Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 70 : Sulit membangun hubungan yang pernah kuhancurkan sebelumnya.


__ADS_3

Evelyne terdiam seraya melirik kan matanya kepada william yang tengah berdiri di sampingnya. William memang tidak menyakitinya saat semalam, namun sikapnya yang semalam dan pagi ini membuatnya merasa kebingungan. “Tidak, kakek. Liam tidak menyakitiku semalam, kita hanya tertidur di kasur yang sama tanpa melakukan apapun” Evelyne menundukkan kepalanya saat ia mengucapkan kalimat terakhirnya.


William tersenyum, sementara kakek yang melihat senyumannya malah membuat ia berpikir bahwa lelaki ini tengah mengancam Evelyne untuk tidak mengatakan yang sebenarnya. “Yoona, apa serius? Kau tidak berbohong kan?” tanya kakek yang membuat Evelyne mengangkat kepalanya untuk melihat kearah kakek yang tengah memandangnya dengan tatapan cemas.


“Aku tidak berbohong, kakek. Aku mengatakan ini dengan sejujurnya, tanpa ada sedikitpun ancaman” ucap Evelyne dengan memasang senyuman kakunya.


Kakek menyipitkan matanya “Will! Kamu tahu kan, apa yang akan aku lakukan jika kau berani melakukan sesuatu pada wanita?”


“Hn...Aku tahu, kau tidak perlu mengatakannya lagi!” sahut William dengan menggandeng tangan Evelyne untuk berdiri lebih dekat dengannya. “Ayo pergi! Kita sudah hampir terlambat”


Evelyne memegang lengan bagian atas William yang tengah menggenggam salah satu tangannya. “Kakek, kami izin keluar sejenak. Maaf tidak bisa sarapan bersama denganmu hari ini” Evelyne menatap kakek dengan sikap hormatnya.


“Ya, kau pergilah! Jangan lupa, ajarkan anak ini tentang banyak hal. Dia memang seorang lelaki yang pintar, namun kepintarannya hanya ia gunakan untuk pekerjaannya saja, dan bukan untuk kehidupannya yang lain” kakek mencibir.


Evelyne terkekeh kecil, lalu mengangkat kepalanya untuk melihat William yang tengah memasang raut wajah gelapnya saat kakek secara terang-terangan memberitahu Evelyne tentang kekurangannya. “Ya...aku pasti akan mengajarkannya banyak hal”


“Tapi sebelum kau mengajarkan itu, aku yang akan lebih dulu mengajarkanmu bagaimana hidup dalam kejamnya dunia bisnis” ucap William dengan nada dinginnya.


Kakek mengerutkan keningnya, menatap William dengan tatapan yang tajam saat Evelyne merasakan aura gelap dari keduanya begitu menakutkan. “Will! Aku sudah peringatkan kamu untuk tidak mengatakan itu lagi kan!!”


“Ckk...aku tahu!” Decih William seraya berjalan keluar dari kediaman dengan menggandeng tangan Evelyne di belakangnya. “Yoona, lupakan pembicaraan hari ini! Karna itu sangat tidak penting”


Evelyne terdiam, ia hanya menatap punggung besar William dari belakang yang tampak begitu gagah. Namun di hati Evelyne mengatakan bahwa dibalik punggung gagah besar milik William, terdapat beberapa beban yang ia tanggung seorang diri. Dan itu memiliki kaitannya dengan perkataan William sebelumnya.


-Mengajarkan bagaimana hidup dalam kejamnya dunia bisnis-


Apa yang terjadi? Apa yang telah di tanggung oleh lelaki ini, hingga membuatnya berkata seperti itu? Bahkan kakek besar itu juga mengatakan bahwa sikap keras yang tidak berperasaan dari dalam dirinya, itu karna faktor yang ia alami di masa lalunya.


...--🥀🕊—


...


Di kediaman maxime.


“Tuan besar. Apa itu akan baik-baik saja, jika nona mengetahui semua kegelapan dibalik ini?” tanya kepala asisten dengan kepala yang menunduk. Kakek tertawa, mengukirkan sebuah ketertarikannya pada Evelyne saat ia mengingat bagaimana perban putih itu melilit di leher William. “Aku rasa, tidak akan jadi masalah. Karna bagaimanapun latar belakang dari anak itu. Karna pasangan yang kini ia sandingkan, adalah wanita yang luar biasa.”


“Tapi tuan, bagaimana dengan perceraian mereka?” kepala asisten bertanya lagi dengan suara yang pelan. “Pihak dari keluarga Park sudah memintaku untuk memberikan surat persetujuan atas perceraian mereka.”


Kakek mengerutkan keningnya, lalu menghela nafasnya dengan berat. “Mereka mengetahui itu?”


“Ya tuan, mereka juga berencana untuk melakukan kesepakatan pada keluarga chen untuk menikahkan putra putri mereka setelah tuan William berhasil bercerai dengan nona Yoona” jelasnya dengan menunjukkan sebuah surat kepada kakek.


Kakek mengambil surat itu, membacanya secara keseluruhan lalu merobeknya hingga menjadi potongan-potongan kertas yang kecil. Kakek juga melepaskan potongan-potongan itu diatas hingga membuat kertas itu terjatuh ke lantai saat melewati wajah kakek yang tampak begitu gelap. Aura yang mengerikan kembali ia keluarkan saat semua pelayan sedang membersihkan lantainya dari potongan-potongan kertas itu.


-Bajingan keparat itu!! Ternyata dia masih menggunakannya untuk mencari uang?!!-

__ADS_1


“Pergi cari informasi tentang keluarga chen sekarang!” Teriak kakek yang membuat sekumpulan orang berbaju hitam datang entah dari mana. “Jika hasilnya tidak memuaskan, maka kepala kalianlah yang akan aku jadikan sumber informasi itu!!”


Setelah mendengar perintah, Sekumpulan orang berbaju hitam itu pun langsung pergi keluar ubgyj menjalankan tugasnya. Sementara kakek yang masih berdiri tegak di tengah aula kediaman, membuat suasana disana menjadi sangat canggung. Bahkan kepala asisten yang berada di sana ikut merasakan tubuhnya yang gemetar saat melihat kepribadian kakek maxime yang telah lama ia tutupi karna keberadaan Evelyne.


“Kau!! Pergi ke tempatmu, dan jangan sampai William dan Yoona mengetahui semua ini. Paham?” kakek menolehkan kepalanya tepat disaat ia menajamkan matanya kepada kepala asisten itu.


“Paham tuan! Saya pastikan semua tidak akan mengetahui itu” ucapnya dengan tegas.


...--🥀🕊—


...


Di Toko Fashion.


“Kak Clara, kenapa beberapa minggu ini aku jarang melihatmu pergi bersama kak William lagi? Bukankah biasanya, kamu akan selalu pergi bersama dengannya kemanapun?” tanya Jessica saat mereka tengah memilih beberapa gaun di depan mereka.


Clara menghela nafasnya, memasang raut wajah yang sedih karna harus mengatakan yang sebenarnya kepada Jessica saat ini. “Aku tidak tahu, kak William akhir-akhir ini sangat sibuk. Aku menelponnya untuk mengajaknya bertemu atau berbicara, ia selalu berkata bahwa ia sibuk. Padahal dulu, Sesibuk-sibuknya dia...dia selalu luangkan waktunya untukku”


“Sudah berapa lama dia seperti itu? Dan kenapa kau tidak pernah menceritakannya padaku?” jessica melirikkan matanya pada wanita cantik yang sedang berdiri di sampingnya. “Aku kira semua ini akan berlangsung beberapa hari saja, tapi aku juga tidak akan berpikir bahwa William akan mengabaikanku beberapa minggu. Padahal sebelumnya, ia begitu romantis padaku”


Jessica berdecih kecil, berpikir bahwa perubahan William terhadap Clara pasti memiliki kaitannya dengan adanya Evelyne. “Pasti karna wanita ****** itu!”


“Hah...tidak mungkin! Bagaimana bisa, wanita itu membuat William melakukan hal seperti ini padaku. Padahal sudah terlihat begitu jelas kalau dari material, penampilan, bakat, kecantikan bahkan kepintaran....aku jauh lebih baik dari wanita itu” elakkan Clara dengan arogan nya ia merendahkan posisi Evelyne di matanya.


Jessica tertawa kencang, ia hampir melupakan kenyataan bahwa Evelyne benar-benar bukanlah tandingan Clara untuk merebut William dari masa lalu mereka.


...--🥀🕊—


...


William mengajak Evelyne untuk pergi ke ruang VIP yang sudah di pesan olehnya beberapa jam yang lalu. Karna Restoran ini cukup terkenal di negara mereka, karna makanan serta fasilitas yang sangat memuaskan bagi para pengunjung yang datang ke sana. Pelayanan di Restoran itu juga cukup profesional hingga membuat semuanya berjalan dengan lancar.


Tidak hanya itu, disana juga terdapat beberapa halaman taman yang biasanya para petinggi pesan untuk menikmati pemandangan yang luar biasa dari sana. Banyak para pelayan yang menyambut hangat kedatangan William serta Evelyne, mereka tampak mengenali William dan bahkan saat ia ingin menegur lelaki ini, William selalu meletakkan jari telunjuknya di bibirnya untuk tidak berbicara dengannya sekarang.


“Liam, kau bilang kita akan pergi membeli sarapan di luar. Kenapa kau malah membawaku kesini? Apa itu tidak terlalu berlebihan?” Evelyne mengangkat kepalanya setiap berbicara kepada William karna tinggi mereka yang terlihat cukup jauh.


William menurunkan pandangannya, lalu tersenyum kecil saat tangan dari lelaki itu mengusap lembut kepala Evelyne dengan penuh perhatian. “Memangnya ada apa? Apa kau tidak nyaman dengan tempat ini?”


“Sedikit” ucapnya dengan pelan “Aku hanya tidak biasa jika harus ketempat seperti ini”


William terdiam, menyipitkan matanya saat melihat raut wajah Evelyne yang benar-benar menunjukkan bahwa dirinya tidak nyaman di tempat seperti ini. Tapi kenapa? Bukankah dulu, wanita ini selalu datang kesini untuk berfoya-foya? Bahkan ia juga sering menghabiskan uangnya hanya untuk barang yang tidak penting.


Tapi sekarang, Evelyne tampak jarang sekali memintanya uang untuk berbelanja. Bahkan ia juga terlihat tidak nyaman jika William membawanya ke tempat yang biasanya terdapat begitu banyak orang di dalamnya. Ini adalah suatu perubahan atau memang berbeda orang?


“kalau tidak nyaman, apa kau ingin pindah ke tempat lain?” tanya William yang siap membatalkan bookingnya di ruang VIP.

__ADS_1


Evelyne menggeleng “Tidak perlu, kau sudah memesan semuanya. Jadi aku rasanya, aku hanya peluk membiasakan diri di tempat baru”


“Apa kau yakin?” William mendekatkan dirinya kepada Evelyne untuk menghilangkan rasa tidak nyaman dari dalam hati Evelyne. “Ya, aku yakin. Maaf sudah merepotkanmu” Evelyne menghela nafasnya untuk menenangkan dirinya.


Sesampainya di ruang VIP, Evelyne langsung duduk di tempat yang sudah di siapkan oleh pelayan untuk dirinya dan William duduk. Disana tampak begitu indah, karna William sengaja memilih ruang VIP mereka dekat dengan danau yang letaknya di belakang restoran ini. Bahkan mereka juga bisa melihatnya dengan jelas, karna Disana terdapat sebuah pintu besar yang terbuka hingga membuat mereka dapat melihat pemandangan yang ada di luar.


Danau itu cukup besar dan airnya juga bersih. Disekelilingnya terdapat beberapa taman bunga yang menjadi batas untuk para pengunjung dengan danau tersebut. Evelyne cukup mengagumi bagaimana indahnya dunia luar yang baru saja ia lihat untuk pertama kalinya. Hatinya sangat senang, namun disisi lain ia juga merasakan sakit karna ia tidak dapat melihat semua keindahan ini bersama dengan ibu dan saudari perempuannya.


-Bu, kau benar! Dunia ini terlalu luas untuk diriku yang selalu menginginkan kegelapan dibandingkan dengan cahaya dunia.-


William terdiam saat melihat wajah cantik evelyne yang terlihat begitu anggun, walaupun wajahnya tidak terlalu di tumpahkan oleh beberapa make up. Rambut panjang yang di miliki oleh Evelyne berwarna hitam berkilau ini membuat penampilan nya sedikit elegan, walaupun Wanita ini tidak memakai pakaian yang terlihat mahal.


Namun jika diperhatikan secara teliti, Evelyne memiliki wajah yang jauh lebih cantik dan muda di bandingkan dengan clara. Seorang putri elegan yang terkenal di dunia karna kecantikan dan ke elegannya. Tapi yang sekarang ini dilihat oleh William bukankah kecantikan, melainkan keindahan hati yang membuat william tersadar bahwa cinta itu bukan melihat dari penampilan, tapi dari hati yang terdalam.


“Yoona? Apa yang sedang kau lihat, hingga membuatmu begitu lama menatapnya?” tanya William yang membuat Evelyne menolehkan kepalanya saat mendengar perkataan itu. “Hn...tidak ada, hanya sedikit kagum sana dengan dunia” jawabnya dengan senyuman manis di wajahnya.


William mengerutkan keningnya, memangnya ada apa dengan dunia? Apa se menakjubkannya itu hingga membuatnya terpana saat melihat keindahannya. “Kau terlalu berlebihan! Dunia itu tidak selalu indah. Jadi jangan pernah tertipu dengan keindahannya saja, karna dibalik keindahan dunia...ada kenyataan yang pahit untuk di Terima”


“Seberapa pahit kenyataan itu? Bukankah kau seharusnya tidak pernah merasakannya?” tanya Evelyne yang membuat William dengan sontak terdiam dan merubah raut wajahnya menjadi sangat dingin.


Apa yang terjadi? Apa lelaki ini tersinggung dengan perkataannya?


Tok...tok...tok...


Suara ketukan pintu terdengar di dalam ruangan yang membuat Evelyne langsung terdiam, sementara William mengucapkan beberapa kata untuk membiarkan mereka masuk dengan membawa beberapa makan yang telah di pesan olehnya sebelum datang.


“Tuan, ini makanan anda telah datang. Maaf sudah membuat kalian menunggu lama” ucapnya dengan sopan.


William mengangguk, sementara Evelyne hanya terdiam menundukkan kepalanya saat pelayan itu mulai menyusun beberapa makanan di atas meja makan mereka. “Silahkan menikmati makanan pagi anda, Tuan Nona. Kamu izin undur, jika butuh sesuatu maka jangan segan memanggil kami” kata pelayanan itu seraya berjalan pergi meninggalkan ruangan VIP milik William. .


Melihat pelayan itu telah pergi, Evelyne pun merasa bahwa suasana disana sangat canggung. Karna ia tahu bahwa dirinya telah salah bicara kepada lelaki ini. Ingin meminta maaf, namun saat Evelyne hendak membuka suaranya untuk memulai pembicaraan. Tiba-tiba, HP milik William berbunyi. Menandakan sebuah panggilan masuk kedalam hp nya.


William mengangkat telpon tersebut, lalu beranjak dari duduknya untuk keluar dari ruangan itu sejenak. Evelyne tahu bahwa pembicaraan mereka cukup penting. Karna jika tidak, William tidak akan mungkin pergi keluar dari ruangan hanya untuk menghindari dirinya.


-Sepertinya aku terlalu berharap-


Beberapa menit kemudian, William masuk kembali ke dalam ruangan VIP yang menampilkan seorang wanita tengah memakan beberapa makannya terlebih dahulu. William tidak mempermasalahkan itu jika Evelyne memakannya lebih dulu daripada menunggunya. “Kau sudah selesai?”


“Sedikit lagi. Ada apa? Apakah ada panggilan mendadak dari kantor?” tanya Evelyne yang sama sekali tidak mengangkat kepalanya untuk melihat William yang kini berada di depannya.


William menggeleng, lalu terdiam sejenak saat memandang Evelyne yang terus memfokuskan dirinya kepada makanan yang ada di depannya ini. “Apa kau marah denganku?” tanya William dengan suara pelan. “Maaf, aku tidak bermaksud untuk membuat suasana menjadi se canggung ini. Maafkan aku!”


“Kau tidak salah! Aku lah yang memulai, jadi tidak perlu merasa bersalah.” Ucapnya dengan bangkit dari duduknya. “Aku sudah selesai. Harus segera pergi ke kantor, maaf tidak bisa menunggumu lebih lama lagi”


William mengangguk, lalu berjalan keluar dari ruangan VIP meninggalkan Evelyne yang masih terdiam di tempat. William berjalan menghampiri pelayan untuk membayar semua tagihannya. Setelah itu, ia berjalan menuju mobil untuk menunggu Evelyne keluar dari restoran itu.

__ADS_1


-Sulit rasanya membangun hubungan yang pernah kuhancurkan sebelumnya!-


__ADS_2