Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 127 : Hanya kebohongan terbesar


__ADS_3

Semua memang berjalan dengan sesuai rencana William, dimana ia berhasil menyingkirkan atau menjauhkan Evelyne dari hubungannya antara keluarga NIU dan keluarga WU. Karena William sudah memiliki feeling yang tidak enak bahwa di masa depan nanti Clara ataupun keluarganya akan datang untuk membuat masalah lagi.


Hingga William terus mengetatkan penjagaan pergerakan keluarga NIU serta keluarga WU saat di tengah masyarakat, namun sayangnya William melupakan sesuatu yang sangat penting dan itu akan membahayakan keselamatan Evelyne di masa depan.


Seperti yang kita tahu bahwa urusan Evelyne di masa lalu tidaklah selesai hingga sekarang, tetapi malah semakin menumbuhkan rasa kebencian yang besar muncul di hati Mika Qirani ( sahabat masa lalu ) yang dimana ia berhasil merebut Dion dari Evelyne dan ia juga berhasil menghasut Dion untuk membenci bahkan membunuh kekasihnya sendiri dengan tangannya.


Sungguh kepuasan yang tiada tara untuk Mika yang kini berhasil menikah dengan Dion, namun siapa yang akan menyangka bahwa 2 bulan setelah mereka menikah Dion kembali merindukan Evelyne yang telah lama mati. Mika merasa kesal dan jengkel pada Evelyne dari setiap waktu ke waktu, karena sudah mati dan hidup saja ia bisa membuat orang yang tadinya membencinya kembali mencintainya dalam waktu yang singkat.


Di tambah lagi saat Mika melihat sebuah acara di televisi yang dimana menampilkan sebuah pernikahan yang besar dan mewah membuatnya sedikit kagum dengan pengantin wanita dalam acara itu karena bisa di buat bahagia oleh pasangannya sendiri, dan ia juga merenungkan nasibnya yang menyedihkan bersama dengan Dion.


Mika juga di buat terkejut setengah mati dalam hidupnya saat melihat sosok pengantin wanita dalam acara itu adalah.....Evelyne Hyung?


...--🥀🕊—


...


William menunggu Evelyne yang kini tengah mengambil minuman untuknya begitu lama pun membuat William sedikit khawatir akan keadaannya, karena bagaimana pun seharusnya ia tidak membiarkan Evelyne melakukannya sendirian di kantor dan apalagi ini sudah begitu larut malam.


Tak lama menunggu lagi, William pun langsung berlari keluar dari ruangan Evelyne untuk mencarinya di tempat pembuatan minuman. Namun saat William hendak keluar dari ruangan, ia seketika di buat kaget oleh berdirinya Evelyne yang tengah terdiam di depan pintu dengan raut wajahnya yang aneh. “Sayang, kamu kenapa?”

__ADS_1


William yang khawatir pun langsung menyentuh bahu Evelyne dengan perlahan namun reaksi yang di berikan oleh Evelyne begitu terkejut saat ia melakukannya, “L-liam, k-kamu kok disini?” Evelyne menolehkan kepalanya saat mendapati sosok William yang tengah berdiri di sampingnya dengan raut wajah yang khawatir “Maaf, membuatmu menunggu lama. Mesin pembuat minuman sedang dalam perbaikan jadi aku ingin mengajakmu beli di luar, tapi malah mendapatkan telpon. Maafkan aku”


“Tidak apa, aku hanya khawatir karena kamu terlalu lama berada di luar. Aku takut terjadi sesuatu padamu” ucap William dengan membelai rambut Evelyne yang halus.


Melihat William masih mengkhawatirkannya walau ia baik-baik saja membuat Evelyne sedikit mengukirkan senyuman kecewanya untuk dirinya sendiri karena belum bisa mempercayai lelaki ini sepenuhnya, apalagi dengan rahasia terbesarnya bahwa dia bukan Yoona yang di cintai oleh William melainkan hanya orang asing yang singgah di tubuh Yoona.


“Sayang, kenapa? Apa ada masalah? Kok diam saja?” William bertanya saat mendapati Evelyne yang termenung.


Evelyne tersadar dan langsung menggelengkan kepalanya seraya tersenyum tipis “Tidak ada, hanya memikirkan tempat yang akan kita kunjungi nanti.”


“Tidak perlu memikirkannya, lagipula aku ingin membawamu ke sesuatu tempat yang indah” ucap William dengan penuh kasih sayang.


Sepanjang jalan raya memang sepi karena hanya ada beberapa mobil saja yang melintas di sana termaksud mobil gupatti black milik William yang kini melaju cepat di keheningan malam. Berbeda suasana di dalam mobil milik William yang begitu tenang akan irama lagu yang di nyalakan oleh William untuk membuat Evelyne bisa beristirahat sejenak dalam perjalanan mereka.


Dan benar saja...saat William menghentikan mobilnya di depan sebuah gedung yang cukup besar dan mewah, Evelyne masih belum kunjung membuka mata nya sampai William merasa kasihan dengan keadaannya saat ini. “Kamu sudah bekerja keras dalam beberapa bulan ini, jadi sekarang sudah saatnya kamu beristirahat.” Ucap William dengan hangat mencium kening Evelyne.


Ting!


Pesan berbunyi dari ponsel William yang menunjukkan beberapa pesan serta telpon yang tidak terjawab saat ia masih berada di perjalanan, namun saat ia melihatnya itu adalah pesan serta panggilan dari surya serta Lion yang baru saja pulang dari luar negeri. Hal itu menjadi alasan pertama pertemuan ini di lakukan, karena mereka sudah cukup lama tidak bertemu akibat hambatan pekerjaan mereka masing-masing.

__ADS_1


Tetapi saat melihat Evelyne yang kini tertidur lelap pun membuat William tidak sanggup untuk membawanya dan berniat untuk membawanya kembali pulang, namun saat berpikir seribu kali William pun keluar dari mobil dan berjalan ke pintu penumpang depan untuk menggendong Evelyne yang kini tengah tertidur ( ala koala ).


Setelah itu, William langsung berjalan masuk ke dalam gedung itu sambil membawa Evelyne yang berada di dekapannya membuat semua para staff wanita yang ada di gedung itu merasa iri akan tindakan yang di lakukan oleh William kepada Evelyne di tengah publik.


Ruang 1001


Sesampainya William di ruangan yang sudah di janjikan, ia pun langsung masuk ke dalam ruangan itu yang sudah ada surya serta lelaki yang tampak begitu asing atau artis bernama Lion membuat William cukup mengaguminya karena lelaki itu selalu ada perubahan di setiap waktunya. “Yo, kakak pertama. Kamu cukup terlambat malam ini...dan, siapa yang kau bawa?”


Kedua lelaki itu menyapa William dengan hangat serta merasa heran saat melihat sosok wanita yang tengah tertidur di dalam gendongannya “Hanya ada kendala sedikit, apa kalian sudah datang sejak tadi?” William duduk di kursi yang kosong tanpa berniat memindahkan Evelyne yang berada di gendongannya, melainkan ia memilih untuk memangkunya.


“Waw, suatu kejutan yang besar bukan? Melihat kakak pertama menggendong dan bahkan memangku seorang wanita seperti ini, apa seleramu telah berubah?” cibir Lion dengan senyuman jahatnya.


William terdiam, sementara Surya menyenggol lengan Lion dan berkata “Selera kakak pertama tidak berubah, melainkan kakak ipar yang berubah”


“Apa? Apa maksudmu?” Lion terheran.


Surya menghela nafasnya “Kakak pertama, apa tidak masalah?” izinnya sebelum menjelaskan dan William langsung menganggukinya. “Sudah beberapa bulan terakhir kakak ipar mengalami perubahan drastis dari sifat ataupun karakteristik yang pernah kita lihat saat awal pernikahan kakak pertama waktu itu. Hati yang busuk dan munafik kini menjadi 2 kepribadian ganda yang terkadang aku sendiri tidak mengerti itu.”


“Tidak mungkin, orang yang jahat akan selamanya jahat. Jika dia menunjukkan sikap baiknya, maka itu hanyalah kebohongan terbesarnya” bantah Lion dengan tidak percaya.

__ADS_1


Mendengar perkataan Lion, William pun sempat termenung sejenak saat mengingat bagaimana layar belakang Evelyne yang cukup mengerikan hingga membuatnya menjadi seperti ini. Tetapi karena kepercayaan William terhadap wanita ini ‘Seburuk apapun dirimu di masa lalu, jika kamu sudah berada di tanganku maka aku akan membantumu untuk memperbaiki segalanya. Karena aku tidak akan biarkan kamu merasa kesepian lagi'


__ADS_2