
Mendengar perkataan yang di lontarkan oleh William pun membuat Clara serta tuan WU mengukirkan senyuman menyeringai di wajahnya yang licik. Hal itu tentu saja membuat Evelyne menatap William dengan senyuman kecewa di wajahnya yang hendak menangis, karena sudah begitu lama ia bertahan dengan hati yang sudah berkali-kali di khianati saat ia di masa lalu.
Awalnya Evelyne mengira bahwa ia akan mempercayai William sebagai obatnya di masa depan, tapi siapa yang akan menyangka bahwa William memang sudah menjadi sebagian obat dalam rasa sakitnya tapi ia juga menjadi luka yang paling besar dalam hidupnya. “Aku kecewa denganmu, liam.”
Evelyne berbalik dengan air mata yang menetes di pipinya yang merah, bahkan ia juga sampai menahan suara tangisannya agar tidak terdengar sampai di telinga William ataupun Clara.
Baru saja hendak keluar dari aula tersebut, seketika William dengan suaranya yang tegas menghentikan langkah Evelyne secara sontak. “Siapa yang menyuruhmu pergi?” tanya William dengan berjalan menghampiri Evelyne yang kini tengah berdiri di depannya.
“Kau tidak bisa pergi dari sini, Yoona! Kamu itu harus tetap disini untuk menyaksikan pernikahan aku dengan William.” Sahut Clara dengan mengangkat salah satu alisnya dengan angkuh.
William berbalik, lalu dengan dingin ia menatap Clara yang kini tengah merasa senang akan tindakannya barusan. “Aku, dan kamu? Menikah?”
“....” Clara dengan spontan terdiam saat mendengar William berkata seperti itu. “Ohh...sepertinya, disini ada yang terjadi kesalahpahaman yang besar ya. Aku disini...bukan untuk menikahimu, Clara. Melainkan aku disini hanya untuk menghadiri pernikahanmu dengan calon suamimu” ucap William yang membuat semua orang yang ada disana tampak dibuat terkejut akan perkataan itu.
Tuan WU sekalipun ikut tidak mempercayai apa yang di katakan oleh William barusan. “T-tunggu! Apa yang kau katakan?! Kau datang kesini bukan untuk menikahi putriku?!”
“Ya, bisa di bilang seperti itu.” Angguknya dengan menatap keduanya dengan rasa kepuasan yang mendalam.
Clara menggeleng kuat “T-tidak, tidak mungkin aku akan menikahi lelaki lain selainmu William! Hanya kamu yang aku cintai, tidak lebih!”
__ADS_1
“Tapi, aku tidak!” balasnya dengan dingin “Kita memang teman kecil yang tumbuh bersama, tapi bukan berarti kita akan hidup bersama di masa depan. Aku memiliki jalanku sendiri, dan kau juga harus memilikinya. Tidak peduli sebesar apa perasaanmu saat ini, karena kamu juga harus menerima bahwa aku sudah menikah dan akan menikah lagi untuk kedua kalinya!”
Tuan WU membantah “Tapi kamu sudah berjanji akan menikahinya bukan?!! Apa kau tidak takut aku tidak akan membantumu untuk menaiki kepopuleranmu?!!”
“Heh...kau menaiki kepopuleranku?” cibir William dengan merendahkan tuan WU. “Apa kau sedang bercanda? Menggapai kesuksesanku saja, kau tidak bisa. Kenapa masih bisa berhayal untuk menaiki kepopuleranku?”
Tuan WU terpaku, bahkan mulutnya sampai tidak bisa mengeluarkan perkataan sedikitpun untuk William saat ini. Sedangkan Clara yang melihat itu pun langsung meraih tangan William dengan kedua tangannya, namun dengan cepat William menepis nya dengan kasar. “Jangan sentuh aku!”
“Will, kamu ini kenapa sih? Kamu bilang, kita akan menikah setelah ayah mencabut pembatalan kesepakatan itu. Lalu kenapa tiba-tiba kamu seperti ini?” tanya Clara dengan menyedihkan.
William terdiam sejenak, lalu dengan manik matanya yang tajam ia langsung menarik tangan Evelyne hingga wanita itu terjatuh ke dalam pelukannya. William bisa merasakannya untuk saat ini Evelyne benar-benar tengah menangis dalam diam, namun ia juga sudah tidak bisa melakukan apapun lagi karena ini sudah menjadi bagian rencananya.
“kau salah! Aku tidak akan pernah menikah denganmu, melainkan aku akan mengulang pernikahanku dengannya sekarang!” ucap William hingga membuat semua orang yang ada disana terkejut.
Plaakk!!!...
William yang tidak main-main dalam melayangkan tamparan keras itu di pipi tuan WU, membuat semua yang tadinya terkejut, semakin di buat kejut akan situasi saat ini. “Jaga bicara mu, jika kau tidak ingin aku lempar ke dalam penjara!”
“William! Kenapa kamu bicara seperti itu padaku ayahku?! Apa kau sudah tidak memiliki rasa hormat lagi kepadanya?!” tanya Clara yang masih menjaga Emosinya agar tidak terluap.
__ADS_1
Mendengar perkataan yang di lontarkan oleh Clara pun membuat Evelyne sedikit menggerakkan tubuhnya dengan tema dan yang kuat di kemeja William. Ia tahu bahwa Evelyne tengah emosi saat mendengar semua yang di katakan oleh Clara dan tuan WU, tapi karena William tidak ingin melibatkan Evelyne dalam TV nantinya membuat ia terus memeluk Evelyne dan memberikan ketenangan terus menerus.
“Kau memintaku untuk menghormati ayahmu, lalu bagaimana dengannya?” balas William dengan melirik kan matanya yang tajam ke arah tuan WU. “Dia saja tidak bisa menghargai seorang wanita, lalu untuk apa meminta penghormatan kepada orang disaat ia tidak melakukannya.”
Clara terdiam, sementara William masih terus menatap keduanya dengan tatapan yang membenci. “Keluar kalian dari tempat ini! Aku benar-benar tidak ingin melihat kalian ada di hadapanku lagi.”
“Kau yang seharusnya pergi dari sini sialan!!! Tempat ini aku yang memesannya, jadi untuk apa kau mengusir ku dari sini?” bentak tuan WU yang kehabisan kesabaran.
Sementara Evelyne yang sudah tidak bisa menahannya lagi pun langsung ke luar dari pelukan William dan berbalik untuk menghadap kearah Clara dan tuan WU. Keduanya terkejut saat melihat sepasang manik mata yang merah menyala tengah tertuju kearah mereka seperti ingin membunuhnya dari tatapan terkejut.
Evelyne juga secara tidak sadar mengeluarkan aura hitamnya yang begitu kuat, hingga William sendiri mengerutkan keningnya saat melihat itu. “Pergi kalian dari tempat ini, atau aku yang akan membuat kalian pergi dari dunia ini!” ancam nya dengan mengeluarkan sebuah pisau kecil kearah leher Clara.
“Sstt...apa yang kau lakukan bodoh? Tidak bisakah kamu menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu yang bodoh?” William menutup kedua mata Evelyne dengan salah satu tangannya yang besar, lalu ia juga mendekatkan wajahnya di samping leher Evelyne. “Waktu bicara mu sudah habis!”
Setelah mengucapkan kata-kata itu, Clara dan tuan WU pun langsung di bawa oleh para penjaga untuk kedua dari aula tersebut. Keduanya memberontak serta berteriak seperti layaknya jarang gila di mata William, dan ketika semuanya sudah berakhir. Semua orang yang ada di dalam ruangan butuh seketika menepuk tangan mereka secara bersamaan.
Karena bingung dengan apa yang Evelyne dengar, ia pun langsung membuka matanya disaat ia melihat William tengah berlutut di depannya seraya menunjukkan sebuah cincin berlian kepadanya. Posisi ini memang membuatnya sedikit terkejut, karena ini adalah kali pertamanya Evelyne melihat seorang lelaki tengah berlutut di depannya dengan cincin pernikahan di tangannya.
“Maaf atas kejadian yang sebelumnya, aku tidak bermaksud untuk menyakitimu. Tapi... Mau kah kamu menerimaku lagi setelah aku banyak melakukan kesalahan padamu?” tanya William dengan nada yang lembut.
__ADS_1
Evelyne tidak bisa berkata apa-apa lagi, bahkan jika mereka sudah saling melengkapi maka itu sudah lebih cukup dari apa yang diinginkan oleh Evelyne saat ini. “Liam...kau benar-benar lelaki kejam!”