Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 111 : Evelyne, wanita yang menarik


__ADS_3

Lelaki itu tertawa begitu keras saat mendengar umpatan yang di lontarkan oleh Evelyne disituasi yang genting ini, bahkan ia juga merasa senang saat Yoona yang dulu ia kenal berubah menjadi wanita yang menarik. “Kau semakin hari, semakin membuatku merasa terkagum olehmu ya. Kau banyak berubah,bahkan dari cara kau memandangku dengan penuh kebencian membuat ingin terus berada di sampingmu”


“Shit!! Jangan bermimpi, sampai kapanpun aku tidak akan pernah sudi menerima orang sepertimu ada di sampingku.” Ucap Evelyne dengan jijik.


Sementara lelaki itu hanya tersenyum saat melihat penolakkan yang dilakukan oleh Evelyne kepadanya “Baiklah, kau tunggu disini! sampai kau mati membusuk di dalamnya!!” ucap lelaki itu dengan nada dinginnya, serta membalikkan tubuhnya untuk berjalan pergi meninggalkan Evelyne yang terikat di tiang dengan tubuh yang penuh luka.


“Huh...kenapa ini selalu terjadi kepadaku?” Evelyne menundukkan kepalanya dengan pasrah untuk mengakui bahwa dirinya benar-benar manusia yang paling menyedihkan. Ia merasa salah sudah membuat orang di kediaman merasa khawatir saat melihatnya tidak ada di kamarnya, Evelyne juga lebih merasa bersalah karna tidak bisa datang ke kantor untuk bekerja. “Hidupku selalu saja..berantakkan! Apa kau tidak membiarkanku hidup tenang sebentar, dasar dunia sialan?!!”


Evelyne menangisi dirinya, ia juga tidak bisa melakukan apapun sekarang. Karna tubuhnya teringkat dengan kuat, bahkan lelaki itu tidak memberikannya celah untuk berusaha membuka ikatan tali pada tangan dan kakinya. “Siapa lelaki itu? Kenapa dia menangkapku seperti aku memiliki urusan dengannya? Padahal aku tidak pernah melakukan itu!”


Evelyne menghabis malamnya yang kesendirian di dalam ruangan yang gelap itu. Hidup tanpa cahaya, udara serta kehidupan yang tertutup membuat Evelyne kembali mengingat akan masa lalunya.


...--🥀🕊—...


Di tengah keramaian kota.


jane berlari di tengah-tengah untuk mencari Evelyne disana, jane tidak menggunakan mobilnya karna akan terlalu sulit untuk menemukan Evelyne di tengah-tengah keramaian kota. Disana banyak sekali orang hingga itu menyulitkan jane yang kini sendirian dalam mencari Evelyne.


“Dimana Yoona? Katanya dia dekat disekitaran kantor, tapi kenapa sekarang aku mencarinya malah tidak ada?” jane mengistirahatkan dirinya sejenak di bangku taman yang kebetulan jaraknya cukup dekat dengan kantornya.


Jane sering sekali datang kesana, karna ia berpikir bahwa taman itu cukup tenang untuk dirinya yang paling mencintai ketenangan. Namun saat ia baru saja hendak melangkahkan kakinya untuk pergi ke taman itu, tiba-tiba seorang lelaki datang menghampirinya dengan berlari.


“Nona jane!” panggil lelaki itu.


Jane mrnoleh saat mendengar namanya di sebut oleh lelaki itu, namun saat jane mengenali siapa yang datang menghampirinya adalah tuan manajer keuangan. Ia datang menghampiri jane dengan raut wajahnya yang pucat, bahkan ia terlihat dihujani oleh banyaknya keringat dingin. “Tuan manajer, Apa yang kau lakukan disini?”


“Huh...huh...N-nona, a-anda darimana saja? Saya mencari anda dikantor namun tidak ada.” Ucap tuan manajer dengan nafas yang terengah-engah.


Jane terdiam sejenak, “Maafkan aku, tuan. Tapi...aku memiliki masalah yang harus aku selesaikan dulu di luar kantor. Jika boleh tahu, memangnya ada apa kau datang secara pribadi untuk mencariku?”


“Tuan besar maxime dan sekretarisnya datang ke kantor tidak lama dari ini. Aku pikir mereka datang untuk pertemuan, tapi ternyata mereka datang untuk mencari Yoona dan menunda pertemuan kali ini menjadi minggu depan.” Jelas manajer.

__ADS_1


Jane tertegun saat mendengar William dan Nathan datang ke kantor untuk mencari Evelyne, tapi..bagaimana mereka bisa tahu Evelyne sedang menghilang? Apa Evelyne benar-benar memiliki hubungan dengan William seperti berita yang pernah beredar beberapa minggu yang lalu? Tapi...Bagaimana bisa?


“Nona Jane, saya meminta anda untuk mencari nona Yoona sekarang! Karena saya tidak ingin pertemuan ini menjadi gagal hanya karna kesalahan temanmu itu..”


Praakk..


Jane menampar tuan menajer dengan tangannya sendiri, karna ia terlalu muak untuk mendengar tuan manajer selalu menyalahkan Evelyne dalam setiap permasalahan yang ada. Padahal jelas-jelas tanpa Evelyne perusahaan ini mungkin sudah lama bangkruk karna kecerobohan yang di lakukan oleh tuan manajer.


“Diamlah!! Yang sekarang ini atasanmu adalah nona Yoona, dan dia adalah orang yang sudah berjasa dalam perusahaan. Semua tahu akan hal itu, jadi kalau kau sampai berani mengatakan hal seperti itu maka jangan salahkan aku jika kau mendapatkan masalah kepada Tuan besar maxime” tekan Jane dengan menunjuk kearah tuan manajer.


Setelah menyelesaikan perkataannya, Jane langsung pergi meninggalkan tuan manajer yang masih terdiam akan tekanannya barusan. Karna pada dasarnya Jane tidak pernah melakukan ini kepada orang di kantornya, dan tuan manajer akan menjadi orang pertama yang mendapatkan tamparan keras dari Jane.


...--🥀🕊—...


Di gedung tua.


Evelyne membuka matanya saat melihat seorang lelaki yang tengah mencoba membuka ikatan tali pada tubuh Evelyne menggunakan pisau di tangannya, Evelyne terkejut dengan tindakan lelaki itu. Namun ia hanya terdiam seraya menatap lelaki itu dengan kebingungan. “S-siapa kamu?” tanya Evelyne di sisa tenaganya yang terakhir.


Evelyne menggeleng “Tidak perlu, kau melakukan ini juga hanya akan menyeretmu pada lelaki itu. Lebih baik kau pergi saja, tinggalkan aku disini!”


“Tinggalkan kau disini?! Hey..Apa kau sudah menyerah pada dirimu sendiri yang akan dinikahkan oleh putra pertama keluarga NIU?” tanya lelaki itu seraya menghentikan tindakannya sejenak untuk menatap Evelyne yang kini sudah sangat pucat.


Evelyne mengerutkan keningnya “Menikah? Sejak kapan? Bukankah mereka hanya mengurungku disini sampai aku mati? Mereka juga seperti memberikan aku suntikan obat saat mereka sedang mengikatku disini”


“Huh...mereka memang tidak mengatakannya, tapi kau harus tahu bahwa mereka akan melaksanakan pernikahan ini nanti malam. Jadi kita harus pergi dari sini sebelum mereka datang menjemputmu.” Ucap lelaki itu.


Evelyne terdiam sejenak, “Kau ini sebenarnya siapa? Kenapa kau datang untuk menolongku? Bukankah kau salah satu anggota dari mereka?”


Ya, Evelyne mengingat itu. Ia melihat lelaki ini juga membantu orang-orang itu saat mengingkatnya disini, namun Evelyne sempat terheran saat melihat lelaki ini tampak begitu aneh dari insting kewaspadaannya. “Waw...kau pengingat yang baik ya. Tidak kusangka kau masih mengingatku, padahal saat itu banyak sekali orang yang pasti akan membuatmu teralihkan.”


“Tidak juga, lagipula kau sedikit aneh hingga aku merasa bahwa kau memiliki perbedaan yang tersembunyi dalam dirimu.” Kata Evelyne dengan menatap lelaki itu.

__ADS_1


Lelaki itu tersenyum “Kau benar-benar mengingatkanku kepadanya ya..”


“...” Evelyne terdiam.


Sementara lelaki itu kembali melanjutkan melepas tali ikatan pada tubuh Evelyne. Setelah semuanya sudah terlepas, lelaki itu pun langsung mengulurkan tangannya kepada Evelyne. “Peganglah tanganku, kita akan keluar dari sini bersama-sama.”


“Sepertinya, kau salah menilaiku tuan.” Evelyne mengeluarkan sebuah pistol dari saku lengannya, dimana pistol itu edisi terbaru di era sekarang.


Lelaki itu terkejut “K-kau...bagaimana bisa kau memiliki pistol itu?”


“Aku mengambilnya dari salah satu petinggi di dunia gelap, bagaimana? Bukankah itu keren?” ucap Evelyne dengan tampang sombongnya menghilangkan tampilan yang rapuh saat ia dalam kondisi terikat.


Lelaki itu tersenyum “Kau benar-benar wanita yang menarik! Aku jadi penasaran, siapa lelaki yang beruntung dalam mendapatkanmu?”


“Dia tidak beruntung, karna yang dia inginkan adalah wanita yang lembut dan baik. Bukan sepertiku yang selalu memberontak” Ucapnya dengan senyuman kecewa diwajahnya.


Lelaki itu terdiam, dan membatin dalam hatinya. ‘Bukankah mendapatkan wanita yang kuat adalah harapan dari semua lelaki? Tapi...kenapa dia berpikir bahwa seseorang yang bersamanya adalah lelaki yang tidak beruntung.’


Kedua pergi berjalan keluar meninggalkan ruangan itu dengan membawa masing-masing senjata di tangannya. Evelyne mulai memacing keributan di aula samping, sementara lelaki itu akan membunuh semua orang yang datang dari arah belakang. Tembakan demi tembakan yang di lepaskan di gedung tua itu membuat suara yang nyaring hingga memancing para penjaga lainnya.


“Hey, kau!! Berhenti membuat kekacauan dan fokuslah membuka jaln untuk kita keluar!!” teriak lelaki itu dengan kesal.


Evelyne tertawa, mengukirkan senyuman menyeringai di wajahnya yang gelap serta manik mata berwarna merah menyala. “Untuk apa terburu-buru keluar dari sini? Bukankah kita harus mencari kesenangan terlebih dahulu sebelum pergi meninggalkan tempat ini?!”


“Huh...Berhenti bermain-main! Bantuan akan segera datang, itu pasti akan lebih menyulitkan kita untuk keluar dari ini” ucap lelaki itu dengan emosional.


Evelyne mengangguk, ia juga merasa bahwa tenaganya juga sudah hampir menipis. Jadi jika ia tidak menyelesaikannya dengan baik, maka ia akan berakhir tamat di tempat ini. “Baik, sesuai dengan perintahmu tuan!!”


Baru saja Evelyne hendak berlari membuka jalan seraya menembaki para penjaga yang mencoba memblokir jalannya, sedangkan lelaki itu hanya mengikuti Evelyne dari belakang seraya mengagumi wanita itu dalam hatinya.


Namun saat sibuk memperhatikan Evelyne, lelaki itu pun langsung terkejut akan ledekan yang meledek di depan Evelyne hingga membuat asap serta bebatuan yang ada disana mulai berjatuhan. Lelaki itu dengan sigap menarik tangan Evelyne agar ia tidak terkena ledakkan itu, dan lelaki itu juga dengan sontak membalikkan tubuhnya untuk melindungi Evelyne yang kini berada di dekapannya.

__ADS_1


“Tutup matamu, gadis gila!!”


__ADS_2