Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 105 : William marah kepada Evelyne saat melakukan pembelaan?


__ADS_3

“Apa yang aku katakan? Tentu saja mengajari ayahmu sedikit penjelasan arti dari sebuah kebaikan. Aku merasa tersinggung dengan kata-kata munafik yang ia lemparkan kepadaku, tapi dia sendiri tidak pernah berpikir bahwa dia salah satunya.” Evelyne menatap William dengan wajah polosnya, namun bisa di dengar bahwa wanita ini tengah mengatakan hal yang seharusnya ia tidak katakan di depan keluarga NIU.


Tuan NIU menggertak “Maksud kamu apa?!! Apa kau mencoba mengadu domba antara aku dan William?!!”


“Eum...tidak!” Evelyne menggeleng “Untuk apa aku melakukan hal itu? Tidak ada gunanya juga. Lagipula yang seharusnya mengatakan hal itu aku, karna aku lihat kau seperti sedang memprovokasi William untuk membenciku. Bahkan menyuruhnya untuk menceraikanku dan menikah dengan clara. Memangnya apa untungnya kalian menggabungkan mereka? Apa clara akan menjamin hidup kalian yang baik jika bisa menyatukan mereka?”


Tuan NIU terdiam, lalu dengan kesal ia mengerutkan keningnya saja seperti tidak bisa menjawab perkataan Evelyne. “Tuan NIU, kau berkata akan melakukan semua ini demi kebaikan William. Tapi kenapa kau seperti sedang mengekang putramu sendiri? Apa kau tidak malu menggunakan kata-kata kebaikan untuk tindakan kejahatanmu itu?”


“K-kamu!!! Beraninya bicara seperti itu pada ayah!!” geram jessica dari belakang dengan menunjuk Evelyne.


Evelyne mengangkat kepalanya sekilas sebagai perkataan yang di lontarkan oleh jessica kepadanya. “Kenapa? Kau marah aku bicara seperti ini pada ayahmu? Lalu bagaimana dengan ayahmu yang selalu berbicara seperti itu pada William? Apa aku tidak berhak marah jika dia terus menerus merendahkanku dan William? Apa aku tidak berhak mengambil pembelaan dari fitnah yang dilakukan oleh kakak kedua?”


“Pembelaan? Pembelaan apa yang ingin kau ingin ambil dari permasalahan ini? Kau yang bersalah Yoona, dan kakak kedua menjadi korban! Apa kau tidak sebegitu tahu malunya hingga meminta pembelaan atas kesalahanmu sendiri?”


Evelyne tertawa “Jika aku yang korban dan memiliki bukti, apa kau akan percaya dengan itu?”


“Tunjukan saja buktinya, jangan berbicara omong kosongnya!” ucap Jessica dengan angkuh.


Edgar yang mendengar bahwa Evelyne memiliki bukti dalam permasalahan yang ia buat di dalam bar tersebut pun membuatnya merasa takut akan bukti itu yang bisa menjerumuskannya ke dalam penjara. “Tidak ayah, dia berbohong! Jelas-jelas dia melecehkanku di bar itu. Jika ayah tidak mempercayainya, kenapa ayah tidak tanyakan saja dengan teman ayah yang kebetulan bekerja disana?” pekik Edgar dengan ketakutan.


Melihat reaksi Edgar yang dengan cepat membantah perkataannya membuat Evelyne sedikit mengukirkan senyuman menyeringgai di wajahnya. “Kenapa harus repot-repot pergi ke bar untuk menanyakan hal itu? Bukankah saat kejadian tidak ada orang di dalam ruangan kecuali kita berdua, dan menanyakan hal seperti itu kepada orang lain yang tidak memiliki sangkutan apapun hanya akan membuat masalah menjadi sangat besar.”

__ADS_1


“Takut masalah itu akan menjadi sangat besar atau memang kamunya saja yang tidak mau di salahkan?” cibir jessica yang menyambung.


Evelyne melirikkan matanya “Kalau ada fakta di depan mata, kemana harus mencari yang lain? Apa kau takut, dengan satu fakta ini bisa membuat berita besar di kota dalam waktu yang singkat?”


“Apa maksud bicaramu seperti itu?!! Putra keduaku tidak pernah melakukan hal yang keji kepada wanita, dia sangat menghormati wanita seperti ratu. Tapi...jika dia melecehkanmu, maka kau lah wanita murahan yang mau di sentuh atau di permainkan oleh lelaki bajingan di luar sana!” ucap Tuan NIU dengan nada sombongnya.


Sungguh perkataan yang memancing emosi Evelyne saat ini. Evelyne sangat ingin merobek mulut lelaki tua ini sekarang juga, namun ia tidak bisa melakukannya karna di waktu yang sama William ada disini bersamanya. “Huh... Kau sangat beruntung kali ini, tuan NIU. Kau sudah membuatku marah, dan aku sangat ingin sekali merobek mulutmu itu sekarang dengan pisau yang tajam. Tapi...karna aku sudah begitu berumur dan lemah, aku tidak akan melakukannya. Kau tenang saja!” Ucap Evelyne dengan mengukirkan senyuman menyeringai di wajahnya yang gelap. “Aku bukan orang yang suka menindas orang yang lemah, jadi...kau adalah satu-satunya orang yang selamat akan pembalasan dariku.”


“.....” Tuan NIU terdiam.


Sementara Evelyne melangkahkan kakinya untuk berjalan menghampiri Edgar yang tengah berdiri di samping Jessica serta Nyonya besar ( ibu tiri William). Lalu dengan reaksi yang cepat ia menarik kerah baju milik Edgar, hingga membuat lelaki itu langsung mencondongkan tubuhnya ke depan sesuai dengan kekuatan yang diberikan oleh Evelyne pada tarikan itu.


“Y-yoona, a-apa yang kau lakukan?!” pekik Edgar yang terkejut saat melihat Evelyne sudah berada di depannya.


“Yoona!! Apa yang kau lakukan? Hentikan sekarang juga!” William menahan tangan Evelyne yang kini sedang mencengkram erat di bagian baju Edgar.


Evelyne sedikit terkejut dengan kedatangan William, namun ia juga di buat bingung saat lelaki ini mencoba menghentikannya untuk melakukan suatu pembelaan seperti ini. “Kenapa? Kenapa kau menghentikanku?!” tanya Evelyne seraya melirikkan matanya yang tajam.


“Yoona, cukup! Aku membawamu kesini untuk menyelesaikannya tanpa menimbulkan masalah lagi, jadi tolong kendalikan amarahmu sekarang.” William terus memegang pergelangan tangan Evelyne tanpa kekuatan sedikitpun, bahkan ia juga seperti sedang menahan sesuatu di dalam hatinya.


Evelyne mengalah, tangan yang tadinya mencengkram baju Edgar dengan begitu keras pun kini telah terlepas hingga memperlihatkan bagaimana baju itu terlihat kusut di bagian Evelyne mencengkramnya tadi. “Kau beruntung kali ini, tapi jika kau melakukan hal seperti ini lagi. Maka jangan salahkan aku jika aku sudah bertindak tidak sewajarnya!!” ucap Evelyne dengan ancaman saat William mulai menarik lembut tangan Evelyne untuk berjalan pergi keluar dari aula utama kediaman NIU.

__ADS_1


“William!!” panggil tuan NIU dengan suara yang lantang dan itu membuat langkah William seketika terhenti saat tepat di depan pintu. “Temui aku di ruangan setelah kau membawa keluar istri gilamu itu!”


William terdiam, lalu kembali melangkah kakinya untuk mengajak Evelyne keluar bersamanya. Evelyne yang melihat sikap William yang tampak begitu mengalah saat keluarganya sedang menindasnya pun membuat ia ingin sekali membuat perhitungan kepada mereka. “Liam...kau ingin kemana?!! Lepaskan aku!! Aku belum menyelesaikan masalahku dengan bajingan itu!” Evelyne berusaha melepaskan diri dari genggaman tangan William..


Namun karna tenaga yang di berikan oleh William cukup kuat, tentu saja itu membuatnya sedikit kesulitan saat mencoba melepaskannya dengan paksa. Sementara William hanya terus terdiam seraya memasang wajahnya dengan dingin.


Evelyne yang merasa kesal pun langsung menepis tangan lelaki itu dengan kencang, dan hal itu tentu saja membuat genggaman tangan William terlepas dari pergelangannya serta meninggalkan rasa panas di sekitar bekas genggaman itu. “Eughh...Liam!! Apa kau sudah gila?!! Apa yang kau sebenarnya lakukan sih?!!” bentak Evelyne saat mereka berdiri di sampai mobil milik William yang kini terparkir di halaman kediaman NIU.


“....” William terdiam.


Melihat lelaki itu masih tidak membuka suaranya serta memasang raut wajahnya yang diam membuat Evelyne seperti ingin memukul wajah lelaki itu hingga ia mau mengekspresikan emosinya yang lain. “Liam, kenapa kau hanya diam saja?! Kenapa kau hanya diam saja saat mereka memperlakukanmu seperti ini, Liam?!! Liam...jawab aku!!”


“Berisik!!!” William membentak Evelyne yang terus-menerus memperbesar masalah di dalam kediaman NIU dan hal itu tentu saja membuatnya sedikit merasa kesal. “Aku membawamu kesini untuk menyelesaikan masalahnya, Yoona. Kenapa kau malah membuat keributan disana?!! Apa kau ingin masalah ini bertambah besar? Apa kau ingin berurusan dengan mereka di masa depanmu nanti?”


Evelyne terdiam saat melihat sikap William yang dulu pernah membentaknya kini terulang kembali saat ia ingin melakukan suatu pembelaan di atas fitnahan yang di lakukan oleh Edgar kepadanya. “Kau tetaplah di sini, jangan kemana-mana!!” Tekan William sebelum ia membalikkan tubuhnya yang tegak membelakangi Evelyne seraya berjalan menjauh darinya.


Evelyne yang melihat bagaimana punggung besar tegak milik William sedang berjalan menjauh dari pandangannya untuk kembali masuk ke dalam kediamannya meninggalkan ia seorang diri di halaman kediaman. Evelyne tidak mengerti apa yang di lakukan oleh William sekarang kepadanya. Kenapa rasanya sangat berbeda dari lelaki yang biasanya?


Rasa tidak percaya akan hal itu pun membuat Evelyne menyandarkan punggungnya di samping mobil, lalu dengan raut wajahnya yang kebingungan kini tengah di selimuti oleh senyuman kecewa seraya wajah yang tertutup sebagian akibat salah satu tangannya yang kini sedang menutupi matanya dengan lengan bagian bawah miliknya.


“Kenapa kau bertindak seperti ini, Liam?!! Apa aku salah melakukan semua ini?! Apa aku salah membuat perhitungan kepada mereka atas penghinaan itu kepadaku?! Apa aku salah melakukan itu, Liaamm?!!”

__ADS_1


Evelyne memukul batang pohon besar yang kebetulan tengah berdiri tegak di depannya, dan saat Evelyne memukulnya hingga berkali-kali. Ia kini membuat tangannya terluka parah serta darah yang kini menetes keluar dari setiap jari-jari lentiknya. Evelyne tertawa saat melihat darah itu keluar dari tangannya, namun ia juga merasa kesal saat emosi yang ada di dalam hatinya masih membara begitu besar.


“Aku akan membunuh kalian semua jika hasrat ini tidak padam hingga 3 hari kemudian, ingat itu!!”


__ADS_2