
Setelah menyelesaikan sarapan pagi mereka, William pun bangun dari duduknya untuk membersihkan peralatan makan yang di gunakannya tadi. Ia hanya merapihkan diatas meja agar suster datang untuk mengambilnya. Evelyne yang sudah merasa bosan karna terlalu lama ia terbaring di atas ranjang rumah sakit pun membuatnya sedikit frustasi.
William yang melihat Evelyne terdiam dengan memandangi infus yang ada di tangannya membuat ia sadar bahwa wanita yang ada di depannya ini secara tidak langsung memberitahunya untuk segera mengeluarkannya. “Lukamu saat ini sudah lumayan membaik, walau masih terasa sakit tapi Surya sudah mengizinkanmu pulang hari ini. Kamu tentukan saja kapan kamu ingin pulang, nanti aku akan menyuruh Dessy datang kesini untuk membereskan barang-barangmu.”
“Apa tidak masalah jika aku ingin sekarang?” Evelyne mengucapkannya dengan nada pelan, karna ia takut akan membuat William marah karna ia selalu ingin keluar dari rumah sakit sebelum tubuhnya benar-benar bisa dikatakan sembuh. Dan itu pernah terjadi saat ia pergi dari rumah sakit untuk mengantar Liliana ke rumahnya. “Sekarang? Lalu apa yang akan kau lakukan setelahnya? Apa kau akan melakukan sesuatu yang sama seperti yang kau lakukan di rumah sakit?”
Evelyne mengangguk ragu “Mungkin...karna sudah tidak ada lagi yang harus aku lakukan setelah aku keluar dari sini kan?”
“Kenapa tidak meluangkan waktumu untuk mengerjakan pekerjaanmu saja dikantor? Kau sudah terlalu lama tidak menghadiri kantor karna kau sakit, apa kau tidak pernah berpikir pekerjaanmu disana tidak akan menumpuk?” William bertanya dengan nada dinginnya. Sementara Evelyne yang lupa mengajukan sebuah permintaan kepada William pun membuatnya kembali teringat saat mendengar pertanyaan itu terlontar dari mulut William sendiri. “Ya, aku tahu itu. Tapi...bisakah kamu mencabut statusku sebagai karyawan perpindahan di perusahaanmu? Aku ingin kembali ke perusahaan yang sebelumnya”
William mengerutkan keningnya “Kenapa? Bukankah kamu sudah nyaman dengan pekerjaanmu yang sekarang? Kenapa tiba-tiba ingin aku mencabutnya kembali? Apa ada sesuatu yang membuatmu tidak nyaman?”
“Tidak...aku hanya berpikir bahwa lingkungan ter-nyamanku adalah disana, dan aku juga merasa bahwa tempatmu hanya untuk terkhusus orang-orang yang berpengalaman tinggi” jelas Evelyne dengan suara yang pelan. “Jadi...aku ingin kau mencabut statusku setelah kau pergi ke kantor nanti”
William terdiam “Ya, aku akan mencabutnya nanti. Kau tunggu sebentar disini! Aku akan memanggil surya sebentar untuk berbicara”
Melihat William bangun dari duduknya untuk berjalan pergi meninggalkannya di ruangan itu sendiri pun membuat Evelyne sedikit merasa bersalah akan semua perkataan yang di katakan olehnya kepada William. Ia tahu William telah berubah menjadi suatu kehangatan bagi tubuhnya, tapi rasanya sulit untuk menerima orang baru di saat hati ini belum selesai dengan masa lalunya.
“Dion Bruce...”
...--🥀🕊—
...
Ruang pribadi Docter Surya.
“Kau datang kesini untuk membawa keluar kakak ipar?” Surya melirikkan matanya pada lelaki berekspresi dingin di depannya. “Bukankah kau bilang akan terus berada disini setelah semua masalah di dunia luar selesai? Kenapa tiba-tiba kau sendiri yang ingin membawanya keluar? Apa kau ingin membuatnya bertemu dengan banyak orang?”
__ADS_1
Surya, Nathan dan William melakukan suatu kerja sama yang terpisah untuk menyembunyikan Evelyne sementara waktu dari publik. Karna rumor yang kini terus beredar hingga banyak yang mengatakan hal buruk kepada Evelyne membuat William takut semua perkataan itu akan menyakiti hatinya.
Jadi suatu kesepakatan bersama, William dan Surya akan menahan Evelyne di dalam rumah sakit sementara Nathan dan anak buahnya mengurusi masalah di masyarakat serta di dunia sosial media.
“Yoona ingin keluar, dia sudah merasa bosan untuk terus menetap di rumah sakit. Jadi aku mengizinkannya untuk pulang ke kediaman sebelum kakek pulang dari luar negeri” jelas William dengan nada dinginnya ia bersandar pada sandaran kursi serta melipat kedua tangannya di depan dada. “Lalu, bagaimana kau akan mengatasinya, jika kakak ipar bertemu dengan orang-orang yang membencinya karna rumor?” Tanya Surya seraya meletakkan kedua tangannya diatas meja.
William terdiam sejenak, ia memang berniat untuk mengeluarkan Evelyne dari rumah sakit. Namun jika ia bekerja di kantor dan bertemu dengan orang-orang yang membencinya, maka akan sama saja tidak bisa melindunginya saat itu. “Aku akan memikirkan caranya nanti. Kau bukankah surat pengeluaran milik Yoona, dan antarkan kepadaku nanti di aula utama!”
“Kau akan mengurusnya nanti, lalu apa kau akan melakukan semua itu di depannya?” Surya menghentikan William yang hendak bangun dari duduknya untuk mengakhiri pembicaraan mereka. “Tentu saja, karna keegoisanku...pernikahan ini terasa seperti akting yang berjalan selama 2 tahun” William menjawabnya dengan nada dingin sebelum ia benar-benar bangun dari duduknya untuk berjalan pergi meninggalkan Surya.
Surya yang melihat kepergian William pun membuat senyuman kecil di wajahnya yang aneh membuat suatu kemisteriusan dalam auranya. “Benci menjadi cinta, dan cinta menjadi benci”
...--🥀🕊—
...
William yang baru saja memasuki ruang kamar Evelyne pun seketika terkejut saat melihat Evelyne sedang mencoba berjalan dengan perlahan, karna ia sudah terlalu lama berbaring seperti orang sakit. Evelyne merasa bahwa ia seperti orang yang lumpuh saja. “Yoona, apa yang kau lakukan? Kau belum cukup kuat untuk berjalan, apa kau ingin terjatuh karna terlalu memaksa?”
Karna khawatir Evelyne akan terjatuh, William pun langsung berlari menghampiri Evelyne yang sedang berdiri di samping dinding dengan salah satu tangan yang menahan tubuhnya pada dinding itu saat ia berjalan.
Melihat kehadiran William disampingnya membuat Evelyne dengan kelelahan langsung menyandarkan tubuhnya pada tubuh bagian depan William. Ia sudah terlalu lama tidak menggunakan kakinya lagi setelah menghadapi beberapa operasi di rumah sakit ini, hingga itu membuatnya sedikit kesulitan untuk berdiri dengan tegak serta berjalan dengan normal.
“Yoona, tubuhmu masih belum pulih dengan sempurna. Kenapa kau malah memaksakan dirimu untuk berjalan disini? Apa kau pikir itu tidak berbahaya untuk tubuhmu? Bagaimana jika lukamu terbuka lagi? Apa kau akan siap untuk menetap disini lebih lama lagi?” William mengomel pada Evelyne layaknya seorang ibu yang sedang memarahi anaknya jika sedang berbuat salah.
Evelyne terkekeh lembut saat mendengar semua itu, karna William yang dikenal sebagai raja dunia perbisnisan yang kejam kini tengah mengomelinya. “Kau ini semakin lama semakin mirip dengan ibuku. Apa kau sudah bosan dengan posisimu sebagai Raja kejam dalam dunia perbisnisan?”
“Yoona! Apa kau sedang meledekku?!” William dengan gemas mencubit hidung kecil milik Evelyne.
__ADS_1
Evelyne merengek kesakitan saat ia memegangi hidungnya yang kini sedang berdenyut. “Hey! Apa yang kau lakukan? Apa kau sudah tidak memiliki cara lain untukmu melawan, hingga itu membuatmu harus melawanku dengan cara yang kekanak-kanakan?”
“Ohh...apakah cara ini terlalu kekanak-kanakan bagimu??” William melemparkan pelan tubuh Evelyne ke udara, lalu menangkapnya di dalam dekapannya saat ia ingin mendekatkan wajahnya dengan wajah Evelyne. “Jika cara ini kau bilang kekanak-kanakan, maka tunggulah sampai kau sembuh maka aku akan menggunakan cara kejamku untuk menghukum wanita tidak tahu batasan sepertimu!”
Evelyne mendorong wajah William dari lehernya saat lelaki itu sedang meniupnya dengan nafas yang hangat, membuat suatu perasaan yang Menggelitik pada tubuhnya. “Hahah...liam, apa yang kau lakukan? Menjauh dariku! Itu geli...”
“Eum? Kau menyuruhku menjauh, itu malah membuatku semakin ingin mendekatimu” ucapnya dengan mengecup sekilas bibir pucat Evelyne dengan bibir tebalnya. “Kita akan pulang sekarang, tetapi untuk beberapa hari cobalah untuk menetap di rumah dulu untuk mengembalikan tenagamu yang belum pulih ini”
Evelyne mengangguk “Baik-baik, aku akan menetap di rumah untuk beberapa hari. Tapi berjanjilah padaku, jika aku sudah pulih maka aku boleh bekerja di perusahaanku sebelumnya”
“Baiklah, aku berjanji! Tapi kau tidak keberatan kan, jika aku yang akan mengantar dan menjemputmu secara pribadi?” William berbisik pelan, sedangkan Evelyne mengangguk malu karna ia tidak tahu kenapa William selalu bersikeras untuk menjadi supirnya setiap saat. “Selagi itu tidak mengganggumu, maka kau boleh melakukannya tanpa meminta persetujuan lagi padaku”
William tersentak kaget “Benarkah?”
“Ya, apa aku terlihat seperti orang yang suka bercanda?” Evelyne menatap William dengan senyuman di wajahnya.
Keduanya berjalan keluar dari kamar Evelyne setelah membereskan semuanya, Evelyne berjalan di samping William dengan melangkahkan kakinya secara perlahan. Awalnya William tidak mengizinkan Evelyne untuk memaksakan dirinya berjalan, tetapi karna Evelyne terlalu keras kepala bagi William pun membuatnya harus selalu mengalah jika tengah berdebat dengannya.
“Yoona. Jika kakimu masih terasa sakit, biarkan aku menggendongmu! Aku tidak ingin kau terlalu memaksakan dirimu sendiri” William memegangi tubuh Evelyne yang kini gemetar setelah ia berjalan cukup jauh dari kamar miliknya.
Evelyne menggeleng, ia terus berusaha untuk meluruskan kakinya. Walaupun itu semua terasa begitu sakit, tetapi Evelyne tidak akan pernah menyerah di awal. William yang melihat itu sedikit cemas, namun ia juga mempercayakan keberanian pada hati Evelyne saat mencoba untuk berdiri tegak, sementara William akan mengawasinya di samping.
“Liam, a-aku baik-baik saja. Kau tidak perlu khawatir, aku bukan wanita lemah seperti yang kau kira” ucapnya saat berhasil menegakkan tubuhnya dalam posisi berdiri dengan perlahan.
William mengangguk, ia memang mengakui itu. Tapi ia juga menolaknya karna Yoona yang ia kenal bukanlah wanita yang kuat, melainkan wanita yang manja dan selalu meminta perlindungan kepada orang lain akibat masalah yang ia buat sendiri.
-Dia terlihat seperti Yoona, tapi dalam tekad dan hati....dia bukanlah Yoona-
__ADS_1