Death Of Love : Sweet But Killer

Death Of Love : Sweet But Killer
Chapter 60 : Aku akan membuatmu mencintaiku untuk kedua kalinya


__ADS_3

Pagi harinya yang cerah, Evelyne terbangun karna wajahnya yang cantik kini di sinari okeh sinar matahari yang masuk ke dalam kamarnya melewati pantulan dari jendela. Udara di pagi ini cukup menyegarkan, bahkan terdengar aliran sungai kecil yang membuat Evelyne dengan perlahan membuka matanya.


Baru saja hendak membuka matanya, Evelyne dapat melihat sebuah bayangan seseorang yang tengah berdiri tegak di hadapannya. Evelyne tidak dapat melihat bayangan itu menjadi jelas, karna pandangannya masih begitu kabur saat ia baru saja membukanya.


“Ohh...sudah bangun?” kata suara itu yang membuat Evelyne merasakan kesadarannya kembali secara perlahan. “Apa kau merasa tubuhmu jauh lebih baik sebelumnya?”


Evelyne menggeliat, wanita itu beberapa kali Menggelengkan kepalanya saat seluruh wajahnya ia tenggelamkan pada bantal guling yang ia telah pegang sebelumnya. “Hn...jauh lebih baik dari sebelumnya” angguk Evelyne saat kepala terangkat dari atas bantal guling.


“Oh...benarkah? Baguslah kalau begitu, aku senang mendengarnya” ucap lelaki itu seraya mengencangkan ikat dahulu yang kini tengah menggantung di lehernya.


Melihat tampilan laki-laki yang ada di depannya ini tampak begitu rapih dengan pakaian kantornya, harum parfumnya, model rambutnya serta wajahnya yang tampan, membuat Evelyne berpikir bahwa lelaki ini pasti akan pergi ke kantor pada pagi ini. “Kau berpakaian rapih seperti ini, apa kau akan pergi ke kantor?”


“Hnn... Ya, aku memiliki beberapa pertemuan meeting yang harus aku selesaikan hari ini. Dah ada pertemuan bisnis yang harus aku datangi malam ini, jadi akan pulang lebih lambat dari Sebelumnya. Kau sendiri? Apa kau ingin pergi ke kantor harus ini?” kata lelaki itu dengan nada santainya.


Evelyne berpikir sejenak, ia tahu bahwa dirinya memang sudah bekerja di suatu perusahaan yang kecil. Tapi entah tahu kenapa, Evelyne merasa sedikit tidak nyaman jika ia selalu datang ke kantor dalam kondisi mood yang tidak stabil. “Aku ingin pergi, tapi aku akan mengambil jam siang saja.” Ucapnya dengan suara yang pelan.

__ADS_1


“Mengambil jam kerja siang saja? Apa kau pikir pekerjaanmu akan sama seperti kampus yang pernah kau datangi sebelumnya?” tanya William seraya duduk di tepi ranjang, lalu dengan lembut lelaki itu mengelus kepala Evelyne yang kini tengah duduk di sebelahnya. “Jika kau masih merasa lelah, maka ambillah cuti beberapa hari kedepan untuk masa pemilihanmu. Kau tidak perlu khawatir dengan masalah gaji yang akan kau dapatkan nanti”


Evelyne terdiam, menatap lelaki yang ada di sampingnya dengan tatapan yang terheran. Ia tidak tahu kenapa William tiba-tiba berprilaku seperti ini kepadanya. Padahal jelas-jelas, beberapa hari yang lalu mereka bertengkar hingga membuat keduanya tidak saling berbicara. Tapi sekarang? Kenapa tampaknya, William yang dingin ini menjadi hangat? Apa yang terjadi? Apa disini, dia hanya berpura-pura baik saja dengannya? Tapi kenapa? Apa alasannya?


Melihat wanita ini terdiam dengan menatap nya terus menerus membuat William yang ada disana merasa kebingungan. “Ada apa? Kenapa kau melamun?”


“Tidak ada, aku ingin pergi mandi saja” jawab Evelyne dengan nada datarnya.


William tertegun saat mendengar nada itu keluar dari mulut Evelyne, dan William sendiri merasa bahwa dirinya terlalu berlebihan hingga membuat Evelyne sedikit merasa tidak nyaman dengan sikapnya ini. Sedangkan Evelyne yang tidak melihat kearah William lagi, ia pun terus menggerakkan tubuhnya untuk beranjak dari atas ranjang.


Beberapa menit untuk menghabiskan waktu Evelyne membersihkan tubuhnya di dalam kamar pun akhirnya keluar dari sana dengan menggunakan pakaian handuk yang melekat di tubuhnya. Karna baju handuknya cukup kecil dan pendek, ia membuat suatu bentukan tubuh Evelyne yang sangat indah.


Dimulai dari pinggangnya yang ramping, kulitnya yang putih dan mulus, rambut panjang yang sengaja di gerai karna basah, serta bau harum bunga mawar yang datang dari tubuh wanita itu. Evelyne disana sedikit bersyukur karna tidak melihat keberadaan William di dalam kamarnya. Ya walaupun mereka kini berstatus suami istri, tapi Evelyne berniat untuk memutuskan hubungannya dengan lelaki itu.


Tidak ingin membuang-buang waktu lebih lama lagi, Evelyne pun segera pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya ini. Dan ia juga bergegas keluar dari kamar setelah semuanya selesai. Evelyne berjalan cepat menuruni tangga, hingga membuat seseorang yang tengah berdiri di lantai dasar tepat di depan tangga menolehkan kepalanya saat menyadari kedatangan wanita itu.

__ADS_1


“Jangan berlari-lari di tangga, Yoona! Kau akan terjatuh nantinya”


Mendengar ucapan seorang lelaki yang berada di lantai dasar pun seketika membuat Evelyne dengan perlahan memperlambat kecepatannya. “Kau, tidak berangkat?” tanya Evelyne saat ia sudah sampai di lantai dasar kediaman.


“Tidak, aku menunggumu untuk berangkat bersama” Lelaki itu meraih tangan Evelyne untuk menggandengnya dengan lembut saat ia hendak berjalan menuju pintu keluar.


Melihat tangan lelaki itu dengan lembut menggenggam tangannya, Evelyne terdiam seraya mengikuti William dari belakang. Wanita itu tampak tidak mengucapkan sepatah katapun saat mereka berjalan menuju mobil sport mewah yang tengah terparkir di halaman kediaman.


“Kau bilang, ada beberapa meeting yang harus kau datangi hari ini. Tapi kenapa kau malah menunda waktumu hanya untuk mengantarku saja? Aku kan bisa menaiki taksi saat berangkat dan pulang” kata Evelyne saat mereka berhenti tepat di samping mobil.


William tersenyum kecil “Tidak apa, lagipula meeting hari ini bukan di jam pagi kok. Jadi tidak akan ada masalah jika aku mengantar dan menjemputmu terlebih dahulu”


“....” Evelyne terdiam sejenak saat William tengah membukakan pintu mobil untuk wanita ini. “Masuklah! Tidak perlu memikirkan kerjaanku, semua akan baik-baik saja”


Mendengar semua tidak perlu di khawatirkan, Evelyne pun memutuskan untuk diam dan tidak membuka suaranya lagi kepada lelaki ini. Sementara William yang melihat sikap Evelyne yang merasa tidak nyaman dengannya pun membuat lelaki itu hanya tersenyum kecil seraya berkata

__ADS_1


‘Mungkin sekarang belum, tapi aku pastikan...kamu akan mencintaiku untuk kedua kalinya!!’


__ADS_2