
Di kantor.
Evelyne yang baru saja sampai di ruangan kerjanya, ia dengan sontak terkejut saat melihat tempat duduk kerjanya telah duduki oleh seseorang yang tidak ia kenali. Semua orang yang ada disana serta teman-teman dari Evelyne pun terkejut saat melihat sosok wanita yang berdiri di depan itu dengan pakaiannya yang rapih.
“Yoona?!!” Teriak salah seorang dari mereka, yang membuat semua teman-temannya datang berlari menghampiri mereka.
Hal itu tentu saja, membuat seseorang yang tengah menduduki posisi Evelyne merasa terganggu dengan keributan yang mereka buat. “Bisakah kalian diam? Ini masih jam kerja, apa kalian ingin mengganggu pekerja yang lain?!” bentak wanita itu dengan suara yang keras.
Evelyne melirikkan matanya, melihat sosok wanita itu sedang menatap kearahnya dengan tatapan tajam nya. Ia tidak tahu kenapa wanita ini seperti melihatnya dengan rasa kebencian, padahal ini adalah pertama kali mereka bertemu.
“Yoona, kita pindah ke ruangan lain dulu yuk.” Ajak salah seorang dari mereka seraya menarik tangan Evelyne untuk keluar dari ruangan itu.
Evelyne merasa aneh, tapi ia dengan suara pelan nya berkata “Siapa dia? Kenapa dia duduk di tempat kerja ku?”
“Sstt....jangan tanyakan itu disini! Ayo kita cari tempat untuk berbicara, atau seseorang yang ada disana akan terus menatapmu dengan penuh kebencian” jawab salah seorang dengan bisikkan pelan.
Mendengar bisikan itu, Evelyne pun terdiam seraya mengikuti arah jalan yang di tunjukan oleh teman-temannya. Sesampainya di suatu tempat, Semua yang baru saja datang pun langsung duduk di sebuah tempat yang biasanya dijadikan tempat peristirahatan para pekerja. Karna ini masih jam kerja, suasana di tempat itu terasa sangat sepi saat mereka baru memasuki ruangan itu.
Tetapi suasana sepi itu seketika terganti saat kebisingan yang di buat oleh teman-teman evelyne membuat suasana sedikit lebih baik dari sebelumnya. “Yoona, bagaimana kabarmu? Apa kau sudah jauh lebih baik dari sebelumnya?” tanya salah seorang mereka yang mengingat kembali kejadian di mana terakhir kalinya mereka bertemu dengan Evelyne.
“Aku baik-baik saja. Kalian sendiri bagaimana?” ucap Evelyne.
Salah satu dari mereka mengangguk, “Kami baik-baik saja, tapi...dengan anak baru itu, membuat semuanya jadi terasa tidak baik-baik saja.”
“Hah? Kenapa? Memangnya apa yang dia perbuat?” Tanya evelyne dengan mengerutkan keningnya.
Semua teman-temannya terdiam, menyenggol lengan satu sama yang lain untuk memberikan penjelasan kepada Evelyne. Melihat semuanya kebingungan untuk menjelaskan, salah satu dari mereka pun membuka suaranya untuk menjelaskan semua yang tidak dimengerti oleh Evelyne untuk saat ini.
“Vira, dia adalah mantan admin yang di pindahkan ke tempatmu karna melakukan kesalahan ditempatnya. Dia hampir melenyapkan 2M di salah satu rencana boss bulan ini. Entah apa yang di lakukan olehnya, aku rasa boss sangat kecewa. Tapi boss akan sangat keberatan jika harus mengeluarkannya dari perusahaan ini.” Kata seorang wanita dengan nada pelan nya.
Evelyne yang mendengar cerita pun hanya terdiam dan terus membiarkan wanita itu untuk melanjutkan perkataannya. “jadi...dia dipindahkan ke tempatmu untuk sementara waktu, dan kau juga tidak masuk untuk beberapa hari. Jadi posisi Vira saat ini mengantikan pekerjaanmu untuk sementara waktu.”
“Lalu, kenapa di saat aku sampai disana...dia tidak bangun dari tempatku? Malahan, ia menatapku dengan seperti itu? Memangnya ada masalah lain datang kepadanya?” tanya Evelyne yang membayangkan bagaimana mata itu menatapnya dengan penuh kebencian.
Wanita itu terdiam sejenak, lalu berkata dengan perlahan. “Kau adalah orang yang paling beruntung di dunia pembisnisan ini. Aku tidak tahu kenapa bisa terjadi, tapi aku benar-benar tidak menyangka...bahwa dirimulah yang terpilih”
__ADS_1
“....” Evelyne terdiam. Sementara penjelasan itu di lanjutkan oleh temannya yang lain. “Kamu di pindahkan ke perusahaan utama yang terbesar di kota ini, bahkan perusahaan itu terkenal di seluruh dunia. Mungkin kau pernah mendengar nama perusahaan Maxime? Nah, itu adalah perusahaan utama yang terbesar dan terkaya di negara ini”
Evelyne terkejut “Apa kau bilang? Maxime?”
...--🥀🕊—...
Di sisi lain, William yang tengah sibuk menatap layar laptop di depannya seketika mengerutkan keningnya, saat ia melihat laporan yang hancur itu. “Apa yang ia lakukan selama jam bekerja?” tanya William dengan nada dinginnya, ia menatap seorang lelaki yang tengah berdiri di depan meja kerjanya.
“Dia tidak bekerja di jam kerja dan akan bekerja jika semuanya sedang tidak bekerja. Seperti halnya, mencari perhatian dari kau tuan.” Jawab lelaki itu dengan kepala yang menunduk.
William mengerutkan keningnya “Berikan semua catatan serta rekaman yang ada di dalam ruangannya. Aku ingin melihat dan menyimpulkan itu semua sendiri”
Mendengar perkataan William, lelaki itu pun pergi berjalan meninggalkan ruangan. Sementara William yang masih terdiam di tempat kerjanya pun seketika manik matanya tertuju kearah hp yang berada di samping laptop.
Lelaki itu mengambil, lalu menekan untuk beberapa kali pada nomer disana hingga ia berakih menempelkan hp itu di dekat telinganya. “Hallo liam, ada apa?” tanya seseorang dari balik telpon itu yang membuat suasana suntuk di dalam hati William secara perlahan memudar.
“Dimana?” tanya William dengan nada dinginnya.
“Aku ada dikantor, kenapa?” respon suara itu yang dikelilingi oleh kebisingan. “Di kantor? Kenapa disana begitu berisik? Dimana kamu?!” William yang tidak mempercayai itu pun langsung bertanya kepada suara itu dengan nada kesalnya.
William menghela nafasnya, mencoba menetralkan emosinya yang kini tengah melanda hatinya. “Tidak” jawab singkat william.
“Ahh... Benarkah? Lalu, ada apa kau menelponku di jam segini?” tanya Suara itu lagi.
Mendengar suatu ketidaknyamanan pada seseorang itu, membuat William merasa bahwa dirinya telah salah menghubungi seseorang di waktu yang tidak tepat. “Apa telpon dari mengganggu? Kalau memang mengganggu, kau bisa menutupnya sekarang”
Klikk!
William menutup telpon itu tanpa menunggu jawaban sedikitpun dari seseorang itu, bahkan ia juga melepaskan hpnya dengan kasar keatas meja. Awalnya ia berniat untuk mengembalikan moodnya saat mendengar suara dari orang yang baru saja ia hubungi, tapi saat mendengar bahwa seseorang itu terganggu, tentu saja membuat William semakin berada di mood yang buruk.
“Apa yang ia lakukan disana? Kenapa disana begitu berisik?”
...--🥀🕊—...
Disisi lain, Evelyne yang baru saja selesai berbincang dengan teman-temannya pun langsung keluar dari tempat itu secara bergantian. Sementara Evelyne yang menerima panggilan oleh bossnya untuk datang ke ruangannya.
__ADS_1
Tanpa pikir panjang, evelyne pun langsung berjalan menuju ruangan boss. Namun saat ia mengetuk pintu serta membukanya, ia dengan sontak terkejut dengan apa yang ia lihat di depannya. Disana ada seorang wanita yang sedang duduk bersama boss, mereka tampak menunggu kedatangannya di ruangan itu.
Karna tidak mau memikirkan begitu banyak, Evelyne pun hanya terdiam lalu duduk di samping wanita itu seraya menatap bossnya dengan tatapan yang datar. “Boss, kau memanggilku? Ada apa?” tanya Evelyne yang langsung ke inti pembicaraan.
“Kamu pasti sudah mendengar dari beberapa teman-temanmu, dan aku disini hanya menjelaskan sedikit tentang perpindahanmu!” kata Boss dengan terdiam sejenak. “Yoona, apa kau setuju, jika posisimu yang sekarang akan di tempatkan oleh vira dan kamu akan kami pindahkan ke perusahaan lain?”
Evelyne mengangguk “Saya setuju, karna disana aku juga akan memiliki banyak pengalaman disana. Jadi...saya siap untuk memberikan posisi ini kepada Vira”
Brak!!
Wanita yang berada di sampingnya pun berdiri dengan menggebrak meja di depannya begitu keras, emosi dari wanita itu sangat terlihat. Dan bagi Evelyne, wanita ini sangat payah dalam menyembunyikan perasaannya. “Tapi aku tidak setuju!!! Bagaimana bisa, karyawan baru seperti dia langsung di pindahkan ke perusahaan utama? Sedangkan aku? Aku yang sudah bekerja bertahun-tahun disini, kenapa tidak ada pemindahan sedikitpun?!!” kata wanita itu.
“Vira, tenanglah sedikit! Kamu tidak bisa mengeluarkan emosimu di depan juniormu!” tegur boss dengan suasana hati yang tenang.
Mendengar dirinya disuruh tenang, membuat wanita itu semakin meledakkan emosinya di depan Evelyne yang masih terdiam disana seperti tidak terpengaruh oleh semua perkataan wanita itu. “Tenang? Kau menyuruhku tenang disaat semua ini tidak adil bagiku?!! Dia baru bekerja disini untuk beberapa hari yang lalu, tapi kenapa dia langsung mendapatkan pemindahan sementara aku tidak!!!!”
“Semua keputusan itu ada di tangan CEO, jika kau merasa bahwa itu tidaklah adil bagimu, maka kau dipersilahkan untuk meminta keadilan itu sendiri pada yang memutuskan keputusan” kata Evelyne dengan nada dinginnya.
“Kamu!!!” tunjuk Vira yang mencengkram kerah baju milik Evelyne dengan erat, bahkan wanita itu juga menariknya dengan kasar. Boss yang melihat Vira dengan emosi yang tidak karuan pun langsung beranjak dari duduknya dengan cepat. Menghentikan mereka sebelum Vira semakin menjadi-jadi.
“Vira, apa yang kau lakukan?! Lepaskan Yoona!!”
Boss dengan usaha yang kuat pun memisahkan keduanya, namun karna emosi yang di utamakan. Vira pun semakin marah dan dengan spontan tangannya melayangkan sebuah tamparan yang keras kepada pipi mulus Evelyne. Bukan hanya itu, Vira juga meninggalkan sebuah cakaran kuku pada bagian yang mudah sekali orang melihatnya.
Karna sudah cukup ia menahan diri, Evelyne pun dengan tenaga yang lebih kuat mendorong tubuh Vira untuk mundur beberapa langkah. Bahkan disaat Vira tengah terhuyung-huyung kebelakang, Evelyne dengan reaksi yang cepat. Menodongkan sebuah gunting yang tajam tepat di depan mata Vira.
Melihat sebuah gunting yang jaraknya hanya beberapa meter ke matanya, Vira dengan sontak terpaku di tempat saat pikirannya terus membayangkan bagaimana gunting itu dengan keras menusuk matanya. “Menamparku dengan meninggalkan bekas? Apa kau ingin aku membalasmu dengan menancapkan gunting ini di salah satu matamu, agar semua terlihat impas?” kata evelyne yang membuat Vira bergidik merinding.
“Padahal, aku sudah memberimu kesempatan untuk mengeluarkan isi hatimu. Tapi jika kau memplampiaskan emosimu padaku, maka aku berhak melakukan pembalasan padamu dengan sesuatu yang lebih darimu!” ancam Evelyne.
Braakk!!
Pintu ruangan itu terbanting keras saat 2 orang security datang atas panggilan boss karna di ruangannya terdapat sebuah masalah yang belum bisa ia selesaikan. “Pak, tolong bawa wanita ini keluar dari sini sekarang!!” pinta boss dengan menunjuk kearah Vira yang sedang tergeletak ketakutan di lantai.
Mendengar permintaan itu, 2 security itu pun langsung menyeret Vira keluar dari ruangannya. Sementara boss dan Evelyne masih terdiam di ruangan yang sama, namun suasana hati yang berbeda. Boss merasa bersalah akibat kejadian tadi, sedangkan Evelyne merasa belum puas dengan kepergian Vira tadi.
__ADS_1
-Seharusnya, aku membunuh wanita itu tadi!!-