Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chaptur 34 : Pertama kalinya aku melihat kau terluka


__ADS_3

‘Ibu ini begitu menyakitkan!’


Evelyne terus menahan beberapa cambukan lagi hingga terakhir cambukan ia melihat Gavin dengan kasar menendang tubuh lemah Liliana hingga terjatuh ke tanah. Bukan hanya itu, ia juga menyuruh beberapa orang untuk membuatnya kacau ( tau lah pasti) tepat di depan evelyne yang sudah tidak berdaya.


Liliana terus menolak dan bahkan berusaha lari saat beberapa pemuda datang menghampirinya dengan tatapan yang penuh akan nafsu. “Tidak! Tidak! Jangan lakukan itu! Kumohon, hentikan” Liliana menahan bajunya saat salah satu pemuda menariknya dengan kasar. Sementara para pemuda itu seketika tertawa saat mendengar Liliana berkata, seakan-akan ia tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya.


“Kenapa kau mengatakan seperti itu? Bukan Seharusnya kau sudah terbiasa dengan hal seperti ini? Bahkan kita juga sudah menikmatinya bersama-sama terakhir kali”


Liliana menangis, “Tidak! Kumohon, hentikan.” Liliana terus menolehkan kepalanya kearah evelyne yang sedang menatapnya dengan tatapan marah. “Palingkan pandanganmu sayang?! Jangan lihat aku!! Aku menjijikkan. Ibu mohon sayang, palingkan wajahmu!”


‘Menjadikan ibuku alat *** seperti ini, memang apa gunanya?’


Evelyne yang tidak tahan melihat itu pun langsung menggertak giginya untuk menahan rasa yang amat sakit di bagian punggung saat ia memaksakan dirinya untuk berdiri. Ia tidak melihat semua terbang kedua kalinya, Ia tidak ingin menjadi lemah dan melihat seseorang menderita seperti ibu dan kakaknya.


Karna Menjadi seseorang yang lemah dan tidak bisa berbuat apa-apa adalah musuh terbesar Eve yang ada dalam dirinya. Lebih baik Ia yang melakukan daripada Eve yang bertindak. Maisha yang melihat evelyne memaksakan diri untuk berdiri membuatnya tidak tahan untuk tidak memprovokasinya lebih dalam.


“Hey!! Yoona, apa yang kau lakukan? Sudah luka seperti itu, apa kau masih sanggup untuk berdiri tegak dengan kesombonganmu itu” cibir Maisha dengan menatap evelyne sangat hina.


Evelyne menahan emosinya sejenak, “Lepaskan ibuku!”


“Hah? Apa yang kau katakan? Lepaskan?!” tanya Maisha yang diakhiri oleh tertawa kencang. “Kamu itu seharusnya berterimakasih padaku, karna kau bisa melihat bagaimana pekerjaan ibumu selama ini”


Evelyne yang sudah tidak tahan pun langsung mengeluarkan sebuah pisau yang mengkilap tajam dari dalam sarung yang berada di pinggangnya, bahkan ia bersiap untuk membuat laut darah di kediaman jiang hanya karena seseorang yang bukan siapa-siapa untuknya. Tidak peduli seberapa sakit di bagian punggungnya dan bahkan seberapa hancur penampilannya yang sekarang. Evelyne tidak peduli, yang ia inginkan hanya membunuh semua tikus yang ada di depannya ini.


“Yoona, apakah kau ingin mencobanya? Maka aku dengan senang hati menyuruh mereka untuk mencicipi dirimu juga”


“Aku sudah peringatkan pada kalinya untuk tidak menyentuhnya kan?!!” bentak evelyne seraya berlari kearah para pemuda yang tengah berusaha membuka pakaian dari Liliana.


Sraakk!!


Salah satu dari pemuda itu terpaku saat tusukan kasar mendarat tepat di leher bagian kanannya. Semua yang ada disana pun terkejut akan hal yang ia lihat didepan mereka, kejadian itu adalah pembunuh secara terang-terangan. Dan Evelyne dengan sengaja melakukan hal itu didepan para keluarga jiang.


“Aku kan sudah bilang, kenapa kalian masih membuatku mengatakan hal itu berulang kali?!!”


Evelyne menarik pisau itu dari leher pemuda yang baru saja ia bunuh, dan membuat darah dari leher pemuda itu menyiprat kearah wajahnya. Melihat akan hal itu, semua yang Anda disana pun merasa ketakutan saat melihat evelyne dengan senang menjilat pisau yang penuh darah itu dengan lidahnya sendiri.


-Kau benar-benar iblis, eline!!-


Evelyne senang melihat satu pemuda itu tumbang dengan penuh darah, dan ia juga senang saat melihat Liliana jatuh pingsan disana, jadi ia tidak perlu harus berpikir bagaimana cara menjelaskan semuanya jika wanita tua ini melihatnya.


“Ini menyenangkan bukan?! Lihatlah...apakah benda ini yang suka kalian gunakan untuk bermain-main dengan wanita?” tanya Evelyne seraya menurunkan tubuhnya menjadi berlutut tepat di depan mayat pemuda itu. Tangan Evelyne bergerak dengan antusias menusuk bagian alat kelaminnya hingga membuat semua orang yang ada disana terkejut setengah mati.


Bahkan para pemuda lainnya dengan spontan menutup milik mereka dengan kedua tangannya. Serta Evan yang melihat itu ikut merasakan betapa sakitnya jika berada di posisi pemuda itu. “Kalian menggunakan alat ini untuk membuat mereka menderita, bahkan kalian berkata bahwa kalian sama-sama menikmatinya?” tanya evelyne seraya menatap tajam kearah para pemuda lainnya.


Rasa dendam, amarah serta kebencian semua ia akan luapkan disini.


“Kau?!! Apa yang kau lakukan, dasar wanita gila?!!” salah pemuda menunjuk kearah Evelyne dengan raut wajah yang ketakutan saat melihat wanita itu menusuk alat kelamin milik temannya berkali-kali. Sementara Evelyne hanya mengukirkan senyuman yang membuat semua orang tidak akan pernah menyangka akan adanya wanita seperti Evelyne di tempatnya.


Setelah puas bermain-main, Evelyne pun bangkit secara perlahan dengan memainkan pisaunya ditangannya.

__ADS_1


-Hey, masih berapa lama lagi kau ingin bermain-main seperti ini?!-


...--🥀🕊—


...


William menaiki mobil dengan kecepatan yang tinggi, bahkan saat itu hatinya terus di selimuti dengan perasaan tidak nyaman. Ia belum pernah merasakan hal ini sebelumnya, tetapi saat menjemput evelyne di kediaman jiang, ia malah memiliki perasaan yang seperti ini.


“Lebih cepat lagi!!??” bentak William


Nathan yang berada disana selalu menjadi pelampiasan amarah William dan hatinya juga terus memaki Evelyne karna selalu membuatnya kerepotan akan masalah yang ia buat.


Sesampainya di kediaman jiang, William dan anak buahnya langsung di kejutkan oleh sebuah suara yang terlempar dari balik pintu gerbang kediaman hingga membuat suara berdengung dengan begitu kencang. Bahkan terdengar beberapa suara orang yang menjerit ketakutan. Hal itu tentu saja membuat William serta Nathan yang ada di mobil yang sama saling memandang satu sama yang lain.


“Apa yang terjadi?” gumam William dengan mengerutkan keningnya


“Sepertinya terjadi keributan di dalam, tuan” jawab Nathan yang tak kalah penasarannya


“Ayo keluar dan lihat!!??”


Setelah mengucapkan kata-kata itu, William dengan cepat keluar dari mobil yang diikuti oleh Nathan di belakangnya. William tampak sangat marah jika keributan ini di sebabkan oleh Evelyne dan ia bersumpah akan menghukumnya jika ia berani memprovokasi seseorang di dalam negeri kekuasaannya.


Kreekk!!


Pintu gerbang kediaman terbuka dengan memunculkan suara yang keras. Membuat semua orang yang berada di balik pintu itu dengan antusias menolehkan kepala mereka kearah suara itu. Tetapi diantara mereka, ada salah satu orang yang masih memfokuskan pandangannya kearah wanita yang tergeletak pingsan di tanah.


Sama dengan halnya, William dan Nathan yang baru saja memasuki halaman kediaman. Mereka terkejut akan kondisi yang begitu tidak dibayangkan oleh pikiran mereka. Karna disana sudah terdapat beberapa pemuda yang tergeletak tak berdaya di tanah dengan tubuh penuh goresan ringan.


Tetapi yang membuat William terkejut setengah mati ialah melihat kondisi seseorang dari belakang yang tampak begitu menyedihkan membuat hatinya terasa begitu sakit seperti ada yang sedang menghancurkannya berkeping-keping. Emosinya juga tak terasa mulai meningkatkan entah Karna apa.


“Yoona jiang?!”


William memanggil seseorang itu dengan penuh gemetar di tubuhnya, ia tidak sanggup is seseorang yang begitu mengerikan kondisinya adalah seseorang yang ia panggil namanya. Tetapi harapan dan rasa sakit itulah yang membuatnya semakin kacau saat melihat seseorang itu membalikkan tubuhnya dengan perlahan.


“T-tuan W-william?”


Mendengar suara pelan yang kelelahan membuat hati William semakin terasa begitu sakit, bahkan William tanpa sadar melangkah maju menghampiri wanita itu dengan harapan hati yang kosong. Sementara Nathan sendiri tidak akan pernah menyangka semuanya akan terjadi seperti ini. “Apa yang terjadi? Ini benar-benar gila!”


Evelyne yang melihat William tengah berjalan menghampirinya, karna takut William melihat keadaannya yang kacau. Evelyne beranjak dari duduknya dengan perlahan, dan beberapa ia menggertak giginya untuk menahan semuanya. Ia tidak peduli seberapa banyk darahnya yang terus mengalir dari punggung nya dan seberapa mengerikan bibirnya karna terus menerus Ia menggigitnya.


“T-tuan? T-tuan W-william?”


Evelyne memanggil nama lelaki yang tengah berjalan didepannya. Ia juga dapat melihat raut wajah khawatir dari William yang membuatnya merasa bersalah Karna telah melakukan hal yang tidak bisa Ia kendalikan. Ia ingin meminta maaf, tetapi jarak mereka yang hampir dekat evelyne sudah tidak merasakan tenaga di tubuhnya lagi.


Ia terjatuh ke tanah namun dengan cepat William menangkapnya hingga membuat jas hitam yang unlimited itu ternodai oleh darah di tubuh evelyne. “Apa yang terjadi?” tanya William dengan suara yang pelan.


“M-maaf. M-maafkan Aku tuan”


Evelyne memejamkan matanya dengan tenaga yang benar-benar sudah tidak tersisa lagi di tubuhnya. William yang melihat itu pun langsung tertegun, dan dengan kemarahannya ia mengangkat pandangannya untuk melihat sekumpulan keluarga jiang yang tengah berada di depan pintu utama.

__ADS_1


Sementara Gavin dan keluarganya yang ditatap oleh William pun seketika tidak dapat mengatakan apapun, hingga membuat William yakin bahwa semua ini adalah ulah dari mereka.


“Nathan!??”


“Ya, tuan.” Nathan menghampiri William yang tengah berlutug di tanah dengan Evelyne yang berada di pangkuannya. Awalnya Ia mengira bahwa William akan menyerahkan Evelyne kepadanya tetapi siapa sangka William malah menyuruhnya untuk membawa wanita yang tengah tergeletak tak jauh dari mereka ( Liliana ) .


Setelah memerintah itu, perhatian William kembali ke Evelyne yang masih tersadar namun tidak dapat membuka matanya. Ia juga tidak bisa merasakan apapun dari tubuhnya, Ia mati rasa Karna rasa sakit yang terus melanda tubuhnya terus menerus. “Yoona, kau dapat berjalan?” tanya William dengan suara yang pelan.


Ia bertanya seperti itu bukan berarti Ia tidak mau menggendongnya, tapi Karna Ia takut saat menggendong wanita ini maka luka-luka yang ada di tubuhnya akan terbuka kembali.


Tapi ada dayanya untuk Evelyne yang tidak bisa membuka mulutnya, dan hanya terus menggigit bibirnya saat menahan rasa sakit itu. William yang tahan pun langsung mengangkat tubuh Evelyne dan menggendong ala koala. Ia tidak tahu apakah gendongan ini akan menyakitinya, tetapi Evelyne disana hanya terdiam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun.


“Tuan William, anda tolong jangan salah paham pada kami Karna hanya melihat kondisi yang seperti ini. Aku mohon kebijakannya tuan William.” Kata Gavin yang menghentikan William berjalan keluar dari halaman kediaman.


William melirikkan matanya, kali memiringkan sedikit kepalanya agar Ia bisa melihat semua keluarga jiang di ujung matanya. “Lalu bagaimana kau akan menjelaskan semua ini, tuan Gavin?”


Gavin terpekik, Ia tidak tahu harus memulainya darimana. Tetapi untuk menghilangkan rasa kecurigaan William, Gavin dengan sontak berkata “Orang yang berada ditanganmu lah, yang melakukan semua kekacauan ini. Ia bahkan membunuh salah satu pelangganku dan membuat sisanya terluka. Dan Ia juga hampir membunuh ibu tirinya sendiri hanya Karna kebenciannya pada nya!!”


William mengerutkan kening, ia tidak percaya sedikitpun perkataan Gavin Karna ia tahu bahwa Evelyne adalah wanita yang lemah. Ia memang suka mencari masalah, tapi dalam menghadapi masalah, Ia tidak bisa. Apalagi membuat kekacauan yang seperti ini.


“Tuan William”


Nathan menghampiri William dengan membawa seorang wanita tua di tangannya. Bahkan manik mata William hanya sekilas melirik kearah wanita itu. Melihat dari kondisi saja, orang yang waras pasti bisa mengetahui bahwa ini adalah perlawanan Dan bukan penyerangan. Karna kondisi Evelyne jauh lebih terluka parah, pasti Ia datang menyelamatkan ibunya Dan bukan membuat masalah.


Hanya orang-orang bodoh saja yang akan mempercayai setiap perkataan orang-orang di kediaman jiang. “Bawa dia kemobil terlebih dulu!” pintar William yang membuat Nathan mengangguk lalu berjalan melewati William seraya membawa wanita itu itu sesuai perintahnya.


Sementara William masih terdiam di tempat sampai keberadaan Nathan pergi menghilang dari pandangannya. “Aku akan meminta pertanggungjawabannya nanti, tuan Gavin!?”


Setelah mengucapkan kata-kata itu, William pun langsung mengambil langkah yang besar untuk meninggalkan Keluarga jiang terdiam akan perkataannya nanti. Bahkan tidak ada satupun dari mereka yang mencoba menghentikan William untuk ke2 kalinya.


Di mobil.


William yang baru saja memasuki mobil langsung melihat Nathan sudah bersiaplah menjalankan mobilnya. Tentu saja saat pintu mobil sudah tertutup, Nathan dengan cepat menjalankan mobilnya dengan kecepatan yang tinggi.


Disana evelyne hanya terungkap dengan lemah di kursi penumpang belakang yang ditemani oleh William di sampingnya. Sementara Liliana di letakan di kursi penumpang depan Karna tidak memiliki luka parah seperti Evelyne saat ini.


William menyadari bahwa evelyne masih beberapa kali meringgis kesakitan dalam diamnya. Ia tidak bersuara apalagi menangis. Hal itulah yang membuat William semakin cemas akan kondisi Evelyne.


-Aah... Ini adalah pertama kalinya Aku melihatmu terluka sebegitu parahnya.-


‘Maafkan Aku, apa kau juga merasakan sakit?’


-Tentu saja! Kau pikir setiap apa yang kau rasakan itu tidak berbagi denganku? –


Evelyne tertawa kecil, ‘Maaf Eve, Aku tidak tahu soal itu'


Sementara William yang mendengar tawaan kecil itu, pun melirikkan matanya ke arah evelyne yang tengah terbaring dengan mata uang tertutup namun ia mengukirkan semua senyuman yang membuat William sedikit tertegun saat melihat itu.


‘Sudah terluka seperti ini, Ia masih bisa tertawa?’ Batin William

__ADS_1


__ADS_2