Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 56 : Hp Evelyne hancur karna jatuh?


__ADS_3

William sedikit menambahkan kata di perkataannya yang membuat Evelyne sedikit terbingung. “K-kapan aku pernah melakukan itu?! Kamu jangan menambah-nambah ya!!” kata Evelyne dengan suara yang lebih keras.


“Huh... Siapa yang menambah-nambah? Aku hanya mengatakan yang sebenarnya, kalau kau memang melakukan hal itu” William bangun dari tidurnya, dan beralih ke posisi duduk.


Melihat sikap Evelyne yang menolak seperti itu membuat William sedikit membayangkan hal aneh. Hal aneh? Kenapa? Sikap yang seperti itu, akan selalu ditindakkan oleh seseorang yang mencoba untuk melakukan hal jahat padanya. Tapi kenapa dengan suaminya sendiri dia bersikap seperti itu? Bukankah dulu dia selalu memancingnya untuk melakukan hubungan suami istri, namun ia selalu menolaknya. Kenapa sekarang, hanya sekedar tidur di kasur yang sama dia selalu beranggapan seperti itu?


“L-lalu kenapa kau tidak menjauh saja, jika aku melakukan itu?! Kenapa kau malah malah tidur denganku seperti ini?” bentak Evelyne yang mengingatkan sebuah rekaman ulang pada masa lalunya.


William mengerutkan keningnya, lalu mengambil nafas yang dalam untuk menghembuskannya secara perlahan. “Aku hanya tidur bersamamu, tanpa melakukan apapun. Kenapa kau begitu takutnya denganku? Memangnya kau pikir, aku akan melakukan apa?”


“....” Evelyne terdiam.


Melihat wanita itu terdiam dengan menundukkan kepalanya, William pun beranjak dari kasur untuk berjalan pergi menuju kamar mandi yang berada di samping kamar. Sementara Evelyne hanya terdiam saat mendapati William tengah pergi meninggalkannya. “Bagaimana bisa seorang lelaki hanya tidur di kasur yang sama tanpa melakukan hal yang seperti itu? Itu sangat tidak mungkin!!” gumam Evelyne seraya mengepalkan tangannya dengan erat.


-Memang tidak mungkin, tapi kau juga tidak bisa menyangkut pautkan masa lalumu dengan masa yang sekarang-


Memang benar, tapi bagaimana bisa ia langsung berpendapat bahwa William hanya tidur bersamanya tanpa berpikir untuk melakukan hal itu. Karna sudah banyak lelaki yang ia temui, selalu memiliki pemikiran seperti layaknya anjing yang kehausan akan ***.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, William pun keluar dari kamar mandi yang hanya menggunakan pakaian handuk yang longgar hingga membuat dada bidang serta otot-otot yang berada di bagian perutnya terpampang jelas dimata dingin wanita yang sedang duduk di atas ranjang seraya mainkan laptopnya di atas pangkuannya.


Tatapan tajam yang di arahkan kepada william, sama sekali tidak membuat satu bulu kuduk nya merinding. Bahkan dimata william, Evelyne hanya seorang gadis kecil yang sedang mencoba menakutinya dengan sebuah tatapan tajam. “Masih melihatku dengan tatapanmu yang seperti itu, apakah kau masih marah denganku?” tanya William yang membuat wanita itu membuat wajahnya dengan malas.


“Tidak, aku tidak marah!” ucap Evelyne dengan nada dinginnya.


Melihat wanita sikap Evelyne yang seperti itu pun, membuat William hanya menggelengkan kepalanya seraya berjalan menghampiri Evelyne yang masih berpura-pura tidak melihat keberadaan lelaki itu disana. “Mumpung lagi marah denganku, kenapa kau tidak ledakan saja amarahmu seperti kemarin saat melihat ini” kata William seraya mengulurkan tangannya yang sedang menggenggam sebuah HP yang sudah hancur parah.


Evelyne tertegun, mengangkat kepalanya seraya menatap William yang tengah berdiri di depannya dengan raut wajah yang kebingungan. “Apa ini?”


“Baru sadar?” cibir William dengan menatap remeh wanita itu.


Evelyne mengerutkan keningnya “Ya baru sadarlah! Bagaimana bisa aku mengenali HP itu milikku atau bukan kalau kondisinya sudah hancur seperti itu. Lagipula, itu kenapa bisa sampai seperti itu? Apa yang terjadi?”


“Jatuh! Aku tidak sengaja” jawab asal William dengan memalingkan wajahnya ke arah lain.


Mendengar pengakuan dari lelaki itu, Evelyne pun terdiam heran pada William yang secara tiba-tiba mengatakan hal yang seperti ini. “Jatuh?” gumam Evelyne yang sekilas menurunkan pandangannya kepada HP yang ia pegang itu. “Ohh...tidak apa, ini hanya HP. Lagipula yang pertama menghancurkannya kan aku, jadi ini bukan sepenuhnya salah kau.”

__ADS_1


“Hnn” dehem william seraya berbalik badan saat Evelyne tengah melihat-lihat seberapa hancur HP-nya itu.


Sedangkan William yang sedang berjalan menuju ke lemari kecil dekat tepat tidur, lelaki itu mengambil sebuah kotak dari sana. Lalu kembali berjalan menghampiri Evelyne seraya membawa kotak itu bersamanya. “Ambillah ini!” kata William sembari memberikan kotak itu kepada Evelyne.


“Hah?” Evelyne terheran “Apa lagi ini? Apa...ada sesuatu yang kau rusak kan lagi?”


William berdecih kesal, merasa sedikit menyesal karena sudah mengakui kebagian kesalahannya pada wanita di depannya ini. “Tinggal kau buka saja, apa susahnya? Kenapa begitu banyak sekali pertanyaanmu?!”


“Ckk...aku hanya bertanya, kenapa kau harus menanggapinya dengan marah?” sahut Evelyne dengan mengerutkan keningnya saat menatap ke arah william yang masih saja berdiri diam di depannya ini. “Liam, apa kau ini bisul? Kenapa kau masih saja berdiri di sana saat berbicara denganku? Apa kau ini tidak memiliki sopan santun?” ucapnya dengan nada yang tidak baik.


Mendengar perkataan yang di lontarkan oleh Evelyne yang seperti itu pun membuat lelaki yang tengah berdiri di depannya, harus menolehkan kepalanya saat mendapat wanita itu tengah membuka kotak yang sebelumnya ia berikan. Lelaki itu juga, berjalan menghampiri Evelyne lalu duduk di tepi ranjang tepat di sebelah wanita itu duduk.


“HP? HP siapa ini?” tanya Evelyne seraya menolehkan kepalanya kearah William yang tengah menatapnya dengan raut wajah yang dingin.


William mengangkat kepalanya sekilas, menandakan sebuah pertanyaan dalam gerakan kepala itu. “Ish...hp siapa ini liam? Kenapa bisa kau memberikan ini padaku?)” kata Evelyne saat melihat lelaki yang ada di depannya tengah terdiam tak menjawab perkataannya.


“Liam!! Kenapa kau diam saja? Hp siapa ini?!”

__ADS_1


__ADS_2