
Pagi harinya, evelyne terbangun di kasur dengan tubuh yang sedikit terasa lebih baik dari sebelumnya. Bahkan tenaganya juga sedikit terasa lebih kuat walaupun tidak sekuat yang dulu. Evelyne yang baru saja bangun pun langsung beranjak dari kasurnya, lalu berjalan menuju balkon untuk bersantai sejenak.
Saat Evelyne tengah menghirup udara segar di pagi hari, tak sengaja manik matanya langsung dibuat tertuju pada seorang lelaki dan perempuan yang tengah berdiri di halaman depan kediaman tua. Mereka tampak sedang berbincang, namun berdirinya mereka disana, terlihat seperti sepasang kekasih yang tengah saling mengungkapkan perasaannya masing-masing.
Evelyne yang melihat itu pun langsung memalingkan pandangan kearah lain, bahkan disaat itu juga seketika hatinya terasa sangat sakit dan Evelyne tahu bahwa ini adalah perasaan dari pemilik tubuh ini sendiri.
“Wanita itu sahabat kecilnya tuan ya? Mereka juga bahkan terlihat dekat. Apakah mereka adalah pasangan yang tidak berjodoh?”
Evelyne terkekeh, “Jangan bilang seperti itu, bahkan jika mereka tidak berjodoh. Jangan pernah berkata kalau kau adalah orang ketiga dari pasangan itu.”
“Ya.. Aku tahu, kau adalah wanita yang menikah dengan tuan hanya karna perjodohan. Tapi kau juga tidak bisa merendahkan dirimu sendiri, disaat tuan tidak pernah melihatmu dalam pernikahan ini.”
Setelah mengucapkan kata-kata itu, perasaan sakit dihati evelyne secara perlahan mulai memudar. Dan Evelyne yang melihat reaksi dari tubuhnya pun seketika tersenyum manis diwajahnya yang cantik. “Terimakasih atas respon. Semoga kita bisa saling mengerti di hari kedepannya” kata Evelyne yang menyemangati dirinya sendiri.
Tok... Tok... Tok..
Pintu kamar terketuk dari luar yang membuat Evelyne menolehkan kepalanya kebelakang saat mendengar suara Dessy dari balik pintu. “Nyonya? Apakah anda sudah bangun?” kata Dessy di sela-sela ketukannya.
“Aku sudah bangun kok dess, tunggu sebentar!” sahut Evelyne yang berlari menuju pintu untuk membukakan pintu untuk Dessy.
Saat Evelyne membukakan pintu tersebut, ia langsung tertegun saat melihat Dessy tengah berbincang dengan seorang lelaki yang jika sekali Evelyne melihatnya maka akan langsung mengenalnya. Tak lain, lelaki itu adalah azka ( saudara tiri dari William )
__ADS_1
“Hey, Kakak ipar? Selamat pagi” sapa azka dengan senyuman diwajahnya yang membuat Evelyne merasa sedikit aneh. “Eh...Azka, pagi juga” balas Evelyne yang ikuti oleh senyuman kecil di wajahnya. Sementara Dessy yang berada di tengah-tengah perbincangan itu pun lansung menolehkan kepalanya kearah Evelyne.
“Nyonya, ini sarapanmu. Tuan besar menyuruhku untuk mengantarkannya padamu” kata Dessy seraya memperlihatkan isi dari nampan yang ia bawa ditangannya. Disana terdapat mangkuk berisi sup bening, piring yang berisi makanan ingin serta air bersih yang sudah dicampurkan oleh obat. Evelyne yang melihat makanan itu pun langsung menelan ludahnya dengan secara tidak sadar.
“Des, apakah aku harus memakan sarapan pagi ini?” tanya Evelyne sembari menunjukkan kearah nampan yang tengah dipegang oleh Dessy. “Tentu saja nyonya, memangnya ada apa? Apakah ada masalah dengan menu makanan ini?” tanya Dessy dengan kebingungan menatap makanan yang ia bawa.
Evelyne yang merasa bahwa dirinya telah salah bicara pun langsung menggelengkan kepalanya, “A-ah.. Tidak ada kok, sebelumnya terimakasih sudah mengantarkannya padaku” kata evelyne dengan senyuman diwajahnya. Sementara Dessy hanya mengangguk lalu menyerahkan nampan tersebut pada evelyne. Kemudian ia pamit untuk undur diri karna ada beberapa hal yang harus ia kerjakan nantinya.
Evelyne yang mengerti pun hanya bisa mengangguk dan membiarkan Dessy pergi meninggalkan evelyne dan Azka berdiri berdua didepan kamar.
Setelah melihat kepergian dari Dessy, evelyne pun hendak meminta izin pada Azka untuk kembali masuk kedalam kamar. Namun Azka dengan cepat menghentikan evelyne dengan nada lembut. “Kakak ipar, Apa kau memiliki waktu sejenak untuk berbicara denganku?” tanya Azka yang ragu-ragu saat mengucapkan kata-kata itu.
Azka yang tidak suka dengan penolakan tersebut pun langsung mengeluarkan aura yang aneh dari dalam tubuhnya, dan bahkan Evelyne sendiri dapat merasakannya begitu jelas. “Kau sibuk atau memang kau tidak ingin bicara denganku lagi?” tanya azka yang merubah nada bicaranya menjadi semakin menekan pada evelyne.
Evelyne tertegun, merasa ada sesuatu aneh dari sikap azka padanya ini. “Apa maksudmu?”
“Maksudku?”
Azka terkekeh merendahkan saat mendengar pertanyaan dari Evelyne, “Tidak kusangka kau akan berpaling begitu cepat setelah hari itu. Bahkan kau saja hampir tidak pernah menghubungiku untuk memberi kabar” kata azka yang membuat evelyne semakin dibuat kebingungan.
‘Apa maksudnya? Kenapa dia berkata seolah-olah aku pernah menjalani hubungan dengannya?’
__ADS_1
“Kau berubah Yoona!”
Evelyne sekali lagi dibuat terkejut saat mendengar sebutan dari azka berubah menjadi nama kecilnya. Bahkan ia dapat merasakan sesuatu yang kecewa terhadap dirinya. Evelyne tidak tahu di situasi seperti apa dia saat ini, tapi jika dilihat dari sikap dan perlakukan azka, evelyne dapat menyimpulkan bahwa pemilik dari tubuh ini memiliki suatu hubungan dengan adik iparnya sendiri.
Evelyne yang mencoba mengingat kembali seperti apa hubungannya, namun sayang. Ingatannya sama sekali tidak memberitahu kepadanya seperti apa hubungan itu. “Aku tidak berubah! Azka seperti kau terlalu banyak pikiran, mungkin sebaiknya kau bisa beristirahat dikamar tamu bagian bawah untuk menenangkan pikiranmu!” kata Evelyne yang mencoba menghilangkan suasana canggung disana.
Azka yang mendengar hal itu hanya terdiam seraya berbalik badan tanpa mengucapkan apapun kepada evelyne sebelum ia pergi, sedangkan evelyne yang melihat Azka sudah berbalik badan dan pergi. Ia langsung pergi masuk kedalam kamarnya lalu mengunci pintu tersebut.
Pikiran evelyne seketika kacau tak terkendali saat waktu itu, bahkan beberapa video yang buram mulai terekam di dalam pikirannya. Evelyne tidak tahu itu apa, tapi yang pasti semua ingatan itu sangat mengganggunya. Bahkan ingatan itu dapat membuatnya merasakan pusing dikepalanya serta rasa sakit pada jantungnya sendiri.
-Sial, apa yang terjadi? Kenapa jantungku... –
...__🥀🕊__
...
Ditempat yang berbeda, William dan Nathan tengah melaksanakan beberapa meeting di perusaan kecil miliknya. Bahkan ini adalah meeting yang ke6 dari sekian banyaknya pertemuan yang harus ia hadiri hari ini. William tampak tenang saat menjalani hari yang begitu melelahkan hingga pada akhirnya setelah mereka selesai melakukan meeting. William dan Nathan pergi kembali ke perusahaan utamanya untuk beristirahat sejenak.
Namun saat William baru saja menyandarkan punggungnya disandaran kursi kerjanya, tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dan seorang lelaki dengan pakaiannya yang serba hitam masuk kedalam ruang peribadi William dengan membawa beberapa amplop coklat ditangannya.
“Selamat siang master, ini surat pemeriksaan yang kau minta tadi!”
__ADS_1