Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 12 : Pengkhianatan dari orang kepercayaan


__ADS_3

Setelah menyelesaikan perkataannya, William langsung berjalan menaiki tangga tanpa menolehkan sedikitpun pandangannya kearah 2 wanita itu. “kak William? Kau ingin kemana? Apa kau benar-benar membiarkan kak Clara pulang seorang diri ditengah malam seperti ini?!” Teriak Jessica dari lantai bawah yang sama sekali tidak ditanggapi oleh William.


Sampai di depan pintu kamar, William langsung membuka pintu tersebut dengan perlahan agar ia tidak membangunkan seseorang yang tengah tertidur di kamar yang sama. Namun siapa yang menyangka bahwa William saat membuka pintu, ia dapat melihat ekspresi terkejut serta keringat dingin dari wajah dan tubuh Evelyne membuat dirinya tidak bisa tidak mengerutkan keningnya.


Evelyne sendiri yang melihat William masuk kedalam kamar juga ikut terkejut, dan dengan cepat merapihkan piyama nya yang sedikit berantakan. “T-tuan? Kau sudah pulang? Bukankah kau bilang hari ini tidak pulang?” tanya Evelyne yang sedikit kebingungan, namun disisi lain ia mengalihkan perhatian William.


“Tidak jadi” jawab singkat William.


Evelyne terdiam saat melihat William tengah berjalan masuk kedalam ruang ganti untuk beberapa menit, lalu keluar dengan memakai piyama berwarna hitam membuat Evelyne seketika tersadar akan sesuatu. “A-apa yang kau lakukan?!!” Evelyne menunjukkan kearah William yang tengah berjalan menghampiri kasur.


William yang mendengar hal itu merasa sedikit aneh, namun untuk malam ini ia tidak ingin Evelyne melakukan masalah lagi. “Berhentilah berbicara omong kosong!! Minggir!!” William melempar bantal guling kearah Evelyne yang tengah duduk di pinggir kasur sambil memeluk selimutnya dengan erat.


Sementara Evelyne yang melihat William tertidur begitu cepat pun membuat dirinya mengerutkan keningnya saat melihat wajah tampan dari lelaki. “Ckk... cepat sekali kau tidur! Apakah semua pekerjaan dikantor begitu melelahkan, sampai-sampai kau terlihat kelelahan seperti itu?” Evelyne menggerutu dengan kesal, namun ia masih berbaik hati untuk menyelimuti tubuh William.


Setelah selesai, Evelyne kembali termenung dalam pikirannya. Ia berkali-kali memimpikan sesuatu yang aneh akhir-akhir ini. Entah dari masa lalunya, atau dari sesuatu yang memberitahunya tentang pemilik tubuh ini. “Apakah kau begitu lelah, hingga harus menyerahkan tubuhmu ini padaku?” tanya Evelyne seraya melihat kedua tangannya yang tengah berada diatas bantal guling yang ia pangku.


‘Malam ini mungkin akan menjadi malam saksi bahwa aku akan memulai kehidupan baru di tubuhku ini’

__ADS_1


...__🥀🕊️__


...


Pagi hari cerah dengan sinar mata yang terpancarkan dari jendela kamar, membuat salah satu orang yang berada di atas kasur terbangun saat cahaya matahari masuk kedalam kamarnya. William membuka matanya, menatap langit-langit kamarnya dalam diam untuk menyadarjab sepenuhnya kesadarannya.


Setelah dirasa sudah sadar, William seketika menolehkan kepalanya kesamping. Manik mata yang dingin kini tertegun saat melihat sosok wanita dengan berwajah polos tengah tertidur pulas disampingnya. Wajah yang cantik penuh kedamaian, bulu mata yang lentik, pipi yang merah merona serta bibir yang tipis dan kecil membuat William yang melihat itu seketika mengerutkan keningnya.


Menyadari sesuatu yang berbeda dari diri evelyne pun membuat William memalingkan wajahnya saat melihat pergerakan dari evelyne. Disisi lain evelyne yang baru saja membuka matanya, langsung menatap tepat kearah William yang tengah duduk di pinggir kasur dalam posisi membelakangi nya.


“Tuan?” evelyne memejamkan matanya kembali untuk memulihkan kesadarannya “Selamat pagi, Tuan” kata evelyne saat pandangannya sudah mulai jelas dan menyapa William dengan wajah yang tersenyum.


“Hoaamm...selamat pagi duniaku!! “


Evelyne menggeliat untuk mengembalikan tenaganya, lalu terdiam sejenak sambil melihat sekeliling kasurnya. Mengambil HP yang berada di atas meja kecil samping kasur lalu menekannya untuk beberapa pada layar HP tersebut.


Tak lama saat ia menekan beberapa kali, matanya yang santai kini berubah menjadi dingin saat melihat sebuah berita tentang kematian tuan hihon ( lelaki berkuasa no 6 ) di Seoul. “Woah... Berita baru-baru ini cukup ramah ya, bahkan banyak orang yang mengomentarinya.”

__ADS_1


“Banyak yang mengomentarinya karena memang laporan dari berita itu cukup tidak masuk akal” sahut lelaki yang baru saja keluar dari kamar mandi namun masih bisa mendengar semuanya. Evelyne menolehkan kepalanya kesamping, lalu menatap lelaki itu tanpa ekspresi yang jelas. “Ya, memang sedikit tidak masuk akal, tapi kenapa orang kepercayaannya malah membuat laporan seperti itu? Bukankah sudah jelas sekali kalau kematian dari bos nya adalah tindakan yang disengaja? “ kata evelyne yang kembali menatap ke layar hpnya.


William terdiam, lalu berjalan menghampiri evelyne yang masih menatap layar HP itu dalam diam. Namun saat William berhenti di depan ranjang dengan tubuh yang masih di tutupi oleh pakaian handuk berwarna putih membuat evelyne yang tadinya menatap layar HP, langsung beralih kearah lelaki itu.


“Di dunia ini, kita akan hidup dan bekerja bersama banyak orang yang memiliki berbagai macam sikap dan karakteristik. Kita memang sudah seharusnya menaruh sedikit kepercayaan untuk seseorang yang sedang berdiri bersama kita, tapi kita juga harus menaruh sedikit kewaspadaan pada diri agar tidak tertusuk dari belakang. Karna dunia bisnis itu lebih kejam dari apapun”


Evelyne mengerutkan keningnya, “Dunia bisnis? Apa hubungannya dengan pengkhianatan? “


“Hubungannya sangat banyak, kau tidak akan pernah mengerti. Jadi tidak perlu membicarakannya lagi” William berbalik badan, lalu berjalan mengarah ke ruang ganti. “Pengkhiatan itu jauh lebih buruk dari kematian” gumam kecil evelyne sembari menundukan kepalanya.


Disisi lain William yang mendengar hal itu langsung menghentikan langkahnya, dan menolehkan sedikit Kepalanya kesamping. “Lebih buruk dari kematian? Apakah kau pernah mengalami kematian itu seperti apa?” tanya William seraya melirikkan matanya kearah evelyne yang tengah menundukkan kepalanya.


“Eum... Tidak! “


William yang melihat perubahan evelyne langsung mmengerutkan keningnya, lalu meluruskan kembali pandangannya dan kembali berjalan kearah ruangan ganti.


-Pengkhianatan lebih kejam dari kematian? Memangnya kau tahu apa tentang itu? Kau saja melakukan hal yang sama, lalu kenapa berkata seakan-akan kau yang menjadi korban dalam pengkhianatan?- William Maxime

__ADS_1


-Kematian? Aku pernah mengalaminya untuk beberapa kali, namun aku selalu bebas dari itu. Tapi untuk kematian terakhirku, aku tidak bisa menghindarinya karna aku tahu batas dimana kesanggupanku. Dan lagi itu adalah hari dimana bukti pengkhianatannya padaku terbongkar- Evelyne Hyung


“Pengkhianatan dilakukan oleh orang kepercayaan kita? Huh...membayangkannya saja sudah menyedihkan, apalagi jika itu sudah terjadi. Benar-benar membuat kehidupan orang menjadi penuh dengan kecurigaan.”


__ADS_2