Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 81 : Kekhawatiran terhadap Lena


__ADS_3

2 hari yang sudah berlalu begitu cepat setelah kejadian dimana keributan di kantor William pun membuat suasana disana berubah menjadi sangat suram. Banyak karyawan yang memulai pembicaraan tentang Evelyne hingga beredar di sosial media, mengguncang para penggosip untuk membicarakan nya lebih tidak masuk akal.


Evelyne yang tengah bersandar di bawah pohon seraya memandang layar ponselnya yang terus berbunyi karna banyak sekali notifikasi dari teman-temannya yang menanyakan kebenarannya pada Evelyne. Tapi karna terlalu malas untuk mengurusi hal yang tidak penting, Evelyne hanya terus menghiraukan semua pesan itu.


Bahkan ia juga sampai mematikan ponselnya karna itu sangat mengganggu dirinya. Dan karna rumor yang beredar itu, Evelyne sampai menghentikan pekerjaannya disana selama 2 hari berturut-turut. Menghilang seperti mengatakan bahwa rumor itu adalah benar, padahal dia disini berdiri menjadi istri William bukan menjadi wanita perusak hubungan diantara mereka ( William dan Clara ).


“Heh...Baru saja keluar dari rumah sakit, kau sudah mulai berkoar-koar didunia maya! Aku sampai terheran-heran denganmu, kau ini wanita seperti apa? Kenapa kau yang melakukan hal ini dihubunganku, tapi kau, malah mengatakan bahwa Aku sendiri...wanita perusak hubunganmu. Memangnya apa yang aku rusak? Apa kau tidak terima, bahwa kenyataan tidak merestui hubunganmu. Hingga kau terus mengatakan bahwa aku adalah orang ke3 dari dalam hubunganmu!”


Evelyne tertawa saat ia mulai mengeluarkan semua perkataan yang tidak bisa ia keluarkan saat ada di depan Clara, seperti ia ingin menjatuhkan tapi masih memiliki hati nurani untuk menjadi kehormatan dia. “Hah...Merepotkan sekali!” Hidup dalam perasaan yang kuat, pasti akan membuat seseorang yang ingin melakukan suatu kejahatan harus memikirkan itu untuk kedua kalinya.


“Yoona!! Yoona Hyung!!”


Panggil seseorang dari arah kejauhan ia terlihat seperti sedang berlari menghampirinya dengan tangan yang terlambai di udara. Evelyne yang melihat itu pun hanya terdiam seraya menunggu seseorang itu datang dan berhenti tepat di depannya.


Wanita itu kelelahan, bahkan nafasnya sampai terengah-engah karna berlari “Yoona, apa itu kamu?” tanya nya dengan terputus-putus.


“Lena? Apa yang kau lakukan disini?” Evelyne menatap wanita yang baru saja datang dengan memegang dadanya karna merasakan bahwa jantungnya telah berdetak dengan kencang.


Wanita itu tersentak, mendengar perkataan Evelyne yang seperti tidak mengalami kejadian sesuatu terhadapnya. “Sedang apa Aku disini? Aku disini mencarimu lah!!!... Dan perkataanmu itu seharusnya Aku yang mengucapkan. Darimana saja kamu 2 hari yang lalu? Apa kau tidak tahu apa yang terjadi di dunia maya sekarang?!!”


“Tahu...memangnya kenapa? Apa itu penting?!” Evelyne menanggapi dengan dingin.


Melihat dan mendengar sikap Evelyne yang seperti tidak peduli dengan apa yang terjadi pun membuat dirinya merasa sedikit kesal. Bahkan ia tidak bisa menahan emosinya lagi di saat itu juga. “Tentu saja itu penting!! Bagaimana bisa kau mengatakan bahwa itu tidak penting?!!” Lena menunjukan HP nya pada Evelyne. “Lihatlah, sekarang banyak orang yang tengah membicarakan di sosial media!!”


“Iya terus, memangnya kenapa? Apa itu mengganggumu, sampai kau harus mencariku disini?” tanya Evelyne.


Plaakk!!


Lena yang kesal pun menampar wajah Evelyne dengan keras, bahkan Evelyne sendiri hanya terdiam saat mendapatkan tamparan itu dari teman dekatnya sendiri. “Apa yang kau pikirkan Yoona?! Semua orang tengah membicarakanmu yang tidak-tidak, tapi kenapa kau malah disini dan diam saja? Apa kau tidak ingin memberikan suatu kebenarannya?”


“Kebenaran apanya? Kenapa kau berbicara seolah-olah aku tidak melakukan hal itu?” Evelyne menatap Lena dengan dingin, ia benar-benar tidak habis pikir bahwa Lena akan bersikap seperti ini walau mereka baru berteman dari beberapa bulan yang lalu.


Lena mengepalkan tangannya “Karna Aku tahu kamu!! Aku tahu siapa kamu walau kita baru saja berteman!! Kau tidak seperti ini, kau tidak akan pernah melakukan hal ini karna kau saja tidak akan mengenali siapa CEO dari perasaan itu. Jadi...apa akan masuk akal jika kau berniat merebutnya di saat kau tidak mengenalinya.”


“Oh ya kah? Benar juga!” Evelyne baru saja mengingat hal di mana ia selalu menanyakan kepada Lena tentang CEO yang dulunya sama sekali ia tidak kenali. Bahkan mengetahui posisi dan gelarnya saat semua orang membicarakan tentang perpindahan karyawan.


Tapi itu dulu, sekarang dia sudah mengetahui semua nya...CEO yang dulunya ia tidak kenali ternyata suami kejamnya sendiri, William maxime.

__ADS_1


Evelyne memalingkan wajahnya “Sudahlah! Kau tidak perlu melakukan hal seperti ini. Biarkan semuanya terjadi, karna aku sama sekali tidak peduli seburuk apa mereka membicarakan aku!”


“....” Lena terdiam.


Setelah mengucapkan kata-kata itu, Evelyne pun langsung berjalan pergi meninggalkan Lena yang masih terdiam di tempat. Evelyne yang berjalan beberapa langkah untuk menjauh pun seketika terhenti saat ia melihat mobil hitam sedang melaju cepat kearahnya. Tepat saat mobil itu melewatinya, Evelyne dengan sontak melirikkan matanya yang tajam.


Ia merasa sedikit aneh dengan mobil itu, seperti pernah melihatnya namun ia lupa kapan ia melihat mobil tersebut. Dan ditambah lagi, Evelyne melihat mobil itu berhenti tepat di samping Lena. Membawa wanita itu pergi membuat suatu kesan buruk di hati Evelyne, padahal jika orang yang melihatnya pasti akan menyangka bahwa Lena dijemput oleh keluarganya.


Tapi...jika Evelyne yang melihat itu tentu saja akan memberikan kesan yang berbeda. Lena tidak memiliki teman, bahkan ia juga tidak memiliki sebuah keluarga. Ia tinggal di sebuah rumah yang cukup terpencil di pinggir kota, setiap hari ia akan berjalan kaki ke kantor untuk menghemat pengeluaran uangnya.


Jadi sangat tidak mungkin Lena akan dijemput oleh sebuah mobil saat ia pulang. Bahkan Evelyne yang melihat itu juga merasa aneh, hati yang tenang kini dipenuhi rasa kepenasaran akan perginya Lena bersama mobil hitam itu.


Tanpa pikir panjang, Evelyne langsung berlari kearah mobilnya. Memasukinya lalu menjalankan mobilnya untuk pergi mengejar mobil hitam itu secara diam-diam. Sepanjang jalan, Evelyne merasa semua baik-baik saja. Karna mobil ini mengarahkan keluar dari tengah kota menuju pinggir kota. Namun sesampainya di pinggir kota, mobil itu tidak berhenti di tempat dimana Lena tinggal.


Melainkan mobil itu terus berjalan kearah hutan, dan hutan itu biasa di kenal sebagai hutan terlarang. Karna banyak dari penjahat ataupun organisasi gelap yang selalu menggunakan jalan ini sebagai jalan pintas menuju markas mereka.


Melihat mobil itu terus berjalan menuju ke suatu tempat yang begitu tidak asing baginya, membuat Evelyne berpikir yang tidak-tidak terhadap Lena. Tidak mungkin kan, wanita sebaik dia akan terjerumus kesini! Tapi...bagaimana bisa dia masuk kedalam mobil yang arahnya ke sini? Dan dia juga tidak turun saat mobil ini melewati rumahnya.


“Aneh sekali!” gumam Evelyne.


Setelah melewati hutan yang lebat dan gelap, Evelyne seketika mengerutkan keningnya saat ia melihat sebuah bangunan yang berdiri kokoh di depannya. Bangunan besar yang terlihat tua, namun masih memiliki cahaya yang menderang di dalam ruangannya, bahkan ia juga melihat kebulan asap yang datang dari ceroboh atap.


Evelyne turun dari mobilnya, menatap bangunan itu dengan tatapan dinginnya membuat is kembali mengingat di mana ia harus membersihkan tempat ini dari orang-orang yang kotor seperti seperti mereka.


Tak menunggu banyak waktu, Evelyne pun langsung memasuki bangunan itu dari jalan pintas dimana ia tidak perlu melewati gerbang untuk menemui para penjaga disana. Karena bagaimana, Evelyne sudah mengenal banyak tentang bangunan ini. Evelyne berjalan dengan perlahan saat melewati setiap ruangan yang ada disana.


Karena hari ini terdapat meeting penting di aula utama mereka, Evelyne pun langsung pergi ke aula utama untuk memeriksa apakah Lena benar-benar seperti apa yang ia pikirkan atau tidak. Dan benar saja, Baru saja Evelyne hendak melihat sekeliling tempat itu, suara bell yang menandakan bahwa orang-orang yang menjalankan sebuah meeting akan memasuki ruangan.


Begitu mendengar bell tersebut berbunyi, Evelyne dengan sontak menyembunyikan dirinya di balik tiang yang besar dan bagian ruangan yang gelap. Hal itu tentu saja membuat orang-orang yang ada disana tidak mengetahui keberadaan Evelyne yang kini berada di ruangan yang sama dengan mereka.


Melihat beberapa orang yang masuk ke dalam aula itu, seketika Evelyne terkejut saat melihat seorang wanita yang tengah berjalan di tengah-tengah banyaknya bodyguard saat ia berjalan memasuki ruangan itu.


“Vira? Apa yang dia lakukan disini?” gumam Evelyne.


Tidak percaya ia bisa melihat Vira berada di tempat yang seperti ini, membuat ia semakin dibust penasaran dengan kedatangan Lena ketempat ini dan keberadaan Vira yang menghadiri acara penting di aula utama.


“Baik, Selamat pagi Nona-Nona dan Tuan-tuan.

__ADS_1


Terimakasih sudah menghadiri tempat ini di waktu yang tepat karna sekarang kita akan mengadakan perjualan wanita penghibur untuk para Tuan-tuan yang mendapat tipe dari beberapa orang tersebut. Jadi...izinkan saya memberikan satu peraturan terlebih dahulu sebelum acara ini di mulai. Kita akan memberikan beberapa orang yang akan diperjualbelikan, namun kita akan menjualnya dengan harga yang cukup tinggi karna kualitas yang bagus walau pengalaman yang kurang. Jadi Tuan-tuan, apa kalian tidak keberatan untuk mengajari para anjing nakal ini?”


Pembawa acara yang tengah berdiri di tengah-tengah aula tersebut pun mengayunkan tangannya untuk memberikan beberapa isyarat kepada teman-temannya untuk membawakan sebuah Kotak yang besar kini ditutup oleh kain hitam cukup tebal. Membuat semua orang yang ada disana tampak begitu penasaran dengan bagian dalamnya.


Dan benar saja, Isyarat yang kedua mulai di tunjukan kepada Pembawa acara tersebut untuk menyuruh orang menarik kain hitam itu hingga memperlihatkan bagian dalam dari kotak tersebut.


Evelyne yang terkejut setengah mati pun langsung membuat dirinya terpaku di tempat saat melihat beberapa wanita yang berada di dalam kotak tersebut tengah dalam kondisi tubuh yang terikat serta mata yang tertutup. Ditambah lagi dengan jumlahnya yang banyak membuat Evelyne mengira bahwa Acara yang sudah lama mereka tinggalkan kini kembali di jalankan dalam 'Black bussiness organisation'.


Tidak tahan melihat itu pun, Evelyne langsung pergi meninggalkan tempat itu untuk mencari Lena karna perasaannya sudah menunjukkan rasa tidak nyaman terhadap kondisinya di tempat ini. Lena anak yang baik-baik jadi Evelyne tidak ingin mengotori pikiran, mata, mulut dan hati Lena karna tempat busuk ini.


Evelyne mencarinya dimana-mana namun tidak bertemu, bahkan ia juga tidak tahu harus mencarinya kemana lagi. Karna sudah keseluruhan tempat ini menjadi pencariannya. “Dimana dia? Kenapa tidak ada disini? Bukankah tadi dia masuk dengan beberapa orang? Lalu kemana dia?” Evelyne melihat sekeliling untuk mencari tempat yang menurutnya mencurigakan.


Tapi saat pandangannya terpaku oleh suatu ruangan yang belum ia periksa sedikitpun membuat dirinya mengerutkan keningnya saat kakinya mulai melangkah untuk mendekati ruangan tersebut. Ia mencoba untuk menempelkan telinganya pada pintu tersebut untuk mendengarkan sesuatu dari dalam. Tapi sayangnya ruangan itu cukup kedap suara hingga menempelkan telinga pada telinga tersebut bukanlah ide yang bagus untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam.


Braakk!


Pintu itu seketika terbuka dengan tiba-tiba hingga membuat reaksi cepat Evelyne bisa menyembunyikan dirinya dibalik ruangan yang gelap disana. Evelyne dapat melihat beberapa lelaki dengan tubuh yang besar sedang keluar dari ruangan tersebut dengan membawa beberapa tali serta Cambukan kecil di tangannya.


“Ahhh...aku tidak menyangka, bahwa dia masih sangat muda!”


“Dia tidak memiliki pengalaman, jadi akan susah untuk mengajarinya lebih awal disaat aku sudah tidak tahan lagi saat melihat tubuhnya!”


“Shit!! Jaga bicaramu, apa kau lupa kalau dia adalah orang penting yang akan di tunjukkan dalam acara kali ini? Apa kau ingin boss marah jika ia melihat wanita itu sudah tidak suci lagi karna nafsumu itu?”


“Ckk, yang nafsu disini siapa ya? Bukankah kau membicarakan hal itu seperti kau membicarakan boss di belakang?”


“Akhh!! Diamlah, aku bosan melakukan semua ini lebih lanjut lagi. Jadi kau pergilah dan jaga wanita itu! Jangan sampai kabur jika kau tidak ingin menjadi anjing boss selanjutnya!”


“Baik-baik... Aku akan pergi menjaganya! Kalian pergilah ketempat acara untuk menjaga!”


Baru saja ia membalikkan tubuhnya untuk kembali berjalan masuk kedalam ruangan itu, seketika manik matanya yang tajam kini terbelalak terkejut saat melihat ruangan itu dengan ini yang terbuka serta tidak melihat wanita yang baru saja mereka di kursi agar tidak bisa melarikan dirinya.


“Aaakhhh!!!” teriaknya hingga membuat temannya dengan sontak menolehkan kepalanya untuk melihat apa yang terjadi.


“Hey! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau berteriak seperti itu?”


“I-itu...itu...w-wanita...wanita yang baru saja kita ikat, dimana dia?”

__ADS_1


Mendengar perkataan bahwa tangkapan mereka telah hilang pun membuat teman-temannya dengan sontak melemparkan pandangannya kearah ruangan itu. Dan benar saja, ruangan itu tampak sangat kosong, tidak ada jejak dimana Wanita itu bisa melarikan dirinya. Bahkan mereka juga sempat berpikir bahwa itu sangat mustahil melepaskan ikatan yang super kuat dalam hitungan beberapa menit saja.


Tapi jika di lihat dari tapi yang terputus di lantai membuat mereka sedikit terkejut dengan putusan tapi tersebut. Karna tidak ada satu orang yang bisa melakukan ini kecuali.... Evelyne Hyung!


__ADS_2