
Tok...tok...tok...
Seseorang mengetuk pintu ruangan kerja dari luar, membuat seorang wanita datang menghampirinya untuk membukakan pintu tersebut. Saat pintu terbuka lebar, wanita itu bisa melihat dan mengenali siapa yang ada di depannya ini. “K-kau? Bukankah kau orang yang tadi pagi memiliki janji dengan Yoona?” tanya Wanita itu dengan terkejut.
“Ya, anda benar. Saya kesini untuk menjemput nona Yoona pulang. Bisakah anda panggilkan ia sebentar?” ucap lelaki itu yang membuat wanita tadi merasa kebingungan.
Wanita itu terdiam “Kau datang kesini untuk menjemput Yoona?” tanya wanita itu dengan terkejut “Bukankah Yoona sudah pulang sejak tadi siang? ”
Mendengar hal perkataan itu, lelaki itu pun dengan sontak berbalik badan lalu berjalan pergi meninggalkan wanita itu tanpa mengucapkan sepatah katapun. Sementara lelaki itu terus meruntuki dirinya, serta hati yang di ambang kebingungan karna tidak tahu harus menjelaskan seperti apa pada lelaki yang sedang menunggunya di dalam mobil.
“Hey, ada apa? Kenapa kau malah melamun di depan pintu?” tanya salah satu temannya yang datang dari belakang.
Wanita itu menggelengkan kepalanya seraya berbalik badan “Tidak ada, hanya orang nyasar ruangan saja”
“Hah? Nyasar ruangan? Bagaimana bisa ada seseorang yang lupa dengan denah perusahaan ini?” ucap wanita itu dengan acuh tak acuh.
...--🥀🕊—
...
Disisi lain, Nathan yang baru saja sampai di parkiran, ia dapat melihat begitu jelas seorang lelaki yang tengah berdiri di samping mobil dengan menghirup sebatang rokok di tangannya. William melirik kan matanya saat melihat kedatangan Nathan tanpa seseorang yang ia perintahkan. Bahkan raut wajah dari lelaki itu juga sangat kebingungan.
“Dimana dia?” tanya William dengan nada dinginnya.
Nathan terdiam menunduk, lalu berkata dengan suara yang pelan. “Maafkan saya, tuan. Saya sudah menjemput nona diatas, tetapi saat bertanya dengan karyawan yang satu ruangan dengannya berkata bahwa nona sudah pulang sejak tadi siang”
“Apa?! Tadi siang?” William terkejut.
Bagaimana bisa wanita itu sudah pulang sejak tadi siang, sedangkan ia tidak melihatnya di kediaman. Dimana dia? Apa mungkin ia pergi lagi, seperti yang dulu? Tapi kenapa? Bukankah tadi pagi dia baik-baik saja? Apa yang terjadi?
Disaat keduanya sedang kebingungan, Tiba-tiba ada seorang wanita datang menghampiri mereka seraya menyebut mereka dengan sebutan tuan. “Tuan, tunggu tuan!” teriak wanita itu seraya berlari menghampiri William serta Nathan yang sedang terdiam di samping mobil.
Keduanya menoleh saat mendengar panggilan itu, tetapi mereka hanya terdiam tak meresponnya karna mereka tidak mengenali siapa wanita itu. “Siapa kamu? Ada perlu apa kau datang kesini?” tanya Nathan seraya berbalik badan untuk menutupi William dari pandangan wanita itu.
“Ahh...tuan, maafkan saya! Saya hampir lupa memberikan anda ini” ucap Wanita itu dengan sedikit menundukkan kepalanya saat memberikan sebuah HP yang layarnya sudah retak parah.
Nathan terdiam saat melihat HP tersebut, sementara William dengan sontak mengambil HP itu dari tangan wanita tadi. “Ini kan HP Yoona?”
“Iya tuan, benar. Itu HP Yoona yang tertinggal di dalam laci saat ia pulang. HP nya terus berbunyi dengan panggilan masuk, tapi kami tidak bisa memeriksanya karna HP itu dalam keadaan bersandi. Jadi saya hanya bisa meminta tolong pada tuan untuk memberikan HP ini pada Yoona, karna saya takut ada telpon penting di HP itu” jelas wanita itu dengan panjang lebar.
‘Ya, itu memang telpon penting' batin William yang diikuti oleh perkataan dingin. “Apa kau tahu alasan kenapa Yoona meninggalkan kantor sebelum jam waktu kerja selesai?”
Wanita itu mengangguk “Saya tahu, tuan. Tapi tidak terlalu yakin karna Yoona agak sedikit aneh saat itu.”
“Aneh? Apa maksudmu?” tanya William dengan mengerutkan keningnya.
“Tadi siang, kami semua meminta Yoona untuk mengajari kami, bagaimana caranya membuat proposal yang di minta oleh ketua nanti malam. Yoona mengajari kami hingga kelelahan, dan akhirnya ia tertidur di meja kerjanya. Awalnya saya ingin membangunkannya, tetapi karna melihat wajah Yoona terlihat begitu lelah jadi tidak saya bangunkan. Saya menunggu sampai jam kerja pulang, barulah saya membangunkannya. Tapi saya tidak tahu apa yang terjadi dengannya, Yoona tiba-tiba berteriak saat bangun dari tidurnya seperti orang yang baru saja mengalami mimpi buruk. Saya tidak tahu kenapa itu, tapi saya bisa melihat bagaimana ekspresi atau tatapan kosong dari Yoona.
__ADS_1
Setelah bangun, ia juga langsung meminta kami untuk mengantarkan izinnya untuk pulang lebih awal. Dan setelah itu dia pergi tanpa membawa HP ini bersamanya” jelas wanita itu.
Mendengar semua cerita wanita itu, William pun langsung masuk kedalam mobil dengan meninggalkan satu kalimat untuk Nathan. “Ayo pergi!”
“Baik tuan” angguk Nathan yang menerima perintah itu “Terimakasih nona atas informasinya, kalau begitu saya izin pamit” kata Nathan pada wanita itu.
Saat di perjalanan, William menerima telpon bahwa klien pentingnya datang ke kantor saat malam ini. Mereka berkata bahwa ada sesuatu yang perlu mereka bahas tentang kerja sana itu. Tetapi karna William saat ini merasa tidak tenang dengan keberadaan Evelyne pun membuat lelaki itu harus mengoper kedatangan kepada Nathan.
Nathan akan menggantikan dirinya untuk malam ini, sementara William akan mencari Evelyne di kediaman dulu untuk mengecek, apakah wanita itu sudah pulang atau belum.
Sesampainya di kediaman, William langsung masuk ke dalam dan pergi naik ke lantai atas untuk mencari Evelyne di seluruh ruangan. Dicarinya ke mana-mana, tetap saja tidak ketemu. Kini jam sudah menunjukkan pukul 20.00, William semakin tidak dibawa rasa kesabaran dengan tindakan Evelyne saat ini.
Karna tidak menemukan Evelyne di kediaman, William pun segera turun ke bawah untuk pergi mencarinya di luar. Namun saat ia berada di lantai dasar, William malah dipertemukan oleh Clara yang sedang berdiri di depan pintu.
“Kak William?” panggil Clara seraya memegang tangan William saat ia berjalan melewati Wanita itu.
William yang mendapatkan sentuhan itu pun langsung menghempaskan tangannya dengan kasar hingga membuat pegangan dari Wanita itu terlepas dari lengannya. Sikap terburu-buru serta ke emosian William membuat seluruh kediaman merasa heran, termaksud juga Clara yang baru saja datang untuk menemuinya.
Clara terkejut dengan William yang secara tiba-tiba melepaskan pegangannya, “Kak William? Ada apa denganmu? Kenapa kau terlihat gelisah?” tanya Clara dengan menyentuh wajah William untuk menenangkan lelaki itu.
Plak!
William menepis tangan Clara yang sedang mengelus nya, Clara terkejut serta terheran dengan apa yang dilakukan oleh William saat ini. Bisa di lihat dari tatapan dingin lelaki itu terlihat begitu mengerikan, perasaan yang tidak sabar, gelisah, marah dan kebingungan kini tercampur aduk di dalamnya
Melihat William seperti itu, tentu saja membuat Clara merasa tidak nyaman. Namun wanita itu hanya bisa dengan perlahan berjalan mendekatinya untuk mencoba memberikan pelukan penenang untuk lelaki yang ada di depannya. Tetapi sebelum Clara melangkahkan kakinya, William sudah lebih dulu memalingkan wajahnya kearah lain.
“Kak William, tunggu! Kak William!”
Clara berlari menghampiri William yang sedang berjalan menuju mobil yang terparkir di halaman kediaman. “Kak William, kau ini kenapa? Kenapa kau seperti ini? Ada apa? Apa kau sedang dalam masalah?”
Tidak menjawab panggilan itu, William terus terdiam seraya berjalan menuju mobilnya tanpa menolehkan sedikitpun pandangannya kearah Clara yang kini sedang mengejarnya dari belakang. “kak William, ada apa denganmu? Kenapa kau seperti ini? Bilang padaku jika kau memiliki masalah! Kak William!!” teriak Clara saat melihat mobil itu sudah dijalankan pergi oleh William untuk meninggalkan tempat itu.
Clara merasa kesal dan malu saat melihat William dengan terang-terangan mengabaikan dirinya di depan para pengurus seraya pelayan di kediaman maxime. Ia herheran dengan apa yang terjadi pada William saat ini. Tapi ia juga tidak bisa terlihat memaksakan William untuk selalu mengandalkan dirinya.
Disisi lain, William yang sedang dalam perjalanan mencari Evelyne di luar pun membuat dirinya semakin merasakan hawa panas. Cuaca di luar memang sangat dingin, tetapi dalam keadaan ini malah semakin membuat William merasakan sesuatu yang panas, namun ia tidak tahu apa itu.
“Sial! Dimana dia?!” geram William seraya melihat kearah luar untuk mencari Evelyne.
Kringg!!
Disaat William sedang sibuk mencari Evelyne, Tiba-tiba William melirik tajam kearah sebuah HP yang tergeletak di kursi penumpang depan. Yang tak lain, itu adalah HP milik Evelyne yang sebelumnya di berikan oleh teman se kantornya.
“Ckk... Entah apa yang membuatku seperti ini, kenapa aku harus mencari seorang wanita yang sama sekali tidak mencintaiku. Padahal aku sudah jelas-jelas tahu, bahwa yang diinginkan oleh wanita itu adalah dia dan bukan aku. Kenapa aku masih bersikap baik dengannya?!!”
Brukk!!!
William memukul setir mobil itu dengan keras, emosi di dalam dirinya semakin memuncak. Pikirannya terasa begitu berantakan, serta hati yang di penuhi dengan rasa kegelisahan. Ia khawatir dengan Evelyne, tapi ia juga membenci dengan evelyne yang masih sampai sekarang berhubungan dengan edgar.
__ADS_1
Apa yang sempurna dari lelaki itu? Apa kekurangan yang ada dalam diriku hingga kau terus berpaling dari lelaki yang posisinya tidak bisa sebanding denganku?
William kesal, sangat kesal. Namun ia masih bisa menahan dirinya sampai saatnya ia bisa meminta semua penjelasan itu pada Evelyne.
“Cari dan temukan dimana lokasi Yoona saat ini!! Setelah ketemu, segera beritahu aku!!” kata William saat menelpon seseorang di dalam telponnya. “Baik, master. Tunggu konfirmasi dari kami!” jawab suara itu dengan tegas.
Setelah selesai meminta seseorang untuk mencari keberadaan Evelyne, William pun kembali melanjutkan pencarian itu ke semua tempat di kota. Tempat-tempat yang biasanya Evelyne lewati sebelum itu.
Selama perjalanan itu, William merasa semakin dibuat pusing oleh telpon yang datang dari HP milik evelyne. Itu tidak kunjung diam sebelum telpon itu diangkat, dan seseorang yang menghubungi Evelyne seperti memaksa pemilik HP ini untuk mengangkat telpon darinya.
“Sialan, kau bajingan!!”
William melempar HP itu keluar dari mobil dalam kondisi kecepatan yang tinggi. Entah seperti apa hancurnya HP itu, William tidak peduli. Karna ia bisa membelikan Evelyne yang baru serta lebih mahal dibandingkan dari HP yang sebelumnya.
Setelah lama berkeliling, William pun berniat untuk beristirahat di pinggir jalan seraya menenangkan hati dan pikirannya terlebih dahulu. Karna ia tidak ingin, saat bertemu dengan wanita itu, ia malah memplampiaskan emosinya kepadanya.
“Hah...udara malam ini cukup dingin! Dimana dia? Apa dia sedang berada di luar ruangan atau di dalam ruangan?” gumam William saat memandang langit yang gelap di penuhi oleh ribuan bintang.
...--🥀🕊—
...
“Mah, lihatlah! Langit itu sangat indah bukan?” tanya seorang anak kecil laki-laki yang kegirangan.
Seorang wanita yang di sebut mamah oleh anak kecil itu pun mengangguk “Ya sayang, malam ini sungguh indah. Lihatlah, langit gelap kini bersinar dengan terang karna cahaya dari bulan dan bintang. Apa kau menyukai keindahan ini sayang?”
“Ya, aku sangat menyukainya. Aku bermimpi bisa membawamu keatas sana, untuk bisa melihat keindahan itu lebih dekat. Jadi tunggu aku besar, agar aku bisa membawamu pergi kesana!” ucap anak kecil itu dengan senyuman lebar di wajahnya.
Wanita itu tertawa “Jangan besar dulu sayang, nikmati saja masa kecilmu. Karna di dunia ini, waktu tidak akan pernah bisa kembali ke masa lalu. Jadi nikmati hari ini, dan seterusnya”
...--🥀🕊—
...
“sial!! Kau benar, mah. Dunia orang dewasa itu ternyata cukup rumit ya, entah dari percintaan, pekerjaan ataupun pertemanan, semuanya pasti akan selalu ada rintangan yang membuat kita terkadang merasa lelah dengan kehidupan ini” gumam William dengan senyuman aneh terukir di wajahnya.
Dikiranya sudah begitu lama ia berada disini, William pun kembali masuk ke dalam mobil untuk pergi mencari Evelyne lagi. Perasaannya yang sekarang kini jauh lebih tenang daripada yang sebelumnya. Mungkin itu karna ia membutuhkan sesuatu yang bisa menenangkannya.
William mulai menjalankan mobilnya keliling kota, entah dari yang terdekat maupun yang terjauh. William terus melihat kearah jendela serta spion mobil untuk melihat sekeliling, berharap ia bisa menemukan wanita itu dalam kondisi yang baik-baik saja.
Disuatu tempat yang gelap serta sepi, William mencoba masuk kedalam kawasan itu. Tempatnya cukup luas, disana terdapat beberapa barang buangan yang tertumpuk di setiap tempat. William mengira bahwa tempat ini sudah tidak ada yang merawat, namun siapa yang menyangka bahwa tempat ini sedang dalam kondisi perbaikan.
William melihat di depan kawasan itu terdapat sebuah danau yang begitu besar. Disana terlihat begitu jelas, bagaimana indahnya pantulan cahaya bulan yang berada di air danau itu. Tetapi bukan itu yang membuat William terkejut, melainkan sosok wanita yang sedang berdiri di tepi danau itu.
William turun dari mobil, mencoba menyipitkan matanya untuk memperjelas siapa wanita yang tengah berdiri di tepi danau itu. Ini sudah malam, rasanya sangat aneh jika ada seorang wanita yang berani berdiri seperti itu di dekat danau.
Awalnya William berjalan dengan perlahan di arah wanita itu, dekat semakin dekat....william dapat mengenali pakaian yang di kenakan oleh wanita itu dan dengan sontak is meluruskan tubuhnya menghadap kearah wanita itu, lalu berkata “Yoona, apa yang kau lakukan disini?”
__ADS_1