Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 77 : Menolak wanita sesempurna dia? Apa kau ini bodoh?


__ADS_3

Evelyne mengangguk dengan ragu, mengangkat kepalanya secara perlahan untuk melihat ekspresi dingin di wajah William saat ini. ‘A-apa yang terjadi? K-kenapa dia melakukan ini?’ Evelyne yang terdiam, malah membuat William disana ikut terdiam seraya menuntunnya pergi menuju mobil. William tahu bahwa ini bukanlah waktu yang tepat untuk membiarkan Evelyne mengetahuinya, tapi ia juga tidak bisa menyimpan ini lebih lama lagi


Karna ia takut, di masa depan nanti William akan kehilangan rasa kepercayaan dari Evelyne untuk dirinya. ‘Tidak peduli, bagaimana ia menerima ini. Tugasku hanya mengembalikan semua yang hilang walau aku tahu itu mustahil.’ Batin William dengan memejamkan matanya saat ia mencoba untuk menenangkan dirinya.


Sesampainya di mobil, William langsung membukakan pintu penumpang bagian depan dan membantu Evelyne untuk duduk disana. Sementara dirinya pergi ke pintu kursi pengemudi. Saat di dalam, keduanya hanya terdiam tanpa melakukan pembicaraan sedikitpun tentang masalah yang terjadi di pagi ini.


Evelyne sebenernya ingin tahu, kenapa William bisa seperti itu di depannya. Tapi Evelyne tahu bahwa mood yang di alami oleh William saat ini sedang tidak baik. William yang melihat Evelyne terus terdiam pun hanya melirikkan matanya secara sekilas lalu menariknya kembali untuk menjalankan mobilnya pergi dari kediaman.


Selama perjalanan mereka ke kantor, Evelyne hanya memfokuskan dirinya dengan hp yang ada di tangannya. Kenapa William mengatakan hal seperti itu dengan Clara? Bukankah mereka saling mencintai? Tapi kenapa aku merasa bahwa hubungan mereka hanya sepihak namun terlihat serasi di depan publik Bahkan Evelyne sendiri tidak pernah mendengar isi hati dari kedua pasangan kekasih itu.


“Tidak perlu memikirkannya secara berlebihan! Aku melakukan ini bukan berarti tidak ingin menyakitinya, tapi aku melakukan ini hanya untuk memberikan semua orang penjelasan tentang hubunganku dengan Clara tidak seperti yang kalian kira” ucap William di sela-sela keheningan mereka.


Evelyne menoleh, menatap lelaki yang ada di sampingnya tiba-tiba mengatakan hal yang seperti itu seakan-akan ia bisa melihat apa yang sedang ia pikirkan selama ini. “....”


“Aku tahu, semua ini terdengar tidak masuk akal untuk semua wanita yang selalu menggunakan perasaan mereka dalam melakukan suatu hubungan. Aku tahu itu sedikit berlebihan, tapi aku juga tidak ingin rumor seperti itu terus beredar di sosial media, atau bahkan di dunia masyarakat.” Kata William dengan nada dinginnya “Aku dan Clara hanya teman kecil yang di pertemukan oleh dunia Karna kerja sama antara orang tua kami dalam dunia perbisnisan. Entah kebetulan atau bagaimana, kami menjadi dekat saat itu. Awalnya Aku mengira, kita hanya teman. Tapi...lama kelamaan, Clara sering memintaku untuk berpura-pura menjadi pacar barunya disaat ia ingin memanas-manasi beberapa mantan pacarnya. Aku pikir ini hanya sebuah bantuan kecil dari seorang teman, tapi tak lama dari itu...aku tidak pernah menyangka bahwa di seluruh sekolah mengatakan bahwa aku dan Clara adalah sepasang kekasih yang di takdirkan dari seorang teman. Aku tidak setuju saat itu, dan Aku mencoba menjaga jarakku untuk melibatkan perasaanku pada seseorang yang tidak pernah Aku cintai selama kita tumbuh bersama. Saat ia mengetahui Aku mulai menjaga jarakku Karna rumor itu, Clara pun langsung menyatakan perasaannya padaku yang sudah tumbuh sejak kami berteman”

__ADS_1


Evelyne terdiam saat mendengar semua penjelasan yang keluar dari mulut William “Aku menolaknya saat ia menyatakan perasaannya, Karna Aku memang benar-benar murni dalam suatu pertemanan dengannya. Aku tidak melibatkan sedikitpun perasaan untuknya. Tapi saat aku menolaknya, Clara tidak Terima, mencoba memberikanku waktu untuk memikirkannya lagi lebih lama. Karna bagaimanapun, berhubungan dengannya adalah salah satu keinginan yang diinginkan oleh semua lelaki.” Kata William dengan menghentikan perkataannya sejenak.


“20 tahun sudah berlalu begitu cepat dan aku masih belum memberikannya jawaban Karna jawabanku akan tetap sama seperti yang aku katakan saat kami menduduki sekolah menengah. Awalnya aku kira, aku akan menyerah perasaanku ini dengan Clara yang sudah menungguku selama ini. Tapi siapa yang menyangka, bahwa kakek akan menjodohkanku denganmu hanya untuk membalas budi ibumu yang sudah menolong kakekku saat itu.” Lanjut William dengan menghentikan ceritanya.


Evelyne terdiam, lalu dengan meluruskan pandangannya kedepan. Ia mulai membuka suaranya “Kenapa kau tidak tertarik dengan wanita yang selalu ada di sampingmu selama 20 tahun? Apa yang kau pikirkan? Apa kau benar-benar menganggapnya hanya sebatas teman?”


“Ya, aku hanya menganggapnya sebagai teman dan tidak lebih!” jawab William dengan cepat.


Evelyne menggelengkan kepalanya, menatap William dengan rasa tidak percaya. “Tidak mungkin! Mustahil, suatu hubungan yang berjalan selama 20 tahun tidak melibatkan perasaan sedikitpun kepada seseorang. Sebenarnya, apa sih yang kau pikirkan selama berhubungan dengannya? Apa dia memiliki suatu kekurangan yang membuatmu tidak pernah memandangnya selama itu?”


“Tidak, bukan seperti itu. Menurutku, dia adalah wanita yang sempurna. Dia memiliki bakat, kepintaran, kekayaan serta keistimewaan yang lain hingga membuat banyak orang merasa iri dengannya.” William membenarkan perkataan Evelyne dengan suaranya yang pelan.


“Aku? Bodoh?” William tertawa kecil saat mendengar hinaan yang sudah tidak asing lagi di telinganya. “Aku tidak pernah menentukan hatiku ingin bersama siapa, tetapi hatikulah yang menentukan dengan siapa aku nantinya. Terdengar konyol, tapi aku mengakuinya.”


Evelyne terdiam, ia tidak tahu kenapa seorang lelaki yang pernah ia anggap sebagai lelaki bodoh. Ternyata dia lebih bodoh dari apa yang ia kira. “Jika kau tidak menyukainya, lalu untuk apa perbuatan baik yang kau lakukan kepadanya? Bukankah kau tahu, kalau itu akan membuat Clara semakin berharap kau masih bisa menerimanya dalam hidupmu”

__ADS_1


“Aku berbuat baik padanya? Tidak, itu hanyalah perbuatan yang sering Aku lakukan saat kita masih berteman dulu. Aku juga berharap setelah Aku menikah, ia akan paham dengan semua kenyataan. Tapi... Justru ia menolak. Ia terus mencoba menghubungiku, bahkan mencoba untuk melakukan hubungan lagi seperti dulu. Dan yang kau lihat selama ini, adalah akal-akalan dia untuk membuat semua orang berpikir bahwa aku tidak menerima kenyataan dan masih terjebak di masa lalu.” Jelas William yang membuat Evelyne tertegun di tempat. “Kau sudah mendengar semuanya. Untuk mempercayainya atau tidak, kau bisa lihat nanti kedepannya. Pasti akan ada dimana semua terungkap dengan jelas”


Setelah mendengar semua penjelasan serta cerita William, membuatnya kembali terdiam Karna membutuhkan waktu untuk mereka saling memahami. ‘Clara yang sudah 20 tahun menunggunya tidak pernah ia letakkan sedikitpun perasaan untuknya. Apalagi denganku?’ Batin Evelyne dengan senyuman sedih di wajah cantiknya.


...--🥀🕊—


...


“Tidak mungkin!! Tidak mungkin kak William hanya menganggapku sebagai teman! Dia masih menyukaiku dan takut memperlihatkannya di depan Yoona. Maka dari itu, dia berbohong.” Kata Clara dengan perasaan yang sakit.


Jessica terdiam sejenak “Tapi kakak tertua yang bicara seperti itu, aku disini hanya memberitahu kak Clara bahwa Yoona pasti sudah melakukan sesuatu hingga membuat William berkata seperti itu tentangmu!”


“Sial!! Kenapa sih harus wanita ****** itu?!! Dercak Clara dengan nada yang kesal.


Perasaan benci yang sudah lama ia pendam, kini semakin melonjak saat mengetahui bahwa perubahan William yang sekarang Karna hasutan wanita licik itu. Bahkan William yang sekarang sudah tidak memiliki waktu untuk bertemu atau berbicara dengannya lagi. Awalnya Clara berpikir bahwa William tidak memiliki waktu Karna padatnya pekerjaan.

__ADS_1


Tapi siapa yang sangka, bahwa William menjauh darinya Karna hasutan Evelyne. “Kak Clara, kau sebaiknya beri dia sedikit teguran atas sikapnya yang sudah terlalu meremehkanmu! Aku tidak ingin melihat sikap sombongnya lagi, saat ia berhasil mendapatkan kakak tertua dari dunia mu” ujar Jessica dengan memancing kemarahan Clara.


“Ya, Aku tahu itu! Aku pasti akan berikan dia, supaya dia lebih tahu...siapa dia dan siapa Aku!” Ucap Clara dengan hati yang penuh kebencian.


__ADS_2