
“Tidak mungkin, bagaimana bisa dia disini? Dia saja sudah mati dalam beberapa bulan yang lalu. Berhenti bercanda dan cari wanita itu sampai dapat!!”
“T-tapi ketua, Bagaimana jika dia benar-benar hidup kembali? Apa kau tidak pernah berpikir seperti itu?”
“Hidup kembali seperti apa? Apa kau sudah selalu banyak nonton film hingga menganggap hal seperti itu akan ada di dunia nyata?”
Seseorang berdehem, “Seperti ini, Apa kau tidak percaya itu Leon?”
Ke3 orang itu pun langsung menolehkan kepalanya saat melihat seorang wanita dengan auranya yang begitu gelap serta manik mata merah yang terang seperti bulan purnama membuat ke3 orang itu dengan sontak membelalakkan matanya karna terkejut.
“Waw...ekspresi yang sangat kuinginkan!” ucapnya dengan menyeringai di wajahnya yang gelap.
Salah seorang dari mereka menunjuk, “T-tidak mungkin! K-kau...k-kau!!”
“EVELYNE HYUNG!!!”
Ke3 orang itu dengan reaksi yang cepat langsung mengeluarkan beberapa pistol dari bikin jaketnya, dan ada juga yang membawa Pisau sebagai senjata jarak dekat. Evelyne bukanlah orang yang suka menyerang dari arah kejauhan, melainkan ia adalah penyerangan dari jarak yang dekat serta mengagetkan.
“Berteriaklah untuk menyenangkan hatiku para bajingan!!”
Evelyne dengan tindakannya yang cepat pun langsung membuat suatu aksi dimana ia melakukan suatu pelumpuhan pada lawan dalam jangka waktu yang cepat. Ia juga bisa mendeteksi keberadaan seseorang yang sedang menghampiri tempat nya, jadi ia bisa dengan mudah bersembunyi tanpa harus diketahui oleh CCTV ataupun pemeriksaan para penjaga.
Teriakan demi teriak serta suara tembakan dan denyitan pisau yang terus tersentak pada tiang yang ada di ruangan itu membuat suatu kebisingan yang tentu saja memancing para penjaga datang untuk memeriksanya.
Evelyne melirikkan matanya yang tajam, ia mendengar beberapa langkah seseorang datang mengarah ke tempat ini dengan berlari. Jadi ia memiliki waktu kesempatan untuk pergi dari ruangan ini setelah melumpuhkan ke3 orang yang sedang berurusan dengannya selama 5 menit.
3 menit untuk melumpuhkan, 2 menit untuk pergi dari sana.
Braakk!!
Pintu terbuka dengan keras saat beberapa penjaga datang dengan membawa senjata di masing-masing tangannya, bahkan Evelyne dapat mengirakan jika ia telat dalam 1 detik saja maka semuanya akan selesai.
“Ckk...banyak sekali penjaga! Bagaimana caranya aku bisa menyembunyikan Lena sebelum semuanya terlambat seperti dulu?”
Mengenang masa lalu, Evelyne pernah gagal menyelamatkan nyawa kakaknya yang pernah di perlakuan seperti ini di markas utama organisasi gelap milik ayahnya. Semuanya selesai karna ia terlambat 1 detik dan tidak memiliki pengiraan yang kuat, hingga membuat tubuhnya terluka serta kakak yang tidak terselamatkan telah mati tepat di depannya.
Itulah adalah salah satu pemandangan yang sangat ia tidak inginkan, bahkan ia juga tidak akan pernah membiarkan kebodohan yang pernah terjadi pada-Nya terulang kembali di hari ini. Tidak akan pernah!!
Evelyne yang sudah meninggalkan tempat itu dan pergi ke tempat dimana ia menyembunyikan Lena dengan aman, ia langsung dikejutkan oleh beberapa penjaga yang sedang memeriksa tempat itu. Bahkan ia juga sempat berniat untuk membunuh, tapi di sana ada Lena. Bagaimana jika ia sudah sadar dan melihatnya membunuh beberapa orang disana? Mungkin ia juga akan memberikan kesan yang buruk pada dirinya, sama seperti kakaknya dulu.
Adriella Hyung : Lebih baik terluka daripada harus melukai orang lain.
“Lalu untuk apa kuhidup, jika hanya untuk disakiti kak? Aku berhak mendapatkan hakku untuk bahagia di dunia ini. Jadi maafkan aku...jika aku hidup seperti layaknya orang jahat!” Ucap Evelyne dengan mata yang tertutup untuk menenangkan dirinya.
Ia juga dengan menarik nafasnya yang dalam lalu menghembusnya dengan perlahan membiay pikiran serta mata Evelyne kembali bekerja dengan baik.
Pertama ia akan mengalihkan perhatian para penjaga itu ke kearah lain, sementara dirinya mengambil waktu 3 detik untuk membawa Lena dari tempat persembunyiannya. Kemudian ia akan membawanya keluar dari tempat ini terlebih dahulu, sebelum ia menyelamatkan orang-orang yang ada di dalam kotak tersebut. Dan yang terakhir...ia akan membereskan tempat ini seperti dulu lagi.
Evelyne mengambil beberapa langkah untuk pergi ke suatu tempat, lalu membuat suatu keributan disana hingga memancing para penjaga untuk pergi ke sana secara bersamaan. Kesempatan itulah yang ia gunakan untuk membawa Lena keluar dari tempat ini, tapi...baru saja ia membuka pintu dimana ia menyembunyikan Lena.
__ADS_1
Doorr!!
Satu tembakan meleset di samping kepalanya, membuat Evelyne melirikkan matanya dengan tajam saat para penjaga disana tahu bahwa itu hanyalah pengalihan saja. “Diam disana!!” teriak salah satu penjaga dengan menodongkan pistol pada Evelyne seraya melangkahkan kakinya untuk menghampiri wanita itu.
-****! Sepertinya harus membereskan ini terlebih dulu, karna sangat mengganggu sekali!!-
Evelyne terdiam, membalikkan tubuhnya menghadap para penjaga. Mengangkat kedua tangannya setinggi telinganya seakan-akan ia menyerahkan dirinya. “Siapa kamu?! Kenapa kau bisa ada disini?” tanya penjaga itu dengan suara yang keras.
“Aku hanya wanita yang tersesat disana saja. Siapa kalian? Kenapa kalian datang-datang langsung menodongkan sebuah pistol padaku, apa aku melakukan kesalahan?” Evelyne melirikkan matanya saat salah satu penjaga tengah berasal di belakangnya seraya menempelkan pistol tersebut pada bagian pinggangnya.
Penjaga itu menarik rambut Evelyne dari belakang, lalu menempelkan kepalanya di atas salah satu bahu Evelyne seraya berkata “Kau pikir, kami akan percaya denganmu setelah kau membuat keributan di ruang xxx “
“Ruang xxx? Memangnya apa yang terjadi disana? Aku tidak mengetahuinya, bahkan aku sudah lama berada disini untuk bersembunyi. Apa kalian berpikir aku bisa keluar masuk dengan mudah disaat kalian berada disini selama beberapa menit yang lalu?” elak Evelyne dengan memikirkan sesuatu yang bagus.
Creek!
Penjaga yang ada dibelakangnya menarik pelatuk pistolnya “Ya, mau kamu tahu atau tidak tentang hal itu maka nasibmu untuk mati di tempat ini tidak akan pernah berubah!”
Baru saja penjaga itu hendak menembakkan, Tiba-tiba lampu yang ada di ruangan itu seketika padam. Membuat ruangan yang tak bercelah itu menjadi sangat gelap. Semua penjaga itu terheran, namun yang lebih mengagetkannya lagi adalah kepergian Evelyne saat ruangan itu menjadi gelap.
Akkhhh!!!
Salah seorang dari mereka berteriak begitu keras, membuat teman-temannya dengan sontak mencari asal suara itu yang terdengar mengerikan. “Kambit 1? Ada apa?!! Apa yang terjadi?!!” tanya ketua dari penjaga itu yang terus memutar tubuhnya untuk melihat apa yang terjadi di balik kegelapan ini.
“Ketua!! Sepertinya ada yang tidak beres dari tempat ini!!” ucap salah seorang penjaga yang berteriak di sela-sela jeritan para penjaga lainnya. “Kita harus pergi! Jika tidak, tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya!!’
Seseorang menghembuskan nafasnya di leher jenjang penjaga yang baru saja menyelesaikan perkataannya. “Huh...seperti kamu penasaran dengan apa yang terjadi, apa kau ingin aku memperlihatkannya padamu tuan?”
“Ohh...aku bukan siapa-siapa! Hanya manusia biasa yang akan membuat kejutan padamu selama 3 detik kemudian. Jadi tolong persiapkan dirimu, karna ini sangat mengejutkan!” ucapnya dengan peringatan.
Mendengar hal itu, penjaga tersebut pun langsung menegangkan seluruh tubuhnya saat seseorang di belakangnya mulai menghitung waktunya secara perlahan. Membuat reaksi dari penjaga itu merasakan bahwa Jantungnya kini Berdegup dengan kencang.
“Satuu...Duaa...Tolong persiapkan dirimu tuan! Aku tidak ingin kau pingsan karna melihatnya..Tiigaa...”
Lampu dalam ruangan itu menyala dengan terang, memperlihatkan apa yang terjadi di depannya ini. Benar-benar mengejutkan saat melihat semuanya dengan mata yang ketakutan. Dinding yang kini dipenuhi oleh cipratan darah yang segar, lantai yang kini sudah dipenuhi oleh Mayat teman-temannya serta yang lebih mengejutkannya lagi adalah ketua dari para penjaga itu telah mati di depannya.
Mati yang mengenaskan dengan leher yang sedikit terbelah hingga menampakkan beberapa daging bagian dalam yang sangat merah kini di penuhi oleh darah yang sedang mengalir keluar dengan deras. Ekspresi dari ketua juga sangat mengerikan karna kedua bolanya menghadap ke atas serta mulut yang terbuka lebar akan akibat sebuah pisau yang menancap dari bawah dagunya masuk kedalam mulut.
“T-tidak! T-tidak mungkin! A-apa yang terjadi?!” penjaga itu ketakutan, hatinya yang berusaha dibuat tenang malah semakin kacau akibat melihat pemandangan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Seseorang itu tertawa dengan ngeri “Sayang sekali! Padahal kau sudah menyuruhnya untuk pergi sebelum mati. Tapi...kau lihatlah sekarang bagaimana ketua mu mati dengan sangat mengerikan! Apa kamu akan tetap pergi meninggalkannya disini?”
“T-tidak!!” bagaimana bisa ia meninggalkan ketua yang sudah banyak membantunya selama hidup, bahkan ketua juga selalu baik kepadanya tanpa ada rasa pilih kasih di hatinya. “B-bagaimana i-ini b-bisa terjadi?!!”
Seseorang itu menyeringai “Ya, semua ini tidak akan pernah terjadi jika kau yang mati! Benarkah?”
“Y-ya, K-ketua tidak akan mati jika dia tidak melindungiku!” ucapnya dengan tubuh yang gemetar serta pikiran yang sudah tidak bisa berjalan dengan baik.
Seseorang itu terkekeh kecil “Tapi sekarang dia sudah mati karna melindungimu! Apa kau tidak merasa bersalah dengan itu? Apa kau tidak merasa, bahwa selama ini kau adalah beban yang paling besar untuk di tanggung olehnya?”
__ADS_1
“Y-ya, A-aku adalah bebannya. T-tapi, bagaimana caranya aku bisa menggantikan dia dari kematian?” Penjaga itu menjerit “Tidak! Tidak! Tidak ada yang bisa kulakukan lagi, jika ketua benar-benar sudah mati!”
Seseorang itu kembali menghembuskan nafasnya untuk membuat penjaga itu kembali terdiam “Tidak perlu khawatir tentang hal itu! Aku bisa membantumu untuk menggantikan kematian ketua kepadamu, apa kau ingin mencobanya?”
“Tidak! Tidak mungkin! Bagaimana bisa kematian seseorang berpindah dari tubuh ketubuh?!!” bantah penjaga itu dengan suara yang keras.
Seseorang menghela nafasnya, lalu dengan perlahan ia memberikan sebuah pistol yang sudah ditarik pelatuknya kepada penjaga tersebut. “Tentu saja itu semua mungkin! Apa kau tidak pernah belajar rahasia dari tubuh manusia?”
“R-rahasia dari tubuh manusia? Apa maksudmu?” tanya penjaga itu dengan terheran.
Seseorang itu tertawa kembali “Rahasia dimana kematian bisa dipindahkan hanya dengan menyebutkan namanya dan kamu juga harus mati dengan rela karnanya! Bagaimana? Apakah kau ingin melakukannya demi balas budi?”
Mendengar semua perkataan seseorang itu bahwa kematian bisa di pindahkan pun membuat dirinya langsung menganggukinya tanpa berpikir lebih lama lagi. Bahkan ia juga langsung mengambil pistol itu dari tangan seseorang untuk melakukan Rahasia yang sudah di jelaskan oleh seseorang tadi. “Aku rela mati demi ketua! Tidak akan jadi masalah jika aku mati, tapi tolong hiduplah untuk merubah dunia menjadi lebih baik lagi!”
“Haha... Dunia pasti akan sangat berterimakasih padamu karna sudah mau melakukan ini untuk pertama kalinya. Karna sudah lama, manusia hanya menangisi seseorang yang mati tanpa berpikir ia harus mati untuk menggantikan posisi seseorang itu” katanya dengan menyeringai jahat.
Penjaga itu menggeleng “Tidak! Aku bukan seseorang yang hanya menangisi orang yang telah mati! Tapi aku akan melakukan semuanya demi orang itu. Walau aku harus mati untuk Menggantikannya!”
“Hehe...kau yang terbaik, tuan! Aku tidak akan pernah lupa untuk memberitahu ketua, bahwa kau lah yang membuat dirinya hidup kembali!!” katanya.
Penjaga itu mengangguk “Terimakasih! Akhirnya aku bisa membalas budiku selama bertahun-tahun lamanya!”. Setelah mengucapkan perkataan itu penjaga tersebut langsung menempelkan pistolnya di kepala, lalu memejamkan matanya untuk menyebut nama ketuanya dalam lubuk hatinya yang terdalam dan pada akhirnya....
Dooorrr!!!
...--🥀🕊—
...
Di kantor perusahaan utama Maxime.
William dan Nathan yang baru saja sampai di kantor setelah melakukan perjalanan yang tidak mengira bahwa mereka akan melewati jam yang sudah di janjikan pun membuat william harus meminta maaf pada Evelyne karna sudah membuat ia menunggunya tanpa kabar yang pasti. ‘Huh...Dia pasti akan marah denganku!’ Batin William dengan menghela nafasnya yang berat.
“Tuan, kita sudah kembali! Apa anda ingin kembali ke kediaman atau ingin beristirahat sejenak di ruanganmu?” tanya Nathan yang bersiap untuk melayani William kembali.
William melirikkan matanya yang dingin “Aku akan pergi beristirahat disini terlebih dahulu, kau bisa pergi panggilkan Yoona di ruang xx lantai xx”
“Baik tuan, apakah saya perlu membawakan beberapa makanan dan minuman untuk anda dan nona juga?” angguk Nathan seraya mengeluarkan HP nya dari dalam saku celananya.
William mengangguk, lalu dengan tangan yang sekali melambai membuat Nathan langsung berjalan pergi meninggalkan William yang masih terdiam di tempat. “Aku sudah menunggu waktu ini sejak lama, maaf sudah membuatmu menunggu sayang!” William memandang kotak kecil berwarna merah yang berada di dalam saku jas hitamnya.
Tidak sabar melihat Evelyne datang dan berbicara padanya pun membuat William langsung melangkahkan kakinya untuk pergi ke dalam ruangan kerjanya.
Selama 30 menit berlalu, pintu ruangan William pun terbuka dengan lebar. Menampilkan Nathan yang sedang berjalan masuk kedalam ruangan dengan raut wajah yang serius, bahkan rasa lelah yang di rasakan oleh William harus di paksakan untuk menghilang saat ia melihat pemandangan tersebut.
“Nathan, ada apa? Apa terjadi sesuatu yang tidak beres?” tanya William dengan dingin.
Nathan mengangguk “Ya tuan. Sebelum saya datang kesini, saya secara pribadi menjemput Nona Yoona di ruangan ia bekerja. Tapi saya lihat, dia tidak ada di sana. Bahkan saya sudah bertanya pada orang-orang disana, namun jawaban dan ekspresi mereka hanya terdiam seakan-akan menyembunyikan sesuatu”
“Apa kau sudah melihat Riwayat absen di depan perusahaan?” tanya William dengan perasaan yang tidak enak.
__ADS_1
Nathan mengangguk “Sudah tuan, dan Nona Yoona sudah absen dari 4 hari yang lalu”