
“Elyne” gumam William dengan tersenyum, lalu dengan perlahan ia melangkahkan kakinya untuk berjalan melewati Clara dan pergi menghampiri Evelyne. Sementara Clara dan tuan WU yang melihat kedatangan Evelyne cukup mengejutkan pun membuat mereka sedikit kebingungan, di tambah lagi dengan Evelyne yang kini tengah memakai gaun pernikahan.
Evelyne yang masih terdiam di tempat karena tidak tahu apa yang terjadi di tempat ini pun membuat perasaannya sedikit sakit karena melihat William sebelumnya tengah berdiri di samping Clara seperti layaknya pasangan pengantin. “L-liam, a-apa yang terjadi? Apa yang kau maksud ini?” tanya Evelyne dengan pikiran yang negatif.
Karena melihat dekorasi serta acara yang ada di depan matanya membuat Evelyne berpikir bahwa William akan menikah lagi dengan Clara, dan William sengaja menyuruhnya agar datang untuk melihat bagaimana ia kembali di duakan. Namun saat Evelyne hendak menyimpulkan hal seperti itu di hatinya, William sudah lebih dulu berdiri di depannya.
“Kau tepat waktu!” William berbisik di telinga Evelyne serta tangannya buang besar mulai menggenggam erat tangan Evelyne yang kini membeku. “Sepertinya, aku mengagetkanmu dengan ini. Maaf, aku akan menikah lagi”
Degh...
Evelyne yang mendengar perkataan itu pun dengan sontak terkejut serta tertegun dalam waktu yang cukup lama, karena ia tidak akan menyangka bahwa William akan mengatakan hal itu di depannya. Sedangkan Clara dan tuan WU yang ikut mendengar perkataan itu pun langsung mengukirkan kesenangan di hati mereka yang cukup dalam.
Karena tanpa Clara melakukan apapun, sudah pasti William akan bertindak lebih dulu kepada Evelyne setelah mereka menikah nantinya.
“Jadi, ini alasanmu untuk memanggilku dengan pakaian seperti ini?” Evelyne bertanya dengan nada dinginnya, ia juga dengan sontak menatap William dengan tatapan yang tajam. “Kau ingin aku melihat pernikahan keduamu disaat aku masih memiliki status denganmu?!”
William senyum menyeringai “Bukan hanya melihatnya sayang, tapi aku juga ingin kamu melakukannya bersamaku”
__ADS_1
“Melakukannya denganmu?” Evelyne mencibir, lalu dengan kasar ia menepis tangan William yang tadinya tengah menggenggam tangannya dengan erat. “Sampai mati pun aku tidak akan pernah melakukannya denganmu! Jika kamu memang ingin menikah, maka jangan lupa untuk ceraikan aku saat ini juga!?”
William terdiam sejenak, ia juga langsung memasangkan raut wajahnya menjadi sangat dingin. “Cerai? Kau pikir, kau bisa dengan mudah mengatakan hal itu di depan mata ku?!”
“Lalu bagaimana dengan mu? Bukankah kau juga sama?” balas Evelyne dengan mengangkat kepalanya.
Melihat keduanya seperti ini membuat suasana di dalam acara itu semakin canggung, bahkan ada beberapa penjaga yang hendak mengeluarkan Evelyne dari acara tersebut. Tetapi karena setiap dari mereka ada yang melangkahkan kakinya untuk mendekat, pasti William akan melirik kan manik matanya yang tajam ke arah orang yang di tuju.
Sementara Clara yang merasa terhibur dengan hal seperti ini pun membuat dirinya langsung menghampiri Evelyne dengan sikapnya yang angkuh. Karena Clara berpikir bahwa William benar-benar masih menerimanya kembali di dalam hatinya setelah mendapatkan persetujuan dari ayahnya ini. “William, apa yang terjadi? Siapa wanita ini? Kenapa dia bisa masuk?”
“....” Evelyne terdiam sejenak, lalu dengan dingin ia mengalihkan pandangannya ke arah William “Apa ini cara terbaru mu untuk menyakitiku lagi? Apa ini balasanmu dengan kepercayaanku selama ini? Apa ini cara kau untuk menjatuhkanku lagi?”
William tidak menjawab, ia terus menatap Evelyne dengan tatapannya yang dingin serta perasaan yang acuh tak acuh. Melihat William yang terus terdiam tanpa berniat membuka mulutnya untuk menjawab pun membuat Clara langsung menjawabnya dengan pemikirannya sendiri. “Yoona, bukankah kamu sudah tahu bahwa William hanya mencintaiku. Lalu kenapa kamu masih saja seperti orang bodoh yang mau menerima lelaki sepertinya? Apa kau pikir dengan kepercayaanmu bisa membuat William membuka hatinya untukmu?”
“Diam Clara! Aku tidak membutuhkan jawabanmu” ucap Evelyne dengan suara yang sedikit keras.
Tuan WU yang melihat keberanian Evelyne untuk mengatakan hal seperti itu kepada Clara pun seketika membuatnya langsung berjalan menghampiri mereka dengan membawa 2 penjaga yang akan bersiap untuk menyeret paksa Evelyne keluar dari tempat ini.
__ADS_1
Evelyne yang melihat tindakan itu pun langsung melangkahkan kakinya untuk mundur beberapa langkah saat ia dengan manik matanya yang berwarna merah mulai menyalah terang disaat wajahnya berubah menjadi sangat gelap. “Ada apa tuan WU? Kenapa kau datang kesini? Apa kau ingin ikut campur dalam permasalahan percintaan yang kau sendiri tidak mengerti itu?”
Perkataan yang sederhana, namun itu membuat tuan WU merasa sedikit tersinggung dengan perkataannya. “Kau ini siapa? Datang kesini mencari masalah, apa kau tidak takut aku akan pergi memanggil kepolisian untuk menangkapmu?”
“kau memanggil polisi? Memangnya dengan umurmu yang setua ini bisa melakukannya dengan baik? Aku takut saat di jalan nanti kau akan terjatuh pingsan dan mati, apa kau tidak takut akan membuat putri kesayanganmu ini gila?” Evelyne membalasnya dengan senyuman menyeringai di wajahnya yang sedikit terlihat mengerikan.
Tuan WU lagi-lagi merasa kesal dengan perkataan yang baru saja di ucapkan oleh Evelyne yang seakan-akan menyumpahi dirinya kepada kematian. “Kau!! Beraninya berkata seperti itu kepadaku. Penjaga, seret pengganggu ini keluar dari sini!”
“Ckckck...” Evelyne menggelengkan kepalanya “Saking takutnya kau kepadaku, sampai menyuruh orang untuk melakukannya ya. Bahkan kau sangat tidak pantas untuk mendapatkan julukan sebagai raja di antara banyak raja di kota Seoul.”
Clara kesal, lalu dengan tangannya yang terulur untuk menunjuk tepat di wajah Evelyne membuatnya dengan tajam menatap Clara seperti akan memotong tangan dalam sekejap. “Ada apa tuan putri? Apa kau marah saat aku mengatakan banyak hal kepada ayahmu? Apa kau sendiri tidak pernah mengakui dan menyadari bahwa ayahmu sudah berumur?”
“Yoona! Apa yang kau katakan?! Kenapa kau bicara seperti itu pada ayahku?” bentak Clara dengan suara yang kerasa tanpa mempedulikan banyak orang yang ada di satu tempat yang sama dengan mereka. “William, lihatlah wanita gila ini! Dia berani sekali menghina ayahku sudah berumur dan akan mati”
Clara mengadu kepada William di depan Evelyne, niatannya ia ingin membuat Evelyne senja ini di provokasi olehnya. Karena ia juga sudah merasa tidak tahan lagi untuk melihat William menyuruh para penjaga untuk menyeret wanita itu dengan ucapannya sendiri.
“Penjaga!! Seret orang ini keluar!!” teriak William yang membuat Clara merasa menang dalam persaingan ini.
__ADS_1