Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 104 : Perdebatan di awal pertemuan mereka.


__ADS_3

Di kediaman NIU.


Suasana yang begitu terasa canggung serta menyesakkan hati saat pertemuan antara William dan Evelyne dengan Keluarga NIU di pagi hari. Mereka tampak berdiri di aula utama kediaman dengan ekspresi yang dingin saling memandang satu sama yang lain. Tuan besar keluarga NIU yang kini sebagai ayah kandung William pun merasa bahwa William sudah tidak pernah menganggap mereka sebagai keluarga.


Karna William sudah tidak pernah pulang ataupun meluangkan waktunya untuk bertemu dengan keluarganya, bahkan memandang mereka saja William tampak seperti tengah memandang orang asing di depannya. “Apa begini sikapmu saat bertemu denganku?” Tuan NIU mengerutkan keningnya saat melihat William masih berdiri diam di depannya tanpa melakukan apapun.


“Tidak ada waktu untuk berbasa-basi. Apa yang ingin kau bicarakan sampai kau menyuruh beberapa penjaga untuk memanggikku di kediaman?” Tanya William dengan nada dinginnya.


Tuan NIU yang mendengar itu merasa sedikit kesal, karna William yang secara terang-terangan seperti tengah melawannya di depan semua keluarga NIU. Bahkan disana juga ada beberapa penjaga dan pelayan untuk menjaga atau mencegah keributan saat melakukan pembicaraan nanti. “Kau seperti terburu-buru sekali ya? Apa kau tidak ingin aku menjelaskan masalahnya terlebih dahulu padamu?”


“Tidak perlu! Aku tidak membutuhkannya” ucap William dengan menolak.


Tuan NIU tertawa “Baiklah jika kau tidak membutuhkan penjelasan, maka aku akan langsung berbicara ke intinya” Tuan NIU menatap Evelyne dengan tatapan tajam namun masih mengukirkan senyuman di wajahnya yang ganas. “Aku akan menceraikanmu dengannya untuk kunikahkan dia dengan Edgar, sementara kau akan kunikahkan dengan putri tertua keluarga WU yang selama ini kau harapkan”


Degh!...


Suasana di dalam aula seketika hening saat perkataan itu terlontar dari mulut tuan NIU dengan mudahnya, bahkan hal itu tentu saja membuat William mengerutkan keningnya serta menatap lelaki itu dengan tatapannya yang tajam. “Siapa kau, berani membuat keputusan itu?! Aku tidak akan menyetujuinya!!”


“Memangnya siapa yang ingin meminta persetujuan denganmu?” Tuan WU membalas tatapan William dengan tajam “Ini keputusanku! Dan kau tidak bisa menolaknya William!!”


William terdiam, dan hal itu tentu saja membuat Tuan NIU mengambil peluang untuk membuka suaranya kembali. “Kau itu seharusnya berterimakasih kepadaku, William! Karna aku akan menjauhkanmu dari wanita pengkhianat ini. Apa kau tidak tahu apa yang dia lakukan di belakangmu saat ia bersama dengan Edgar, saudaramu sendiri?” Tuan NIU tersenyum licik saat ia mulai membicarakan kesalahpahaman yang di lakukan oleh Evelyne kepada Edgar.

__ADS_1


“Memangnya apa yang dia lakukan?” tanya william.


Tuan NIU sekali lagi tertawa sebelum ia menjelaskan apa yang di maksud tentang Evelyne kepada William yang kini terlihat seperti tidak tahu apa-apa tentang wanita berwajah polos ini. “Dia...bermain gila dengan saudaramu di sebuah bar, bahkan ia juga mencoba merayunya saat ia dalam keadaan mabuk. Entah dia mencari kesempatan atau memang ia seperti wanita pelacur pada umumnya.”


“Dia tidak melakukan hal bodoh seperti itu!!! Apa kau dengar?” bentak William dengan suara yang keras namun ia masih menjaga emosinya yang kini membara di dalam hatinya.


William disana terus memegang tangan Evelyne dengan erat saat wanita itu berdiri di belakangnya dengan tubuh yang mungil. William sebenarnya mereka sedikit menyesal karna sudah membawa Evelyne sayang kesini, dan membuat hatinya terluka untuk mendengar kata-kata yang kejam di setiap perkataan yang di lontarkan oleh lelaki tua itu kepadanya.


“Yoona, kembalilah ke mobil! Aku akan menyusulmu nanti, setelah aku menyelesaikan masalah ini” William melirikkan matanya saat berbicara pelan kepada Evelyne.


Tuan NIU yang menyadari itu pun langsung berjalan menghampiri mereka untuk memisahkan antara William dengan Evelyne yang terus menyatu dari awal mereka datang hingga saat ini. William yang melihat kedatangan Tuan NIU pun langsung memblokir jalannya untuk mendekati Evelyne, namun William tidak akan membiarkan seujung jari pun ia berikan kepada lelaki itu untuk menyentuh Evelyne. “Siapa yang menyuruhmu mendekatinya, hah?”


“William!! Kau sudah berani melawan?” Tuan NIU mengangkat kepalanya saat melihat William dengan berani memblokir jalannya saat ia ingin menghampiri Evelyne. “Apa kau sudah mulai berani untuk melawanku sekarang? Apa kau akan terus membela wanita pengkhianat ini dalam pernikahanmu sendiri?”


“H-hah? A-apa yang kau lihat kakak tertua? Kenapa kau melihatku seperti itu? Apa kau tidak percaya dengan perkataanku bahwa istri yang selama ini kau banggakan adalah wanita pengkhianat yang selalu merayu lelaki lain di luaran sana dengan berpura-pura mabuk” Edgar berkata dengan melempar kesalahan tersebut kepada Evelyne yang masih terdiam disana, tanpa membuka mulutnya sedikitpun.


William menatap Edgar dengan manik matanya yang tajam saat mendengar Edgar dengan tidak tahu malu melemparkan semua kesalahannya kepada Evelyne, dan ia juga memutarbalikkan kebenaran dengan kesalahan yang ada. “Pandai sekali ya kamu dalam berakting, apa kau setuju jika aku mengirimkanmu ke dunia hiburan?”


“....” Edgar terdiam seraya menggeram kesal terhadap William.


William melihat amarah yang tersimpan di dalam diri Edgar pun membuat dirinya melipat kedua tangannya yang besar di depan dadanya, memandang lelaki itu dengan acuh tak acuh saat manik matanya terus terpaku kepada Edgar yang kini menjadi pusat targetnya. “William, kemana arah pandangmu melihat hah?!! Lihat aku!! Kau ini sedang berurusan denganku, bukan saudara tirinya.” Tuan NIU berkata dengan nada yang keras.

__ADS_1


“Aku tidak memiliki urusan denganmu, ayah! Aku kesini juga bukan atas panggilanku, tapi aku disini untuk membuat perhitungan pada anak kesayanganmu itu yang sudah melakukan hal yang buruk kepada Yoona!!” ucap William dengan menunjuk kearah Edgar.


Tuan NIU membantah “Istrimu lah yang sudah melakukan hal buruk padanya, William!!! Apa kau tidak tampang munafik dari wajah istrimu ini?!! Apa kau selama ini buta kepada-Nya hingga clara yang selalu berbuat baik padamu saja, tidak pernah kau anggap seperti layaknya kekasihmu?! Apa kau ini bodoh?!!”


“Aku sudah bilang untuk berapa kali? Aku tidak pernah mencintai clara walau itu hanya dinamakan dengan suka! Aku tidak pernah melihat dia!! Dia itu hanya teman kecil yang tumbuh bersamaku, bukan berarti di masa yang akan datang menjadi jodohku!! Kau terlalu sibuk mengurusi pernikahanku, hingga kau tidak pernah sedikit melihat anakmu dari wanita itu!” William melirikkan matanya pada nyonya NIU. “Anak kesayanganmu saja belum ada persiapan untuk menikah setelah aku menikahi Yoona. Kau terlalu mengurusi rumah tanggaku, hingga kau lupa bahwa aku sudah menjalankan pernikahan ini selama 2 tahun. Sedangkan anakmu? Apa yang mereka persiapkan? Apa kau sama sekali tidak pernah mengurusi pernikahan mereka hingga mereka ikut mengurusi pernikahanku dengan Yoona?”


Tuan NIU terdiam, sementara William kembali membuka suaranya saat manik matanya melihat ke seluruh ruangan di aula utama kediaman NIU. “Apa hidup kalian terlalu membosankan hingga itu membuat kalian selalu mengurusi kehidupan orang lain? Apa kalian merasa hidup kalian tidak ada yang bisa kalian pikirkan hingga yang kalian pikirkan hanyalah untuk merusak pernikahan seseorang yang sebenarnya bukan urusan kalian!”


“Apa kau bilang?!!” Tuan NIU membantah “Kami disini memiliki hak ya untuk mengurusi pernikahanmu! Kami ini keluargamu, dan yang kami lakukan selama ini hanya untuk kebaikan kamu!! Apa kau tidak pernah berpikir seberapa susah aku untuk menjaga perasaanmu saat di sakiti oleh istrimu ini?!”


Evelyne yang selama ini terdiam pun kini tertawa saat mendengar bagaimana lelaki itu berbicara tentang kebaikan untuk William. “Kau bukan melakukan hal itu untuk kebaikannya, melainkan kau melakukan itu hanya untuk mengingkatnya bersamamu agar dia mau melakukan apa yang kau inginkan. Sebenarnya kesimpulan ini mudah, namun kau tidak akan pernah menerimanya jika aku yang mengatakannya.”


“....” Semua orang disana terdiam, termaksud William yang ada di depan Evelyne kini melirikkan matanya saat Evelyne sudah berani mengeluarkan dirinya dari tubuh besar William.


Evelyne bersenandung sebentar saat ia melangkahkan kakinya untuk berdiri di samping William walau agak sedikit maju untuk menggantikan William berhadapan dengan Tuan NIU ini. “Hm...dilihat-lihat, kau sudah cukup berumur untuk selalu mengurusi pernikahanku dengan William saat ini. Jadi aku sarankan saja kepadamu untuk mencari kebaikan di dunia ini, belum kematian menjemputmu tuan. Kau tidak ingin kan terbakar di neraka yang panas? Tapi...kau juga harus melihat-lihat dulu dirimu, jika kau menginginkan surga! Apa kau sudah cocok ataupun belum.”


“Dasar anak kurang ajar!! Beraninya kamu membicarakan kematian yang seperti itu kepadaku?!!” Tuan NIU merasa marah saat Evelyne secara tidak langsung menyumpahkan sebuah kematian yang cepat untuknya.


Evelyne tertawa “Tuan besar NIU yang terhormat! Memangnya selain kematian yang akan datang di masa depan, kamu mengharapkan apa jika itu sudah menjadi takdir bagi seseorang? Kau ini sudah cukup berumur, tapi kenapa kau memiliki pemikiran yang pendek seperti anak kecil dalam mengurusi sebuah pernikahan? Apa kau ingin membuat Liam menjadi lelaki tidak tahu malu sepertimu yang akan melakukan suatu perselingkuhan di dalam pernikahan?”


“....” Tuan NIU terkejut serta terdiam di tempat.

__ADS_1


William yang mendengar semua perkataan yang di lontarkan Evelyne saat ini hanya untuk memancing emosi pada di setiap hati keluarga NIU, dan ia mencoba meraih tangan Evelyne untuk mengodenya berhenti berbicara atau keributanlah yang menjadi ujung perbincangan ini. “Yoona, apa yang kau katakan?”


__ADS_2