Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 116 : Evelyne menangis membaca pesan


__ADS_3

Evelyne mengerutkan keningnya saat William menggenggam tangannya dengan erat, bahkan seperti ada sesuatu yang ia ingin ungkapkan, namun tidak bisa. “Bukankah kau terlalu boros akan hal itu, Liam?”


“Tidak ada yang namanya boros, aku melakukan ini karna aku ingin melupakan semua yang terjadi di dalam hp itu. Jadi..apakah kamu masih ingin memberikanku izin untuk membeli hp yang baru?” tanya William dengan mengendus kepala bagian atas Evelyne yang kini beralih ke lehernya. Wllilam sangat menyukai aroma itu, bahkan sikap William saat ini membuat Evelyne merasa risih. “Astaga...Apa yang kau lakukan? Berhenti mengendusnya!! Hey, liam...Apa kau ini seekor anjing?!”


Evelyne merasa geli saat William terus melakukannya seperti itu, ditambah lagi dengan tangan William yang sekarang tampak berani untuk bermain nakal di ruangan yang terbuka itu. “Eughh...Liam, perhatikan dimana tanganmu menyentuhku.” Ucapnya dengan wajah yang memerah serta merasa geli saat merasakan sentuhan panas dari William di pahanya bagian atas.


Buukk..


Evelyne memukul kepala William dengan begitu keras saat sesuatu aneh mulai menjalar di dalam tubuhnya. “A-Aduuhh...Sayang, kenapa kau memukulku kepalaku dengan keras? Apa kau berniat untuk menghancurkannya?” William mengeluh dengan wajah yang terlihat seperti anak anjing yang lucu.


“Berhentilah bermain-main denganku, Liam! Apa kau pikir, orang tidak akan melihatmu jika kau sampai melakukan hal yang tidak senonoh di tempat yang terbuka ini?” kata Evelyne dengan mengerutkan keningnya.


William yang mendengar perkataan Evelyne pun seketika menurunkan tubuhnya saat ia mendekatkan wajahnya di dekat telinga Evelyne. “Sayang, apa yang kau maksud dengan hal yang tidak senonoh? Bukankah aku hanya menciummu dibagian titik terlemahmu serta meraba yang sudah menjadi milikku?”


“Tetap saja kau tidak bisa melakukannya di luar, Liam! Apa kau mencoba untuk merusak reputasimu di dalam kediaman ini?” Evelyne melirikkan matanya seraya menahan emosinya di kepalan tangan “Kau tidak inginkan, julukanmu yang sebagai raja yang kejam dalam dunia perbisnissan akan terganti dengan julukan raja mesum?”


William terdiam sejenak, lalu dengan lebih dekat ia kembali berbisik “Biarkan saja, lagipula aku seperti ini hanya kepadamu!” Sekali lagi William mencium belakang telinga Evelyne serta menambahkan satu reaksi yang membuat Evelyne terlonjat dengan kaget.


“Akhh..Sialan kau!! Kenapa kau menjilat telingaku seperti anjing?!!” teriak Evelyne dengan wajah yang kini berubah menjadi sangat merah.


William benar-benar suka sekali menjahili Evelyne, karna bagi William saat Evelyne merasa malu dengan wajahnya yang memerah terlihat begitu menggemaskan. Bahkan William juga suka memikirkan hal mesum tentang Evelyne saat ia sedang merasa bosan. “Kau sangat manis, sayang. Bahkan aku sekarang sangat ingin merasakan kembali tubuhmu seperti yang kita lakukan semalam.” William menjilat bibir bagian atasnnya dengan nakal


“Aakkkhhh...Bodo...Aku tidak peduli!!!...Liaammm!!...Kau, laki-laki tidak tahu malu!!”


Evelyne berlari menuju mobil yang kini terparkir cukup jauh di depannya, ia berlari kencang dengan menutup telinganya agar ia tidak padat mendengar omong kosong yang di lontarkan oleh William. Evelyne sendiri tidak akan pernah berpikir bahwa William yang ia kenal dulu sebagai lelaki yang mengerikan, kini berubah menjadi lelaki mesum yang tidak tahu malu.


Sementara William yang melihat Evelyne berlari meninggalkannya, membuat ia tersenyum sekilas lalu manarik kembali senyuman itu hingga merubah wajahnya menjadi sangat dingin. Manik mata yang tadinya menatap Evelyne yang tengah lari di depannya, kini beralih ke hp miliknya yang sudah hancur di atas bebatuan.


“Evelyne, apa kau menangis karna membaca pesan itu?!”


...--🥀🕊—...


20 menit yang lalu.


Evelyne terdiam saat melihat pesan yang muncul di layar Hp William, saat itu Evelyne sempat berpikir bahwa William selama ini hanya berpura-pura untuk menyayanginya. Dan ia maish melakukan suatu komunikasih kepada CLara di belakangnnya. Evelyne merasakan sakit di bagian hatinya, ingin menangis namun ia sadar bahwa William saat ini bukanlah siapa-siapa baginya. “Aku lagi-lagi mempercayai orang yang seharusnya aku tidak pernah pernah sejak kami bertemu.”


Evelyne meletakkan hp milik William di atas lemari, dan ia juga langsung berjalan menuju ruang ganti dengan iar mata yang menetes di pipi mulusnya.

__ADS_1


Saat di dalam ruang ganti, Evelyne langsung menutup pintu itu dengan kencang. Lalu ia menyandarkan tubuhnya pada pintu itu saat dirinya mulai merasakan lelah. “Sial! Kenapa aku menangis? Bukankah sangat wajar jika mereka masih berhubungan di belakangku? Mereka kan sudah melakukannya sejak dulu, kenapa aku harus menangis?”


Dada yang sesak serta hati yang menangis membuat Evelyne menghabiskan 10 menit di dalam ruang ganti untuk merenungkan hatinya yang tidak pantas untuk terluka, karna bagaimanapun Evelyne hanya orang baru yang menempatkan tubuh Yoona.


Ting!


Suara hp itu kembali berbunyi saat Evelyne keluar dari ruang ganti dengan penampilan yang sedikit berantakan karna sehabis menangis, ia tidak ingin melihatnya lagi. Tapi..hp itu seperti menyuruh Evelyne untuk membukanya. Evelyne takut akan rasa kecewa yang sama seperti ia mengecewakan Dion, saat ia mempergoki lelaki itu dengan wanita lain.


Evelyne membuka hp william, lalu pergi ke whatsapp William untuk membaca chat apa saja yang mereka bicarakan di belakangnya.


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Clara WU.


\= William, aku ingin bertemu denganmu sekarang! Bisakah temui aku di tempat biasa?


William maxime.


\= Tidak bisa, aku sibuk!


Clara WU.


\= Apa kau bersama dengan Yoona sekarang? Apa dia melarangmu untuk pergi denganku?


William maxime.


\= Dia tidak ada kaitannya dengan ini.


\= Berhenti menghubungiku, kau sangat mengganggu!


Clara WU.


\= Apa? mengganggu? William, kenapa kau sekarang berubah sih?


\= Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi?!


William maxime.

__ADS_1


\= Aku tidak pernah mencintaimu, kita hanya teman yang tumbuh bersama.


Clara WU.


\= William, apa kau lupa dengan kesepakatan kita dulu?


\= Apa kau tidak takut terjadi sesuatu yang buruk pada ibumu?


\= William, sebenarnya aku tidak mau mengancammu seperti ini. Aku ingin kau mencintaiku secara tulus, tapi kau selalu menolak hingga aku terpaksa melakukan hal seperti ini padamu.


William maxime.


\= Aku tidak takut lagi dengan ancamanmu.


\= karna yang akan menjaga dia, adalah aku. Berani kau sakiti dia, maka jangan salahkan aku jika aku bertindak yang seharusnya aku tahan.


Clara WU.


\= William, kenapa kau begini?


\= Kau bilang, kau tidak pernah mencintainya!! Kenapa kau sekarang terlihat seperti mencintainya?


\= William, ingat!! Kita sudah lama kenal dan pantas untuk bersama, sementara dia?


\= Dia hanya orang baru yang sudah merusak hubungan kita, kau tahu itu?!


\= Dia juga wanita miskin yang tidak bisa memberikanmu apa-apa, William. Apa yang kamu harapkan darinya?


William maxime.


\= Dia memang tidak memiliki kelebihan sepertimu, tapi dia memiliki hati yang baik.


\= Dia jelas-jelas, berbeda denganmu.


\= kau! Kau orang yang merusak hubunganku dengan Yoona, bukan Yoona yang merusak hubungan kita. Kau ingat itu!!


/Bloked

__ADS_1


__ADS_2