Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 14 : Pergi kediaman keluarga Jiang


__ADS_3

Jessica yang tidak mau kalah pun berdecih sombong, “Bilang saja kau kalah saing dengannya. Kak Clara itu jauh lebih cantik darimu, dia juga sangat kaya dan bahkan ia juga memiliki pengetahuan yang luas. Tidak sepertimu, kau terlahir memiliki banyak kekurangan..”


“jessica cukup!!”


 


Azka berkata dengan suara yang keras sembari menatap jessica dengan tatapan tajamnya, sementara evelyne yang melihat amarah Azka hanya terdiam dan tidak berbuat ikut campur dalam urusan mereka. “K-kakak kedua?” Cicit jessica dengan wajah yang terkejut saat mendengar Azka secara tiba-tiba membentaknya seperti itu.


Azka yang melihat wajah ingin menangis jessica pun langsung menariknya kedekatnya, lalu sekilas pandang Azka yang melirik kerarah evelyne disadari olehnya. “Azka, sepertinya kau terlalu berlebihan.” Kata evelyne seraya tersenyum manis pada lelaki itu. Azka yang tidak bisa menahan diri lagi pun hanya mengangguk pelan lalu berjalan keluar dari sana sambil menarik jessica.


‘Clara adalah saingan dari Yoona?’


Evelyne terdiam diruang tamu begitu lama, hingga Dessy yang sehabis menyiram tanaman di samping kediaman terkejut saat melihat evelyne. “Nyonya? Anda kenapa nyonya?” Dessy berkata sembari berjalan menghampiri evelyne yang tengah terdiam disana.


Sementara evelyne yang mendengar panggilan Dessy pun seketika kesadarannya kembali, “Dessy?” gumam kecil evelyne saat melihat Dessy tengah berhenti tepat di depan dirinya. “Nyonya, apakah anda memiliki masalah? Kenapa tadi anda terdiam begitu lama?” Tanya Dessy dengan raut wajah yang cemas.


Evelyne yang tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Dessy pun hanya menggeleng sambil tersenyum, “Tidak kok, aku tidak memiliki masalah. Dessy tenang saja!”


Setelah mengucapkan kata-kata itu, evelyne langsung berjalan melewati Dessy untuk keluar dari dari kediaman tua. Saat evelyne baru saja keluar dari kediaman, ada salah seorang lelaki tengah berdiri didepan pintu dengan pakaian yang serba hitam. “Nyonya Besar” kata lelaki itu sambil menundukkan kepalanya 

__ADS_1


Evelyne menoleh dan menatap lelaki itu dengan santai, “Kepala asisten? Ada apa kau memanggilku?” tanya evelyne yang berjalan menghampiri lelaki itu. “Maaf nyonya, didepan ada seseorang yang mencarimu dan berkata bahwa dia datang untuk menjemputmu. Apakah benar nyonya meminta seseorang untuk menjemputmu?” jelas kepala asisten rumah tangga sembari menunjuk ke arah luar.


Manik mata evelyne seketika ikut mengikuti apa yang ditunjuk oleh kepala asisten rumah tangga ini, ia berpikir bahwa sejak kemarin ia tidak meminta seseorang untuk menjemputnya. Karna memang ia tidak memiliki kenalan disini, bahkan kota-kota yang ada disini belum sepenuhnya evelyne ingat. “Maaf kepala asisten, tetapi aku sejak kemarin tidak memiliki janji ataupun meminta seseorang untuk menjemputku” kata evelyne yang kebingungan.


Sementara kepala asisten rumah tangga hanya menanggapi perkataan evelyne dengan dingin, “Sebaiknya nyonya melihatnya terlebih dulu, karna takutnya nyonya terlupa dengan apa yang nyonya lakukan kemarin”


Evelyne hanya terdiam lalu mulai melangkahkan kakinya untuk berjalan kearah luar, dan kepala asisten rumah tangga tidak mengikutinya melainkan ia pergi masuk kedalam.


Disisi lain evelyne yang sudah berada diluar pun melihat sebuah mobil hitam dengan seorang lelaki tengah berdiri disamping mobil dengan pakaian baju serba hitam. Lelaki yang tadinya tengah sibuk memainkan hpnya seketika tersadar akan kedatangan evelyne dan langsung menyimpan hpnya di dalam saku celananya.


“Nona evelyne?”


Evelyne menggeleng, “Tidak apa-apa. Sekarang, bisakah kau jelaskan semuanya padaku?”


Lelaki itu mengangguk, lalu berkata “Nyonya Maisha belakangan hari ini kondisi tubuhnya begitu lemah, dan  tuan Gilang menyuruh saya untuk menjemput anda. Karna tuan Gilang ingin nona yoona bisa menjenguk nyonya maisha yang keadaannya sedang lemah”


Evelyne yang mendengar penjelasan tersebut pun terdiam, dan seketika otaknya berkerja, membuat suatu ingatan yang mengingatkan evelyne bahwa sebenarnya yoona memiliki sebuah keluarga. Namun dulu yoona selalu dijadikan sebagai alat pencari uang dari lelaki kaya. Yoona sendiri juga selalu mendapatkan perilaku buruk dari keluarganya, entah dari ayah kandung ataupun dari ibu tirinya.


Disana Yoona juga memiliki ibu kandung yang bernama alexa. Alexa adalah istri pertama dari tuan Gilang, namun karna terjadi sesuatu masalah. Hal itu membuat bencana besar di pernikahan mereka terjadi, hingga gilang menikah dengan maisha yang memiliki seorang 2 orang anak. Awalnya Alexa dan yoona mengira bahwa semua akan terselesaikan, jika masalah mereka juga selesai.

__ADS_1


Namun siapa sangka, bahwa kejahatan dari Gilang dan maisha terus berlanjut hingga sekarang. Bahkan pernikahan antara yoona dengan william terjadi karna rencana jahat dari Gilang.


Lelaki yang melihat evelyne terdiam tak menjawab ataupun merespon perkataannya membuat lelaki itu kembali berkata “Nyonya? Apakah kita bisa berpangkat sekarang?” tanya lelaki itu yang membuat kesadaran evelyne kembali. “A-ah... Ya bisa!” angguk evelyne dengan ragu.


Sementara lelaki itu hanya ikut mengangguk kalau membuka pintu mobil kursi belakang untuk membiarkan evelyne masuk, lalu menutup nya dan ia sendiri pergi ke kursi pengemudi untuk menjalan mobilnya dengan kecepatan penuh. Evelyne yang mengetahui kecepatan mobil yang dibawa oleh lelaki ini semakin lama semakin cepat, membuatnya sedikit curiga.


Bukankah dia hanya menjenguk, kenapa harus terburu-buru seperti ini?


Evelyne memandang lelaki itu dari kursi penumpang belakang, manik mata yang bernama merah seperti bulan purnama seketika membuat lelaki itu Bergidik merinding. “Kenapa kau begitu terburu-buru? Apa yang sedang kau kejar?” tanya evelyne dengan suara yang seketika berubah menjadi dingin.


“Ah... Tidak ada nona, aku hanya mengejar waktu saja. Karna takut jalan yang biasa kulewati menuju kediaman jiang akan ditutup” elak lelaki itu sambil menurunkan sedikit kecepatannya.


Evelyne yang merasakan perubahan kecepatan tersebut pun tersenyum smrik, senyuman yang secara tidak langsung memperingatkan pada lelaki itu agar tidak bermain-main dengannya. Sementara lelaki itu terus menelan ludahnya sendiri untuk berusaha menghiraukan senyuman itu.


Tak lama, mobil hitam itu pun berhenti di suatu tempat yang menampilkan sebuah bangunan yang cukup besar dan luas namun jika ia mengingat kembali kediaman tua milik william, maka itu bukanlah tandingnya.


Lelaki itu keluar dari mobil, lalu diikuti oleh evelyne yang ikut keluar tanpa menunggu lelaki itu membukakan pintu mobil untuknya. Saat setelah keluar dari mobil, evelyne saat merasakan hawa sejuk yang datang menghampirinya, lingkungan disana terlihat bersih dan bahkan halaman tamannya juga tidak begitu besar.


Evelyne yang tengah terdiam menaati lingkungan disana, Tiba-tiba lelaki itu datang menghampirinya untuk memberi tahu jalannya. “Non, mari ikut saya! Tuan Gilang dan keluarga anda sudah menunggu di aula utama” kata lelaki itu sembari merentangkan salah satu tangannya untuk mempersilahkan evelyne untuk jalan terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2