Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 129 : Sial!! dengan siapa lagi dia?!


__ADS_3

Evelyne pergi meninggalkan tempat itu disaat ia memiliki kesempatan untuk lari, namun tidak semudah yang ia kira. Lelaki misterius itu juga ikut mengejarnya secara diam-diam walau bagi Evelyne ia terlalu naif. “Lebih baik keluar dari sini terlebih dahulu untuk menanyakannya!” batinnya di saat perbelokkan tangga darurat.


Bahkan Evelyne juga memanfaatkan situasi tangga yang gelap tersebut untuk mengocehkan perhatian lelaki itu di berbagai tempat, namun siapa yang menyangka bahwa diluar gedung atau bisa di bilang di belakang gedung keduanya bertemu secara berhadapan. Entah itu kebetulan atau bagaimana, Evelyne memang sudah merencanakannya sejak awal.


“Kau mencariku, paman?” tanya Evelyne dengan senyuman smriknya.


Lelaki itu terkejut, ia tidak percaya bahwa Evelyne sendiri akan mempertemukan dirinya di luar gedung walau sempat ia berpikir bahwa Evelyne sejak tadi hanya menghindari pengawasannya saja. Tetapi karena semua sudah terungkap jauh lebih cepat di bandingkan dengan perkiraannya, lelaki itu pun langsung membuka penutup kepalanya untuk memperlihatkan wajahnya yang jelas.


Dan disitulah, rasa terkejut serta terdiam beralih kepada Evelyne yang kini melihat wajah yang tampak familiar di matanya. Bahkan rasa kerinduan serta rasa kebenciannya dengan perlahan kembali saat melihat bekas luka yang begitu mengerikan terdapat di sebelah wajah lelaki itu. “Evelyne, apa kamu masih mengingat diriku?”


Evelyne menggeleng dengan melangkahkan kakinya mundur untuk beberapa langkah, ia memang mengira bahwa semua permainan akan dimulai malam ini. Tapi siapa yang akan menyangka bahwa wanita licik itu akan mengirimnya lelaki ini sebagai umpannya saja. “Maaf, aku tidak mengenali anda. Kalau boleh tau, kenapa anda mengawasi saya sejak di atas gedung? Apa kamu memiliki masalah padaku?”


Lelaki itu terdiam, lalu mencoba mendekati Evelyne yang dengan cepat Evelyne menghentikannya dalam isyarat tangan. “Maaf paman, sepertinya anda salah orang. Jadi saya minta untuk tidak berbuat hal aneh di tempat ini, karena jika anda berurusan dengan saya maka anda akan berurusan dengan seseorang yang seharusnya anda tidak memiliki urusan.”


“Aku memiliki urusan denganmu, apa kamu tidak mengingatku? Evelyne?” tanya lelaki itu dengan suara lembutnya.

__ADS_1


Hati Evelyne bergetar, rekaman dalam memorinya kembali terputar dalam ingatannya hingga membuat Evelyne sedikit mengepalkan tangannya saat manik matanya mulai menatap tajam kearah lelaki itu. “Evelyne? Siapa Evelyne? Maaf paman, aku bukan Evelyne tapi Yoona” Kebohongan diawal mungkin akan memperlambat berjalannya permainan, karena Evelyne tidak ingin berurusan dengan seseorang yang kini berdiri di depannya. Melainkan ia ingin berurusan langsung dengan wanita licik itu!


“T-tidak, bagaimana bisa kamu tidak mengenali Evelyne? Ini paman, pama...” “Stop paman! Aku sudah bilang anda salah orang, saya bukan Evelyne. Saya Yoona jiang, dan saya tidak mengenali wanita yang paman maksud. Jadi berhenti untuk melakukan hal seperti ini, atau saya bisa melaporkan tindakan paman ke kantor polisi” Evelyne memotong pembicaraan Lelaki itu agar ia tidak kembali mengingat semuanya dengan jelas, karena Evelyne berniat sejak awal bahwa ia akan berhenti melakukan hubungannya dengan masa lalu.


Kring!!


HP Evelyne berbunyi dengan keras, mengheningkan suasana canggung yang ada disana. Baru saja hendak untuk mengangkat telpon dari William, Evelyne seketika terkejut saat melihat lelaki itu maju mendekatinya dengan menodongkan sebuah pisau yang sejajar ke arah perutnya. Hal itu tentu saja membuat Evelyne menghentikan tindakannya barusan untuk mengangkat telpon William dan beralih menghindari setiap serangan yang di berikan oleh lelaki itu.


“Paman, apa yang kau lakukan?! Apa kau gila?!” Evelyne berkata dengan suara yang keras.


Sementara lelaki itu terus mengejar Evelyne dengan mengayunkan pisaunya ke segala arah, serta tertawa keras seperti layaknya orang gila. “Evelyne, kamu harus mati! Kamu tidak pantas hidup di dunia ini! Kamu harusnya tidak di lahirkan, Evelyne!!”


...


William yang tidak mendapatkan jawaban dari Evelyne pun seketika bangkit dari duduknya secara tiba-tiba mengagetkan kedua temannya yang kini sedang berbincang seru. “Kakak pertama, ada apa? Kau terlihat gelisah, apa ada masalah?” tanya surya dengan mengangkat pandangannya.

__ADS_1


“Yoona, belum kembali dan dia tidak mengangkat telponku barusan” William berkata dengan nada dinginnya.


Namun di balas oleh Lion yang terus meremehkan William. “Mungkin dia sedang ada di toilet atau sedang berjalan-jalan di sekitar gedung. Kakak pertama, kenapa kamu jadi seperti ini semenjak memiliki perasaan dengan seorang wanita?”


“Makanya nikah, biar tau rasanya khawatir dan cemburu ke pasangan!” tekan William sebelum beranjak pergi meninggalkan keduanya dengan kesal.


Lion terdiam saat mendengar perkataan tersebut dan surya yang bisa memahami perasaan William pun hanya menepuk bahu lion secara sekilas dengan niat agar membantu Lion bisa lebih tenang lagi saat berhadapan dengan William. “Bro, kakak pertama benar. Kamu butuh pengalaman sebelum bicara seperti itu kepadanya, karena dari awal seharusnya kamu sudah lihat bagaimana sikapnya yang berubah setelah pernikahan.”


Setelah mengucapkan kata-kata itu, Surya pun ikut berjalan keluar untuk menyusul William yang kini sedang mencari Evelyne di dalam gedung. Sementara Lion yang masih terdiam di dalam ruangan itu untuk beberapa saat pun ikut keluar menyusul mereka dengan alasan bahwa ia ingin lebih tahu perubahan apa yang di lakukan oleh Evelyne untuk mendapatkan hati William.


“Kakak pertama, sepertinya kita harus bertanya pada salah satu staff yang ada disini. Karena akan sangat memakan banyak waktu jika kita mencarinya ke seluruh tempat.” Ucap Surya yang berjalan di belakang William.


William terdiam, mengeluarkan HP nya dengan cepat lalu memeriksa alat pengintai yang ia sambungkan ke dalam HP nya untuk melacak keberadaan Evelyne pun membuat Surya terpaku untuk beberapa saat. “Kakak pertama, kau benar-benar memasukkan alat itu ke dalam tubuhnya?”


“Ya, kenapa? Aku sudah bilang kepadamu bahwa aku akan melakukannya.” Sahut William dengan acuh tak acuh ia menatap layar HP nya dengan dingin, lalu dengan seketika ia langsung terkejut saat melihat keberadaan Evelyne yang kini berada di belakang gedung bersama seseorang. “Sial, dengan siapa lagi dia?!”

__ADS_1


William mempercepat langkahnya untuk pergi menuju lift dan ikuti oleh Surya dan Lion yang ada di belakangnya. Saat memasuki lift tersebut, Lion merasa sedikit aneh saat melihat tindakan Surya yang begitu gelisah. Bahkan beberapa kali ia mengerutkan keningnya seperti sedang memikirkan sesuatu, namun Lion sendiri tidak dapat mengetahuinya.


Berbeda dengan William yang kini tampak tenang memandang pintu lift yang akan segera terbuka saat mereka sudah berada di lantai dasar membuat suasana di dalam lift menjadi sangat canggung. ‘Kupikir dia gila, kenapa dia menyatukan alat seperti itu di dalam tubuh seorang wanita? Dan kapan dia melakukannya?’ batin Surya dengan cemas.


__ADS_2