
William yang pulang terlalu malam pun langsung disambut oleh Dessy serta kepala asisten tepat di depan kediaman, seperti yang di duga oleh William bahwa mereka akan bersiap menutup semua gerbang saat malam sudah memasuki pagi. “Tuan, saya kira anda tidak pulang lagi untuk malam ini” kata Dessy seraya menundukkan kepalanya.
William menggeleng, “Tidak, aku hanya terlambat karna beberapa hal saja” jawab William yang melihat Dessy tengah melihat sekeliling seperti sedang mencari seseorang. “Apa yang sedang kau cari bi?” William bertanya sembari memutar tubuhnya kebelakang, melihat apa yang sedang dicari oleh Dessy dibelakangnya. Namun saat ia melihat kebelakang, tidak ada siapapun disana.
Hanya taman yang sepi dan gelap karna malam. “Tuan, apakah nyonya besar selama seharian ini bersamamu?” tanya Dessy dengan menatap kembali William yang berada didepannya.
William mengerutkan keningnya, “Tidak, memangnya apa yang dia telah lakukan?”
“Nyonya besar belum pulang sejak tadi siang, tuan. Bahkan sampai sekarang dia belum juga kembali. Saya khawatir akan terjadi sesuatu padanya, seperti sebelumnya.” Jelas kepala asisten yang menggantikan Dessy menjelaskan. Mendengar hal itu, William merasa kesal dan jengkel akan sikap keluyuran dari evelyne. Karna jika ia sudah keluar maka akan lupa untuk kembali keluar.
“Apa kau sudah mencarinya di kamar atau tempat biasa ia bertemu dengan teman-temannya?” tanya William yang menahan amarah dari dalam hatinya.
Dessy mengangguk, “Saya sudah mencarinya ke mana-mana, tuan. Bahkan saya sendiri juga langsung mendatangi tempat itu, namun tidak menemukan siapapun disana. Saya sudah berkali-kali menghubungi nyonya, tapi tidak ada jawaban sedikitpun. Sampai akhirnya nomernya tidak aktif”
William terdiam saat mendengar penjelasan dari Dessy. Dan saat itu juga, ada seorang wanita masuk kedalam halaman kediaman dengan jalannya yang terlihat sempoyongan. Awalnya disangka sebagai ODGJ, tetapi saat Dessy semakin Memperjelas penglihatannya. Seketika dirinya tertegun saat beberapa penjaga mulai datang dan bersiap untuk membawa pergi orang itu.
“Tunggu!!!”
__ADS_1
Dessy berteriak menghentikan langkah dari penjaga serta membuat perhatian tajam william beralih kepada dirinya. “Apa yang kau lakukan?” tanya william dengan nada yang mengintimidasi dirinya. “Maafkan saya tuan besar, tapi dia sepertinya bukan ODGJ.” Dessy menundukkan kepala karna merasa bersalah akan sikapnya tadi
William yang merasa aneh dengan tindakan Dessy pun kembali memalingkan wajahnya dan menatap lebih jelas ke arah wanita yang tengah berjalan menghampirinya. Dan disaat itu juga, William tertegun saat melihat diri wanita itu telah diterangi oleh cahaya penerang. “Y-Yoona?”
William terpaku di tempat saat wanita yang ia sebut sebagai Yoona tengah berdiri di depannya dengan tubuh yang kotor serta beberapa luka di bagian tangannya. Disisi lain, Dessy lebih terkejut saat melihat keadaan Evelyne saat ini. “Nyonya, apa yang terjadi padamu? Kenapa kau bisa seperti ini?” tanya Dessy seraya menghampiri Evelyne dengan raut wajah yang cemas.
Evelyne yang melihat kekhawatiran itu pun hanya tersenyum lalu menggeleng, “Aku baik-baik saja Dessy, tolong jangan mendekat! Tubuhku begitu kotor dan bau, jadi aku izin ke kamar terlebih dahulu untuk membersihkan kotoran ini”
William saat melihat kepulangan Evelyne dengan kondisi yang tidak seperti biasanya. Bahkan wanita ini tampak tidak merasakan jijik pada tubuhnya yang kotor saat ini. “Tuan, maaf atas keterlambatanku malam ini. Jika kau ingin memberiku sebuah hukuman, maka aku siap untuk menerimanya nanti” kata evelyne saat hendak berjalan melewati William.
“Bawakan sebaskom air bersih dan handuk kering untuk membersihkan lukanya!” perintah William pada Dessy dan kepala asisten untuk segera melakukannya dengan cepat. “Jangan lupa berikan dia obat yang sudah dikasih oleh dokter surya!”
“Baik tuan!”
“Baik Tuan besar!”
Dessy dan kepala asisten itu pun langsung berlari masuk ke dalam kediaman, meninggalkan William yang masih berdiri di depan pintu seraya menatap hpnya yang tengah berdering untuk beberapa kali.
__ADS_1
...__🥀🕊__
...
Krek!!
Evelyne yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju handuk berwarna putih putih, melihat Dessy tengah meletakan sebuah baskom yang ukurannya lumayan besar di atas lemari kecil tepatnya disamping ranjang. “Dessy, apa yang kau lakukan? Kenapa kau membawa benda itu kemari?” tanya Evelyne seraya berjalan menghampiri Dessy.
“Oh ini, ini air bersih serta handuk kering untuk nyonya bersihkan lukanya. Disana juga ada beberapa obat yang cocok untuk luka pada bagian Lengan nyonya.” Jelas Dessy yang membuat evelyne mengangguk paham. “Eum... Baiklah, terimakasih Dessy. Maaf telah merepotkanmu malam-malam”
Setelah mendengar perkataan evelyne, Dessy hanya meresponnya dengan sebuah anggukan lalu berbalik badan untuk berjalan keluar dari kamar tersebut. Sementara evelyne terus terdiam saat menatap punggung kecil Dessy dari belakang hingga pintu kamar tersebut tertutup, barulah ia memalingkan pandangannya ke arah baskom tadi.
“Padahal ini hanya luka kecil, kenapa harus diobati? Bukankah seharusnya mereka dapat sembuh sendiri?”
Evelyne yang masih memakai baju handuk basah itu pun langsung duduk di atas kasur hingga membuat air yang menetes dari rambut panjangnya mengenai kasur tersebut. Tanpa mempedulikan basahnya kasur yang ia duduki, evelyne mengambil handuk kering itu disamping baskom tersebut. “Apa yang harus aku gunakan dengan benda ini?” tanya evelyne saat pintu kamar itu terbuka dari luar.
“Apa yang kau lakukan disana?!”
__ADS_1