
“Tidak datang ke kantor selama 4 hari?” Gumam kecil William dengan terheran “Apa kau lihat keterangan yang diterangkan oleh catatan disana?”
Nathan mengangguk ragu “Tidak tuan. Dalam catatan absen untuk Nona Yoona tidak memiliki keterangan tentang absennya tersebut, jadi tidak diketahui alasan apa yang membuatnya bisa tidak mendatangi kantor untuk waktu yang cukup lama”
“Lalu, apa kau mendapatkan informasi dari pak shion tentang penyebab Yoona tidak datang ke kantor?” Tanya William dengan dingin.
Mendengar hal itu, Nathan kembali menggeleng “Tidak tuan, justru pak shion malah yang menanyakan tentang Nona Yoona kepada saya”
“Jadi... dia juga tidak tahu apa alasannya?” William semakin dibuat heran dengan perusahaannya sendiri. “Coba kau cek dengan CCTV private yang aku pernah beritahu padamu! Jika tidak ada jawaban maka aku akan mencari tahunya sendiri”
Nathan mengangguk “Baik tuan, tapi...bagaimana jika hasil CCTV-nya baik-baik saja? Apa Nona Yoona tidak datang ke kantor karna memiliki alasan tersendiri?”
“Jika dia memilikinya, maka absen selama 4 hari berturut-turut bukanlah hal yang biasa ia lakukan di pekerjaannya. Yoona memang orang yang terlihat pemalas, tapi jika ia bekerja untuk dirinya sendiri dan orang yang ingin ia bahagiakan maka ia tidak akan melakukan hal yang mengancam posisinya ditempat ini!” jelas William yang membuat Nathan mengangguk paham.
Nathan yang sedang membuka laptopnya untuk melihat CCTV yang dimaksud oleh William pun membuat dirinya harus duduk di sofa yang biasanya ia gunakan saat menunggu William selesai bekerja di ruangannya. Disisi lain, William yang masih terdiam duduk di meja kerjanya membuatnya semakin tidak tahan dengan semua ini.
Jadi ia memutuskan untuk mencoba menghubungi Evelyne yang sudah lama ia tidak hubungi karna padatnya pekerjaan di luar kota. Ia tidak sempat beristirahat dengan tenang, bahkan untuk membuka hp nya saja ia tidak bisa. Jadi...itulah salah satu alasannya kenapa William tidak pernah menghubungi Evelyne saat ia masih berada di luar kota.
“Cckkk!! Kenapa hp nya tidak aktif? Apa yang terjadi?!!”
William merasa geram saat telponnya sudah beberapa kali diangkat oleh Evelyne yang sedang berada disana. Hal itu membuat William semakin mencemaskannya walau ia sedikit marah jika tahu bahwa hp Evelyne tidak bisa ia hubungi kembali.
“Tuan, Tuan besar William!”
Nathan memanggil William dengan raut wajah yang tidak biasa, bahkan diwajahnya sangat terpampang dengan jelas rasa kekhawatirannya itu. “Ada apa? Apa ada sesuatu yang salah?” William melirikkan matanya yang dingin seraya tangannya yang meletakkan hpnya ke dalam jas hitamnya.
Melihat Nathan begitu serius dan khawatir tentang apa yang ia lihat di layar laptopnya membuat William langsung dengan sontak beranjak bangun dari duduknya untuk menghampiri Nathan yang sedang duduk di sofa biasanya ia duduki saat beristirahat seorang diri.
“Nathan, apa ada masalah?” tanya William saat ia berdiri tepat di samping Nathan yang masih memfokuskan dirinya kepada layar laptop yang ada di depannya ini. “Sepertinya iya, tuan!” Nathan mengangguk pelan hingga membuat kerutan di dahi William seketika terlihat begitu jelas, dan William juga menurunkan tubuhnya untuk duduk di samping Nathan agar ia bisa melihatnya.
Menyadari William telah duduk di sampingnya pun membuat Nathan langsung menggeser laptopnya kearah William, lalu dengan perlahan ia mengatur layarnya agar William bisa nyaman saat membacanya. “Lihatlah tuan! Aku mendapatkan semua ini di media sosial, dan ini sepertinya belum lama viral” ucap Nathan seraya memperlihatkannya pada William.
VIRAL!! WANITA BERNAMA YOONA SENGAJA MELAKUKAN SESUATU YANG CURANG UNTUK MENDAPATKAN KEPUTUSAN YANG DILAKUKAN SAAT PEMINDAHAN KARYAWAN, BAHKAN IA JUGA SAAT SUDAH MASUK KE PERUSAHAAN YANG IA INGINKAN. IA MALAH MENGGODA SERTA MEREBUT TUAN CEO BESAR DARI KEKASIHNYA PUTRI TERTUA NONA CLARA.
“Apa-apaan ini?!!” geram William dengan tangan yang mengepal dengan erat. Nathan tahu apa yang di rasakan oleh William saat melihat berita tersebut, tapi ia sedikit terheran. Kenapa di akun aslinya, ia tidak mendapatkan berita tersebut. Tapi saat ia beralih ke akun yang biasanya ia gunakan untuk berbisnis rahasia dengan William, malah mendapatkan berita tersebut. Apa berita ini bersifat private?
“Tuan, sepertinya ini sudah beredar dan bahkan meledak di sosial media selama 4 hari yang lalu. Bahkan berita ini bersifat private, yang dimana kita tidak akan mendapatkan berita ini” jelas Nathan dengan nada seriusnya.
Ya walaupun Nathan selalu memiliki kesan yang buruk terhadap Evelyne, tetapi ia sekarang seperti tidak Terima jika hal-hal yang tidak mungkin wanita itu lakukan kini beredar meledak di sosial mereka. Bahkan berita ini juga bersifat private, yang dimana ia paling membenci berita tersebut.
William mengerutkan keningnya, lalu dengan berusaha tenang ia menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa seraya melipat kedua tangannya di dada. “Selidiki CCTV yang ada di kantor secara keseluruhan! Kalau perlu kau juga bisa mengecek CCTV yang aku gunakan sebagai rekaman rahasia”
“Baik tuan, tapi...apakah anda tidak mencoba untuk menghubungi seseorang di kediamanmu? Siapa tahu Nona Yoona ada disana” ucap Nathan yang tidak ingin William melihatnya bekerja, karna itu hanya akan membuat tubuhnya sedikit merasa tidak nyaman.
__ADS_1
William menggeleng “Yoona tidak ada disana, sebelum aku menaiki pesawat. Aku sempat menghubungi seseorang di kediaman untuk menanyakan keadaan disana, dan semua baik-baik saja. Tapi...mereka bilang kalau Yoona sudah beberapa hari tidak pulang ke sana. Jadi itu sebabnya aku sesampainya di bandara, aku langsung menuju ke kantor bukan ke kediaman.”
“....” Nathan mengangguk namun hanya terdiam saat tangannya mulai memeriksa beberapa rekaman CCTV di kantornya.
Awalnya semuanya baik-baik saja, tetapi manik mata William yang begitu tajam pun lanbsubh menunjuk ke bagian rekaman CCTV untuk bagian di depan ruangannya. Nathan yang mengikuti intruksi dari William pun langsung memeriksa rekaman CCTV di bagian depan ruangan William.
Gotcha!
Semua terungkap dengan jelas ada CCTV tersebut, dimana awalnya Clara datang untuk menemuinya namun karna ia tidak ada di ruangan dan clara juga tidak mengetahui dimana ia berada maka dari itu ia memutuskan untuk bertanya kepada Evelyne yang kebetulan ada disana. Tetapi karna Evelyne tidak memberitahunya, Clara menampar Evelyne serta membuat keributan dimana semua orang menyangka bahwa Evelyne memisahkan Clara dengan William.
Bukan hanya itu, semua orang juga mengira bahwa Evelyne telah melukai Clara hingga memasuki rumah sakit dengan benda yang bersengatan tinggi. Padahal jelas-jelas itu adalah ulahnya sendiri untuk menarik perhatian semua orang saat ruangannya dalam keadaan gelap.
“Tuan?” cicit Nathan dengan rasa ketidakpercayaan saat melihat rekaman tersebut. Bahkan ia juga tidak sanggup untuk menolehkan kepalanya Kesamping saat ia merasakan aura dan kemarahan William menjadi begitu gelap. “Cukup! Simpan dan kirim semua hasil rekaman tersebut padaku! Aku akan mengurus mereka semua nanti” ucap William dengan nada yang sangat dingin.
Nathan mengangguk cepat “B-baik tuan! Segera saya kirimkan padamu”
Melihat berita yang tersebar itu pun membuat William semakin meruntuki dirinya sendiri, seperti menyesal namun tidak ada gunanya menyesali semua yang sudah terjadi. Bahkan ia sadar bahwa Evelyne melewati semua ini sendirian. Ia tidak menghubunginya untuk meminta tolong, tapi is malah menghadapinya seolah-olah dia bisa melakukan semuanya sendirian.
-Apa kamu tidak membutuhkanku lagi, Yoona?-
William yang sedang merenungkan dirinya sendiri pun Seketika tersadar akan sesuatu yang is lupakan sedari tadi. Mobil yang pernah ia berikan kepada Evelyne memiliki alat pengintai di dalamnya, hingga ia bisa melihat dimana lokasi mobil itu terparkir. “Sial!! Kenapa aku begitu bodoh!!?” umpatnya dengan nada kesal.
“Tuan, ada apa? Apa ada masalah lain?” tanya Nathan seraya menolehkan kepalanya.
Dan tak lama dari itu, reaksi William telah menjawab pertanyaan Nathan sebelumnya. Bahkan jawaban itu lebih dari apa yang ia kira. “T-tuan, ada apa?” tanya Nathan dengan Hati-hati.
“Yoona ada di markas salah satu anggota dunia gelap” ucapnya dengan suara dingin serta perasaan khawatir di hatinya.
Nathan terkejut setengah mati, ia tidak percaya kalau Yoona benar-benar ada di salah satu markas anggota dunia gelap. Bahkan jika ia berpikir secara normal, maka itu sangat tidak mungkin. Orang luar yang tidak mengetahui banyak tentang dunia gelap, kini ia berada disana. Untuk apa?!
...--🥀🕊—
...
Di aula markas no xxx.
Evelyne yang benar-benar menggila seperti iblis telah membunuh puluhan orang di aula utama dalam sekejap mata, membuat rasa ketakutan yang mendalam saat semua orang melihat bagaimana ia membunuh orang dalam waktu yang singkat namun menyakitkan.
“D-dia benar-benar seorang iblis!!” pekik salah seorang lelaki dengan raut wajah yang ketakutan.
Evelyne tertawa begitu keras, membuat seluruh api di ruangan itu mengelilinginya tanpa rasa panas yang membakar. Terlihat seperti api yang sedang bersahabat dengan seorang iblis berwujud manusia itu.
Semua orang ketakutan, bahkan tubuhnya sudah menyerahkan dirinya untuk mati karna bagi mereka sudah tidak ada jalan lagi untuk keluar dari sana. Menyelamatkan diri dengan selamat saja tidak mungkin, apa lagi keluar dengan hidup-hidup. Itu sangat tidak mungkin! Lihatlah wanita itu terus membuat darah seseorang memenuhi tubuhnya saat ia membunuhnya tanpa perasaan sedikitpun.
__ADS_1
Evelyne menusuk setiap bagian anggota tubuh yang ada di diri seorang lelaki di depannya, setelah menusuk ia akan menyobeknya hingga kulit itu terbelah dengan lebar. Membuat darah terus bertumpahan di lantai serta cipratan yang mengenai wajah, tangan dan baju milik Evelyne. Semua itu benar-benar di luar kesadaran Evelyne atau bisa dibilang Eve lah yang mengendalikan tubuhnya sekarang.
“Evelyne Hyung!!” teriak seseorang dari balik kobaran api yang menyala-nyala.
Evelyne menolehkan kepalanya dengan perlahan, menampilkan wajahnya yang mengerikan kepada seorang lelaki dengan beberapa anak buahnya sedang berjalan menghampirinya. “Evelyne, sayang! Apakah itu kamu?” tanya lelaki itu dengan merentangkan tangannya seperti ingin memeluk Evelyne dengan rasa rindunya selama ini.
Melihat lelaki itu datang menghampirinya, Evelyne langsung menodongkan sebuah linggis yang panjang dan tajam serta di penuhi oleh darah manusia membuat lelaki itu dengan sontak menghentikan langkahnya tepat di depan ujung linggis tersebut. “Evelyne, apa yang kau lakukan? Kenapa kau melakukan semua ini?”
Lelaki itu menatap Evelyne dengan rasa tidak percaya bahwa wanita yang ada di depannya ini benar-benar anak dari kakaknya yang sudah mati untuk beberapa bulan yang lalu. Dan ini adalah hari yang mengejutkan, jika ia dipertemukan olehnya dengan cara yang seperti ini.
...--🥀🕊—
...
9 bulan yang lalu.
Seorang anak kecil yang sedang berlari menuju seorang lelaki dengan raut wajahnya yang ceria membuat suatu senyuman yang di ukir oleh seorang lelaki tersebut. Anak kecil itu merentangkan tangannya seperti ingin lelaki itu menggendong. Dan benar saja, lelaki itu mengangkat tubuh mungilnya diatas gendongan. Lalu meletakkannnya di lengan besarnya untuk bisa menahan tubuhnya agar tidak terjatuh ke bawah.
Cup!!
Anak kecil mengecup kening lelaki itu dengan penuh kasih sayang yang besar, lalu dengan senyuman yang lebar ia memeluk kepala lelaki itu hingga menempelkan pipi chubby nya dengan pipi keras dari lelaki itu. “Paman! Aku sangat menyayangimu, kau tahu itu?” ucapnya dengan suara yang gemas.
“Ya, paman tahu! Paman juga mencintai elyne seperti elyne mencintai paman!” jawab lelaki itu dengan anggukan serta senyuman hangat darinya.
Anak kecil itu tergirang. “Paman juga harus berjanji padaku, kalau kau tidak akan pernah pergi meninggalkanku! Kau juga menjaga ibu dan kakakku dari apapun itu, dan aku juga akan berjanji pada paman akan membayar semua kebaikan paman padaku!”
“Baik, aku berjanji! Tapi...paman punya satu permintaan lagi padamu.” Kata lelaki itu dengan menunjukan jari telunjuknya.
Anak kecil mengangguk, lalu dengan tangannya yang kecil ia memegang jari telunjuk lelaki itu dengan erat. “Katakan! Katakan saja padaku, apa yang paman inginkan? Aku berjanji akan melakukannya dengan baik!”
“Benarkah? Baiklah kalau begitu, kau harus berjanji padaku. Kau akan tumbuh menjadi gadis yang baik dan tidak pernah menyakiti seseorang sedikitpun. Dan paman ingin, kamu lebih mengedepankan perasaan yang ada di dalam hatimu daripada ego yang ada di pikiranmu.” Kata pakai itu seraya menggenggam tangan Anak kecil itu dengan tangan yang gemetar “Apakah kamu bisa melakukan itu Elyne?”
Anak kecil itu mengangguk “Aku berjanji! Aku berjanji akan melakukannya untuk paman. Dan Aku berharap, tidak ada pengingkaran janji yang pernah kulakukan pada ayah sebelumnya” kata gadis itu dengan raut wajah yang murung.
“Baik-baik....paman berjanji tidak akan pernah melakukan hal yang sama seperti ayahmu! Paman juga berjanji akan selalu sayang sama elyne. Elyne kecilku, apa kau mengerti?” tanya lelaki itu dengan memeluk erat.
Anak kecil itu mengangguk dengan wajahnya yang polos namun hati yang sudah ternodai akibat perilaku ayahnya yang kejam.
Anak kecil itu kita, semua janji mereka akan ditepati hingga ia bisa membalas kebaikan paman di masa depannya nanti. Tapi siapa yang menyangka bahwa di masa depan, ia malah melihat bagaimana paman memperlakukan ibunya sama seperti ayahnya. Wanita pelacur yang akan terus melayani majikannya hingga puas, dan itu membuat hati anak kecil itu seperti tercabik-cabik atas pengkhianatan yang dilakukan oleh paman padanya.
Dimana janjinya dulu? Dimana ia letakan kepercayaannya sekarang? Apa ia akan mengingkari semuanya sama seperti ayahnya dulu? Apa dia akan membuatnya semakin terjatuh ke dalam neraka ini?
“A-aku kecewa padamu paman!”
__ADS_1