Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 86 : Yang memiliki hubungan dengannya adalah Yoona dan bukan Clara!


__ADS_3

3 hari kemudian dimana William sudah menjaga Evelyne yang masih terbaring tak sadarkan diri di atas kasur membuat William sedikit mencemaskan kondisi tubuhnya dari hari ke hari. Karna ia juga tidak tahu, kenapa proses pemulihannya begitu lama, hingga itu terus membuatnya berpikir bahwa William akan kehilangan Evelyne di masa depan nanti.


Sibuk menunggu Evelyne untuk membuka matanya, William seketika membuka HP-nya karna notifikasi dari pesan sesuatu masuk ke dalam HP nya. Dan itu langsung membuat raut wajah william Seketika berubah menjadi gelap, serta aura hitam yang mengerikan.


William harus pergi meninggalkan Evelyne sejenak untuk menyelesaikan beberapa urusan nya dikantor, tetapi ia juga memiliki rasa keberatan di hatinya yang membuat ia merasa tidak nyaman jika harus pergi meninggalkannya. “Jika kau ingin pergi, maka pergilah! Soal kakak ipar bisa aku yang menjaganya secara pribadi” surya yang sedang duduk di sofa seraya memainkan HP pun mengangkat pandangannya untuk melihat William yang sedang diambang kebingungan.


“Kau yang menjaganya? Apa kau bisa dapat kupercaya?” William menyipitkan matanya.


Surya mengangkat kedua bahunya, lalu meletakkan HP nya di atas meja seraya bangun dari duduknya untuk berjalan mendekati William yang sedang berdiri di samping ranjang Evelyne. “Mungkin aku dulu tidak dapat kau percaya, tapi untuk kali ini...kau bisa mempercayaiku! Kau harus menyelesaikan semua masalahnya, sebelum kakak ipar membuka matanya! Karna semua masalah ini bisa mengganggu proses pemulihan kakak ipar saat ia sudah membuka matanya, jadi aku mempercayai kakak pertama untuk melakukan semuanya dengan cepat” Surya berbisik pelan di telinga William.


“Berkata seperti itu, apa kau sudah mengetahui semuanya?” William melirikkan matanya pada Surya yang kini sedang berdiri di sebelahnya.


Surya mengangguk “Tentu saja, aku mengetahuinya. Rumor itu sudah tersebar di mana-mana, jadi...kau harus cepat menyelesaikannya sebelum semua orang memiliki kesan yang buruk ada kakak ipar”


“....” William terdiam sejenak “hn...aku akan pergi, tolong jaga dia dan beritahu aku jika ia sudah membuka matanya!”


Surya mengangguk “Baiklah, kau tenang saja”


William yang sudah menyerahkan penjagaan Evelyne kepada Surya pun membuat dirinya jauh lebih tenang jika ia membiarkan Evelyne seorang diri di dalam kamar nginap yang besar ini. William sengaja meminta Surya untuk menyediakan kamar nginap VIP yang terkhusus untuknya saja. Awalnya ia berniat untuk menggunakan kamar itu saat persalinan clara nanti, tapi siapa yang menyangka bahwa perasaan yang dipaksa akan mudah hilang dengan perasaan yang tubuh dengan sendirinya.


-Seperti cintaku padamu, wanita gila!-


...--🥀🕊—


...


Di kantor perusahaan utama Maxime.


Nathan yang sedang menunggu kedatangan William di aula utama pun membuat dirinya merasa gelisah, karna kunjungan dari William sudah banyak yang datang sementara William belum datang untuk menyambut kedatangan mereka. Nathan disana sempat berpikir bahwa William sungguh orang yang sangat penting, hingga membuatnya sulit datang serta di temui.


“Hallo, selamat pagi Sekretaris Nathan” sapa seorang wanita dengan profesional ia berdiri di depan Nathan dengan senyuman kecil di wajahnya yang santai.


Nathan mengangguk “Oh...Selamat pagi juga sekretaris Hinia. Kupikir kau tidak akan datang di perjamuan ini, tapi tidak kusangka kita akan bertemu lagi disini”


“Hehe...aku bisa datang kesini karna kakak ku yang memintaku untuk ikut bersamanya, dan karna aku memiliki waktu senggang di acara musikku, aku bisa datang kesini” jawab Hinia dengan tertawa lembut.


Hinia dan Nathan adalah teman satu sekolah sejak mereka SMA dulu, mereka tampak memiliki hubungan dekat antar satu sama yang lain. Dan Mereka juga pernah menjalin sebuah hubungan dimana mereka berpacaran selama 2 tahun di perkuliahan tertinggi di kota jeju.


Awalnya hubungan mereka berjalan dengan baik, namun karna memiliki suatu konflik di rumah tangga Hinia. Hal itu tentu saja mempengaruhi putusnya hubungan Hinia dan Nathan setelah mereka berhasil meraih jelar sarjana di s2 nya. Walaupun mereka sudah tidak memiliki hubungan, keduanya masih saling berkontak komunikasi dengan baik tanpa mengungkit masa lalu yang sudah berlalu begitu lama.


Hinia, sekarang adalah seorang penyanyi yang terkenal di kita jeju karna memiliki bakat alat musik serta suara yang begitu indah untuk di dengar. Semua orang disana menyukai Hinia, namun Hinia selalu bersikap dingin kepada semua orang terkecuali dengan orang-orang terdekatnya saja. Kenapa? Dulu Hinia pernah kehilangan propertinya karna terlalu mempercayai seseorang yang ja anggap sebagai teman, ternyata seseorang itu menjatuhkannya tepat di depan semua orang.


Jadi itu salah satu penyebab kenapa Hinia tidak lagi mempercayai seseorang sebelum ia mengenal banyak tentangnya di dunia real dan dunia maya.

__ADS_1


Tap...tap...tap...


Suara langkah kaki dengan sepatu kulit berwarna hitam mengkilap tengah berjalan menghampiri Nathan, membuat suatu pusat perhatian di mana semua orang datang melihat lelaki tegak dengan tubuh yang kekar dengan otot-otot yang tersembunyi di balik jas hitamnya membuat penampilan lelaki itu jauh lebih menawan di mata para wanita.


Nathan yang melihat kedatangan William disana, membuatnya langsung menundukkan kepalanya seraya memberikan hormat pada William yang baru saja sampai di kantornya. “Tuan besar, kupikir anda akan datang terlambat hari ini. Semua orang sudah berada di aula yang anda minta, apakah anda akan langsung pergi kesana?”


“Hn...pergilah! Selesaikan urusanmu sebelum kau bersantai dengan seorang wanita disini” ucap William dengan nada dinginnya ia melirik tajam kearah Nathan.


Nathan mengangguk “Maafkan saya, tuan besar...semua pekerjaan sudah selesai, dan saya disini sedang menunggu kedatangan anda”


“Hn...Kau tetaplah disini! Aku akan pergi menemui mereka” William berkata dan pergi.


Nathan yang melihat mood William sedang tidak baik pun membuat dirinya harus menghela nafasnya yang lega karna aura yang ditekankan pada dirinya secara perlahan menghilang. “Apa dia bos besar yang pernah kau ceritakan dulu padaku?” Hinia menatap Punggung William yang besar dari belakang membuat ia memiliki kesan aneh terhadap lelaki itu.


“Ya, itu Tuan Muda Maxime. CEO dari segala CEO yang ada di seluruh perusahaan negara xxxx ini. Ada apa? Apa kau tertarik dengannya?” tanya Nathan dengan bercanda sedikit.


Hinia menggeleng “Tidak, aku tidak tertarik dengan lelaki yang memiliki temperamen buruk sepertinya. Aku juga tidak bisa membayangkan bagaimana istrinya nanti”


“Hahaha...Kamu ini benar-benar berbeda ya dengan wanita lain selain Nona Yoona” tawa Nathan dengan santai membuat Hinia terteguh sejenak saat melihat pemandangan itu. “Yoona? Siapa wanita itu? Apakah dia pacarmu yang baru?”


Nathan terdiam seraya berpikir sejenak. “Eum...tidak, dia bukan siapa-siapa diriku. Hanya wanita atasan yang memiliki selera yang sama denganmu”


“Selera yang sama denganku?” gumam kecil Hinia yang berpikir bahwa ia tidak mengenali wanita yang di maksud oleh Nathan saat ini.


Nathan tertawa lembut, lalu dengan senyuman ia berkata “Ya, mungkin kau tidak mengenalinya. Tapi aku berjanji padamu bahwa suatu hari nanti aku akan pergi mengenalinya denganmu”


...--🥀🕊—


...


Di aula utama kantor.


William yang sedang berdiri dengan tegak di tengah-tengah kerumunan para karyawan yang sedang berpesta. Semua para karyawan menyambut kedatangan William dengan beberapa minuman yang sudah di sediakan oleh perusahaan untuk mereka, tapi William yang melihat itu hanya menolak tanpa berbicara sedikitpun.


“Tuan muda, anda benar-benar orang yang berbakat untuk menyenangkan hati para karyawanmu ya” ucap manajer dengan setengah mabuk.


William mengerutkan keningnya “.....”


“Tn besar! Maaf sudah membuat Anda masuk seorang diri ke tempat ini” ucap Nathan yang baru saja masuk kedalam aula itu dengan tergesa-gesa.


William menoleh “Kau sangat lambat, Nathan!”


Melihat Nathan berjalan masuk menghampiri William, semua para karyawan pun langsung bersorak seraya mengangkat gelap mereka keatas untuk menyambut kedatangan Nathan yang sedikit terlambat di aula itu. “Hey, tuan Nathan! Kau terlambat untuk masuk, apakah kau ingin kehabisan minuman enak ini?” ucap Salah seorang petinggi yang membuat Nathan mengerutkan keningnya saat mendengar itu.

__ADS_1


“Tn. Besar?” panggil Nathan yang meminta arahan.


William disana masih terdiam seraya menjawab dari setiap pertanyaan Nathan dengan isyarat fisik, bahkan isyarat itu terkadang membuat Nathan merasa kebingungan untuk sesaat. “Baik Tn. Besar!” Ucap Nathan seraya berbalik badan untuk pergi menuju kerumunan para karyawan.


Nathan disana mulai bergabung dengan mereka, bahkan ia juga sedikit meminum minuman yang sudah beberapa kali di tawarkan oleh beberapa petinggi untuknya. Sementara William yang melihat Nathan hampir terbawa suasana membuat dirinya melipat kedua tangan di depan dadanya. Lalu jarinya yang panjang, mulai mengetuk salah satu lengannya.


-Berapa lama lagi harus menghabiskan waktuku disini?!-


William yang tengah terdiam tanpa melakukan apapun, membuat para petinggi lainnya datang menghampirinya dengan membawa segelap minuman untuk bersulam bersama. “Selamat pagi Tn. Besar! Anda terlihat seperti tidak menikmati pesta yang Anda buat sendiri. Ada apa? Apakah ada masalah yang mengganggu pikiran anda?” salah satu petinggi berkat saat mereka berhenti tepat di depan William.


William mengerutkan keningnya, “Tidak ada!”


“Tidak ada? Lalu, apa yang sedang anda pikirkan?” Para petinggi itu berdiri di samping William seperti menyajarkan posisi mereka di dalam pesta tersebut. William berdecih kesal, ia tidak suka ada seseorang berdiri di sampingnya seolah-olah memiliki kedudukan yang sama dalam perusahaan ini. Dan bahkan William juga sedang menanti-nantikan dimana perkataan itu keluar dari mulut para petinggi itu sendiri. “Ya, memang tidak ada. Anda sendiri, apakah ada sesuatu yang ingin anda bicarakan pada saya?”


Para petinggi terdiam, saling memandang antar satu sama yang lain seperti ingin berbicara tetapi memiliki keraguan di hatinya. “Ada apa, Tn. Manajer, Tn. Direktur? Jika kalian memiliki masalah atau sesuatu yang perlu kita bicarakan, maka katakanlah! Jangan ragu untuk menyelesaikan semuanya dengan baik-baik” ucap William yang terus memancing mereka untuk berbicara.


“Eum...begini Tn. Besar, saya bicara seperti ini bukan berarti saya tidak menyetujui apa yang diputuskan oleh Tn. Besar di acara pemindahan karyawan sebelumnya” kata salah satu petinggi dengan suara yang terdengar gemetar “Saya ingin anda memecat Nona Yoona, karyawan baru yang memasuki perusahaan ini karna menang dalam pemilihan karyawan dalam acara kita sebelumnya”


William mengerutkan keningnya “Kenapa? Apa kau bisa memberikanku sebuah alasannya?”


“Alasannya...Nona Yoona akhir-akhir ini tidak masuk ataupun datang ke kantor tanpa keterangan sedikitpun. Bahkan ia juga belum menyelesaikan sedikitpun pekerjaannya sebelum ia menghilang entah kemana...jadi menurut saya, sikap yang kurang bertanggungjawab jawab ini membuat saya ingin meminta anda memecatnya sekarang” jelas Petinggi itu dengan suara yang sedikit tenang.


William mengangguk “Lalu, apakah ada yang lain? Selain dia melakukan absen tanpa keterangan?”


“Dia juga melakukan tindakan kasar pada kekasihmu, tuan!” Ucap petinggi lain dengan cekatan.


Gotcha!


Inilah yang William tunggu sedari tadi, dan inilah dimana waktu ia harus meninggalkan tempat ini cepat atau lambatnya. “Oh ya kah? Siapa itu?” tanya William dengan mengangkat salah satu alisnya. “Tentu saja, itu adalah Nona Yoona! Karyawan yang anda pilih dalam pemindahan karyawan.” Para petinggi itu dengan semangat menjawab perkataan William secara persamaan.


William mengangguk, “Bisakah kau ceritakan semuanya dengan detail? Aku kurang setuju, jika kau hanya membicarakan kejelekannya saja”


“Aku tidak menjelekkannya, Tuan. Itu benar-benar fakta!” bantah para petinggi yang ingin memprovokasi William.


William mengangguk lagi, “Baik! Ceritakan semua yang terjadi, dan biarkan aku yang menyimpulkannya sendiri!”


“Baik! Ini terjadi di waktu tuan sedang tidak ada di kantor selama beberapa hari, Putri tertua WU selalu datang kesini mencari anda. Tetapi, karna anda tidak berada di kantor dan Putri tertua WU tidak menemukan anda di ruangannya. Dia berinisiatif untuk menanyakan hal itu pada Nona Yoona. Tapi...apakah anda pernah berpikir bahwa Nona Yoona akan dengan mudahnya berkata seolah-olah ia mengetahui keberadaan anda, dan ia tidak ingin memberitahukannya kepada Putri tertua WU. Hal itu tentu saja membuat suatu keributan kecil, tapi tidak disangka bahwa Nona Yoona dengan sikapnya yang kurang ajar. Ia melukai kaki Putri tertua WU hingga ia dibawa ke rumah sakit untuk beberapa hari. Bukannya meminta maaf, Nona Yoona malah pergi menghilang entah kemana dan ia juga meninggalkan beberapa pekerjaannya di kantor hingga menumpuk” jelas petinggi itu dengan panjang lebar.


Mendengar cerita yang sedikit ditambah dan dikurangkan oleh petinggi itu membuat William berpikir bahwa mereka terlalu percaya diri untuk membohongi dirinya dengan teknik murahan yang seperti ini. Bahkan William juga sedikit terkekeh untuk menertawakan dirinya sendiri. Kenapa dia menyembunyikan statusnya dengan Yoona dan membiarkan semua orang menyangka bahwa dirinya memiliki hubungan dengan clara.


Dan sekarang, dimana ia merasa tidak nyaman dengan semua penyangkaan itu membuat dirinya ingin membuat semua orang tahu. Bahwa yang memiliki hubungan dengannya adalah Yoona, bukan Clara.


“Jadi...menurut kalian, kenapa Clara menanyakan hal itu pada Yoona? Sedangkan kalian tahu bahwa Yoona tidak akan mungkin mengetahui keberadaanku dimana” Ucap William.

__ADS_1


Semua para petinggi terdiam, menurut mereka perkataan William membuat mereka seketika mengingat kembali dan bertanya-tanya pada diri mereka sendiri. Ya benar juga! Jika Clara adalah kekasih William, maka ia akan mengetahui dimana William berada saat itu. Tapi kenapa disaat itu ia tidak mengetahuinya, dan bahkan ia juga bertanya tentang hal itu pada seseorang yang tidak mungkin tahu tentang William.


William menyeringai sekilas, “Orang yang kalian anggap sebagai wanita perusak hubunganku dengan Clara adalah istri sah ku sendiri!”


__ADS_2