkualitas tinggi serta membuat pemakainya merasa nyaman saat menggunakannya.
“Aku mencarimu kemana-mana sedari tadi, kamu ternyata disini melihat-lihat gaun?” seseorang yang datang dari belakang Evelyne seketika menundukkan sedikit tubuhnya saat berbicara dengan Evelyne.
Sementara Evelyne yang menyadari kedatangan lelaki itu hanya terdiam dengan mengambil 2 gaun yang ada di kedua tangannya. “Liam, Menurutmu mana yang lebih bagus dari kedua ini?” Evelyne berputar badan untuk menghadap William yang kini tengah berdiri di belakangnya.
“Keduanya terlihat bagus, jika kau memakainya. Kenapa kau hanya ingin mengambil salah satunya?” Tanya William dengan senyuman tipis di wajahnya yang tampan.
Evelyne menggeleng “Tidak, aku sudah memiliki banyak gaun di kediaman. Jadi hanya kan mengambil satu dari pilihan ini, bisakah kamu memilihkannya untukku?”
“Ambil keduanya saja! Tidak perlu memikirkan berapa banyak gaun yang sudah kau miliki” William mengelus kepala Evelyne dengan lembut “Kau bisa membuangnya jika ada beberapa yang kau tidak sukai disana, dan aku akan membelikannya yang baru padamu”
Evelyne menggelengkan kepalanya lagi “Tidak perlu melakukan itu, aku hanya ingin membelinya satu gaun saja.”
“Baiklah jika begitu” Angguk William dengan memalingkan wajahnya untuk memanggil salah satu staff yang ada di sekitar mereka.
__ADS_1
Seorang staff wanita datang menghampiri William dengan kepala yang menunduk saat ia berdiri di depan William, “Ada apa tuan? Apa ada yang bisa saya bantu?”
“Ya, tolong hitung semua pakaian wanita yang ada di dalam toko ini! Aku akan pergi ke kasir untuk membayarnya..” William berkata dengan santainya membuat kedua wanita yang ada disana terkejut secara bersamaan.
Evelyne menyenggol lengan panjang William dengan tangannya yang kecil “Liam...Apa yang kau katakan? Kenapa kau malah membeli semua pakaian ini di dalam satu toko?”
“Memangnya ada apa? Apa kau merasa kurang dengan yang kuberikan padamu?” William menoleh kesamping untuk melihat Evelyne yang tampak memasang raut cemberut di wajahnya yang cantik.
Staff wanita itu mengangguk, dan ia juga meminta William untuk menunjukkan kartu pengenalnya kepadnya untuk mengurus pembayarannya nanti. William mengerti itu, dan ia langsung mengeluarkan salah satu kartu pengenalnya serta kartu berwarna emas yang membuat staff itu tertegun di tempat saat melihatnya.
“U-Unlimited gold cards” cicit staff itu dengan rasa tidak percaya.
Di dunia ini, Unlimited gold cards hanya ada 5 di seluruh dunia. Bahkan orang yang memilikinya pasti orang yang memiliki kedudukan tinggi di dalam negaranya, dan masing-masing orang memiliki satu kartu saja. Berbeda dengan William yang kini memiliki 2 kartu di dalam saku jasnya, kekayaan macam apa yang di miliki oleh William saat ini membuat Evelyne sedikit terdiam di tempatnya.
Dulu Evelyne juga pernah di perlakukan sama dengan Dion saat mereka masih bersama, namun saat Dion memberikan segalanya kepada Evelyne membuat Evelyne merasa bahwa dirinya tidak merasa senang dengan hal yang seperti itu. Evelyne selalu berpikir bahwa ia hanya menginginkan hati yang tulus...
Tapi, saat Evelyne bertemu dengan William. Ia bisa merasakan kehangatan, kepercayaan, serta kasih sayang yang di berikan oleh William benar-benar membuatnya merasa sangat puas untuk pertama kalinya dalam hidupnya. “L-liam, itu milikmu. Kenapa kau malah menggunakannya seboros itu?”
“Aku? Ini tidak boros, sayang. Aku hanya membeli sebagian besarnya saja, dan aku juga tidak merasa keberatan dengan semua itu. Jadi...kau tidak perlu memikirkannya, oke?” William menarik Evelyne masuk ke dalam dekapannya, sementara pandangan William kembali menjadi dingin saat melihat staff yang masih berdiri di depannya. “Segera lakukan dan kirim alamat yang tercantum di kartu milikku. Aku dan istriku akan pergi lebih dulu..”
Staff wanita itu mengangguk, lalu menundukkan sedikit tubuhnya saat melihat nama William maxime yang tertulis di kartu pengenal itu. “Baik tuan besar, terimakasih atas kunjungan anda disini. Saya akan melakukan pengiriman yang terbaik untuk anda.”
“.....” William terdiam seraya mengajak Evelyne untuk pergi meninggalkan toko tersebut.
Selama di perjalanan, William terus memegang tangan Evelyne dengan erat. Ia juga sedikit memperlambat langkah kakinya agar Evelyne tidak merasa kesulitan saat mereka sedang berjalan bersama. “Kau ingin pergi kemana lagi, sayang?” tanya William dengan suara lembutnya.
“Aku lelah, ingin pulang. Bisakah kita lanjutkan jalan-jalannya nanti malam saja? Kakiku sudah benar-benar tidak kuat untuk berjalan” Ucap Evelyne dengan menghentikan langkah kakinya, dan hal itu juga membuat William dengan sontak menghentikan langkah kakinya serta berbalik badan untuk melihat Evelyne tengah terdiam di jarak yang sedikit jauh darinya. “Jika kau kelelahan, kenapa tidak memberitahuku sejak tadi?”
William berjalan menghampiri Evelyne, lalu dengan satu tarikan lembut dari tangan William. Tubuh kecil Evelyne seketika terangkat hingga terjatuh kedalam gendongan William yang terasa begitu hangat dan nyaman. “L-liam, kau mengejutkanku lagi bodoh!!” Evelyne memukul pelan dada William.
“Hahaha...Maafkan aku, sayang. Aku berjanji akan lebih berhati-hati lagi..”
__ADS_1