
William yang baru selesai berganti baju di ruang ganti pun terkejut saat melihat evelyne tengah berlari kencang dari kamar mandi menuju ruang ganti, William tidak tahu apa yang membuat wanita itu harus bersikap seperti kekanak-kanakan. Padahal jika ia mengingat hari dimana mereka pertama kalau menikah, sikap dan karakter Yoona tidaklah seperti itu.
Berbeda sekali dengan wanita ini, sikapnya begitu misterius. Bahkan ia beberapa kali di buat bingung oleh sikapnya.
Tak lama, evelyne keluar dari ruang ganti memakai pakaian baju hitam lengan panjang yang disertai rok pendek kotak-kotak dan kaos kaki hitam yang panjangnya hingga menutupi atas lututnya. Evelyne juga disana menggerai rambut panjangnya. William yang melihat itu hanya terdiam sembari mengancingi kancing lengannya.
“Tuan, tuan... Lihatlah ini! Pakaian yang sangat indah bukan?” pamer evelyne dengan raut wajah yang senang. Sementara William hanya menatap style baju evelyne dengan dingin, “Hn... Apakah kamu yang membelinya?” tanya William yang membuat evelyne dengan cepat menjawab perkataan itu dengan kedua tangan yang melambai.
“Tidak, Tidak! Ini bukan aku yang membelinya!”
William mengerutkan keningnya, menatap evelyne dengan diam hingga membuat wanita itu kembali membuka suaranya untuk menjelaskan. “Ini bukan aku yang membelinya, aku tidak tahu siapa telah menukar semua baju-bajuku di lemari. Awalnya aku mengira bahwa Dessy lah yang telah menukar baju-bajuku, tapi saat kemarin aku bertanya padanya. Dia menjawab ‘Tidak!’ dan bahkan ia tidak tahu siapa yang telah melakukannya”
“Kenapa begitu ingin tahu tentang hal yang tidak penting?” Tanya William dengan dingin
Sementara evelyne yang mendengar itu hanya menghela nafasnya dengan pelan, “Tuan, jika orang berbuat baik pada kita. Maka kita harus mengucapkan terimakasih padanya, bukan malah berkata bahwa hal itu tidak lah penting.” William terdiam saat melihat evelyne tengah menasehatinya seperti guru yang baik dan murid yang nakal.
Setelah mendengar evelyne selesai berkata, William pun membalikkan tubuhnya. “Tidak perlu berterimakasih, lagipula kau memiliki hutang budi dengan orang yang telah menukar baju-bajumu itu!” kata William seraya berjalan pergi keluar dari kamar.
Sedangkan evelyne yang ditinggal oleh William seorang diri didalam kamar pun membuat dirinya menghela nafasnya dengan kasar. “Ckk... Kalau dikasih tahu itu dengerin, bukannya malah ditinggal pergi!! Dasar bodoh...”
__ADS_1
Disisi lain William yang tengah menuruni tangga pun, melihat 2 wanita dan 1 lelaki tengah duduk di sofa ruang tamunya sambil berbincang sesuatu. Melihat ketiga orang itu, William hanya terdiam sembari berjalan menghampiri mereka.
“Kakak tertua!”
Sapa lelaki itu sampai mengangkat kepalanya untuk menatap William yang tengah berjalan menghampiri mereka. Kedua wanita yang tengah asik berbincang seketika menolehkan kepalanya secara bersamaan saat mendengar suara lelaki yang tengah memanggil seseorang.
William yang didapat oleh lelaki yang ada di depannya hanya mengangguk sebagai responnya pada panggilan tersebut.
“Kakak tertua!”
“Kak William”
Kedua wanita itu ikut menyapa William dengan senyuman manis diwajahnya, tapi William hanya terdiam menghiaraukan keduanya. “Azka, apa yang membuatmu datang kesini pagi-pagi?” tanya William saat berhenti tepat di dekat lelaki itu. Sementara lelaki yang bernama azka langsung beranjak dari duduknya untuk menyamakan posisinya “Ahh.. Tidak ada kakak tertua, aku hanya mengantar Jessica kesini. Katanya dia begitu kangen denganmu”
Sementara disisi lain, suara teriakan girang evelyne terdengar di telinga semua orang yang berada di ruang tamu. hal itu membuat semua dengan sontak menolehkan kepalanya kearah tangga dan melihat seorang wanita dengan suasana hati yang baik tengah berjalan santai menuruni tangga sambil bernyanyi.
“Yoona?”
“Hyung?”
Evelyne yang melihat tatapan dingin William tengah menatapnya pun membuat ia melambaikan tangannya sambil tersenyum manis. “Hallo tuan, kau masih disini? Kukira kau sudah berangkat sejak tadi” William yang disapa terang-terangan oleh evelyne pun membuat ketiga orang yang berada disana memunculkan perasaan yang tidak suka.
__ADS_1
“Berhentilah berlari-lari ditangga, apa kau ingin terjatuh lagi?”
William menatap evelyne dengan tatapan dingin, namun itu sama sekali tidak menghilangkan sedikit senyuman manis diwajahnya. “Ahh... Maaf-maaf, aku tidak akan mengulanginya lagi” evelyne berhenti tepat di depan William sembari tersenyum nakal. Azka yang yang melihat senyuman itu pun mengerutkan keningnya, melihat tampilan serta sikap evelyne yang berubah.
“Kakak ipar”
Sapa Azka dari belakang yang membuat evelyne menyadari kehadiran dari lelaki itu. “oh..Azka? Kapan kau datang?” kata evelyne yang membalas sapaan Azka dengan ramah. “Aku baru saja datang. Kalau kakak ipar, bagaimana keadaannya? Maaf aku baru bertanya sekarang” azka membuka pembicaraan yang membuat evelyne semakin menanggapi nya dengan baik.
“Baik-baik, itu hanya kecelakaan kecil. Kau tidak perlu khawatir!”
Azka mengangguk mendengar jawaban dari evelyne, sementara William yang melihatjan yang melingkar ditanggannya sudah menunjukan pukul 07.23 membuat lelaki itu berkata “Aku sepertinya tidak bisa menemani kalian terlalu lama disini. Masih banyak pekerjaan yang harus aku urus di kantor” kata William seraya menatap ke3 tamunya.
“Tidak apa-apa kak, kami juga akan segera pulang setelah kau berangkat nanti” jawab Azka sambil menatap William dengan tatapan datarnya. William yang sudah mendengar jawaban dari Azka pun langsung membalikkan tubuhnya kearah pintu lalu berjalan keluar dari kediaman tua.
Sementara Clara yang melihat William pergi begitu saja pun langsung beranjak dari duduknya dan berlari mengikuti William dari belakang. “Kak William, tunggu!!”
Evelyne yang melihat Clara tengah mengejar William di hadapannya pun hanya terdiam hingga membuat jessica yang melihatnya langsung tersenyum licik. “Ahh... Kakak tertua selalu saja lupa mengajak kak Clara untuk berangkat ke kantor bersama ya” tawa kecil jessica yang tampak sedang mengejek evelyne ditempat.
Mendengar ejekan itu, evelyne melirikkan manik matanya yang tajam kearah jessica yang tengah duduk anggun di sofa sembari meminum teh hangat. “Bareng dengan tuan william, apakah dia tidak memiliki mobil untuk pergi ke kantor seorang diri?” tanya evelyne dengan raut wajah yang seketika berubah drastis.
Azka yang melihat perubahan itu pun tidak bisa tidak mengerutkan keningnya, ia tidak tau kenapa rasanya wanita di depannya ini bukanlah Yoona yang ia kenal, melainkan orang lain yang memiliki wajah yang sama seperti Yoona. “Heh... Tentu saja punya, apa kau tidak tahu bahwa sainganmu itu adalah putri sulung dari keluarga terkaya no 2 di negara ini?” jawab jessica dengan penuh kesombongan.
__ADS_1
“Aku tidak bertanya, dan lagipula aku juga tidak terlalu peduli siapa Clara itu” jawab santai evelyne yang membuat jessica sedikit merasa jengkel dengan sikapnya.