
Malam yang begitu mewah akan dekorasi untuk perayaan ulang tahun serta ramainya banyak pengunjung yang datang ke kediaman utama maxime. Bahkan sudah beberapa kali kembang api di lepaskan kelangit yang gelap, hingga membuatnya terlihat begitu indah.
Berbeda di tempat yang lain, terlihat seorang wanita tengah melamun di balkon dengan raut wajahnya yang cemberut. “Nyonya, kenapa kau masih belum bersiap juga? Kita sudah hampir terlambat, ayo cepatlah berganti pakaian Anda!” pinta Dessy yang baru saja memasuki kamar. Mendengar hal itu, Evelyne menolehkan kepalanya ke belakang dan melihat Dessy sudah berpakaian rapih serta berpenampilan yang sopan.
“Dessy, apa kau ikut merayakannya juga?” tanya Evelyne dengan polosnya.
Sementara Dessy tertegun saat mendengar kata-kata itu keluar dari mulut tanpa dosa milik evelyne. “Astaga nyonya! Tentu saja saya ikut, saya kan harus membantu yang lain untuk menyambut para tamu. Anda sendiri kenapa masih belum bersiap?!”
“Aku?” tanya evelyne sembari berbalik badan dan menunjukkan pada dirinya sendiri. “Aku tidak ikut, Dessy saja yang pergi!”
Dessy terkejut, “Hah?!! Bagaimana bisa saya seorang pelayan pribadi nyonya, datang kesana seorang diri tanpa membawa majikan. Bagaimana nanti kalau tuan sampai tahu?” Evelyne yang acuh tak acuh pun memutarkan bola matanya dengan malas, “Tahu atau tidak itu bukan urusanku, lagipula jika aku tidak datang juga maka tidak akan membuatnya dalam masalah kan.” Kata evelyne sembari membalikan tubuhnya menjadi membelakangi Dessy.
Ya... Benar saja, jika evelyne tidak datang ke pesta itu maka tidak akan ada yang tahu bahwa istri dari tuan william tidak datang ke acara tersebut. Karna memang sejak awal mereka tidak pernah sedikitpun mempublikan hubungan mereka di dunia. Sampai-sampai banyak orang yang mengira bahwa william masih berstatus single.
-Menyakitkan? Ya aku tahu!-
“Dessy pergilah sendiri, jika ada yang bertanya dimana aku maka katakan saja kalau aku sedang tidak enak badan.” Pesan tegas evelyne yang membuat Dessy tidak bisa berkata-kata. “Baiklah nyonya, Kalau gitu saya izin pamit” Dessy menundukan kepalanya lalu berbalik badan mengarah kearah pintu. “Nyonya berhati-hatilah, disini tidak ada orang kecuali satpam yang berjalan di pintu masuk. Jika butuh sesuatu maka hubungi saya saja” kata Dessy sebelum keluar dari kamar evelyne dan menutup pintu kamar tersebut.
“Eum...” respon singkat evelyne tanpa menolehkan sedikitpun pandangannya kearah pintu.
Setelah keberadaan Dessy telah menghilang, suasana dikamar terasa begitu sepi dan sunyi. Bahkan hanya ada suara ac yang terdengar di telinga evelyne. Dan hal itu membuat evelyne memandang langit dengan mata merah yang sedang bersinar seperti gerhana bulan merah.
-Kenapa kau bicara seperti itu padanya? Bukankah itu akan menyakitinya?-
“Diamlah! Aku tidak peduli.”
-Kau ini kenapa? Ini kan hanya pesta, kenapa sebegitu membuatmu berubah seperti ini?-
__ADS_1
“Aku tahu ini pesta, tapi...kau tidak akan pernah tahu, apa yang aku rasakan sekarang”
-Hah? Apa maksudmu? Sejak kapan kau bisa merasakan sesuatu?-
“Sejak aku bangun di tubuh ini. Semua yang telah hilang di dalam diriku yang dulu, kini aku memilikinya kembali. Dari pikiran, hati dan jiwa.”
-Bagaimana bisa? Penyakit kau saja ikut, kenapa yang lain tidak?-
“Hahaha... Penyakit itu memang sudah dasarnya ada didalam diriku, jadi mau kemanapun aku pergi, penyakit itu akan selalu ikut denganku”
-Soal hati, apa yang kau rasakan sekarang? Apakah menyenangkan untuk bisa merasakan hal itu kembali?-
“Jawabanku adalah tidak! Karna... Aku sekarang dapat merasakan, apa yang dirasakan oleh pemilik tubuh ini. Entah rasa kecewa, takut, sedih, marah, cemburu ataupun senang. Semua bisa aku rasakan. Terutama sekarang, pemilik tubuh ini sedang bersedih karna pasangan yang akan bersanding diacara tersebut bukanlah dirinya dan tuan. Melainkan wanita lain yang akan dikira sebagai pasangan serasi untuk tuan”
-Hah? Wanita lain? Siapa yang kau maksud?-
-Kau bilang pemilik tubuh in, sedang bersedih. Lalu kenapa kau terlihat begitu tenang? Kau bahkan tidak berekspresi seperti orang yang gelisah-
“Hahaha... Kau ini ada-ada aja! Ditubuh yang sekarang aku tepati, adalah sebagian milikku dan sebagiannya lagi adalah milik dari tubuh ini. Jadi walaupun dia bersedih, maka aku masih bisa menanganinya. Berbeda disaat aku yang bertindak ditubuh.”
-Berbeda? Apanya yang berbeda?-
“Ya berbeda, tubuh ini begitu lemah. Jika aku paksakan, maka akan jatuh sakit. Sama saja dengan di mana aku hilang kendali seperti yang dulu, mungkin tubuh ini tidak akan bisa menahannya.”
-Kau terlalu memandang rendah pemilik tubuh ini Hyung!-
Evelyne terkekeh kecil, “Jika dia kuat, maka Buktikanlah padaku seberapa kuat kau sebagai istri yang tidak dipandang sedikitpun oleh suami mu sendiri!!”
__ADS_1
...__🥀🕊__
...
William yang baru saja turun dari mobilnya, langsung dihampiri oleh seorang wanita cantik dengan memakai Evening dress berwarna merah. Karna malam ini cukup mewah dan ramai karena banyak orang, dress inilah yang membuat pemakaian menjadi terlihat cantik seperti bunga mawar yang mekar dimalam yang gelap.
“Malam kak William”
Wanita itu dengan senyuman yang cantik menyapa William yang baru saja turun dari mobil dengan ekspresi dinginnya. Mendengar sapaan tersebut, William hanya terdiam dan mengangguk saja sebagai respon singkatnya.
“oh ya kak, ini adalah gaun yang kuceritakan padamu sebelumnya di kantor. Apa ini cocok untukku?” tanya Clara yang membuat William memandangnya dari atas hingga bawah. “Tidak buruk” William yang acuh tak acuh pun menjawab pertanyaan tersebut, namun itu seketika membuat Clara terdiam sejenak.
Mereka memang sahabat kecil yang tumbuh bersama di dalam dunia perbisnisan, dan banyak orang yang mengira mereka adalah kekasih yang tidak di publik kan tapi terlihat cocok saat berjalan berdua keramaian. Ditambah lagi dengan sikap William yang selalu dingin kepada semua wanita tetapi tidak dengan Clara.
Hal itu tentu saja membuat Clara berpikir bahwa William mencintainya sejak lama, tapi karna lelaki ini memiliki gengsi yang tinggi maka ia hanya menampilkan padanya sebuah sifat yang berbeda dari yang lainnya.
“Ingin masuk bersama?” ajak Clara
Sementara William hanya mengangguk seraya berjalan disamping Clara untuk masuk kedalam aula utama. Begitu pintu besar terbuka, semua pandangan orang-orang yang ada didalam aula tersebut seketika beralih kearah pasangan yang sedang berjalan masuk kedalam aula tersebut.
“Lihat! Itu tuan besar maxime dengan putri tertua Nie”
“Wah... Mereka benar-benar cocok ya”
“Apakah mereka sudah bertunangan?”
“Ahh... Mereka adalah pasangan kekasih yang sangat serasi ya”
__ADS_1
Mendengar semua perkataan yang dilontarkan oleh para tamu pun membuat Clara menyanjungkan dirinya lebih tinggi, karna semua orang saja tahu bahwa dirinya sangat cocok dengan William.