Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 114 : Ciuman panas untuk menghilangkan rasa lelah


__ADS_3

Sepulang kerja.


William yang menjemput Evelyne di taman pun merasa sedikit terheran saat ia melihat Evelyne datang menghampiri mobilnya dengan raut wajah yang murung, bahkan tidak ada senyuman di wajahnya yang bisa ia pasang untuknya. “Apa yang terjadi padanya?” gumam William dengan mengerutkan keningnya.


Evelyne masuk ke dalam mobil William dengan menghela nafasnya yang lelah, ia juga menyandarkan tubuhnya disandaran kursi mobil dengan memejamkan matanya. “Kau terlihat begitu lelah, Apa ada jadwal mendadak untukmu hari ini?” William menyingkap rambut Evelyne yang kini menutupi wajahnya yang cantik.


“Eum...ya, hari ini jane datang kepadaku untuk menggantikannya dalam pertemuan para petinggi dan jadwal pertemuan itu bertabrakkan dengan jadwalku yang harus meeting dengan beberapa klien. Jadi aku memutuskan jane juga menggantikan aku saat meeting itu berlangsung, tapi..” jelas Evelyne dengan nada lelahnya.


William menolehkan kepalanya untuk melihat Evelyne yang kini masih menutup matanya. “Tapi apa? apa kau mendapatkan pelatihan dengan jane selama jam kerjamu?”


“Hah? bagaimana kau bisa tahu itu?” Evelyne membuka matanya seraya menatap William dengan manik matanya yang indah, lalu ia pun kembali menyandarkan tubuhnya di tempatnya semula “Huh..Kau adalah raja informasi di kota ini. jadi tidak akan heran lagi jika kau mengetahui semua itu.”


William terkekeh lembut “Kau mengakuiku ya sekarang”


“Bagaimana bisa aku tidak mengakuimu, kau saja terus membuatku selalu ingin mengakuimu secara lebih. Apa kau tidak bisa berhenti menunjukkan kelebihanmu saja padaku?” Ucap Evelyne dengan mengerutkan bibirnya.


William tersenyum “Aku tidak menunjukkannya padamu. Tapi dunialah yang menunjukkannya padamu, agar kau sebagai istriku mau mengakuiku. Dan kau harus tahu, bahwa ada banyak hal yang kau belum ketahui tentangku.”


“Oh ya kah? Seberapa banyak tentangmu yang tidak kuketahui?” Evelyne melirikkan matanya yang tajam kearah William. “Dari kekayaan, kepopuleran, kepintaran, kesuksesan dan ketampananmu. Apa lagi yang kau miliki, bukankah itu sudah mencangkup semuanya?”


William terdiam, lalu dengan perlahan ia beranjak bangun dari kursinya untuk mendekati wajahnya di telinga Evelyne. “Ada satu hal yang kau lupakan, yoona! Besarnya rasa cinta dan ketulusanku padamu..”


“S-sialan!! A-apa yang kau lakukan?!” Evelyne dengan sontak memindahkan tubuhnya ke pintu mobil saat ia mendapatkan serangan licik dari William berupa hembusan nafas yang hangat serta suara berat yang membuat aliran listrik menyambar di dalam tubuhnya, dan Evelyne juga langsung menutupi lehernya dengan salah satu tangannya.

__ADS_1


William yang melihat reaksi itu pun membuat ide jahilnya kembali muncul di pikirannya untuk membuat Evelyne kembali bersemangat dari rasa lelahnya itu. “Aku? Aku tidak melakukan apapun, memangnya aku salah berbicara di jarak yang begitu dekat kepadamu?” ucap William seraya melepaskan sabuk pengamannya.


“L-Liam...A-apa yang kau lakukan?!!” cicit Evelyne saat melihat William bangun dari kursinya untuk mendekatinya. “L-Liam..J-jangan melakukan hal yang apapun di mobil! Menjauhlah dariku!!”


Melihat tangan Evelyne terus mencoba mendorong tubuh William menjauh darinya dan hal itu membuat William memberhentikan tindakkannya sejenak.”Aku belum melakukan apapun padamu, Yoona. Kenapa kau malah berkata seperti itu? Memangnya aku akan melakukan apa padamu di dalam pikiranmu itu?”


“T-tidak!! Berhenti bercanda dan kembalilah ke tempat dudukmu yang benar, liam!!” Evelyne memalingkan wajahnya ke samping saat ia menyadari bahwa jarak wajahnya dengan wajah William begitu dekat, hingga membuat sentuhan sedikit di bibir tebal milik William. “L-liam, aku mohon hentikan tindakanmu ini!! Ini benar-benar tidak lucu”


William memegang dagu Evelyne dengan lembut, lalu meluruskan wajah Evelyne agar pandangan mereka bertemu saat bicara seperti ini. “Aku tidak pernah bercanda akan semua yang kulakukan. Jadi..jangan pernah palingkan wajahmu saat kita sedang berbicara!”


“Tapi aku juga tidak nyaman jika kau sedekat ini denganku.” Ucap Evelyne dengan menundukkan kepalanya saat wajahnya berubah menjadi merah.


William tersenyum, lalu salah satu tangannya kembali mengangkat kepala Evelyne agar ia bisa melihat jelas bahwa wanita yang ada di depannya ini tengah merasa malu. “Itu karna kau belum terbiasa, jadi biarkan aku membuatmu terbiasa untuk berbicara di jarak yang dekat denganku.” Ucap William sebelum ia meraup bibir kecil Evelyne yang tipis namun lebut dengan bibirnya yang tebal dan besar.


“Mhmp...L-liam.” Evelyne menggeliat di dalam tahanan William saat lelaki itu sedang asik memainkan lidahnya yang panjang di dalam mulutnya. Evelyne benar-benar kesulitan saat menyimbangi William yang semakin bergerak dengan lihai di dalam mulutnya, entah dari yang mengajak bermain lidahnya sampai mengisap lidahnya dengan kuat.


Keduanya sama-sama terengah-engah saat ciuman panas itu terlepas saat mereka bertahan selama 1 menit, itu pun bisa dilanjutkan jika Evelyne bisa bertahan lebih lama lagi. “L-Liam..A-apa yang kau pikirkan di otakmu itu? Kenapa kau menghisapnya begitu kuat, apa kau tidak tahu bahwa itu sangat menyakitkan?!” ucap Evelyne seraya menutup mulutnya dengan salah satu punggung tanganya.


Namun yang membuat William sedikit tertegun dengan pemandangan yang ia lihat adalah bagaimana wajah Evelyne yang kini dipenuhi oleh rona merah serta manik mata yang indah kini terlihat menangis akibat ulahnya. “Heh...Yoona, aku baru saja menciummu beberapa menit. Kenapa kau sudah terlihat seperti aku sudah memakanmu dalam semalaman penuh?”


Brukk..


Evelyne melempar tasnya ke wajah William dengan kesal, sementara William yang menerima itu hanya bisa menepis tas milik Evelyne serta langsung melemparkannya di kursi penumpang belakang agar tidak mengganggu mereka lagi. “Kau bajingan mesum, liam!! Menjauh dariku!! Aku tidak ingin di dekatmu!!” teriak Evelyne dengan mendorong tubuh William semakin menjauh.

__ADS_1


Tetapi karna dalam satu gerakan William saja bisa membuat pemberontakkan Evelyne berhenti, membuat Evelyne langsung menatap William dengan manik matanya yang tajam kini dipenuhi oleh gelimang air mata.


William menahan kedua tangan Evelyne dengan kedua tangannya yang memiliki tenaga yang lebih besar dibandingkan dengannya, dan William juga dengan sontak beralih menahan tangan Evelyne diatas kepalanya serta ia berpindah kaki yang dimana awalnya ada di tempat supir, kini berada di satu tempat yang sama seperti Evelyne.


William menurunkan kursi penumpang itu hingga sandarannya terjatuh ke belakang yang disusul oleh tubuh kecil Evelyne yang kini tengah ditahan oleh tubuh gagah William. Evelyne sedikit terkejut dengan posisi mereka yang sekarang, dan hal itu tentu saja membuat Evelyne kembali mengkhawatirkan posisi mereka yang kini berada di taman dekat dengan kantor.


“L-liam...A-apa yang kau lakukan?!! Jangan macam-macam ya! Ingat, kita ada di taman dekat kantor. Jika kita ketahuan, maka kau juga akan mendapatkan masalah!” ucap Evelyne dengan kesal.


Mendengar perkataan yang di lontarkan oleh Evelyne kepadanya pun membuat William semakin menantang bahwa semuanya tidak akan masalah jika mereka adalah sepasang suami istri. “Kenapa kau begitu takut akan hal itu? Bukankah mereka akan menangkap orang-orang yang melakukan hubungan terlarang saja? Kita kan sudah menikah Yoona, apa kau lupa dengan itu?”


“Pasangan atau bukan, tetap saja kita tidak boleh melakukannya disini. Ini bisa mengganggu orang nantinya, liam!!” sahut Evelyne yang mengerutkan keningnya.


Sreek...


William terbangun dari badan Evelyne yang sebelumnya ia himpit dibawahnya. William terbangun dan langsung kembali memposisikan duduknya di kursi supir dengan tiba-tiba, hal itu tentu saja membuat Evelyne merasa kebingungan. Namun ia juga merasa lega karna William sudah berhenti menggodanya di dalam mobil.


Evelyne sedikit terkejut saat William menginjak gas mobilnya dengan begitu kencang, membuat mobil sport hitam milik William melaju dengan cepat di malam yang gelap.


Disepanjang jalan, William hanya terdiam dalam menyetir mobilnya. Sementara Evelyne yang melihat William terus terdiam dengan raut wajahnya yang gelap, membuat Evelyne merasakan sesuatu yang aneh namun itu lebih ke suatu peringatan kepadanya. “L-Liam, bisakah kamu mengurangi kecepatan mobilmu ini? kita hanya akan pulang ke kediaman, kenapa sampai harus mengendarainya secepat ini?”


“Memangnya, kenapa? Apa kau tidak ingin cepat pulang ke kediaman?” tanya William dengan suara yang terdengar aneh.


Evelyne mencoba mencari tahu apa yang salah dari lelaki ini, namun saat ia melihat kondisi tubuh lelaki itu. Evelyne sedikit terkejut dengan suatu gundukan yang tengah berdiri dengan tegak di balik celana berwarna hitam milik William, Evelyne bukanlah wanita yang suka melihat hal yang seperti itu. Tetapi karna suatu reflek dari tubuhnya membuat Evelyne mengetahui sesuatu yang seharusnya ia tidak ketahui.

__ADS_1


“L-liam..kau ingin pulang dengan cepat, bukan ada maksud apapun kan?” tanya Evelyne dengan hati-hati.


William tersenyum menyeringai di wajahnya yang kini menggelap “Kau yang membuatku seperti ini, Yoona. Jadi sebaiknya kau persiapkan dirimu sebelum kita sampai di kediaman!!”


__ADS_2