Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 74 : Dia menanggapimu hanya karna hal lain


__ADS_3

“kau menjemputku disini? Apa kau sudah menyelesaikan pekerjaanmu di kantor?” Tanya Evelyne di sela-sela keheningan mereka.


William mengangguk “Sudah, Aku sudah menyelesaikannya sejak tadi siang. Jadi kau tidak perlu mengkhawatirkan itu lagi!”


“Kau ini, kenapa kau selalu saja menunda-nunda pekerjaanmu? Padahal kau sendiri tahu bahwa pekerjaan yang semakin di tunda akan membuatmu malas untuk mengerjakannya” ucap Evelyne seperti layaknya ibu yang sedang menasehati anaknya.


William terdiam sejenak lalu dengan sekilas ia melirikkan matanya kearah Evelyne yang kini sedang duduk di sampingnya. “Aku tidak menunda, Aku hanya ingin beristirahat dari semua pekerjaan yang melelahkan itu!”


“Tapi tetap saja kau tidak bisa menundanya. Bagaimana jika boss mu tahu tentang pekerjaan yang kau lakukan ini? Apa kau tidak takut untuk di pecat dari sini?” Tanya Evelyne dengan rasa cemasnya.


William tertawa kecil, mengetahui bahwa Evelyne benar-benar tidak mengenalnya dengan baik, hingga membuatnya tidak tahu bahwa CEO yang ada di perusahaan itu adalah dirinya sendiri. “Tidak, Aku tidak takut. Lagipula orang itu tidak akan memecatku Karna semua bisnis yang lancar di jalankan, semua Karna ku”


“Ckk...jangan terlalu percaya diri! Kau mungkin akan berkata seperti itu , tapi kau tidak akan bisa membayangkan bagaimana dunia mempermainkan sebuah permainan untukmu nanti” Kata Evelyne yang mengingatkan William untuk tidak bersikap sombong.


William mengangguk “Baiklah, Aku tidak akan berbicara seperti itu. Tapi kau juga harus membuat Aku tidak melakukan itu lagi! Oke?”


“Oke, tapi kau tidak boleh mengeluh jika aku yang mengatur jam kerjamu mulai sekarang.” Sahut Evelyne yang langsung di setujui oleh William tanpa pikir panjang.


Setelah perbincangan mereka berakhir pun, Evelyne kembali memfokuskan dirinya pada layar HP yang ada ditangannya. Wanita itu tampak serius hingga membuat William sendiri merasakan kesepian walaupun mereka sudah ada di sampingnya. “Yoona, apa pekerjaanmu belum selesai sampai-sampai kau harus mengerjakannya di jam pulang seperti ini?”


“Tidak! Aku hanya sedang melihat beberapa berita yang kini sedang beredar di sosial media tentang perbisnisan dunia gelap.” Jawab Evelyne yang langsung dengan sontak membuat William menghentikan mobilnya secara mendadak.


William terkejut, namun Evelyne lebih terkejut saat mobilnya tiba-tiba berhenti tanpa alasan apapun. “K-kau bilang apa? Dunia gelap?”


“Ya, dunia gelap. Apa kau mengetahui tentang persoalan itu?” Tanya Evelyne yang penasaran tentang dunia gelap itu seperti apa. Dan sejak kapan itu terbangun di kota ini.


William panik, bahkan ia tidak menyangka bahwa Evelyne akan mengetahui tentang yang seharusnya tidak ia ketahui. “K-kenapa kau tiba-tiba bertanya tentang hal itu? Dan tahu dari mana kau tentang dunia gelap?”


“Tidak mengetahuinya dari siapapun, Aku hanya pernah mendengar rumor kalau dunia gelap itu sudah didirikan sejak lama dan dunia gelap juga sudah menghilang beberapa bulan yang lalu Karna insiden yang terjadi secara misterius. Tapi... Kenapa sekarang, mereka kembali mendirikannya lagi di kota ini? Apa itu tidak melanggar aturan di dalam kota ini?” jelas Evelyne dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


William terdiam sejenak, awalnya ia ragu untuk memberitahu Evelyne tentang hal ini. Namun ia juga tidak bisa terus menyembunyikannya, Karna Evelyne memiliki pekerjaan yang sama dengannya. “Aku tidak tahu soal itu, tapi menurutku mereka hanya memanfaatkan tujuan perbisnisan hanya untuk memuaskan keinginan bejat mereka”


“Tapi, Aku masih tidak yakin bahwa mereka melakukan itu hanya suatu keinginan saja.” Bantah Evelyne yang membuat William menolehkan kepalanya ke samping. “Aku berpikir bahwa melakukan itu hanyalah umpan yang mereka kenalkan di dunia gelap. Karna sepenuhnya, mereka tidak akan melakukan hal yang seperti itu tanpa tujuan yang berharga”


William mengerutkan keningnya, berpikir bahwa perkataan Evelyne ada benarnya juga. Namun ia tidak bisa menanggapinya lebih jauh lagi. Karna ia tidak ingin, Evelyne melibatkan dirinya ke dalam dunia gelap itu. “Ahh...sudahlah! Lupakan tentang dunia gelap. Itu sangat tidak penting untuk dibahas tau!!”


“Lalu, menurutmu apa yang pantas untuk dibicarakan?” Tanya Evelyne.


William terdiam sejenak seraya memikirkan topik apa yang selanjutnya ia ingin bicarakan. Ia juga kembali menjalankan mobilnya setelah ia selesai membicarakan dunia gelap bersama dengan Evelyne untuk pertama kalinya. Sedangkan Evelyne yang terdiam dengan memandang dirinya di pantulan kaca mobil pun membuat dirinya berpikir bahwa ia bisa menggunakan tubuh ini untuk menghancurkan dunia itu untuk kedua kalinya.


-Mungkin balas dendamku akan tertunda dengan ini-


...--🥀🕊—


...


Sesampainya di kediaman Maxime, Evelyne dan William langsung turun dari mobil saat semuanya sudah terparkir dihalaman kediaman. William juga dapat melihat seorang lelaki tua yang tengah berdiri tegak di depan pintu kediaman Maxime dengan raut wajah yang dingin. Bahkan William sudah bisa menebak apa yang akan terjadi setelah mereka keluar dari mobil.


William menghela nafasnya “Kau tidak tahu siapa itu kakek, jadi jangan pernah berpikir kau akan selamat jika kau sudah membuatnya seperti itu!”


“Oh ya kah? Aku jadi penasaran, seberapa kejam kakek jika sudah marah dengan seseorang” tantang Evelyne tanpa rasa takut. Bahkan ia juga hampir keluar dari mobil untuk menghadapi kakek yang sedang membuat sikapnya seperti itu. “Yoona, tunggu!! Kau tidak bisa keluar dari sini sekarang!” cegah William dengan menahan salah satu tangan Evelyne agar tidak keluar dari mobil.


Evelyne menoleh, menatap William dengan tatapan heran Karna ia tidak tahu kenapa William bertindak seperti ini. “Ini hanya kakekmu, Liam. Kenapa kau begitu takut? Bukankah seharusnya tidak akan jadi masalah jika kita meminta maaf kepadanya dan menjelaskan semua apa yang terjadi semalam?”


“Ya, memang mudah jika di pikirkan. Tapi kau tidak bisa dengan mudah menganggap remeh kakek seperti itu” ucap William yang terkejut saat melihat kakek secara pribadi datang menghampirinya.


Kakek yang sudah berada di depan pintu milik pengemudi pun membuat William tidak bisa melakukan apapun selain keluar dari mobil dengan raut wajahnya yang diam. Bahkan jika ia sering membantah atau melawan kakek, ia sama sekali tidak pernah menyinggungnya sampai seperti ini. Apa karena ia telah membawa Evelyne pulang saat malam itu?


“K-kakek, maafkan Aku! A-aku tidak bermaksud untuk tidak memberikanmu kabar saat itu” cicit William dengan menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Evelyne yang melihat keduanya sedang berbincang di depan pun membuat dirinya langsung keluar dari mobil tanpa meminta izin kepada William lebih dulu. Dan bahkan ia juga berlari kearah kakek, lalu memegang tangannya tanpa ragu. “kakek, maafkan aku! Kita tidak pulang semalam Karna kesalahanmu. Liam tidak memiliki hubungan apapun tentang itu, jika kakek ingin marah maka marahi saja aku!”


“Y-yoona, a-apa yang kau lakukan?” William terkejut.


Kakek yang mendengar semua pengakuan Evelyne pun membuatnya dengan lembut mengusap kepala wanita itu seperti layaknya cucu sendiri. Bahkan ia juga menghela nafasnya Karna tidak bisa mengeluarkan emosinya saat Evelyne masih berada disini. “Kakak tahu itu, sekarang kau pergi beristirahat dikamar. Kakek dan William ingin berbicara sesuatu terlebih dulu”


“T-tapi kek?” kata Evelyne dengan ragu.


Kakek menggeleng, ia tahu bahwa Evelyne takut meninggalkan William yang akan berakhir di omelin habis-habisan olehnya. Tapi bukan itu tujuan ia ingin berbincang dengan William, itu sesuatu yang lain. “Aku tidak akan memarahinya! Aku hanya berbicara santai, kau tidak perlu khawatir tentang itu. Aku tahu kau istri yang baik untuk suamimu yang tidak baik ini. Tapi kau juga tidak bisa untuk meragukan setiap perkataanku kan?”


“Eum...” dehem Evelyne seraya melepaskan penggunaannya dari tangan kakek.


Kakek terdiam lalu dengan perlahan ia mendekatkan mulutnya ke salah satu telinga milik Evelyne. “Aku senang kau bisa membuatnya terlepas dari masa lalunya. Tapi Aku ingatkan padamu, agar terus lebih berhati-hati lagi. Karna banyak orang yang tidak menginginkan hubunganmu dengan William berjalan dengan baik. Kau paham maksud perkataanku?”


“Aku paham, kakek. Terimakasih sudah mau memberitahuku soal itu!” kata Evelyne dengan senyuman di wajahnya.


Sementara kakek yang melihat senyuman itu hanya terdiam lalu menyuruh para pelayanan untuk mengantarkan Evelyne kembali ke dalam kamarnya. Sedangkan ia dan William masih terdiam di halaman kediaman yang sepi Karna semua orang disana telah masuk kedalam kediaman. “Jadi, apa yang ingin kau bicarakan padaku?” Tanya William dengan nada dinginnya.


“Heh...ternyata kau pandai juga dalam berakting seperti itu. Apa kau tidak takut semuanya akan terbongkar oleh wanita itu sendiri?” Kakek memandang William dengan matanya yang tajam sementara William hanya membalasnya dengan tatapan dingin. “Tidak! Karna Aku akan membuatnya mencintaiku kembali seperti yang dulu!”


Kakek tertawa “Lalu, bagaimana jika ia hanya menanggapimu Karna hal lain. Apa kau akan menerima semua itu?”


“Ya, Aku Terima. Apapun yang akan terjadi padaku nantinya, Aku akan menerimanya tanpa mengeluh. Bahkan Aku juga tidak akan meminta bantuan kepadamu lagi, untuk terakhirnya kalinya kepada ibuku!” William berkata dengan tegas sebelum ia melangkah pergi meninggalkan kakek yang masih terdiam disana.


Di kamar.


William yang baru saja membuka pintu kamar dengan lebar, ia langsung di tampilkan dengan seorang wanita yang sedang tertidur diatas kasur dengan pulas. Bahkan ia juga sudah berganti pakaian, sebelum ia kembali ke kamar.


William terdiam, menatap wajah cantik Evelyne yang kini tengah tertidur dengan nyenyak, membuatnya sedikit tidak nyaman saat beberapa hal buruk terus mengganggu pikirannya. Tapi lebih dari itu, William hanya terus memikirkan bagaimana caranya ia bisa membuat wanita ini kembali mencintainya. Walaupun itu hanya sedikit.

__ADS_1


“Ahh... Sepertinya, karma di dunia ini tidak pernah berbohong ya! Aku tahu, Aku mencintaimu. Tapi kenapa Aku selalu berbuat kejam padamu? Bahkan Aku juga sampai membuatmu membenciku dengan hatimu yang pernah kau gunakan untuk mencintaiku.” Gumam William seraya mengelus kening Evelyne dengan lembut.


__ADS_2