Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 87 : Meninggikan lalu menjatuhkannya lebih dalam.


__ADS_3

“....” Semua terdiam saat perkataan itu terlontar dari mulut William dengan nada yang tegas, bahkan tubuh mereka semua seketika gemetar dengan hebat. Mulut yang sebelumnya membicarakan tentang Evelyne yang tidak-tidak, kini tercengang hingga tidak bisa mengeluarkan kata-katanya lagi.


William yang melihat reaksi terkejut dari semua para petinggi serta para karyawannya disana membuat William seketika tertawa puas di dalam batinnya. Bahkan kesenangan itu lebih dari apa yang ia kira. “Berkata seolah-olah kalian mengetahui semua tentang Yoona di tempat ini, tapi...kenapa dengan status Yoona yang begitu penting dalam hidupku, kalian tidak mengetahuinya?”


“M-maafkan kami, tuan besar! Maafkan kami” salah satu petinggi yang ketakutan pun langsung berlutut di depan William untuk meminta ampun kepadanya. Dan hal itu seketika langsung diikuti oleh para petinggi lainnya yang merasa bersalah dan takut akan mendapatkan masalah jika mereka sudah berani menyinggung salah satu keluarga besar Maxime.


William mengerutkan keningnya, “T-Tuan, maafkan kami tuan! K-Kami benar-benar tidak bermaksud untuk melakukan hal seperti itu pada Nona Yoona. Kami benar-benar minta maaf, TTuan para petinggi dengan rasa tidak tahu malunya pun berkata seperti layaknya mereka yang sedang di bodohi oleh kenyataan. Tapi bahwa sesungguhnya, kenyataanlah yang membuat mereka terlihat bodoh. “Tuan, tolong tuan...tolong, maafkan kami! Kami berjanji tidak akan melakukan hal seperti itu lagi pada Nona Yoona, tuan. Kami juga akan meminta maaf secara pribadi dan publik kepadanya”


Braakk!!


William menendang wajah salah satu petinggi yang ada di depannya dengan tendangan yang begitu keras. Membuat suatu gertakkan gigi yang dilakukan oleh petinggi itu saat menerima rasa sakit yang terdapat di rahangnya, petinggi itu juga merasa bahwa rahangnya telah bergeser hingga rasa sakit itu 2× lipat lebih menyakitkan dari rasa sakit biasanya.


Semua orang terkejut, bahkan dengan sontak mereka langsung meletakkan kepala mereka di atas lantai ( posisi sujud ). Tidak ada dari mereka yang berani mengangkat kepalanya sedikitpun, bahkan tubuh mereka juga gemetar dengan hebat, darah yang di dalam tubuh seketika bergejolak dengan hebat. Membuat suatu keringat dingin, membasahi seluruh tubuh para petinggi.


“Kata maaf tidak akan bisa mengurangi amarahku saat ini!” Ucap William dengan mengangkat dagunya “Kalian bersikap seperti ini, malah membuatku semakin membenci orang-orang munafik seperti kalian, dan semua ini tidak akan bisa terselesaikan, hanya dengan kata maaf!”


Para petinggi panik, mereka ketakutan jika William sampai tidak memaafkan mereka. Maka masa depan yang cerah tidak akan pernah mereka lihat lagi setelah ini, dan mereka juga tidak akan pernah membayangkan bagaimana semua perusahaan di negara ini menolak bekerja dengan mereka. “T-tuan, Tuan besar! Tolong maafkan kami! Kami benar-benar menyesal, tolong maafkan kami tuan” ucap Petinggi dengan menyeret tubuhnya untuk meraih kaki William yang sedang berdiri di depannya.


“Tuan besar! Tolong maafkan kami, kami benar-benar menyesal! Kami tidak tahu bahwa Nona Yoona adalah Istri sah anda. Karna sebelumnya, tidak ada berita yang mengabarkan bahwa anda telah menikah dengan seseorang yang bukan kami kenal ( Clara ).” Sahut yang lain untuk meminta rasa kekasihanan William pada mereka.


William mengerutkan keningnya, lalu menyuruh Nathan untuk menyingkirkan salah satu petinggi yang sedang tergeletak lemah di lantai karna baru saja ia memberinya hukuman. Serta salah satu petinggi yang sedang mencoba meraih kakinya tanpa mengangkat sedikitpun tubuhnya dari posisi sujudnya itu.


“Lalu, apa kalian akan bertindak lebih jauh pada seseorang jikalau itu bukanlah seseorang yang memiliki hubungan denganku?” tanya William dengan menatap para petinggi dengan tatapan yang sangat merendahkan harga diri mereka. “Apa kau akan terus menyebarkan sesuatu yang tidak masuk akal tentang Yoona, jika dia benar-benar tidak memiliki hubungan denganku?!!”


Braakk!!


Sekali lagi William dengan amarahnya yang terus menyelimuti hatinya pun membuat ia dengan sontak menendang petinggi lainnya dengan tenaga yang jauh lebih kuat dari sebelumnya, dan gak itu tentu saja membuat suatu jejak luka di bagian pipi petinggi itu. Serta darah yang mengalir keluar dari sudut mulutnya. “Eugghh..”

__ADS_1


“Aku benar-benar membenci manusia menjijikan seperti kalian! Apa kau tahu itu?!” Tekan William seraya memasukkan tangannya ke dalam saku jas bagian dalam. Namun Nathan yang melihat itupun langsung bergegas menghampiri William dan menghentikan pergerakan tangan William seperti sedang mengambil sesuatu dari balik jas hitamnya.


Nathan berbisik, “Tuan besar, Tolong kendalikan amarahmu! Atau kau akan membuat suatu pembunuhan di perusahaanmu sendiri”


Mendengar ia hampir kehilangan kendali karna amarah pun membuat William langsung menghela nafasnya dengan kasar, bahkan ia juga menghentikan tindakan yang baru saja ia ingin lakukan karna suatu amarah yang terus memuncak di hatinya. “”Kuserahkan sisanya padamu! Aku akan pergi sebentar untuk mengurusi urusanku yang lain”


“Baik tuan!” Anggun Nathan dengan meletakkan tangannya di salah satu dadanya. “Lalu, apa yang ingin anda lakukan pada mereka setelah ini, Tuan?”


William melirikkan matanya yang tajam saat langkah kakinya mulai melangkah pergi meninggalkan aula itu. “Pecat semua karyawan yang ada disini, dan para petinggi sekalipun!!”


“Tuan, Tuan! Anda tidak boleh melakukan pemecatan seperti ini pada kami....kami kan sudah menyesalinya dan bahkan kami sudah berniat meminta maaf pada anda dan juga Nona Yoona nantinya. Apakah anda akan membiarkan perusahaan sebesar ini kehilangan keuntungan hanya karna masalah seperti ini?” tolak salah satu petinggi dengan berlari sempoyongan kearah William.


Melihat lelaki itu berlari kearahnya, membuat William dengan reaksi kaki serta tangannya yang panjang. Ia dengan mudah menyingkirkan lelaki itu hanya beberapa detik saja, dan hal itu tentu saja membuat niat Nathan untuk menghentikan petinggi itu menghilang dari hatinya.


-Wow, ternyata Tuan besar memiliki keahlian bertarung dengan hebat ya-


-Ini jauh lebih kejam dari yang kukira! Dia sudah membuat kita menjadi tinggi, tapi dia juga menjatuhkan kita lebih rendah lagi-


...--🥀🕊—


...


Di kantor perusahaan WU.


“Lihat! Kak clara kau benar-benar luar biasa. Berita yang beredar sekarang, bukan hanya meledak di negara kita tapi juga keluar negeri lho kak!” ucap Jessica dengan penuh semangat bahwa clara sudah menyingkirkan wajah Evelyne dari publik.


Clara tertawa pelan. “Tidak, aku hanya melakukan suatu peringatan kecil saja kepadanya. Aku belum melakukan suatu hal yang besar untuk benar-benar menyingkirkan dia dari dunia kak William saat ini”

__ADS_1


“Huh...kenapa kak Clara tidak langsung memberikan suatu hal yang lebih berat dari ini? Kenapa kak Clara malah membuat orang lain sebagai umpan kakak untuk selamat dari informasi kakak tertua? Bukankah jika kakak tertua tahu, dia tidak akan memarahi atau memukulmu?” tanya jessica dengan penasaran akan pola pikir Clara untuk menyingkirkan Evelyne secara perlahan.


Clara tersenyum manis, namun memperlihatkan niat yang begitu kejam terdapat di dalam hati Clara yang selalu ia tutupi dengan sikap baik serta ramahnya. “Aku memang sengaja melakukan itu, karna aku ingin membuat dia sedikit menderita sebelum penderitaan yang tidak akan pernah habis akan ia rasakan nantinya”


“Penderitaan yang tidak akan pernah habis? Apa maksudmu?” jessica memiringkan kepalanya saat ia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Clara saat ini.


Melihat gadis kecil yang tumbuh untuk mengikuti keahliannya pun membuat Clara semakin ingin membuat jessica selalu berada di pihaknya. Apapun yang terjadi!! “Kau masih terlalu kecil untuk mengetahuinya! Jadi kau saksikan saja bagaimana aku akan mengurus wanita itu sampai akhir hayatnya!?”


Tok...tok...tok...


Pintu ruangan pribadi milik Clara terketuk dari luar, serta diikuti oleh suara pelan dari seorang lelaki yang sedang bertugas menjaga pintu masuknya. “Puteri tertua WU, apakah anda di dalam? Di luar sudah ada Tuan Besar Maxime yang berkata padaku bahwa ia ingin bertemu denganmu. Apakah anda akan keluar untuk menemuinya, atau anda tidak ingin pergi dan hanya meninggalkan pesan untuknya?”


Mendengar kata-kata bahwa William datang untuk menemuinya pun membuat suatu perasaan senang dan terkejut saat mendengar hal itu. “Kak Clara, sepertinya rencanamu kali ini bisa membuat William kembali ke pelukanmu” ucap jessica dengan santainya.


Sementara Clara yang mendengar itu langsung merasakan bahwa wajahnya kini memerah serta jantung yang berdegup dengan kencang. “Jessica! Apa yang kau katakan? Apa kau ingin membunuhku hanya karna aku malu akan semua itu?”


“Hahaha....tidak kak Clara! Bagaimana bisa aku membunuhmu, disaat aku juga ingin kau bisa mengembalikan William menjadi milikmu seutuhnya” jessica berkata dengan tawaran kecil yang membuat mereka melupakan seseorang yang sedang berdiri di balik pintu besar ruangannya.


Tidak mendengar jawaban dari Clara pun membuat lelaki itu kembali mengetuk pintunya seraya membuka mulutnya untuk memanggilnya Clara untuk kedua kalinya. “Non-a...” ucapnya dengan terpotong di bagian tengah, saat melihat Clara dan jessica sedang berjalan keluar dari ruangan tersebut dengan penampilan yang cukup indah.


Wewangian yang sangat menyebar seluruh ruangan membuat semua orang bisa dengan mudah mencium aroma itu walau satu kejauhan. Dan Clara sendiri juga memakai beberapa make-up untuk membuatnya terlihat pucat di depan William nantinya. Jessica yang ikut bersama Clara juga memainkan sebuah peran, dimana ia berpura-pura sedang membawa Clara sehabis berjalan-jalan di taman perusahaan.


Clara sedikit berjalan cepat untuk menemui William yang sudah lama tidak melakukan suatu pertemuan yang mengagetkan seperti ini, dan ia juga berharap setelah ini...ia berhasil membuat William bisa kembali membuka hati untuknya.


Baru saja Clara menjalan menghampiri William yang sedang berdiri di tengah-tengah aula kantor, dan ini juga termaksud adegan yang bagus untuk memperlihatkan kemesraan dirinya dengan William di dalam perusahaannya sendiri. Dan ia juga ingin membuat semua orang yakin Bahwa berita itu benar-benar fakta dari kenyataan.


Praakk!!

__ADS_1


Tamparan keras melayang di wajah Clara membuat semua orang yang ada di sekitar mereka seketika terkejut serta terpaku di tempat saat mereka tidak menyangka bahwa William akan melakukan hal seperti itu pada Clara di tempat umum. “K-kak William? A-apa yang kau lakukan?”


__ADS_2