
Setelah kejadian dimana William mengungkapkan semua kebenarannya serta hubungannya dengan Evelyne kepada publik pun membuat dunia maya mengguncang pembicaraan tentang pengakuan keluarga WU, keluarga NIU serta Clara yang mengakui bahwa William hanya akan menikahi putri sulung tanpa berniat untuk melihat kearah wanita manapun.
Hal itu pun membuat seluruh keluarga WU dan Clara merasa malu untuk menunjukkan wajah mereka lagi di depan banyak orang, berbeda dengan keluarga NIU yang langsung memanggil William untuk datang kediamannya agar lelaki itu bisa menjelaskan alasan kenapa William lebih memilih Evelyne dibandingkan dengan Clara. Karena jika di lihat dari segi materi, Evelyne sudah jelas-jelas bukan tandingan Clara untuk merebut William darinya. Tetapi ini bukannya Evelyne yang merebut William melainkan William sendirilah yang lebih memilih Evelyne dibandingkan dengan Clara.
Setelah semua penjelasan yang diberikan oleh William kepada keluarga NIU pun membuat semua hubungan mereka hancur berantakan karena tidak ada satupun dari keluarga NIU yang mau menerima Evelyne sebagai istri sahnya William. Tapi tidak mengapa, William juga tidak memiliki niatan untuk berhubungan dengan baik kepada keluarga NIU yang sudah melakukan kejahatan kepada ibunya dimasa lalu.
William : Untuk bisa mendapatkan kenangan yang baik di masa depan, kita juga harus bisa menerima kenangan buruk yang terjadi di masa lalu. Karena tanpa kenangan buruk dimasa itu, aku tidak akan bisa bertahan hingga saat ini bersama orang baru sepertimu.
Sekarang memang sudah terasa sedikit damai akibat tidak ada permasalahan lagi yang di timbulkan oleh keluarga NIU dan keluarga WU, tetapi bukan berarti William mengurangi penjagaannya terhadap Evelyne. Mereka memang sangat sibuk akhir-akhir ini dengan pekerjaan mereka, hingga tidak ada sedikit waktu mereka untuk menghabiskan waktunya bersama.
Evelyne yang selalu mendapatkan pertemuan dengan banyaknya para klien serta mengurusi urusan kantor yang belum terselesaikan dengan maksimal, berbeda dengan William yang sudah begitu sering keluarga kota bahkan keluar negeri untuk melakukan suatu bisnis disana dalam beberapa hari. Evelyne yang mendengar itu sedikit merasa kecewa dan sedih, tapi apa dayanya jika itu adalah pekerjaan William yang sudah membuatnya menjadi sukses seperti ini.
“Nona Yoona, laporan ini sudah selesai saya kerjakan. Jadi dimana saya harus meletakkannya?” tanya seorang wanita dengan berdiri di depan Evelyne.
Evelyne melirik, lalu dengan tangannya yang bergerak sekilas ia menunjuk kearah meja yang berada di dekat mereka. “Letakkan disana saja, nanti saya akan memeriksanya.”
__ADS_1
“Baik nona” angguk Wanita itu yang hendak berjalan menuju meja namun seketika menghentikan langkahnya membuat Evelyne menolehkan kepalanya untuk bertanya “Ada apa?”
Wanita itu terdiam sejenak “Nona, tadi di aula utama saya bertemu dengan seseorang. Dan dia mengatakan ingin bertemu dengan anda sekarang, apa anda memiliki waktu untuk melihatnya?”
“Tidak, aku tidak ingin bertemu dengan siapapun dulu malam ini. Jadi letakkan laporan itu di meja, dan segeralah pergi!” ucapnya dengan nada yang tegas.
Melihat suasana hati Evelyne yang sedang tidak baik untuk malam ini pun membuat wanita itu dengan sontak berlari menuju meja untuk meletakkan laporan diatas sana, dan saat wanita itu hendak berbalik badan untuk pergi dari ruangan itu seketika ketukan pelan dari pintu terdengar di ruangan Evelyne yang kini ber suasana sangat canggung.
“Ouhh...jadi kamu tidak ingin bertemu denganku, sayang?”
Seorang lelaki dengan pakaiannya yang rapih serta ketampanan yang terkadang membuat semua cewek terpikat kepada dirinya membuat Evelyne langsung membelalakkan matanya karena terkejut. Bahkan saat melihat senyuman yang terukir di wajahnya yang tampan, membuat Evelyne merasa bahwa hatinya yang sedang berantakan kini berubah menjadi sedih akibat melihatnya.
Saat di dekatnya, Lelaki itu langsung menarik Evelyne masuk ke dalam pelukannya. Bahkan lelaki itu juga langsung merasakan nafasnya yang hangat serta kemeja yang kini ia gunakan basah akibat tangisan Evelyne di dalam dekapannya.
Keduanya terdiam tanpa mengatakan apapun, hingga Evelyne merasa tenang. Wanita itu langsung mendorong tubuh William menjauh darinya seraya mengusap air matanya yang kini membanjiri wajahnya yang terlihat menyedihkan. “Ngapain kamu disini? Kamu bilang akan pulang lusa nanti, tapi kenapa sudah pulang sekarang?”
__ADS_1
“Hm...Tugasku sudah selesai di luar negeri, kerja samanya juga berjalan dengan lancar. Jadi aku mengambil jam pulang lebih awal karena ingin melihatmu, tapi saat aku datang ke kediaman...aku tidak kamu di sana. Jadi aku berpikir kamu masih ada di kantor, dan ternyata benar. Kenapa kamu belum pulang di jam selarut ini? Kamu akan sakit nantinya” William mengelus kepala Evelyne yang kini sedang memalingkan wajahnya karena kesal.
Evelyne juga sedikit menjauhkan tangan William darinya secara perlahan “Kamu pikir aku selemah itu? Sudah sana kembali pulang ke kediaman! Aku masih banyak pekerjaan disini, jadi tidak bisa meladeni mu terlalu lama”
“Apa kamu masih marah dengan ku?” ucap William dengan menahan tangan Evelyne yang hendak pergi meninggalkannya.
Evelyne menoleh “Aku tidak marah padamu, kamu baru saja pulang dari luar negeri. Jadi kenapa tidak beristirahat sejenak?”
“....” William terdiam membuat Evelyne terkekeh lembut seraya mencium pipi lelaki itu dengan hangat. “Aku akan keluar sejenak untuk mengambil kopi hangat dan beberapa cemilan kecil untukmu. Kamu tunggulah disini sebentar”
William mengangguk pelan, lalu dengan sontak ia langsung berjalan menuju kursi kerja milik Evelyne dan ia juga tidak lupa melepaskan jas serta dasinya yang membuatnya sedikit tidak bisa bergerak dengan bebas. “Janji tidak lama?”
“Huh?” Evelyne menoleh dengan sontak saat ia hendak membuka pintu ruangan untuk keluar malah mendengar perkataan William yang terdengar tidak begitu jelas. Sementara William mengulang kembali perkataannya dengan malas “Berjanji untuk segera kembali, atau jangan salahkan aku jika aku keluar untuk mencarimu”
Evelyne mengangguk dengan ramah “Baiklah, aku tidak akan lama.”
__ADS_1
Setelah selesai berbincang, Evelyne langsung keluar dari ruangannya dengan menghela nafasnya yang lega. Ia juga sempat mengeluarkan hpnya dari balik jas putihnya saat ia menyandarkan tubuhnya di dinding saat manik matanya yang tajam tengah menatap kearah layar hpnya.
Jane : Nona Yoona, apa seorang wanita datang untuk bertemu dengan mu. Katanya dia memiliki hubungan dekat, apa itu benar?