Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 15 : Evelyne memprovokasi keluarga jiang?


__ADS_3

Sesampainya di aula utama, evelyne dapat melihat sepasang suami istri yang sudah terlihat berumur dan 2 orang anak laki-laki serta perempuan tengah duduk di sofa sambil berbincang sesuatu yang menarik. Saat semua orang yang ada disana menyadari kedatangan evelyne dengan lelaki itu pun dengan sontak menolehkan kepalanya, melihat evelyne dengan raut wajah yang dingin tengah berjalan menghampiri mereka.


“Yoona”


Sapa lelaki yang terlihat sedikit berumur tengah beranjak dari duduknya karna melihat evelyne sudah datang. Wajah lelaki tersenyum ramah, menampilkan ekspresi yang menunjukkan bahwa ia sangat merindukan putrinya.


Evelyne yang mendengar sapaan dari lelaki itu hanya mengangguk sebagai hormatnya pada lelaki itu. “Kapan kau sampai, sayang? Apakah perjalanannya cukup melelahkan?” tanya lelaki itu sembari menghampiri evelyne. “Tidak begitu melelahkan” jawab singkat evelyne yang membuat lelaki itu tertegun sejenak.


Evelyne tidak menanggapi perhatian dari lelaki itu dengan baik, melainkan manik matanya terus menatap kearah 3 orang yang masih duduk di sofa sambil memandangnya dengan tatapan membenci. Mereka itu adalah ibu tiri yoona dan saudara/i nya. Evelyne mencoba memutarkan pandangannya, mencari sesuatu yang kurang namun ia tidak menemukannya.


“Sayang, kamu pasti sudah taukan apa yang membuatmu datang kesini?”


“Dimana ibu?”


Evelyne dan Gilang mengucapkan pertanyaan secara bersamaan, namun seketika Gilang melupakan pertanyaan itu hingga titik fokusnya kepada pertanyaan evelyne. “Kenapa kau malah bertanya seperti itu? Apakah kau tidak percaya dengan ayahmu ini?” tanya Gilang dengan nada yang terdengar kesal.


Sementara evelyne yang mendengarnya hanya terdiam, padahal ia hanya bertanya hal yang sepele tapi kenapa Gilang menanggapinya seperti itu? Apakah dia berpikir bahwa ia seolah-olah tidak mempercayainya apa yang ia lakukan? Tapi jika dia melakukan dengan baik, mungkin ia tidak akan se tersinggung itu tapi kini ekspresi dan emosi Gilang sangat menampilkan bahwa ia tidak melakukan apa yang ia bicarakan.

__ADS_1


“Tidak ayah, aku hanya bertanya. Lagipula aku tidak melihat ibu disini, apakah aku salah jika hanya bertanya seperti itu?” tanya evelyne sembari mengangkat salah satu alisnya.


Gilang terpekik dengan perkataan evelyne, dan hanya terdiam sambil menatapnya dengan terheran. Ia merasa bahwa Wanita yang tengah berdiri di depannya ini tampak sangat berbeda dari sebelumnya. Bahkan dari segi penampilan, cara bicara dan menatap, wanita ini benar-benar berbeda dari temperamen yang dulu.


“Tante Maisha, dimana ibuku?” tanya evelyne yang beralih ke wanita dibelakang Gilang “Aku bertanya dengan ayah, namun tidak ada jawaban. Bisakah kau beritahu aku dimana ibuku sekarang?!”


Maisha yang ditanya oleh evelyne pun hanya nemutarkan bola matanya dengan malas, dan bahkan ekspresi nya saja menunjukan bahwa ia tidak menyukai evelyne. “Untuk apa kau bertanya seperti itu? Lagipula kau disini untuk kami bertanya padamu, bukan untuk menanyakan dimana wanita tak berguna itu”


Evelyne tertegun saat mendengar lontaran seperti itu keluar dari mulut Maisha, sementara Gilang yang sebelumnya terdiam kini membukanya dan berkata “Ibumu ada didalam, dia sedang istirahat. Jadi kau tidak perlu memikirkannya” evelyne menoleh kearah Gilang “Tapi aku ingin bertemu dengannya, Bisakah kau memanggilnya sejenak?”


Gilang menggeleng, “Maaf sayang, ayah tidak bisa”


“Apa kau tidak mendengar ayahmu berkata apa?!! Kenapa kau begitu memaksa? Lagipula alasan kau datang kesini untuk kami tanya, bukannya untuk membicarakan wanita itu!!” bentak maisha yang membuat perhatian evelyne kembali tertuju kearahnya. “Jika bukan itu, lalu ada perlu apa kalian sampai menjemput seperti itu? Bahkan sikap awal kalian menyambutku sangat berbeda dengan yang sekarang. Apakah yang sekarang ini adalah sikap sebenarnya kalian?”


Maisha kembali memutarkan bola matanya dengan malas, “Kamu ini sudah berani melawan ya?!! Sudah tidak mengirim uang, sekarang kau malah bertindak seperti ini. Dasar tidak tahu diri!!” maisha berjalan menghampiri evelyne dengan salah satu tangan yang terangkat, dan siap untuk menampar evelyne.


Evelyne yang melihat itu hanya terdiam sambil tersenyum smrik, wajah dari wanita itu memang sangat tenang namun ekspresinya membuat orang yang melihat seperti diintimidasi. “Kau ingin menamparku? Tampar lah jika kau mau” tantang Evelyne sembari memiringkan kepala, dan memberikan sebuah peluang untuk Maisha menamparnya.

__ADS_1


Maisha yang ditantang secara terang-terangan oleh Evelyne pun membuat emosinya semakin memuncak, “Berani kau menantangku ya?!! Mentang-mentang sudah menikah dengan William, kau jadi sombong seperti ini. Ingatlah, siapa yang sudah bekerjakeras membuatmu bisa menikah dengannya!”


“Ya aku ingat, tapi untuk apa aku harus mengingat kerja keras kalian untuk menjualku? Dan... Untuk apa harus memiliki hubungan dengan orang seperti kalian?” kata Evelyne yang membuat Gilang hendak membantah perkataannya. “Apa lagi yang kau ingin bicarakan? Masih ingin berkata bahwa kau melakukan semua ini demi kebaikanku?!”


Gilang terdiam, menahan semua emosinya yang hampir saja meledak. Sementara Evan yang sudah tidak tahan dengan semua perkataan evelyne pun langsung beranjak bangun dari duduknya. Berjalan menghampiri evelyne lalu menatap evelyne dengan tatapan yang tajam. “Tidak bisakah kau berhenti berbicara, sakit tahu telingaku mendengar semua omong kosongnya!!”


Evan berkata sembari mencengkram kerah baju milik Evelyne, “Kenapa kau marah? Apakah sejak tadi aku menyinggungmu?”


“Yoona!!!” bentak Evan dengan suara yang keras serta sebuah tamparan keras mendarat tepat di pipi mulusnya, hingga membuatnya memerah. Evelyne yang digertak oleh Evan hanya terdiam tenang tanpa membalas tamparan tersebut, melainkan evelyne hanya menatap Evan dengan tatapan yang membuat harga diri Evan seolah-olah lebih rendah dari nya.


“Menampar wanita dengan semudah itu?” Evelyne mengangkat kepalanya, menatap Evan lebih dingin lagi. “Begitu ringan sekali tangan kotormu itu! Padahal keuangan dan kehidupan kalian selalu meminta kepadaku, Apakah ini yang kalian namakan terima kasih atas semua yang kulakukan?”


“Kau!!”


Gertak Maisha dari jauh sambil menunjuk kearah Evelyne, “Ada apa tante, apa kau sedikit tersinggung dengan perkataanku?.... Apakah kau sekarang menyesal saat putri kesayanganmu itu tidak dapat menikah dengan tuan?” Tanya Evelyne dengan raut wajah yang mengejek, menganggap semua orang yang ada di depannya ini hanyalah orang-orang bodoh.


“Yoona, tolong jangan bertingkah ya!! Kami semua disini ingin bicara denganmu baik-baik, kenapa kau malah memprovokasi kami?!”

__ADS_1


Evelyne melirikkan matanya, melihat seorang wanita yang umurnya sedikit lebih tua darinya tengah beranjak dari duduknya sambil menatapnya dengan tatapan tajam. Evelyne sudah menduganya sejak awal bahwa di keluarga jiang, Tidak ada yang memihaknya terkecuali sangat ibu yang ia sayangi.


__ADS_2