
Gelas yang kini di gengam oleh Evelyne pun pecah saat ia benturkan kearah kepala Edgar, bukan hanya minuman itu yang membasahi kepalanya bahkan darah yang sehat mulai mengalir dari kepala Edgar dengan begitu deras. “Eughh!!!....Yoona, apa yang kau lakukan?!!” Edgar kesakitan, mulai memegangi kepalanya karna pusing akibat di adunya kepala dengan gelas kaca.
Tahanan serta himpitan yang di berikan oleh Edgar kepada Evelyne pun mulai tersendiri karna Edgar sibuk merintih kesakitan dengan kepalanya yang di penuhi oleh darah dan minumannya. Hal itu tentu saja membuat Evelyne langsung mengambil kesempatan untuk bangun dari atas meja, lalu mendorong tubuh Edgar kebelakang saat ia menuruni meja tersebut.
“Yoona!!! Mau kemana kamu?!!”
Edgar menahan tangan Evelyne yang hendak mencoba kabur dari ruangan itu di saat ia berhasil melukainya, namun karna Evelyne masih memiliki peluang untuk melakukan suatu penyerangan. Ia pun mengangkat kakinya lalu menendang sebuah masa depan Edgar yang sudah berdiri begitu tegak saat ia ingin melecehkan Evelyne. “Eughh...”
“Butuh 100 tahun lagi kau bisa berpikir bahwa kau dapat memilikiku dengan seutuhnya! Karna mau sebaik apapun kau di masa lalu, aku akan tetap memandangmu seperti bajingan jika kau tidak bisa menghargai seorang wanita!!” Ucapnya seraya mengambil jas hitamnya untuk menutupi tubuhnya yang terlihat.
Evelyne memasang jas itu dengan terburu-buru, setelah sudah ia langsung berlari keluar dari ruangan itu tanpa melihat ke belakang sedikitpun. Karna jika ia melihat kebelakang, maka ia akan melihat bagaimana Edgar mengejarnya seperti orang gila.
“Liam, maafkan aku! Liam maafkan aku...”
Evelyne berlari dengan mencengkram bagian jas depannya untuk menutupi belahan dadanya, ia juga terus memejamkan matanya untuk mempertahankan kesadarannya setelah ia keluar dari tempat ini dan pergi sejauh-jauhnya. Namun saat ia melewati aula utama bar yang dimana banyak sekali orang yang tengah berpesta meminum alkohol pun seketika terdiam saat melihat Evelyne berlari keluar dengan aroma alkohol yang begitu tinggi. “Nona jiang, tunggu!!...”
Penjaga itu khawatir jika Evelyne pergi keluar dalam keadaan mabuk seperti itu, dan ia pun langsung berlari keluar untuk mengejar Evelyne agar bahaya buruk tidak menimpanya saat berada di luar.
Evelyne yang berlari keluar dari bar itu tanpa menggunakan alas kaki sedikitpun seketika merasakan sakit pada kakinya yang terus melangkah tanpa henti. Ia ingin menangis, berteriak menyesal namun yang sekarang ini ia rasakan hanyalah diri yang menjijikan seperti halnya yang ia lakukan di masa lalunya. “Aku memang di takdirkan sebagai wanita kotor!!”
Evelyne yang berlari tanpa melihat kedepan pun seketika....
Ia menabrak seseorang yang tengah berjalan di depannya, namun disaat itu juga evelyne merasa aura yang di keluarkan oleh seseorang ini tampak begitu familiar bagi tubuhnya. Hingga kesadaran yang tersisa dalam dirinya menghilang tepat di dalam tubuh terjatuh pada tubuh seseorang itu.
-Liam, kau bisa membunuhku setelah ini..-
__ADS_1
Penjaga yang baru saja keluar dari bar pun Seketika terkejut saat melihat seorang lelaki dengan menahan tubuh Wanita di tangannya serta para bodyguard yang tengah berdiri di belakangnya membuat penjaga itu merasa bahwa lelaki ini orang yang sangat penting dan juga berbahaya. “T-tuan, bisakah kau berikan wanita itu padaku? Saya sangat meminta maaf atas sikapnya, tetapi saya tidak bisa berpikir bahwa ia akan melakukan ini disaat ia mabuk”
“Mabuk?!” lelaki itu mengerutkan keningnya seraya menurunkan pandangannya kearah wanita yang kini telah tidak sadarkan diri di depannya. “Dia milikku, maaf sudah merepotkanmu di saat ia seperti ini!”
Lelaki itu mengangkat tubuh Evelyne masuk kedalam dekapannya, ia juga berbalik arah memasuki mobil seraya membawa Evelyne bersama dengannya. Namun saat ia berjalan pergi, manik mata dari lelaki itu memberikan suatu isyarat kepada semua bodyguargnya tanpa berucap sedikitpun. Dan perintah itu langsung di angguki oleh semua para bodyguardnya dengan serentak.
Lelaki itu adalah William maxime, lelaki berdarah dingin tengah mencari istri kecilnya di sebuah bar. Dan ia menemukannya dalam keadaan mabuk, terluka dan....
Bruk!!!
William memukul kursi mobilnya dengan keras, matanya yang melotot saat melihat Evelyne tidak menggunakan pakaian dalamnya dan tubuhnya hanya di tutupi oleh jas hitamnya yang sudah terlihat kusut. Bukan hanya itu, William juga melihat bekas kemerahan yang terlihat begitu jelas dipergelangan tangan Evelyne seperti ingin memotong tangan dari wanita ini.
Di tambah dengan aroma alkohol yang begitu tinggi membuat William berpikir bahwa Evelyne tidak akan mungkin melakukan ini untuk dirinya sendiri, karna William tahu Evelyne memiliki toleransi terhadap minuman itu sangat rendah. “Siapa yang melakukan ini?!! Siapa yang melakukan ini padamu?!!”
William mengamuk di dalam mobil saat melupakan luka serta penampilan Evelyne yang tampak begitu berantakan. Karna sudah tidak tahan berlama-lama disana, William langsung menyalakan mobil dan menjalankan pergi meninggalkan bar itu tanpa bodyguard sedikitpun. Dan ia juga bersyukur saat Evelyne berlari menghampirinya, tidak adalah satupun dari mereka yang menyadari bahwa Evelyne tidak memakai bagian dalam karna Evelyne mencengkram jas itu begitu erat hingga tidak menampilkan sesuatu yang seharusnya tidak di perlihatkan kepada orang lain.
...--🥀🕊—
...
Di kediaman NIU.
Keluarga NIU dengan keluarga WU yang kini tengah melakukan suatu perbincangan di ruang tamu pun seketika terkejut saat melihat seorang lelaki datang dari pintu masuk dengan pakaiannya yang berantakan serta darah yang mengalir keluar dari atas kepalanya. Jessica seseorang yang lebih terkejut akan kondisi lelaki itu pun dengan sontak bangun dari duduknya dan berlari menghampiri lelaki itu dengan raut wajah yang cemas.
“Kakak kedua, apa yang terjadi padamu?! Kenapa kau seperti ini?” jessica menatap wajah Edgar yang di penuhi oleh bau minuman serta darah yang menjadi satu. “Dimana pelayan?!! Cepat ambilkan kain serta obat-obatan!!! Apa kalian semua tidak melihat kakak kedua membutuhkan pertolongan?!!”
Jessica yang merasa marah akan kondisi Edgar seperti ini, dan keluarga NIU yang lain pun dengan bersamaan menyuruh Edgar untuk duduk di sofa seraya menenangkan dirinya. “Edgar, apa yang terjadi padamu?! Kenapa kau terluka begitu parah? S-siapa yang melakukan ini?!” tanya seorang lelaki kepala keluarga NIU dengan murka.
__ADS_1
Semua yang disana benar-benar dibuat terkejut dengan kondisi Edgar saat ini, dan sebagian dari mereka juga menyimpan rasa dendam dengan seseorang yang telah melakukan ini kepada Edgar. “E-edgar tidak apa-apa kok, yah! Ini Cuma luka penghinaan saja” ucapkan dengan nada yang serak dan beberapa kali ia merintih kesakitan dari luka di kepalanya ini.
“Pelayan dimana sih?!! Bisa cepat tidak mengambilnya?!!” teriak nyonya NIU yang ikut terpancing emosi.
Beberapa pelayan datang dengan membawa kain serta kotak obat untuk Edgar dan mereka juga memanggil dokter yang ada di kediaman NIU untuk mencoba pendarahan itu serta meredakan rasa sakit dalam tubuh Edgar. Semua pengobatan itu berlangsung selama 20 menit dan itu termaksud mengobatan yang cepat di antara dokter-dokter pada umumnya.
Setelah selesai, semuanya pun kembali dalam suasana serius. Semua para pelayan serta dokter di minta untuk keluar karna mereka akan melanjutkan kembali pembicaraan mereka mengenai keluarga WU serta meminta penjelasan akan luka yang di dapat oleh Edgar saat pulang dari kota.
“Edgar, jelaskan padaku apa yang terjadi? Kenapa kau membawa luka separah itu ke rumah? Siapa yang melakukan itu padamu?!” Tuan NIU pun langsung menanyakan hal itu kembali setelah kesadaran Edgar sudah kembali dengan sempurna.
Edgar melirikkan matanya, melihat kemarahan Tuan NIU yang begitu besar membuat Edgar tahu bahwa ini adalah kesalahannya. “Maaf ayah, ini kesalahanku. Aku datang ke bar untuk meminum sebentar, karna aku baru saja mendapatkan sebuah masalah di pekerjaanku. Aku datang kesana sendiri, tapi tidak aku sangka ini malah membawa bencana padaku saat aku mabuk!”
“Apa maksudmu?!” Tuan NIU kebingungan.
Edgar menghela nafasnya “Saat aku minum dan kesadaranku mulai memudar, aku melihat seorang wanita memasuki ruangan VIP yang aku pesan dalam bar tersebut. Awalnya aku tidak mengenali wanita itu, karna memang pandanganku saat itu sangat buram. Namun saat aku mendengar ia mengatakan ‘Aku mencintaimu selamanya’, aku baru tersadar bahwa itu adalah Yoona.”
“Yoona? Sedang apa dia disana?” jessica terkejut saat mendengar Evelyne datang sendiri kepada Edgar setelah ia secara terang-terangan menunjukan kemesraan dengan William.
Edgar menggeleng “Aku tidak tahu! Aku benar-benar tidak ingin apa yang terjadi....tapi aku mengingat dia membuka pakaiannya di depanku, merayu untuk melakukan sesuatu keji dan bahkan ia memaksaku untuk melakukan bersamanya walau aku sudah menolak itu! Alhasil...Yoona memecahkan sebuah gelas di atas kepalanya, membuatku pingsan sesaat untuk membiarkan dia bersenang-senang dengan tubuhku. Ayah....maafkan aku!! Aku benar-benar tidak ingin melakukannya, tapi dia sendiri yang datang kepadaku bahkan merayu. Dia melecehkanku saat mabuk, itu benar-benar melanggar aturan hukum ayah!! Dia sudah menikah dengan kakak tertua, tapi kenapa dia melakukan hal itu kepadaku?! Memangnya aku apa dimatanya?”
Braakk!!!
Tuan besar NIU dengan emosi yang meluap saat mendengar cerita itu pun memukul meja yang ada di depannya dengan pukulan yang cukup kuat, membuat semua orang yang di sana terlonjat kaget saat mendengarnya. “Kurang ajar!!! Beraninya dia melakukan ini pada anakku!!!”
“Ayah, ayah tenang dulu! Kakak kedua belum selesai dengan ceritanya. Tolong dengarkan hingga akhir, aku takut kita membuat kesalahpahaman pada kakak ipar” Jessica menenangkan ayahnya yang kini mengamuk di depan Clara.
Sementara Clara hanya terdiam saat mendengar semua cerita itu. ‘Tidak kusangka, setelah kau berhasil membuat William mencintaimu. Kau malah bermain gila dengan orang lain, bahkan memaksa mereka untuk memuaskan hasratmu itu!’ batinnya dengan kesenangan serta kebencian yang tercampur aduk.
__ADS_1
“Salahpaham apa?! Jelas-jelas dia melakukan itu kepada kakakmu! Apa kau tidak melihatnya dengan jelas jessica?!!” bentak tuan NIU dengan amarah “Penjaga!! Bawa William dan istrinya itu kesini, sekarang!!!”